
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹🌹
Keesokan paginya semua sudah pulang dari rumah sakit. Sepertinya keadaan Vhe tidak terlalu buruk hingga tak perlu menginap lama. Hari ini aku juga tidak kemana mana karena anak anak juga libur sekolah.
"Bagaimana keadaanmu Vhe,,,??" sapaku.
"Tidak usah sok baik,,," sahut mama.
"Apa sih salahku bertanya begitu ma?? Aku tulus ingin tau keadaan Vhe,,," protesku.
"Alah gombal,,,!!! Nih bawakan saja barang Vhe ke kamarnya Kalau memang kamy tulus kepadanya.,,,!!" sahut mama melemparkan tas berisi baju baju yang sedianya akan diperlukan Vhe selama di rumah sakit kepadaku.
Dirga tidak bicara sepatah kata pun meski mendengar dan melihat mama kasar padaku. Dia hanya fokus membimbing Vhe menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Aku pun menyusulnya ke atas dengan membawa tas Vhe yang sudah terlanjur ku tangkap saat mama melemparkannya ke arahku. Aku menangkapnya karena tak ingin tas itu malah mengenai wajahku.
Aku menyusul masuk ke kamar Vhe saat Dirga tengah membantunya duduk bersandar di tepi ranjangnya.
"Mau apa kamu masuk ke sini???!!!" bentak Vhe.
"Aku cuma mau melihat dan tau kondisimu saja. Dan membawakan tasmu,,," sahutku.
"Aku tidak mau lihat kamu,,, Aaawww,,,," Vhe tampak kesakitan dan memegangi perutnya.
"Sayang kamu tidak apa apa kan,,,???" Dirga cemas.
"Suruh dia pergi sayang,,, Sepertinya anak kita tidak suka melihatnya disini,,," rengek Vhe manja.
Aku muak melihat drama itu.
"Anak kita,,,!!! Dasar jalang,,,!!!" batinku.
Dirga menarik tanganku keluar dari kamar Vhe setelah dia mengiyakan permintaan Vhe itu. Dirga menarikku masuk ke kamarku.
"Dengar Ayu,,, Mulai malam ini dan selama masa kehamilan Vhe,,, aku tidak akan mrnemanimu lagi di kamar ini. Vhe jauh lebih membutuhkanku. Kuharap kamu mengerti dan tak berbuat aneh aneh lagi. Anggap saja ini juga hukuman bagimu karena telah begitu berburuk sangka pada Vhe,,," kata Dirga sambil mengemasi beberapa pakaiannya.
"Aku tidak keberatan,,, lagipula selama ini juga kita tidak pernah berbuat macam macam. Aku hanya ingin kamu mempertimbangkan semua yang sudah ku katakan tadi,,,, setidaknya lihat dulu Video,,,,"
Aku belum selesai bicara bahkan belum membuka video itu ketika Dirga langsung meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.
__ADS_1
"Hhhuussstt,,, Cukup Ayu. Aku tidak ingin mendengar apa apa lagi darimu tentang Vhe. Kondisi kehamilan Vhe sangat riskan dan rentan,, Kandungannya lemah akibat jatuhnya tadi. Memikirkan istri dan anakku dalam bahaya saja aku sudah cemas,,,Kamu jangan tambahi lagi beban pikiranku dengan kecemburuanmu itu,,,,!!!"
Dirga memotong kalimatku.
"Aku tidak butuh video atau apa pun itu darimu. Yang kubutuhkan cuma kerjasamamu saat ini untuk ikut menjaga keselamatan Vhe dan bayiku,,, Itu saja,,, Aku mohon padamu,,," kata Dirga.
"Tapi Dirga,,, bayi itu,,,"
"Ayu Maheswariii,,,,!!! Cukup,,,!!!" bentak Dirga.
Dirga melotot dengan mata merahnya kepadaku. Dia bahkan membentakku lagi. Dengan kasarnya dia keluar dari kamarku dan membanting pintu kamar cukup keras.
Untungnya anak anak sedang bermain dengan papa di taman jadi mereka tidak perlu menyaksikan papanya berbuat demikian.
"Kenapa lama sekali sayang,,,??" rengek Vhe.
"Aku hanya perlu menjelaskan dan menekankan beberapa hal pada Ayu. Aku rasa aku memang harus menjauhkanmu darinya. Aku tak ingin kamu dan bayi kita kenapa kenapa,,," Kata Dirga sambil membelai rambut Vhe.
"Terima kasih sayang sudah sangat melindungiku,,, Akhirnya kamu tau bahwa Ayu itu berbahaya untukku dan anak kita,,," kata Vhe yang langsung memeluk erat pinggang Dirga.
