MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Perut Besar


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Wanita sialan!!! Sudah dapat banyak keuntungan masih saja mau memperkarakan Dirga. Tidak tau diuntung!!!"


Geram Vhe yang menerima sepucuk surat panggilan dari pengadilan untuk Dirga guna memberikan klarifikasinya tentang tuntutan yang Ayu berikan padanya.


"Surat apa itu sayang? Kelihatannya penting,,," tanya Dirga yang baru muncul dari kamarnya.


"Nih,, baca,,,!!! Jalangmu itu menuntutmu lagi!!!" sahut Vhe menyodorkan surat itu dengan kasar.


Dirga hanya menerima surat itu lalu membacanya dengan teliti satu persatu huruf yang tersusun rapi. Dirinya pun kemudian menghela napasnya berat.


"Ayu benar benar tidak main main dengan ucapannya."batin Dirga.


Dirga lantas menelpon pengacaranya yang kemarin mendampinginya. Setelah melalui percakapan yang lumayan lama,,, Dirga pun menutup telponnya dengan wajah murung.


"Kenapa mahal sekali sekarang tarifnya,,,?? Padahal baru beberapa hari saja berlalu,,," Dirga mulai merenung.


"Jangan bengong saja,,, Bagi duit!! Aku sudah lama tidak shopping,, tidak makan enak,,, tidak ke salon. Aku juga perlu beli baju baru Dirga. Lihat ini,,, Anakmu ini buat perutku makin lama makin membuncit dan baju bajuku semua sesak..!!" sungut Vhe sambil menunjuk perutnya.


"Jangan mengeluh begitu sayang,,, Ini kan karunia tuhan untuk kita. Sudah pada kodratnya seorang wanita mengalami fase seperti ini dan kamu hanya harus menikmatinya. Banyak lho di luar sana wanita yang tidak seberuntung kamu bisa hamil begini,,," Dirga menasehati sambil mengelus perut Vhe.


"Tapi sayang,,,perutmu memang kelihatan lebih besar dibanding wanita lain di usia kehamilan sepertimu." kata Dirga yang masih terus mengelus perut Vhe.


"Gawat,,,!!! Dirga mulai curiga,,,!!" batin Vhe.


Vhe menepiskan tangan Dirga yang terus mengelus perutnya.


"Lepaskan,,Kamu buat aku mual saja. Lagipula sok tau sekali sih bilang wanita lain lebih kecil perutnya,,, Tau darimana coba??!!" sungut Vhe.


"Waktu Ayu hamil si kembar di usia kehamilan sepertimu tidak sebesar ini sayang,,," sahut Dirga.


"Ooohhh jadi kamu berniat membandingkan perutku dan perut jalangmu itu??!!!" ketus Vhe.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang,,," Dirga berusaha menjelaskan saat mama dan papa keluar juga dari kamar mereka karena mendengar ribut ribut.


"Ada apa ini Dirga,,,?" tanya papa.


"Ini nih pa,,, Dirga bilang perutku lebih besar daripada perut jalangnya dulu. Apa coba maksudnya,,,???" rajuk Vhe.


Mama langsung mendekati Vhe dan merangkul menantu kesayangannya itu.


"Kamu ini apa apaan sih Dirga kok isi banding bandingin perut segala." ketus mama.


"Ma,,, Pa,,,Dirga bukan ingin membandingkan. Tapi melihat perut Vhe yang lebih besar dibanding wanita lain di usia kehamilan yang sama,,,Dirga jadi ingat saat Ayu hamil si kembar. Tapi bukan Dirga sedang mengenangnya,,,Dirga hanya berpikir apa Vhe juga mengandung bayi kembar makanya perutnya besar begini,,,Itu saja maksud Dirga" jelas Dirga.


Perkataan itu tak ayal langsung membuat semuanya melihat ke arah perut Vhe. Vhe yang mulai risih dan merasa terancam kedoknya akan terbongkar menutup perutnya dengan bantal sofa.


"Coba mama lihat sayang,,,Apa benar lebih besar??" mama berusaha menarik bantal itu.


"Apaan sih ma,,, Vhe risih dilihatin semua begini.!!!" ketus Vhe yang tidak melepaskan bantal itu.


"Tidak ada salahnya kita cek saja sayang. Lagipula aku belum pernah sama sekali mengantarmu periksa kandungan kan,,,Mumpung hari ini aku ada waktu senggang ayo kita ke dokter." ajak Dirga.


Vhe gelagapan.


