Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 55 : Sir Near Part 1


__ADS_3

setelah semua orang pergi hendri memutuskan untuk tidur siang selagi bisa.


"tidur dulu deh.. "


"....."


cerita berpindah ke musuh besar the hunter. setelah gagal menangkap torga, arlong berdiam di cina menunggu serangan dari the hunter.


echidna menemui arlong di sebuah tenda,


"komandan arlong saya ingin memberitahu anda sesuatu"


"apa itu?


"tadi nona valkyrie menghubungi kita. beliau ingin mengetahui alasan anda menolak melaksanakan tugas yang diberikan"


"soal assault ya.. "


"akan kutelpon dia balik, kembalilah ke pos mu"


"baik" echidna pergi.


"halo, valkyrie.. "


valkyrie mengangkat telepon dari arlong..


"apa alasanmu?"


"maaf aku gagal menangkap assault nyarla. dia berada di bawah perlindungan the hunter sekarang"


"lalu? tangkap dia sesegera mungkin atau kau mau membawakan 500 manusia sehat kesini?"


"akan kutangkap assault nyarla di perang yang akan datang ini. anda tenang saja.. "


"baguslah kalau begitu.. "


"ting.. " valkyrie mematikan teleponnya.


arlong memejamkan matanya lalu mengingat masa lalunya yang penuh penolakan dari orang orang hingga dia bertemu sosok wanita berjubah di dalam hutan yang merupakan sosok manusia dari valkyrie.


valkyrie menolong arlong dan kakaknya bianca yang tidak punya tempat untuk berteduh saat itu. hutang budi itu tidak akan pernah dilupakan olehnya, tapi bukan berarti arlong akan tunduk kepada valkyrie.


arlong berpikir,


"tujuan dari 10 pembawa bencana itu adalah membangkitkan makhluk kuno raksasa yang dapat menyerap seluruh energi kehidupan di bumi"


"meskipun mereka bilang akan menyisakan sebagian daratan untuk kami tinggali aku tidak mempercayainya. karena saat makhluk itu bangkit aku tidak akan bisa melawan mereka lagi"


"aku harus segera menaklukkan the hunter dan menjadikan mereka pion untuk melawan 10 pembawa bencana"


"....."


"aku akan hidup dan tinggal dengan semua orang yang kusayangi. untuk mencapainya aku akan melakukan apapun bahkan meski harus melakukan genosida massal"


"alfar!!" arlong memanggil nama bawahannya yang sudah mati.


lalu dari balik pintu datanglah bawahannya yang sebelumnya tewas saat upaya penangkapan torga.


"apa eksperimen sel cacing kita ada kemajuan?"


"belum ada pak, sejauh ini hanya anda dan saya yang tetap hidup setelah tercerai berai"


cacing punya kemampuan untuk meregenerasi tubuh mereka yang terpotong. hal inilah yang menjadi inspirasi arlong membuat eksperimen sel cacing untuk ditanamkan ke tubuh manusia. hasilnya, hingga saat ini hanya mereka yang golongan darahnya A yang bisa membuat sel cacing di tubuh mereka berfungsi dan mereka adalah arlong dan bawahannya alfar.


"sambil menunggu hasil lab mau kubuatkan teh pak?"


"tidak usah, aku mau pergi ke tempat noir"

__ADS_1


"kinerja underwave akhir akhir ini semakin menurun"


"mungkin karena musim dingin sebentar lagi, pak"


"underwave adalah salah satu aset berharga kita. aku akan menghajar noir jika ada kecacatan padanya" arlong pun pergi


di langit tempat arlong berada yaitu cina terlihat gumpalan awan hitam yang sangat besar berkumpul di atas sebuah menara lonceng.


arlong pergi ke menara lonceng itu lalu menuruni tangga ke bawah. disana ada tempat dimana tubuh asli underwave tersimpan.


arlong bertemu dengan noir yang sedang melakukan pemeriksaan rutin tabung kaca underwave.


"selamat sore komandan noir"


"kenapa kinerja underwave jadi menurun?"


"sebenarnya.. kalau menurut pengamatanku underwave akan segera mati"


"kenapa begitu?"


"denyut jantungnya semakin melemah, kita butuh reaktor energi alam kalau mau dia bertahan hingga 2 tahun lagi"


"kalau tidak berapa lama dia akan bertahan?"


"menurutku dia akan bertahan setidaknya 2 bulan lagi"


"sial.. disaat the hunter semakin kuat kita justru semakin lemah"


"kita akan menggunakan lebih banyak kekuatan kali ini. aku akan memanggil divisi 2 goliath kesini"


"aku benci bertemu dengan kera itu" ucap noir


tubuh underwave diperlihatkan disini. dia berbentuk sebuah bola atau mungkin orb berwarna kuning yang dimasukkan dalam sebuah tabung kaca dengan aliran listrik kuat di dalamnya. musuh yang menunggu di cina sekarang ada 5 divisi dengan 4 komandan ditambah dengan underwave yang menjadi target penyerangan ini.


waktu berlalu, malam hari tiba di mesir dan tibalah saatnya bagi hendri menemui Sir Near.


