
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka 🌺
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌺
Aku baru pulang ke rumah mertuaku menjelang sore. Ku lihat mama sudah gelisah dan mondar mandir di depan pintu sambil sesekali melongok ke pintu.
Tampak juga Vhe ada di sana bersamanya. Aku mendengus melihat wajah wanita itu. Meski cantik tapi sayangnya cantik paras saja tidaklah cukup,,,
Mama tergopoh gopoh menuruni tangga teras begitu melihat aku turun dari taksi yang membawa kami bertiga pulang.
"Nathan,,, Nicholas,,, dari mana saja sih cucuku ini??" tanya mama pada keduanya yang sudah langsung memeluk beliau.
Sebenarnya untuk urusan kasih sayang pada si kembar,,, aku tak perlu meragukan mama.
"Dari rumah nenek dong,, tadi kita makan enaaak deh disana oma,,, masakan nenek top banget" Seru Nathan sembari mengacungkan dua jempolnya.
"Oma kapan nih masak buat kita??" tanya Nicholas kemudian.
Pertanyaan polos itu membuatku tersenyum senang. Entah kenapa aku jadi begitu jahat tertawa di atas rasa malu mama karena permintaan polos si kecil tadi menyadarkan beliau bahwa selama ini beliau memang tidak pernah sekali pun berusaha memasak untuk si kembar.
Mama merengut melihat aku yang senyum senyum sendiri.
"Kamu kan yang ngajari mereka??!!" tuduh mama setengah berbisik.
"Tanya saja mereka langsung apa mamanya ini pernah mengajari hal seperti ini atau tidak??" jawabku cuek sambil melenggang pergi meninggalkan beliau yang tangannya masih digelayuti si kembar.
Mama kesal ku perlakukan seperti itu namun tidak bisa menunjukkan kekesalannya di depan si kembar. Bagaimana pun juga mama tidak mau cucunya mempunyai ingatan buruk terhadap dirinya yang jahat pada mama mereka.
Mama pun lalu mengajak keduanya masuk terlebih dahulu dan memandikan mereka.
"Kamu dari mana saja Ayu?? Bikin panik dan bingung Dirga saja!!!" ketus Vhe yang berusaha mencegahku masuk ke dalam.
Aku kembali mendengus kesal dan menepiskan tangannya yang menghela tanganku.
"Kalau memang Dirga yang bingung dan panik,,, kenapa juga harus kamu yang menanyaiku?? Apa Dirga sudah tidak bisa bicara sendiri dengan bibirnya sendir??" tanyaku sinis.
Vhe bersungut sungut mendengarnya.
"Oowwhh,,, atau jangan jangan bibir Dirga sudah kaku akibat infeksi selepas kau ciumi dia tadi???" tanyaku dengan nada mengejek.
"Berani kamu ya,,,"
__ADS_1
Tangan Vhe maju hendak menamparku. Ku tangkap cepat tangan itu sebelum mendarat di pipiku.
"Kamu yang sudah terlalu berani menggangguku dan keluargaku!!!" ketusku sambil mengibaskan tangan itu dengan kasar.
"Aauuuwww,,," Vhe kesakitan.
"Segitu saja sudah sakit ya?? Belum tau rasa dan sakitnya kalau suami digoda wanita lain ya???" sinisku.
"Oh ya siapa nama suamimu?? Eehhmmm,,,, Sandy ya,,, Entah kenapa tiba tiba saja terbayang olehku bahwa dia adalah sosok yang cukup kaya dan akan sangat indah rasanya jika bisa mengambil kekayaannya dari wanita jalang sepertimu,,," ucapku lagi.
Aku tak percaya aku bisa bicara senakal itu.
Plaaakkk,,,,
Tamparan keras mendarat di pipiku. Aku terkejut dan melihat siapa yang telah menamparku.
"Jaga bicaramu Ayu,,, Jaga kehormatanmu dan kehormatanku juga.. Kamu itu istriku. Jangan pernah bicara nakal seperti itu. Lagipula kamu juga bukan wanita seperti itu. Kamu tidak akan mampu berbuat begitu."
Entah kenapa perkataan Dirga itu terasa sejuk di telingaku karena dia masih mengingatkanku akan kebaikan dan larangan bicara seperti itu. Aku bisa merasakan rasa cinta untukku masih ada di dasar hatinya.
Tapi ego dan kekecewaanku padaya membuatku merasa bahwa bicaranya itu seperti sengaja menyepelekanku dan menantangku untuk membuktikan bahwa aku juga bisa berbuat seperti itu.
