
blaarr!!!
"hah..."
hendri graham mendengar teriakan sofia sebelum ledakan itu terjadi, perasaannya menjadi tidak enak disaat itu pula berita kematian hunter sofia diberitahukan melalui alat komunikasi yang terpasang di telinga hendri.
[hunter sofia velika telah gugur, jangan sampai pengorbanannya sia sia, kalahkan torune isshin dan menangkan pertempuran ini]
"kalian terlalu menganggap remeh kami! 100 hunter tidak cukup untuk melawan kami negeri matahari terbit!!"
hendri bertukar lawan dengan north, saat ini dia berhadapan dengan hajime ren.
syuung..
syung..
trang!
hendri menggenggam katana hajime ren dengan kuat.
"kau akan lihat seratus orang ini menghancurkan kalian."
hendri berubah ke bentuk berserknya, hajime terkejut dia refleks melepas pedangnya.
hendri langsung menjerat kedua kaki hajime, akarnya bergerak dengan lebih cepat dari biasanya.
hajime menarik pedang keduanya namun tangannya tertangkap oleh lengan venus hendri graham.
"dasar yokai! lepaskan aku!!"
hendri menarik hajime, lalu memegangnya dengan erat, dia di wujud berserk ini jauh lebih kuat dari white-man manapun di medan perang ini.
hajime terkena pukulan bertubi tubi dari hendri hingga membuat badannya melemah.
saat hendri berusaha menikamnya dia berhasil menghindar dengan memotong lengan kirinya.
"graaakkhhh!!!"
"berisik! aku sengaja mengalah padamu, brengsek!!"
hajime berteriak, dia mengeluarkan semua tenaga yang dia punya untuk satu ayunan terkuat.
momen yang sangat pas, hendri graham tepat berada di depannya untuk melancarkan serangan bertubi tubi.
dengan satu tangan hajime menghempaskan pedangnya ke musuhnya.
traang!!
alangkah terkejutnya ren saat melihat pedangnya malah hancur di tangan monster pohon di depannya.
hendri membalas serangan, dengan satu pukulan hajime terlempar sangat jauh dari hendri.
para white-man yang menyaksikan itu melangkah mundur, hendri graham berbalik dia melihat north sedang kesulitan menghadapi tatara, tetapi tatara juga kesulitan melawan north.
tatara memiliki defensif yang tinggi sementara north punya agility yang tidak bisa diikuti oleh tatara.
__ADS_1
north khawatir karena serangan dia dan para hunter tidak bisa melukai tatara, ditambah lagi ada kemungkinan bala bantuan musuh akan datang sebentar lagi.
"kita ganti posisi lagi hendri graham!!"
tepat disaat itu tatara berhasil mendekati north, tatara memanjangkan tangannya dan menusuk north tepat di dada kanannya.
tatara tersenyum puas, pandangan north mulai menghitam, disaat itu hendri graham datang dan menghantam tatara dengan ekornya.
tatara pun terpental, serangan tatara meninggalkan luka menganga pada north, elena yang melihat itu bergegas turun untuk menyelamatkan north.
"sniper itu datang kesini? baguslah!"
tatara mengincar elena, elena tidak mendekat tanpa persiapan dia memegang katana suhu di tangannya.
elena menyalakan katananya, tatara mengangkat tangannya yang berbentuk pisau jagal lalu, bwooshh..... hendri graham melompat ke tengah tengah mereka berdua dan berhasil memperangkap tatara ke dalam penjara pohonnya.
saat tatara kesulitan melepaskan diri, elena segera melemparkan bilah es untuk membekukan tatara.
"kali ini kau tidak akan lolos lagi!!"
saat akan menebas elena melihat sebuah batu meluncur ke arahnya. batu itu menghantam tangan kanan elena dengan keras hingga membuat elena menjatuhkan katananya.
tatara yang melempar batu itu pun berkata "inilah akibatnya jika amatir sepertimu pergi berperang. gerakanmu terlalu lebar."
shraakkk!!!
tatara membakar penjara pohon hendri, hendri kembali menyerang tatara kali ini dia mengubah tangannya menjadi sesuatu yang mirip sekali dengan bor, tatara menaikkan suhu apinya hingga lebih dari 1000 derajat celcius.
api jingga melambung tinggi ke langit menyebabkan hawa panas yang bahkan bisa melelehkan bilah es torune isshin.
hendri graham yang tidak bisa merasakan panas terus melaju untuk menyerang sementara tatara sudah bersiap menyalakan api paling panasnya untuk membunuh hendri.
