Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 51 : Awal Perjalanan Baru


__ADS_3

pak hasan mengamati hendri dari sebuah ruangan lalu melihat sebuah kertas berisi nilai nilai peserta ujian. di kertas itu terlihat nilai hendri ditulis dengan tinta kuning yaitu 70 sedangkan kebanyakan peserta mendapat nilai 80 ditulis dengan tinta hijau dan sebagian ada yang mendapat nilai dibawah 70 ditulis dengan tinta merah.


kemudian hasan menyuruh seseorang disana agar memberi ujian tambahan pada para peserta yang nilainya tidak berwarna hijau.


"mereka belum memenuhi persyaratan, jadi lakukanlah meski tanpa persetujuan atasan"


kembali ke hendri dia sedang berjalan pulang ke apartemen "penglihatanku tidak membaik tapi sekarang aku sudah mahir bertarung dengan mata ini"


"aku sangat ingin mencoba mengendalikan tubuh manusia, tapi tidak ada narapidana yang bisa dijadikan subjek"


saat melewati jalan yang dipenuhi rumag rumah hendri disapa oleh seorang anak kecil "selamat pagi tuan graham" sapanya sambil melambaikan tangan.


hendri balik melambaikan tangannya "bagaimana mereka tahu identitasku? padahal sepanjang perjalanan ini aku menyembunyikan identitasku dengan baik"


di sepanjang jalan itu hendri mendapat sapaan bahkan ada beberapa orang yang memberinya makanan dan cemilan.


"tidak kusangka orang orang mesir ini cukup ramah, mereka memberiku sayuran hijau yang sulit tumbuh di wilayah ini"


hendri sekilas mengingat masa lalunya yang selalu dipuji puji oleh orang lain, hingga pertengkarannya dengan mahasiswa lain membuat reputasinya di universitas hancur.


"sekarang aku bisa mengobati traumaku perlahan lahan"


"orang orang yang bermuka dua itu pasti sudah mati dan aku berhasil bertahan hidup dan akan menjadi orang hebat" pikir hendri sambil tertawa


"prioritasku saat ini adalah bertemu kakekku, setelah itu membuat banyak peralatan canggih dengan otoritas yang dimiliki beliau kemudian membalas dendam ke black leaves dengan bantuan the hunter, hahahaa... kuharap ini berjalan seperti yang kurencanakan"


"....."


sesampainya di apartemen hendri mendapati violet sedang menunggunya,


"bisa kita bicara graham?"


"iya" hendri mengangguk


dengan duduk santai di sofa violet berbagi sentuhan lalu memulai pembicaraan dengan pertanyaannya yang biasa "kapan kita akan pergi ke eropa?"


"kurasa tahun depan"


"aku mengerti kau tidak punya kemampuan untuk melakukan itu sekarang, tapi setidaknya beritahu aku apa yang memperlambatmu menepati janjimu"


"ringkasnya the hunter akan menyerang markas black leaves di pertengahan bulan desember ini dan aku kemungkinan akan ikut kesana"


"selama 2 minggu ini aku akan melatih kekuatan assaultku dan besok aku akan ke yaman menemui kakekku"


"jadi besok kita akan ke yaman, apa kau akan membawaku juga?"


"tentu saja, kau adalah asistenku"


"aku belum resmi jadi asisten atau kaki tanganmu selama kau belum menepati janjimu"


"baiklah baiklah tuan putri.. aku berjanji akan mengantarmu ke eropa nanti"


hari pun berlalu, teman teman hendri masih dirawat di rumah sakit dan tidak bisa dikunjungi langsung jadi hendri memberitahu keberangkatannya melalui surat. lebih baik memberi kabar daripada tidak sama sekali.


keesokan harinya, hendri dan violet dijemput pagi sekali oleh ripe "tuan graham jacob ripe menjemput anda" ucap seorang pelayan membangunkan hendri

__ADS_1


"dia datang cepat sekali" pikir hendri


"ini jam 08.00 pagi tuan" ucap si pelayan


hendri bangun dari tempat tidurnya, dia selalu tidur dengan tenang saat masih menjadi manusia maupun saat sudah menjadi nyarla. meskipun begitu para pelayan harus mencuci spray yang digunakan hendri setiap hari karena tubuh kayunya selalu meninggalkan serpihan serpihan kayu kecil disana.


