
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Mama mulai gelisah menahan lapar ketika aku tak kunjung datang. Begitu juga Vhe.
"Mana nih Ayu ma,,,Vhe sudah lapar. Jam berapa biasanya dia datang??" tanya Vhe kesal.
"Sabar dulu ya sayang,,, biasanya sih sudah pulang jam segini. Kemana sih tuh perempuan,,,??" mama pun kesal.
"Biar Vhe telpon saja dia ma,,, Enak saja lupa diri keasyikan di salon pastinya dia itu." ketus Vhe.
"Iya,,, kamu telpon saja dia Vhe. Suruh dia cepat pulang. Bilang padanya anak anak butuh tidur siang juga. Dasar ibu tidak berguna. Tidak paham apa kebutugan anaknya,,," sungut mama.
Vhe pun menelponku.
Aku berhenti menyuapi anak anak saat melihat nama Vhe di layar ponselku. Sandy yang sempat melihatnya pun memberi isyarat untukku menjawab telpon itu dan dia yang meneruskan menyuapi anak anak.
"Ada apa Vhe,,,??" tanyaku.
"Heh,,, kamu di mana sih??? Jam segini belum pulang!!!" bentak Vhe kasar.
"Itu bukan urusanmu kan,,,," jawabku ketus.
Baru juga tidak ada Dirga,,Vhe sudah menunjukkan taringnya.
"Tentu saja itu jadi urusanku. Aku sama mama sudah lapar nih dari tadi tunggu kamu gak pulang pulang. Kamu kan yang tugas masak di rumah ini,,,Cepat pulang!! Masak untuk kami,,,!!" perintah Vhe.
"Apa kamu lupa siapa dirimu dan posisimu sekarang?? Kamu kan juga menantu di rumah itu,,, Dan kamu sudah tau menantu di rumah itu salah satu tugasnya memasak. Kamu juga masih ingat kan persyaratan yang ku berikan jika kamu tetap mau menikah sama Dirga,,,??" tanyaku.
Vhe diam dan bersungut sungut dengan jawabanku.
"Jangan pura pura amnesia kamu Vhe,,, Adil!! Itu syarat utama. Jadi kalau aku biasa disuruh masak,,, kamu pun juga harus masak di rumah itu." kataku.
"Enak saja kamu suruh aku masak!!!" ketus Vhe.
"Perintah masak bukan datang dariku tapi dari mama,,,Kamu protesnya ke mama saja. Begini saja,,, lebih baik kamu tutup telponmu ini sekarang juga biar kamu bisa segera memasak dan tidak kelaparan."kataku lagi.
"Oohh aku tau,,,kamu tidak pandai memasak ya?? Kalau begitu siang ini belajar saja dulu masak sampai bisa,,,karena nanti malam kamu juga yang harus maska untuk kami semua. Biasanya aku masak untuk makan malam juga lho,,, jadi kamu juga harus begitu." lanjutku.
__ADS_1
"Ayuuu,,,!!!" ketus Vhe.
"Good luck yaaa,,, ingat masak yang enak untuk nanti malam. Malu dong kalau sampai Dirga tau bahwa masakanmu kalah enak dengan masakanku,,," ejekku.
"Kamu yaaa,,,!!!" Vhe hendak bicara lagi saat aku sudah memutuskan panggilan itu.
Vhe makin kesal dan kembali menelponku berkali kali tapi tak ku jawab.
"Masak masak saja,,,jangan menggangguku!! Aku tidak akan pulang cepat." akhirnya ku jawab panggilannya setelah sekian kalinya berdering dan sangat menggangguku.
Aku pun langsung menonaktifkan ponselnya.
"Aaaarrrrrrgghhhhhhh!!!!" Vhe kesal dan membanting ponselnya.
"Kenapa sayang,,,???" mama tergopoh gopoh dan memungut ponsel Vhe yang retak layarnya akibat dilempar baru saja.
"Maa,,, apa benar mama yang menyuruh Ayu untuk masak tiap hari???" tanya Vhe kesal.
Mama hanya mengangguk.
"kenapa memangnya Vhe?? Dia kan memang menantu di sini,,, " tukas mama.
Vhe makin kesal.
"Kenapa begitu??" tanya mama yang mulai takut dengan kemarahan Vhe.
