MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Mendadak Pamit


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Aku benar benar berniat untuk tidak pulang cepat karena niatku mengerjai Vhe masih berlanjut. Aku sungguh ingin mempermalukan dirinya yang tentunya aku yakin tidak bisa memasak.


Untuk meyakinkan hal itu pun akhirnya ku beranikan diri menanyakannya pada Sandy. Kami tengah duduk berdua mengawasi anak anak yang masih asyik bermain di wahana permainan anak yang ada di salah satu pusat perbelanjaan keren ini.


"Sandy,,, apa dulu Vhe sering memasak untukmu??" tanyaku.


Sandy menahan tawa sejenak namun kemudian dilepaskannya tawanya. Sandy terbahak bahak.


"Vhe,,,?? Masak untukku,,,?? Dunia ini bisa kiamat kalau dia melakukannya." kata Sandy.


Aku kurang senang mendengarnya karena itu bisa saja berarti bahwa Vhe masih bisa masak hanya saja tak mau melakukannya untuk Sandy.


"Vhe itu paling anti masuk dapur Ayu,,, Dia merasa kulitnya terlalu bersih untuk menyentuh peralatan dapur. Dia merasa parfumnya terlalu mahal untuk dibaurkan dengan asap dapur. Intinya Vhe itu tidak mau ke dapur dan tidak bisa masak. Dia hanya pandai memesan makanan dan menghamburkan uang." kata Sandy memperjelas.


Ahhh aku lega,,,


Yess,,!!


"Kenapa memangnya,,,? Kenapa tiba tiba menanyakannya,,,??" tanya Sandy.


"Aku hanya ingin memastikan bahwa malam ini dia tidak akan berhasil melakukan perintahku. Aku meminta dia yang memasak untuk makan malam kami nanti karena aku ingin dia juga melakukan hal yang sama dengan yang biasa ku lakukan tiap harinya." kataku.


Sandy hanya tertawa mendengarnya.


"Siap siap saja makan malam kalian akan kacau nantinya." Sandy kembali tertawa.


Aku pun ikut tertawa membayangkan hal itu akan terjadi. Aku akan merasa sangat menang dan puas. Aku jyga senang karena ternyata Sandy juga suka tiap aku mengerjai Vhe. Setidaknya dengan begitu bisa kusimpulkan bahwa Sandy benar benar sudah tidak ada rasa pada mantan istrinya itu.


Hei Ayu,,,


Memangnya kenapa kalau Sandy masih punya rasa pada Vhe??


Apa hakmu melarangnya atau tidak suka jika hal itu terjadi??

__ADS_1


Kamu siapa??


Entahlah,, Yang jelas aku suka melihat Sandy tertawa lepas dan menertawakan Vhe.


Sandy mengajakku dan anak anak memutari seluruh pusat perbelanjaan ini. Sandy membeli banyak barang yang katanya sengaja dibeli untuk oleh oleh keluarganya di LA nanti saat dia kembali ke sana.


Agar tidak terlalu banyak,,, Sandy mengatakan ingin membelinya sedikit demi sedikit dulu.


Ada tas,,, baju,,, sepatu,,,perhiasan dan beberapa kebutuhan pria dan wanita lainnya. Beberapa barang anak juga dibelinya. Dia bahkan meminta pendapatku saat membelinya. Aku pun ikut sibuk membantunya memilih semua itu.


Untuk sepatu dan baju Sandy tidak merasa kesulitan karena dia bilang dia tau ukuran mereka. Sandy hanya sesekali memintaku mencobanya jika merasa kurang yakin. Aku pun tak keberatan.


Hari sudah menjelang sore. Tak terasa sudah hampir empat jam kami berkeliling di mall ini. Anehnya si kembar sama sekali tak mengeluh capek. Mereka senang saja dan terus nempel pada Sandy. Mungkin sebenarnya mereka rindu pada sosok ayah yang semestinya selalu ada di samping mereka.


Setelah cukup banyak belanjaannya Sandy pun mengajakku pulang.


"Kamu yakin tidak mau belanja apa apa??" tanya Sandy ketika aku mengiyakan ajakan pulangnya.


"Iya aku yakin,,," jawabku.


Aku memang sejujurnya kehilangan nafsu dan semangat belanja saat Sandy mengatakan akan pulang ke LA dalam waktu dekat. Untuk itu dia mulai membeli oleh oleh.


Entah kenapa ada rasa kehilangan dalam hatiku mendengarnya. Tapi aku tak ingin menunjukkan perasaan itu padanya.


