MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Keterangan Palsu


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Sakitttt sayang,,, cepetan aku gak tahan,,,," Vhe terus merengek dalam bopongan Dirga.


"Iya sayang,,, sabar ya,,, bertahan,,,," kata Dirga yang berusaha sekuat tenaga berjalan secepatnya sambil membopong Vhe.


Papa dan mama turut serta ke rumah sakit. Tidak ada satu pun yang ingat padaku atau mengajakku. Tidak apa apa,,, Justru aku ingin gunakan kesempatan ini untuk mencari tau dan memeriksa kamar Vhe.


Aku merasa ada banyak hal yang disembunyikannya dari kami semua. Malam ini juga aku harus tau rahasia di balik semua sandiwaranya.


Aku membuka pintu kamarnya begitu yakin mereka semua telah pergi. Tidak banyak perbedaan dengan kamarku. Semua peralatan dan perabotan di kamar ini hampir seluruhnya juga aku miliki di kamarku.


Dirga benar benar adil,,, bahkan vas bunga terakhir yang dibelikannya untuk pajangan kamarku juga ada di kamar Vhe.


"Apa tidak keterlaluan dan cenderung tidak sopan menggeledah kamar orang seperti ini ya,,,," batinku mulai bimbang.


Aku tidak tau dan malah bingung harus mulai dari mana mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tau apa itu. Aku hanya mengikuti naluriku saja.


"Surat dari Sandy,,, Yaaa,,, Mungkin aku bisa mulai dari sana. Aku harus cari surat itu,,," gumamku.


Aku pun mulai bergerak membuka satu persatu laci laci tempat tempat yang memungkinkan untuk Vhe menyimpan surat suratnya.


Dan aku tersenyum ketika membuka laci nakasnya.Surat yang ku terima tempo hari ada di sana. Ku buka dan ku baca dengan teliti isi surat itu.


"Hmm rupanya surat perceraian mereka saja,,," gumamku.


Tidak menarik,,, Karena aku sudah tau dari Sandy bahwa memang saat Vhe menikah dengan Dirga posisinya masihlah istri Sandy. Ku letakkan kembali amplop dan isinya ke laci. Aku hendak menutupnya saat tiba tiba terbersit sesuatu di kepalaku.


"Tapi tunggu,,, Mungkin saja Dirga belum tau tentang ini,,, Dirga harus tau apa isi surat ini." batinku.

__ADS_1


Aku lalu kembali membuka laci itu dan mengeluarkan isi suratnya saja. Amplopnya kubiarkan tetap berada di laci untuk mengelabuhi Vhe. Sementara itu isinya akan ku pindahkan ke laci meja kerja Dirga.


Aku tau Vhe sangat pandai dan paham tempat manakah yang jarang di sentuh Dirga. Bertahun tahun memjadi istrinya aku tau Dirga tak pernah meletakkan barang barangnya di laci nakas. Dia selalu meletakkannya di laci meja kerjanya.


"Pantas saja Dirga belum pernah mempermasalahkan isi surat ini,,, kamu memang cerdik Vhe,,,Ku akui itu." gumamku lagi.


Penasaran dengan isi laci itu aku kembali menarik laci itu dan kali ini ku lepaskan saja dari mejanya biar aku lebih yakin dengan apa saja isinya.


Ku temukan sebuah testpack berisikan dua garis biru milik Vhe.


"Wanita itu benar benar hamil rupanya,,, Aku sempat pikir dia itu hanya drama saja dengan kehamilannya. Tapi aku tetap tidak percaya anak itu anak Dirga mengingat betapa mesranya dia dengan papa tempo hari,,, Tidak mungkin kan mereka hanya sekedar ngobrol santai dan tidak melakukan apa apa di kamar hotel,,,,??"


Otakku terus berspekulasi dengan segala kemungkinan. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah foto hasil USG. Ada keterangan kapan USG itu dilakukan dan perkiraan usia kehamilan di sana yang cukup membuat otakku berpikir keras.


"Vhe hamil lima minggu saat USG?? Bukankah dia baru beberapa hari lalu mengumumkan kehamilannya?? Dan Dirga juga tadi mengatakan selama ini mereka memakai pengaman saat berhubungan intim,,, Apa,,,,???"