Mama tidak menyangka bahwa Vhe akan membentaknya. Vhe yang selama ini manis dan teelihat sayang pada beliau tapi hari ini seperti singa betina yang siap memangsanya.
"Karena semua yang Ayu kerjakan harus Vhe kerjakan juga!! Pokoknya Vhe tidak mau tau ya ma,,, Vhe tidak bisa dan tidak mau masak. Siang ini mama masak saja sendiri. Dan satu lagi,,,, Mama harus memasak malamnya dan bilang pada semuanya bahwa Vhe yang masak. Vhe tidak mau ya kalau sampai Dirga tau,,, Mama harus masak enak!!! Ingat itu,,,Ini salah mama sendiri!!!" bentak Vhe.
Mama makin terkejut mendapat perlakuan seperti itu.
"Heh,,, jangan diam saja dong!!! Jawab,,, Ngerti gak mama dengan perintahku tadi???!!!" bentak Vhe lagi.
"Iii,,,iyaa mama tau. Mama yang harus masak dan bilang itu masakanmu nanti pada semuanya." mama takut takut mengatakannya.
"Bagus!!! Sekarang bagi duit,,," Vhe meminta uang.
"Untuk apa Vhe,,,?" tanya mama.
"Beli makan lah ma,,,mama kan belum masak dan Vhe sudah sangat lapar. Mama mau bunuh Vhe dengan menyuruh Vhe menunggu mama masak??" tanya Vhe.
"Iiyaa mama ambil dulu uangnya,,," kata mama.
__ADS_1
Mama pun segera menuju ke kamar dan mengambil dompetnya.
"Ini Vhe untuk makan siangmu,,," mama mengulurkan dua lembar uang seratus ribuan.
Vhe terbelalak melihatnya.
"Apa ini,,, mana cukup ma??!! Sini bawa,,,!!" Vhe menarik paksa dompet mama dan mengambil semua uang mama.
"Jangan semua Vhe,,," larang mama.
"Ma,,, mama sayang kan sama Vhe?? Masak uang Segini saja mama itung itungan??" tanya Vhe.
"Iya sudah,,, ambil saja semuanya. Yang penting kamu senang ya Vhe. Jangan marah marah lagi sama mama. Mama takut kamu bentak bentak,,," kata mama.
"Gitu dong,,,iya Vhe janji tidak akan marah asal mama melalukan semua yang Vhe mau. Mama tidak mau kan kehilangan Vhe,,,?? Mama masih mau kan Ayu yang keluar dari rumah ini dan bukan Vhe,,,,???" tanya Vhe.
Mama mengangguk perlahan.
"Vhe pergi ya mama,,, Ingat masak yang enak nanti ya,,,Bye mama,,," Vhe mencium pipi mama dan pergi dengan segera.
Mama hanya geleng kepala dan mengelus dada melihat dompetnya yang kosong.
"Bahkan untuk belanja pun Vhe tidak menyisakan uang. Hmmmm,,, Tapi tidak apa apa. Yang pentinga menantuku itu senang. Aku bisa minta papa lagi nanti uang untukku. Sebaiknya aku lihat saja ada bahan apa di kulkas." gumam mama.
Mama pun memeriksa isi kulkas dan menemukan banyak bahan yang bisa dimasaknya karena ku memang selalu membeli dan menyetok lumayan banyak untuk keperluan dapur agar aku tak perlu pergi ke pasar tiap hari.
Aku tak punya banyak waktu untuk ke pasar tiap hari.
"Hmm kenapa malah jadi aku yang repot begini,,, Punya menantu dua kok malah repot. Ayu sama sekali tidak pernah merepotkanku begini. Dia melakukan sendiri semuanya,,," batin mama sembari mulai memotong sayuran.
"Aaawwwww,,,,"
Jari mama terkena pisau. Mama yang memang tidak pernah ke dapur tidak tau betapa pisau itu sangat tajam. Ditambah lagi tadi beliau sempat melamun dan tak memperhatikan pisaunya.
"Aduuh mau makan saja repot begini. Mana sudah lapar sekali,,, mana jari sakit. Hhhmmm,,, coba ada Ayu,,,semua sudah beres." gumam mama lagi.
Ayu,,,Ayu,,,dan Ayu saja yang terus disebut mama dari tadi tanpa sadar. Sepertinya mama mulai bisa merasakan repotnya tidak ada aku.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΈ
__ADS_1