Dirga menciumi pipi dan kening Vhe.
"Sayang aku mau minum teh hangat,, sekalian minum obat penguat kandunganku juga,,,," kata Vhe kemudian.
"Biar aku minta mama buatkan dulu ya,,," kata Dirga.
"Next step mama,,,Jangan lupa!!"
Mama membaca pesan singkat dari Vhe itu tepat saat Dirga menemuinya di ruang keluarga.
"Ma,,, Vhe ingin minum teh hangat katanya. Sekalian minum obatnya. Apa mama bisa bantu buatkan??"tanya Dirga.
"Aduh Dirga,,, mama sedikit pusing ini karena kurang tidur semalam. Coba minta Ayu saja buatkan ya,,, Pembantu kita sedang keluar mama suruh belanja soalnya." kata mama.
Dirga hanya mengangguk dan kembali naik ke atas ke kamarku. Kali ini Dirga mengetuk pintu sebelum masuk. Aku membukanya.
"Ada apa lagi,,,??" tanyaku datar.
"Bisa tolong bantu aku buatkan teh hangat untuk Vhe?? Mama sedang tidak enak badan makanya aku merepotkanmu,,, Ayu,,, Ini saatnya kamu membuktikan bahwa kamu menyesal telah memfitnah Vhe Yu,,," kata Dirga.
"Memangnya kemana si mbak??" tanyaku.
"Sedang pergi belanja. Tolong Yu,,,Vhe dan bayiku santa menginginkan teh itu sekarang." kata Dirga.
"Baiklah,,, aku buatkan demi bayi tidak berdosa itu,,," jawabku sambil melangkah keluar melewati Dirga dan sempat menyenggol lengannya.
__ADS_1
Dirga hanya geleng kepala menyaksikan ulahku.
Aku turun dan menuju ke dapur. Mama hanya melirik. Beberapa saat kemudian teh hangat itu sudah siap ku bawa naik saat mama memanggilku.
"Ayu,,, Sekalian ini berikan obat penguat kandungannya Vhe,,," kata mama.
Aku melangkah menuju mama dan membiarkan mama meletakkan obat itu di nampan. Aku pun lalu membawanya naik ke kamar Vhe.
Pintu kamar Vhe yang memang sudah terbuka membuatku tak perlu lagi mengetuk dan langsung masuk. Vhe dan Dirga tengah berciuman rupanya.
"Ehemm,,, Ini tehmu Vhe,,, dan obatmu juga." kataku mengejutkan keduanya.
Dirga segera melepaskan ciumannya dan mengelap bibirnya yang basah.
"Terima kasih Ayu,,, Kamu baik sekali rupanya. Maafkan sikapku tadi ya,, Mungkin aku emosional karena bawaan bayi,,," kata Vhe manis dan dengan sengaja mengelap bibirnya perlahan seakan memamerkan bekas ciumannya dengan Dirga tadi padaku.
"Tidak apa apa,,, aku paham. Ini minum sebelum dimgin. Jangan lupa juga obatmu. Aku keluar dulu,,," ucapku langsung memutar badanku tanpa menunggu jawaban Vhe.
"Tunggu Ayu,,,"panggil Dirga.
Aku menoleh sebelum keluar dari kamar ini.
"Apa kamu tidak ingin mengatakan hal lain pada Vhe,,Minta maaf juga mungkin seperti yang Vhe lakukan barusan??" tanya Dirga.
"Memangnya aku salah apa??" tanyaku.
"Ayu,,,!!!"
"Sudahlah sayang,,, Tidak usah dipaksa. Aku tidak apa apa kok. Terima kasih ya Ayu,,,Kamu boleh keluar." ucap Vhe manis dan menahan kemarahan Dirga.
Aku curiga dengan semua sikap manisnya itu.
"Apa yang tengah direncanakannya kali ini,, Kenapa dia tiba tiba sangat manis padaku di depan Dirga,,,???" batinku sambil berjalan menuruni tangga hendak mengembalikan nampan yang ku bawa.
Aku baru saja sampai di dapur dan mencuci beberapa gelas kotor yang ada di meja bekas sarapanku tadi dengan anak anak saat terdengar teriakan Dirga dari atas.
"Mamaaaaaaa,,, panggil bantu Dirgaaaa,,,,!!!!!
Mama tergopoh gopoh naik ke atas disusul papa yang juga langsung lari meninggalkan anak anak begitu mendengar teriakan yang cukup keras itu.
Tak lama kemudian ku lihat Dirga sudah turun membopong Vhe lagi yang kelihatan lemas.
"Kenapa lagi sih,,,??" batinku.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 🌸