
Apa kabar semua readersku,,, miss u guys so much πππ.
Author is back ya setelah sekian banyak kesibukan melanda kemarin. Sudah siap baca lanjutan kisah Ayu belum nih?? π€
Mau author update banyak apa buanyaaakk?? π€π€
Yuk langsung kita simak aja yah,,,π
Selamat membaca ya πΈ
Maaf masih banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Pukul 04.00 pagi,,,
Aku baru berkesempatan membuka isi amplop yang diberikan Dirga semalam ketika Dirga sudah keluar kamar. Vhe pagi pagi sekali sudah ribut memanggilnya jadi aku suruh saja dia keluar.
"Sudah sana pergilah ke kamar Vhe." kataku tadi.
"Kamu tidak apa apa Yu??" tanya Dirga balik.
"Sudahlah Dirga,, jangan perlakukan aku terlalu baik begini seolah kamu peduli padaku. Aku sudah terbiasa kamu abaikan. Sekarang pergilah,, Aku tidak mau anak anak terbangun lebih awal karena suara Vhe." ucapku tanpa menoleh padanya.
Dirga hanya menghela napasnya dan beringsut pergi dari kamar setelah sebelumnya memandangiku dengan pandangan bersalahnya.
"Basi,,,!!!" dalam hatiku.
Ku buka amplop itu. Aku lumayan kaget dengan banyaknya lembaran uang itu. Tapi meski berjumlah banyak tak lantas membuatku luluh begitu saja.
Aku rasa juga tidak perlu mengucapkan terima kasih pada Dirga atau pun mama karena bagaimana pun juga merekalah yang harus berterima kasih padaku yang sudah sangat berlapang dada menerima perlakuan mereka padaku dalam hal jatah bulananku.
Aku benarkan??
πΈπΈπΈπΈ
Di kamar Vhe,,
Dirga masuk dengan bersungut sungut.
"Ada apa sih pagi pagi sekali sudah bikin ribut??" sungutnya kesal dan merebahkan kembali dirinya yang masih mengantuk.
"Kok ada apa,,, aku takut sendirian di sini. Seram sekali,,," rajuk Vhe yang langsung memeluk Dirga.
Dirinya berniat menggoda Dirga pagi ini. Vhe berusaha sebisa mungkin mengalahkanku dalam urusan ranjang.
__ADS_1
"Sudahlah tidurlah lagi,,, aku masih sangat mengantuk." kata Dirga mengabaikan sentuhan sentuhan Vhe.
Vhe menarik tangannnya dan merengut mendengarnya.
"Apa Ayu yang membuatmu malas denganku???" tanya Vhe kesal.
Vhe makin kesal saat menyadari Dirga dengan cepat sudah terlelap. Vhe merasa sia sia bangun pagi pagi demi bisa bercinta pagi ini tapi malah gagal.
Vhe pun akhirnya hanya sibuk dengan ponselnya katena dia tak bisa tidur lagi dengan beban nafsunya yang tidak tersalurkan.
πΈπΈπΈ
Aku sudah lebih dulu di bawah dan menyelesaikan sarapan anak anak. Kami sudah siap berangkat namun aku sengaja tak segera berangkat karena aku mau Vhe ikut denganku.
"Cepatlah Vhe,,," kataku begitu melihat dia dan Dirga baru turun.
"Kenapa harus cepat cepat??" tanyanya heran.
"Anak anak akan segera terlambat. Ayo cepat antarkan mereka." kataku.
"Apa??? Aku tidak mau,,,!!" kata Vhe.
"Sebagai mommynya kamu juga harus tau di mana sekolahan mereka bukan?? Jangan hanya mau sama papanya saja tapi juga urus dan layani anak anaknya juga,,, Bukan begitu Dirga??" tanyaku lembut.
"Ayu benar Vhe,,, sana pergilah dengannya." perintah Dirga.
Aku hanya mencibir mendengarnya. Aku tau itu hanya alasan belaka.
"Biarkan saja Vhe istirahat dulu Dirga,,, lagipula berbahaya kalau memaksakan dirinya yang sedang tidak sehat ini untuk pergi mengantarkan anak anak. Ayu kamu ini jangan maksa begitu dong,,, lagipula manja sekali sih,,, biasanya juga antar sendiri." sungut mama yang tak berdiam diri.
"Hmm baiklah,,, aku tidak akan memintamu lagi untuk mengantar anak anak. Biar itu jadi tugasku sendiri. Lagipula aku tak begitu percaya kamu bisa menjaga anak anakku." kataku kemudian.