Ke rumah???


Tunggu,,,Tunggu,,,


"Sandy,,, ke rumah??" tanyaku mengulang perkataannya.


Sandy menoleh dan tertawa melihat ekspresiku.


"Maksudnya ya sampai depan rumah saja. Tidak sampai masuk. Jangan takut begitu,,, Aku juga enggan bertemu Vhe apalagi jika sampai diajak makan malam hasil masakannya. Hiiii,,,,,ngeri,,," kata Sandy sambil tertawa.


"Hmmm begitu begitu juga kamu pernah menikahinya,, kamu pernah mencintainya,,," ledekku sembari mencubitnya.


Sandy hanya meringis dan mengaduh merasakan cubitanku. Sandy lalu diam dan sesekali melirik aku yang menggandeng anak anak sambil menyanyikan lagu kesukaan mereka.


"Bukan hanya pernah mencintainya Yu,,, Bahkan cinta bodohku itu masih ada selalu untuknya hingga kini meski aku tau betapa buruknya perangainya,,,meski aku tau dirinya sudah menikah lagi. Enam tahun kebersamaan kami tidak serta merta membuatku bisa membencinya. Tapi setidaknya aku merasa senang karena lambat laun mata hatiku terbuka sejak aku kenal dirimu,,, Sejak kita semakin dekat,,, aku jadi mulai merasa bahwa Vhe bukan lagi cintaku." batin Sandy.


Aku menghentikan mobil Sandy beberapa meter sebelum kami mencapai pagar rumah.

__ADS_1


"Stop Sandy,,, di sini saja. Aku tidak mau orang rumah melihatmu." ucapku.


Sandy menurut saja.


"Besok kamu tidak perlu ke sekolah anak anak karena besok aku akan meminta Vhe ikut mengantarkan mereka. Besok juga kita tidak bisa bertemu dulu ya,,,Aku ingin di rumah dulu dan mengajaknya membereskan rumah. Aku ingin dia juga merasakan kesibukanku,,," kataku.


Sandy diam sejenak.


"Besok kita memang tidak akan bertemu Ayu,,, bahkan mungkin untuk beberapa lamanya." kata Sandy.


Aku menoleh kepadanya. Aku heran dengan perkataannya.


"Besok aku kembali ke LA dan aku tidak tau kapan bisa kembali ke sini lagi. Tapi jangan khawatir,,, kita masih bisa tetap berkomunikasi. Aku pasti akan sangat merindukanmu dan anak anak." kata Sandy.


Jangan pergi Sandy,,


Hatiku berkata demikian namun bibirku kelu. Aku bahkan hanya diam saja saat Sandy berpamitan pada anak anak juga. Anak anak berebut memeluknya walau agak kesusahan karena kami masih berada dalam mobilnya.


Aku sungguh merasa kehilangan sesuatu dalam hidupku. Tiba tiba aku merasa ada celah hampa di hatiku.


"Aku tetap menunggu jawabanmu,,,atas pernyataanku tadi pagi sebelum kita ke salon." kata Sandy mengingatkanku pada kejadian pagi tadi di dalam mobil juga seperti ini. Bedanya tadi tanpa anak anak.


Aku hanya mengangguk pelan.


Sandy membukakan pintu untuk kami. Aku heran saat dia juga membuka pintu bagasinya dan mengeluarkan banyak barang belanjaannya tadi.


"Ini semua untukmu dan anak anak,,," katanya sambil menyerahkan semuanya.


"Apa?? Bukannya kamu bilang ini semua untuk keluargamu??" tanyaku heran.


"Ini semua untukmu makanya aku memintamu mencobanya tadi. Aku sengaja bilang untuk oleh oleh agar kamu mau memilihnya sendiri dan mencobanya dulu. Kalau aku bilang ini untukmu,, kamu akan menolaknya. Nah sekarang semua sudah kubayar dan ku serahkan padamu. Jangan memintaku untuk membawanya lagi karena aku tak mungkin memakaianya. Aku hanya akan membuangnya,,," kata Sandy memaksa.


"Tapi Sandy,,,"


"Terima saja. Anggap ini sebagai hadiah karena telah mau menjadi sahabatku selama ini dan permintaan maafku karena aku terkesan mendadak berpamitan padamu. Meski begitu,,, Aku tetap berharap hubungan ini tak hanya sekedar persahabatan." tandas Sandy.


Ku terima semua barang barang mahal itu dan mengucapkan terima kasih banyak kepadanya.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2