"mustahil!! dia bisa mengalahkan semua murid torune isshin dengan luka menganga seperti itu?? dasar kau sampah torune isshin!!"
tatara marah melihat betapa lemahnya para murid torune isshin. dia berusaha untuk melepaskan diri dari situasi itu, dia memanaskan tubuhnya lagi, melampaui batasan kemampuannya hingga membuat api yang melambung tinggi berubah menjadi api biru yang besar.
bilah es menjadi tidak efektif karena es nya mencair dengan cepat, hendri graham pun melancarkan serangannya pada tatara dengan satu kali tebasan tubuh tatara yang tidak terlindungi pun terbelah dua.
tidak hanya sekali hendri mencincang tubuh tatara hingga menjadi 5 bagian, serangannya dilanjutkan oleh para hunter yang bersama sama menyerang tatara dengan katana es.
bwooshh... bwoosh.. kraakk!!
api tatara kembali ke warna awalnya dan semakin mengecil bersama dengan tubuhnya yang semakin terkubur ke dalam es. dingin yang dia rasakan membuatnya bernostalgia, tentang dirinya yang mati membeku di sungai es. itu adalah kepingan ingatan buruk yang tersimpan di kepalanya sejak pertama dia bangkit di laboratorium.
"sialan, kenapa tidak ada yang menolongku?"
sesaat sebelum dia terkubur dia melihat para hunter sebagai segerombolan tikus tanah yang menggerogoti dirinya.
"akan aku balas rasa sakit ini..."
tatara pun berhasil dihentikan.
"hahh... hahh..."
elena melihat para white-man bawahan hajime masih ada disekitar mereka tapi hajime ren menghilang entah kemana. elena dan para hunter menodongkan senjata pada para white-man dan mengancam mereka untuk menyerah.
__ADS_1
"jangan menyerang jika tidak ingin mati sia sia!!"
north menyalakan api pada katana lalu membakar lukanya. hendri graham masih dalam bentuk berserknya berusaha mencari lawan. dia pun melihat torune isshin dari kejauhan yang sedang menghadapi komandan spiral dan arachne.
arachne??
"berhenti hunter graham!!" elena menghentikan hendri yang ingin pergi ke tempat isshin.
"situasi di medan perang sedang rumit saat ini. sepertinya arachne dan divisi 5 black leaves telah berpindah kubu saat ini. mereka membantu kita mengalahkan pasukan pemerintah."
hendri dan north tidak menyadari kalau saat mereka bertarung dengan tatara para yokai milik arachne telah melumpuhkan para penjaga gunung dan white-man dengan racun. sehingga tidak ada yang mengganggu pertarungan mereka dengan tatara.
"apa kau yakin hunter astrea?" north bertanya pada elena.
"benar, aku melihatnya sendiri mereka melumpuhkan pasukan white-man dan penjaga gunung."
"lalu bagaimana dengan dokter mei?" hendri graham kembali ke bentuk normalnya, terlalu lama di bentuk berserk akan membuatnya mengalami nyeri otot.
"aku tidak tahu. tidak ada informasi mengenai hal itu, tapi disana ada hunter ripe jadi aku yakin semua akan baik baik saja."
"lagipula pertempuran disini belum berakhir."
di markas sir near sedang pusing memikirkan masalah arachne.
"hahh..."
"kita tidak punya pilihan lain, untuk lepas dari terran kita harus mengirimkan lebih banyak pasukan."
"tapi itu mustahil sekarang, karena itulah menerima permintaan kerja sama dengan komandan black leaves ini adalah pilihan terbaik." ucap sir near pada bawahannya.
"pembawa bencana muncul di jepang, aku kurang memperkirakan hal itu. aku tahu akan ada ancaman besar di jepang yang melebihi arachne tapi tidak aku sangka itu adalah terran."
"lalu soal arachne, aku benar benar terkejut dia meminta bekerja sama dengan kami di momen seperti ini. tapi pastilah permintaan kerja samanya itu sangat tidak masuk akal."
kembali ke medan perang, komandan spiral dan arachne menyatukan kekuatan untuk mengalahkan isshin.
li shifeng dan marcus bergerak membelakangi spiral dan arachne.
"kenapa kita kebelakang mereka hunter li?" tanya marcus.
"lebih baik kita tidak menghalangi mereka."
arachne dengan santai bicara pada para hunter "sampaikan terima kasihku kepada atasan kalian. terima kasih sudah menerima permintaan kerja samaku." arachne tersenyum lembut.
spiral tampak tidak senang dengan hal ini.
arachne mengangkat tangan kanannya.
"apakah kau tahu bagaimana rasanya saat tubuhmu diremukkan oleh seutas benang yang terbuat dari berlian tuan torune?" arachne bertanya.
"nona arachne, kenapa kau mengkhianati kami?"
"aku tidak pernah menjadi teman kalian, karena tujuanku hanya bisa aku capai jika aku bergabung dengan pasukan perlawanan." arachne menunjukkan senyum lembut nan manis kepada isshin.
"begitu ya. soal pertanyaanmu tadi aku tidak tahu bagaimana rasanya tapi aku tahu pernah hampir terjepit lautan besi yang besar."
__ADS_1
torune isshin membuka bajunya dan menunjukkan tubuhnya yang dipenuhi garis garis berwarna merah.
..........