MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Putri Solo


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Astaga aku kesiangan" aku segera bangun dan terkejut melihat matahari yang sudah tinggi.


Ini adalah hari pertamaku tinggal dirumah besar ini jadi walau aku ini adalah istri Dirga tapi aku tetap merasa tak enak hati telah bangun kesiangan.


Banyaknya rentetan acara pernikahan kemarin ditambah dengan tugasku melayani kebutuhan biologis suamiku semalam membuat badanku benar benar lelah.


Aku lihat Dirga yang masih tertidur pulas. Dirinya tentu juga sangat lelah setelah menghabiskan seluruh tenaganya menuntaskan hasratnya.


Sejak terakhir kami melakukannya di hotel kami tak pernah lagi mendapat kesempatan mengulanginya. Jadi wajar saja Dirga begitu menginginkannya semalam.


Aku memutuskan tak membangunkannya karena hari ini kebetulan adalah hari libur. Dirga tak perlu pergi ke kantor. Aku bergerak pelan pelan dan turun dari ranjang.


Lututku terasa lemas. Namun aku merasa heran kenapa pagi ini aku sama sekali tak mengalami morning sickness seperti hari hari biasanya.


Mungkinkah bayiku sudah merasa senang bisa tinggal bersama ayahnya?


"Anak pintar" ucapku sembari mengelus perutku yang masih datar itu.


Tak ingin semakin terlihat kesiangan aku segera ke kamar mandi dan membersihkan diriku. Aku segera keluar kamar dan menuruni tangga dengan sangat hati hati.


"Wahh putri solo sudah bangun?" suara mama mengejutkanku.


"Maaf ma,, Ayu kesiangan" ucapku.


"Tidak apa apa,, Mama tau pasti kamu keenakan tidur di ranjang empuk milik Dirga yang pastinya jauh lebih nyaman daripada ranjang dirumahmu" sahutnya.


Aku diam saja dan tak menyahut walau hatiku sakit.


Aku segera melangkah mengikuti mbak Santi yang melintas.


"Non Ayu,, sedang apa disini?" tanya mbak Santi yang terkejut mendapati aku yang sudah di belakangnya.


"Biar Ayu bantu mbak masak ya,,, Ayu bisa kok" ucapku.


"Jangan non,,, Nanti tuan muda bisa marah sama mbak. Biar mbak saja yang masak. Non kan juga lagi hamil. Harus banyak istirahat" ucapnya.


"Tidak apa apa mbak,,, lagipula Ayu tidak enak kalau berdiam diri saja dirumah ini. Ayolah mbak,,, ijinkan Ayu bantu di dapur ya" pintaku.


Mbak Santi tampak ragu mengijinkan aku membantunya.


"Biarkan saja Santi,,, toh juga dirumahnya dia terbiasa melakukan kegiatan di dapur" suara mama mengejutkannya.


"Tapi nyonya,,,, "

__ADS_1


"Tidak usah membantah,,, nanti biar aku yang jelaskan pada Dirga" potong mama saat mbak Santi hendak menjawab.


"Baik nyonya" sahut mbak Santi.


Mama segera kembali ke ruang keluarga dan meninggalkan kami yang mulai sibuk berkutat di dapur menyiapkan makan siang.


Dirga yang baru bangun bingung mendapati aku yang sudah tidak ada di kamar. Segera saja dia mandi dan turun.


" Ayu mana ma?" tanyanya pada mama yang dilewatinya.


"Di dapur" sahut mama singkat.


"Sedang apa dia disana?" tanya Dirga.


"Masaklah,,, bantu Santi" jawab mama.


"Kenapa mama biarkan? Ayu itu menantu mama,, istri Dirga. Seharusnya dia duduk bersama mama disini!!!" ketus Dirga.


"Kamu itu kenapa sih Dirga,,, selalu menyalahkan mama. Ayu sendiri yang mau dan meminta pada Santi. Mama kan cuma menuruti maunya dia saja" sahut mama tak ingin disalahkan.


"Tidak apa apa sayang,, Aku hanya sedang ingin memasak" ucapku berusaha menghentikan perdebatan keduanya.


"Tuh kan,,, dengar sendiri kan??" kata mama.


Dirga segera menghampiri aku yang menata lauk pauk yang dibawa mbak Santi di meja makan.


Aku mengusap pipinya dan tersenyum.