Vhe kesal dengan sindiranku namun dia merasa senang karena aku tak akan memintanya lagi mengantar anak anak.
"Kamu yakin Yu tidak akan meminta Vhe melakukannya lagi???" tanya Dirga.
"Iya aku yakin,,, biar kami bagi tugas saja. Kamu masih tetap jadi urusan kami. Tapi mulai sekarang aku hanya akan mengurus anak anak dan Vhe hanya mengurus rumah. Memasak dan lain lain akan ku bebankan padanya. Adil kan??" tanyaku datar.
"Apaaaa???!!!!" Vhe dan mama kembali bersamaan menjawab.
Dirga dan papa teekejut mendengar keduanya begitu serempak menyuarakan keberatannya dengan putusanku.
"Mama ini kenapa sih,,, Ayu kan sedang tidak bicara pada mama." kata papa.
"Tapi pa,,," mama tidak bisa menjelaskan.
"Dirga setuju,,, biar Ayu yang bertanggung jawab dengan urusan anak anak. Dan kamu sayang yang mengurus rumah dan isinya. Lagipula kamu kan juga belum mulai bekerja kan,,, kamu masih punya banyak waktu di rumah." kata Dirga.
__ADS_1
Vhe diam tidak menyahut.
Matanya hanya menatap mata mama dengan tatapan bingung. Hal itu tidak luput dari pandanganku dan membuatku makin yakin dengan drama masakan yang mereka buat semalam.
Aku semakin yakin bahwa mamalah yang memasak semua dengan bukti terpotongnya jarinya. Dan mama melakukannya semata mata hanya untuk melindungi menantu kesayangannya itu.
"Aku ingin tau sampai kapan mama akan sanggup melakukannya untukmu Vhe,,," batinku sembari menatap mata Vhe yang kini menatap mataku dan kelihatan sangat berkilat marah.
Aku hanya tersenyum manis.
"Kena kamu Vhe,,,!!!" mataku terus mengejeknya.
Akhirnya pagi itu menjadi hari penentuan di mana tugas kami sebagai istri Dirga telah ditentukan. Dan hanya akulah yang paling puas dengan keadaan ini.
Aku puas karena Vhe sama sekali tidak bisa menolak,,,
Aku puas karena mama pun mendapatkan imbas dari sikap pilih kasihnya,,,
Aku juga puas menyadari aku memiliki banyak uang hari ini. Uang itu langsung aku depositokan untuk keperluan masa depanku dan anak anak nantinya. Aku tak pernah tau apa yang akan terjadi pada kami nantinya.
Rumah tangga ini,,,
Aku tidak tau akan bertahan sampai di mana,,,
Hati ini,,,aku juga tak tau akan kuat sampai di mana,,,
Yang jelas aku hanya melakukan semua hal yang terbaik untuk mengantisipasi semua hal terburuk yang bisa saja menimpaku.
Aku hanya ingin berusaha menjalani dan merelakan saja semua yang terjadi dan sudah digariskan oleh tuhan untukku. Aku yakin tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNYA. Ku biarkan semuanya mengalir begitu saja.
Saat ini tuhan yakin aku masih bisa,,, dan tuhan sudah menyiapkan segala sesuatu yang terindah untukku di balik semua ini.
"Jika Dirga memang masih menjadi jodohku,,, maka berikanlah jalan terindah untuk kami tetap menjadi pasangan suami istri. Namun jika jodoh kami sudah habis maka pisahkanlah kami dengan cara terindahMU tuhan,,,"
Doa yang ku panjatkan tiap harinya selalu sama. Aku sepenuhnya sadar bahwa hidupku ini adalah milik tuhan. Jodoh ada di tanganNYA. Aku hanya bisa berencana saja namun tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan takdir yang sudah tuhan gariskan untukku.
Memilih pasrah bukan berarti menyerah...!!
Aku akan tetap melawan jika masih ada penindasan penindasan dari Vhe maupun mama,,,
Hanya saja saat ini,,, mempercayakan segala sesuatunya pada tuhan adalah pilihan terbaik untukku saat ini.
Bagaimana pun juga ini bukan tentang aku dan hatiku saja. Ini juga menyangkut nasib kedua putraku jadi aku tak boleh egois. Aku ini bukanlah seorang istri saja tapi juga seorang ibu.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih πΈ