Aku memandang Dirga yang juga masih memandangku lekat lekat. Kami berdua seolah tengah saling mengorek dan menyelami hati masing masing.
"Sudah Sudah!!! Tidak usah saling berpandangan begitu. Sayang,,, cepat katakan padanya rencana kita,,," ucap Vhe manja.
"Nanti saja lah aku akan mengatakannya." ucap Dirga.
"Tapi aku mau dengar sendiri bahwa kamu telah mengatakannya sayang,,, Ayolah katakan saja sekarang,,, Ayo Sayang,,," rajuk Vhe semakin manja dengan kaki dihentak hentakkan ke lantai bak anak kecil meminta mainan baru.
"Sudahlah,,, nanti saja. Kamu pulang saja dulu ya,,," titah Dirga padanya.
Vhe merengut dan melepaskan tangannya. Dia pun berjalan ke dalam mengambil tasnya setelah sempat menabrak bahuku di depan pintu.
"Apa kau tidak mengantarku??" tanyanya pada Dirga.
"Aku lelah sekali Vhe,,, pulanglah sendiri ya. Bawa saja mobilku,,," kata Dirga memberikan kunci mobilnya.
"Aku naik taksi saja!!! Ingat ya,,, aku ingin kau mengatakan semua secepatnya padanya. Aku tidak bisa lagi menunggu" Vhe mengingatkan Dirga sebelum keluar meninggalkan halaman rumah ini.
Dirga hanya mengangguk dan membuang nafasnya kasar.
Aku merasa cukup puas menyaksikan keduanya dab hendak masuk ketika tanga Dirga menghela bahuku.
Perasaan jijik tiba tiba menjalariku saat tangannya menyentuhku hingga aku pun reflek menggerakkan bahuku agar terlepas dari tangannya.
"Kamu dari mana Yu??" tanyanya.
__ADS_1
"Apa itu penting bagimu??" sahutku tanpa menoleh.
"Lihat aku ketika sedang bicara denganku Yu,, aku ini suamimu" ucapnya lagi.
"Oh ya,,, tapi entah kenapa aku merasa suamiku sudah lama tidak jadi suami lagi?? Kenapa aku merasa selama ini aku adalah wanita tanpa suami?? Kenapa aku tidak pernah merasakan yang namanya mendapat nafkah dari suami?? Kenapa aku sibuk bekerja sendiri demi menghidupi diriku dan anak anakku??" serangku sambil menatap tajam dirinya.
"Ayu!!! Kenapa kamu jadi seperti ini???" tanyanya.
"Karena kamu!!!" jawabku ketus.
Dirga kembali menghela napasnya.
"Dengar Ayu,,, aku ingin bicara padamu. Aku hanya akan bicara sekali saja. Jadi kuharap kamu mendengarkan baik baik dan segera memberikan jawaban atas pertanyaanku."ucap Dirga.
"Aku dan Vhe,,, kami berencana menikah secepatnya. Apa kamu bisa menandatangani surat persetujuan mengijinkanku menikah lagi?" Tanya Dirga.
"Tidak!" sahutku cepat dan bergegas masuk.
Aku bisa dengan cepat menjawab karena aku sudah punya bayangan sedari tadi tentang apa yang akan dikatakan Dirga padaku.
Dan sebelum dia mengatakannya,,, Aku sudah punya jawaban yaitu Tidak.
"Ayu dengar dulu,,,!!!" teriak Dirga mengejarku.
"Tidakk!!!" jawabku lagi tetap dengan kata yang sama dan terus saja melangkah masuk ke kamarku.
Dirga tak lagi bersuara atau pun menghentikan langkahku setelah dua kali mendapatkan jawaban tidak dariku. Aku pun sudah tak lagi berharap dia mengatakan apa pun lagi.
Aku masuk ke kamar dan menutup pintu.
"Tidak Dirga,,, Tidak Vhe,,, Tidak ma,,, aku tak akan mengijinkan!!" gumamku sendiri sambil bersandar di pintu.
Aku akan berusaha sekuat mungkin menghadapi semua ini.
Bukan hanya untukku,,,
Bukan juga hanya untuk Dirga,,,
Tapi juga untuk mama,,,
Dalam semua kemarahanku,,, aku masih tak ingin mama sampai tau yang sebenarnya. Bagaimana pun juga aku masih ingat betapa mama sangat menyayangi si kembar. Jadi aku ingin membantunya lepas dari Vhe juga dengan caraku,,,
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa,,,
Terima kasih 🌺
__ADS_1