"Aku apa apa sayang. Memasak itu hobiku,, jadi aku tidak pernah merasa lelah. Lagipula sudah lama aku tidak pernah memasak sejak hamil karena aku tak tahan dengan bau masakan. Tapi hari ini aku sangat ingin memasak dan makan yang banyak. Mungkin ini bawaan bayi" ucapku meyakinkannya.


"Benarkah sayang?" tanya Dirga tidak percaya.


"Iya sayang,," jawabku.


"Tidak ada yang menyuruhmu kan?" tanyanya lagi.


Aku menggeleng pasti.


"Ya sudah kalau memang itu keinginan si kecil,,, ayah ijinkan kamu ajak ibu masak ya nak" ucap Dirga sembari mengelus perutku.


"Masaklah yang enak biar nanti ibu banyak makannya" lanjutnya lalu mencium perutku.


Mama tampak sangat tidak suka melihat kemesraan kami itu.


"Aku tidak sabar menunggu hasil USG kehamilannya" batinnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Sejak menjadi Nyonya Dirga tak lantas membuatku hanya duduk goyang kaki. Setiap harinya aku lah yang memasak untuk semuanya.


Dirga juga tak mengijinkanku mengambil pekerjaan rumah selain memasak. Mengingat perutku yang makin membesar aku menurut saja pada perintahnya.


Pada jadwal periksa terakhir kali dokter mengatakan bahwa aku mengandung anak kembar. Pantas saja ukuran perutku memang terlihat lebih besar dari perut wanita hamil seusia kandunganku lainnya.


Dirga tentunya sangat bahagia dengan kabar ini,,, Papa juga sangat bahagia akan mendapatkan tak hanya satu namun langsung dua cucu. Namun mama masih sama,,,


Mama masih saja menunggu hingga jenis kelamin bayiku diketahui.


Sebenarnya aku pun bahagia,,, Laki laki atau perempuan semua sama saja bagiku. Namun aku takut untuk terlalu bahagia di awal mengingat ancaman mama dulu.


Aku bukan tak mensyukuri apa yang telah berikan padaku,,,


Aku selalu takut mengingat mama hanya akan memberiku waktu tiga tahun saja untuk bisa mendapatkan anak laki laki. Aku takut membayangkan jika benar mama akan menikahkan Dirga dengan wanita lain.


Tiba tiba aku teringat akan sebuah nama yang pernah begitu mengusikku. Mungkinkah suatu saat mama akan kembali membawa Vhena dalam kehidupan Dirga??


Seperti yang ku dengar sebelumnya,,, Vhe memang sudah terlebih dulu menikah. Namun entah kenapa aku masih saja merasa takut tiba tiba dirinya kembali dan masuk kedalam kehidupan kami.


"Sebaiknya ku tanyakan saja pada Dirga kebenarannya agar aku bisa tenang" batinku


"Sayang,,, siapa sebenarnya wanita yang bernama Vhena? Seperti apakah dirinya?" tanyaku pada Dirga malam itu.


Dirga terkejut mendengar aku fasih menyebut nama itu. Seingat Dirga dirinya tidak pernah menyebut nama mantan kekasihnya itu di depanku.


"Dari mana kamu mendengar nama itu sayang?" tanyanya.


Aku tak menjawab.


"Apa mama mengatakan sesuatu padamu tentang Vhe?" tanyanya lagi.


"Jadi benar kamu memang pernah memiliki hubungan dengan wanita itu? Benarkah yang dikatakan para kerabatmu bahwa aku lah penyebab gagalnya pernikahan kalian?" tanyaku.


Dirga tambah terkejut mendengar aku mengatakan semua itu.


"Sayang,,, apa yang dengar itu tidak semuanya benar. Vhe memang mantan kekasihku. Kekasih pertamaku. Namun kami telah berpisah lama sebelum aku mengenalmu sayang" jelasnya.


Dirga kemudian menjelaskan panjang lebar semuanya tentang Vhena. Penjelasannya itu mampu menenangkan hatiku.


"Sudah malam sayang,,, istirahatlah. Jangan terlalu banyak pikiran. Aku tak ingin kesehatanmu dan bayi kita terganggu" ucap Dirga setelah benar benar berhasil meyakinkanku.


Dirga lantas membawaku tidur dalam dekapannya. Berada dalam dekapannya membuatku merasa sangat tenang.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2