"berjalanlah lulus ke dalam pemakaman itu, Sir Near ada disana" ucap penjaga pemakaman


tidak ada lampu di pemakaman itu, hanya cahaya bulan yang menerangi lapangan luas itu. hendri berjalan sendiri melewati kuburan kuburan yang tidak bernama hingga sampailah dia di penghujung area pemakaman. disana dia melihat banyak pekerja pemakaman sedang beristirahat.


dengan pelan hendri mendekati mereka dan bertanya dimana Sir Near berada. beberapa pekerja takut melihat hendri tapi tepat disaat itu seseorang berteriak memanggilnya.


"aku ada disini hendri graham!"


"hah? orang inikah Sir Near!?"


"dia terlihat.. sangat muda.. "


Sir Near berperawakan seorang pemuda dengan tubuh ideal, berambut hitam lurus sebahu dan memiliki pupil mata berwarna coklat.


Sir Near sedang duduk di atas sebuah tumpukan pasir sambil memegang sekop.


"kemarilah.. aku punya pekerjaan untukmu" Sir Near melemparkan sekopnya pada hendri


"lihatlah kesana.. "


hendri berjalan ke depan ternyata ada sebuah tanjakan di depannya dan di bawah tanjakan itu terdapat mayat puluhan nyarlapostle.


"bagaimana bisa mayat nyarlapostle sebanyak ini ada disini?!"


"di kawasan ini nyarlapostle masih cukup banyak berkeliaran" ucap Sir Near


"??"


"masa kau tidak menjumpai satu nyarlapostle pun dalam perjalanan kesini?"


"tidak.. aku tidak bertemu satupun.. "

__ADS_1


"itu kabar buruk.. " ucap Sir Near sambil tersenyum tipis


"apa maksud anda"


"aku dengar dari jacob ripe kau punya tenaga yang besar, apa itu benar?" Sir Near bertanya


"benar"


"kalau begitu sekarang kau gantikan aku mengubur mayat orang orang itu. kuburkan mereka di bawah tanjakan. setelah kau selesai baru kita bicara" ucap Sir Near dengan antengnya lalu dia berbalik pergi.


hendri tidak banyak tanya pada Sir Near, dia langsung mengerjakan perintahnya "tahu begini lebih baik aku mengajak violet" gumam hendri


beberapa jam kemudian..


Sir Near kembali sambil membawa semangkok sup.


"kau belum selesai? sudah lebih 2 jam.. " ucap Sir Near sambil makan


"tanah disini sangat keras, jadi saya menggali dengan lebih kuat tapi hasilnya cangkul dan sekop yang saya gunakan patah"


"itulah yang memperlambat saya, saya bolak balik mengambil cangkul dan sekop baru, ini saja sudah cangkul yang keempat"


"begitu ya.. "


"kerjakan lebih cepat lagi, malam ini semakin dingin.. "


"kau sendiri yang mau bicara di tempat terbuka begini" pikir hendri


"tinggal satu mayat lagi"


"....."


"selesai.. "


hendri kembali menghampiri Sir Near "jadi.. kenapa nyarlapostle bisa sampai kesini?"


"bukankah negeri ini punya banyak sistem pertahanan, saya dengar dari profesor graham begitu.. "


"aku memang sengaja membiarkan mereka memasuki negeri ini. karena akan lebih mudah membunuh mereka jika mereka mendatangi kita"


"para nyarlapostle ini adalah manusia, jadi aku memerintahkan bawahanku untuk mengubur mayat mereka"


"apa kau mengerti graham?"


"dengan segala hormat Sir Near.. yang saya tangkap dari ucapan anda adalah anda menganggap saya atau keluarga saya adalah manusia yang memperlakukan manusia lainnya seperti monster"


"hahahaahaha.. bukan begitu maksudku.. "


"aku tidak membicarakan masa lalu yang sejauh itu.. tapi tentang para nyarlapostle ini yang mulai kembali jadi manusia normal"


"apa!!"


seketika mata hendri terbelalak


"anda serius?? para nyarlapostle itu mulai kembali menjadi manusia?"


"ya.. bocah jenius"


"kalau begitu kenapa anda membunuh mereka?"


"karena itu permintaan dari mereka sendiri"


"mereka bisa bicara seperti manusia?"


"mereka bilang mereka sudah tidak tahan dengan rasa sakit di dalam tubuh mereka. maka dari itu mereka menangis meminta untuk dibunuh"


"setelah itu kami membunuh mereka dengan senang hati dan mengubur mayatnya disini"

__ADS_1


"..."


__ADS_2