Vhe makin gugup dibuatnya. Matanya berkali kali memutar dan bertemu dengan mata papa yang juga tampak gelisah.


Jika papa gelisah karena merasa tak nyaman mama mengajaknya ikut memeriksakan kandungan Vhe yang setahu papa adalah bayi papa,,, Maka lain dengan Vhe.


Vhe merasa terancam jika sampai semuanya ikut dengannya memeriksakan kandungan dan mereka jadi tau atau dengar dari dokter bahwa usia kehamilan Vhe memang lebih tua daripada yang mereka ketahui. Harus jawab apa dirinya??


Papa dan Dirga bisa marah dibuatnya. Lalu jika sampai mereka marah,,,Apa kabar nasibnya dan bayinya??


Semua pikiran itu membuat Vhe tidak sadar sedari tadi Dirga memperhatikan dan memanggil manggil namanya.


"Sayang,,, Kamu kok malah ngelamun sih??" Untuk sekian kalinya Dirga bertanya.


Kali ini dia guncang bahu Vhe.


"Eh apa,,,?? Tidak usah menemaniku periksa,,, Lagipula bukan hari ini jadwal periksanya. Masih bulan depan,,, Sudah aku mau istirahat saja dulu. Pagi pagi begini aku masih sering morning sickness,,," Vhe berdiri dengan cepat dan meninggalkan semuanya di ruang tamu apartemennya.


"Yaah,,, harus tunggu bulan depan deh buat lihat cucu mama." keluh mama.

__ADS_1


Papa yang bernapas lega karena Vhe bisa menghindar,,, Menghampiri mama.


"Doakan saja menantu kita sehat sehat selalu. Lancar kehamilannya sampai tiba saat melahirkan nanti." kata papa.


"Iya pa,,, Gitu dong,,,Ada perhatian juga sama Vhe. Jangan Ayuuu saja yang papa perhatikan.!!" sungut mama.


Papa hanya mengangguk tanpa banyak protes membuat mama senang.


"Surat apa ini Dirga??" tanya mama yang menyadari ada sebuah surat di atas meja.


"Panggilan pengadilan untuk Dirga. Ayu sudah mengajukan perkara kekerasan yang Dirga lakukan dulu dan pencemaran nama baiknya,,,," lirih Dirga tak bersemangat.


"Apaaa??? Masih saja dia menganggumu??? Dasar tidak tau diri!!!" ketus mama.


"Maaa,,, Ayu tidak salah. Wajar saja dia kesal dan menuntut balik karena apa yang Dirga lakukan memang sebuah kesalahan. Dirga bahkan tidak bisa membuktikan bahwa yang memberikan obat penggugur kandungan itu adalah dia. Dirga pun masih tidak habis pikir kenapa bisa obat itu sampai diminum oleh Vhe???" Dirga mulai memutar otaknya.


Mama yang mengetahui perkara yang terjadi sebenarnya mulai panik dan takut Dirga mencari tau kebenarannya.


"Sudah jangan itu yang dipusingkan. Lebih baik pikirkan bagaimana caranya kamu menghadapi kasus ini. Kamu masih punya pengacara kan??" tanya Mama.


"Pengacara sih ada tapi budget untuk bayar pengacara yang kurang ma,,, Entah kenapa pengacara pengacara itu tiba tiba menaikkan tarifnya padahal kemarin saja kasus perceraian tidak setinggi ini memasang tarif." keluh Dirga.


"Terus bagaimana??" tanya mama.


"Dirga tidak tau ma,,, Dirga pusing!!" jawab Dirga.


"Mama tidak mau ya kalau kamu sampai masuk penjara gara gara kasus ini. Kasihan dong Vhe nanti lahiran kalau kamu di penjara. Bayar saja denda pengganti kurungannya jika kamu benar benar terbukti bersalah." titah mama.


"Uang dari mana ma pakai bayar???" tanya Dirga.


Mama diam karena tak punya jawaban untuk itu.


"Pinjam saja lagi di rekan papa itu. Dia pasti mau bantu. Pinjaman yang kemarin bisa kita tambahkan saja jumlahnya. Tidak apa apa bayar bunga banyak yang jelas kamu tidak di penjara. Kita pasti masih bisa bayar selama kita masih bekerja. Benar kata mama,,, Vhe butuh kamu Dirga. Saat ini uang bisa kita kesampingkan dulu,,," tutup papa.


Dirga hanya mengangguk dan menerima saran dari papa.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2