Otakku makin cepat berputar. Hingga aku sampai pada sebuah dugaan yang sebenarnya aku sendiri juga belum yakin. Aku menduga Vhe sudah hamil bukan dengan Dirga tapi dengan papa.


"Astaga Ayu,,, Pantaskah begitu berburuk sangka begini,,," cepat cepat ku bawa keluar dua bukti penting yang ku harap akan bisa menyadarkan Dirga akan siapa sesungguhnya Vhe itu.


Aku kembali lagi ke kamarku dan menemani si kembar tidur. Ada rasa penasaran dalam hatiku dengan keadaan janin Vhe sekarang setelah jatuhnya dia tadi.


Aku bingung harus mendoakan bayi itu selamat atau tidak. Rasanya terlalu jahat jika menghakimi bayi tidak berdosa itu. Untuk itu aku hanya meminta kepada tuhan agar diberikan segala sesuatu yang terbaik.


🌸🌸


"Janinnya masih bisa diselamatkan pak,,, untung bapak cepat membawa istri bapak kesini. Terlambat sedikit saja maka bisa berakibat fatal. Namun meski janin masih selamat,,, bukan berarti kehamilan bu Vhena tidak beresiko. Justru karena adanya guncangan hebat saat jatuh tadi membuat posisi rahimnya agak rentan." kata dokter.


"Maksudnya bagaimana dok??" tanya Dirga cemas.


"Bu Vhena tidak boleh capek dan stress pak. Bu Vhena juga harus rutin minum susu dan vitamin serta obat penguat kandungan karena kandungannya lemah." jelas dokter.


"Baik dok,,, terima kasih." ucap Dirga.


"Sama sama pak,, Ini ada daftar obat yang harus bapak tebus di apotik. Ingat ya pak,, Jaga ibu baik baik." pesan dokter sebelum meninggalkan ruangan Vhe.

__ADS_1


"Kamu dengar kan sayang apa kata dokter,,," kata Dirga.


Vhe mengangguk.


"Jauhkan dulu Ayu dari Vhe Dirga,,, Mama khawatir istrimu itu bisa membuat Vhe stress. Perbanyak juga waktumu bersama Vhe. Bagaimana pun juga Vhe lebih membutuhkanmu saat ini dan selama masa kehamilannya." kata mama.


Dirga hanya mengangguk. Dirinya ingat pertengkarannya dengan Ayu sebelum ke rumah sakit. Dirga rasa Ayu memang akan sangat membahayakan kehamilan Vhe dengan segala fitnahannya tadi.


"Keterlaluan sekali kamu Yu,,,Aku kecewa padamu,,,"batin Dirga.


"Kok malah melamun,,, Sebaiknya segera kamu tebus obat untuk Vhe biar bisa segera di minum." tegur mama.


"Iya ma,,, Papa mau ikut keluar juga tidak?? Beli nakan atau minum mungkin??" tanya Dirga pada papa yang sedari tadi cemas dalam diamnya.


Papa cemas dengan bayi yang dikandung Vhe.Bayi yang sepengetahuan papa adalah bayinya. Buah perselingkuhannya dengan Vhe setelah Vhe membiarkannya melakukan hubungan intim tanpa pengaman.


"Iya papa ikut keluar saja,,," jawab papa kemudian.


Kedua pria itu keluar meninggalkan dua wanita yang langsung saling memberikan tos nya.


"Tos dulu dong ma,,, Mama memang hebat. Jangan lupa mama berikan uang ini pada dokter tadi dan sampaikan terima kasihku." Kata Vhe.


"Beres Vhe,,, Nanti mama yang temui dokter temanmu itu. Mama juga mau mengucapkan terima kasih sudaj mau membantu memberikan keterangan palsu tentang kehamilanmu yang sebenarnya baik baik saja ini. Kamu kan tidak benar benar jatuh tadi,,," kata mama sambil menahan tawanya karena berhasil membodohi papa dan Dirga.


"Bagus kan ide Vhe ma,,,??" tanya Vhe.


Mama mengacungkan dua jempolnya untuk menantu kesayangannya itu.


"Bagus juga untukmu nenek tua,,,Suatu hari nanti,,, hahahha,,," Vhe tertawa puas dalam hati.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih🌸

__ADS_1


__ADS_2