"tuan ripe menunggu diluar, sedangkan nona violet sedang mandi"


"kehidupan normal seperti ini akan berakhir saat aku bertemu dengan si Near itu" pikir hendri


ripe berbicara dari luar kamar apartemen "bawalah pemantik api yang waktu itu diberikan hunter north, graham"


"pemantik api, kalau tidak salah aku menyimpannya di laci"


"ini dia!"


"kuharap aku benar benar bertemu dengan beliau"


Mesir, 29 November 2063, pukul 08.05


hendri, ripe dan violet sudah sampai di stasiun kereta bifrost yang berada di bawah tanah.


"diingatkan kepada para penumpang agar memasang sabuk pengaman dan jangan melakukan apapun seperti bermain gawai, makan minum, dan mengobrol saat dalam perjalanan"


"kereta akan berangkat sebentar lagi"


kereta bifrost adalah kereta umum, tapi kereta ini tidak terlalu padat penumpang. alasannya karena tidak banyak orang yang mau menaiki kereta yang melaju ke medan perang.


bagian dalam kereta itu sangat mirip dengan pesawat, mulai dari susunan tempat duduknya dan desainnya. yang membuatnya berbeda adalah ada alat penahan di setiap kursinya seperti roller coaster.


"ayo naik ke kursimu" ucap ripe


"naik? memangnya ini roller coaster" ucap violet


mereka bertiga duduk di kursi lalu memasang sabuk pengaman, para pekerja kereta bifrost mengatur jalur rel ke yaman, kereta itu dimasinisi oleh sebuah program robot canggih yang dikenal sebagai STC ( Super Train Controller) bernama Rig.


Rig memberi pengumuman


"kereta akan berangkat dalam 10 detik"


"10.. 9.. 8.. 7.. 6.. 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. "


"syuuush... "


kereta melaju dengan sangat cepat sampai bayangannya pun tidak terlihat.


setelah itu di stasiun kereta kota Syibam, Yaman.


"kereta ekspres datang!" teriak para pekerja stasiun


"tiiiingg.... " kereta bifrost berhenti dengan sangat pelan di stasiun itu. beberapa penumpang turun dari kereta "sudah sampai kawan kawan, ayo kita turun sebelum kereta ini berangkat lagi" ajak ripe


hendri merasa linglung setelah menaiki kereta berkecepatan hampir secepat cahaya itu


"graa.. ham.. "

__ADS_1


"bisaa bantu akuu berdiir.. rii" violet mabuk berat tidak lama setelah itu dia muntah


"kau pasti sarapan sebelum berangkat. aku lupa memberitahu kalian agar jangan sarapan dulu"


"kalau ingin menaiki bifrost sebaiknya jangan makan apapun selama 2 jam sebelum berangkat. lihatlah wajah para penumpang itu yang tampak lesu, itu karena mereka belum sarapan" gara gara ripe mereka harus mengantar violet ke klinik terlebih dahulu.


Yaman, 29 November 2063, pukul 08.59


35 menit kemudian akhirnya violet keluar dari klinik dan melanjutkan perjalanan ke sebuah area khusus militer yaman. sebuah mobil dengan pengawalan ketat datang menjemput mereka.


"silahkan masuk tuan muda graham.. " ucap ripe sambil membukakan pintu


"dasar pelawak" ucap hendri mengejek ripe


di dalam mobil luas yang berisikan 8 kursi itu hendri bertelepati dengan ripe "hei ripe, kenapa kau bersedia menemaniku kemana saja?"


"ada seseorang juga yang harus kutemui disini"


"siapa.. torga?"


"100 untukmu"


hendri mengangkat tangannya dari bahu ripe


"jadi benar benar torga! padahal aku hanya asal tebak"


"sial.. aku tidak mau bertemu dengan orang yang tujuannya tidak jelas seperti torga"


tiba tiba ripe meletakkan sikutnya di bahu hendri "ada apa.. kau tidak mau bertemu torga?"


"aku tidak mau bertemu seorang mantan musuh sepertinya, setidaknya hingga dia benar benar bisa dipercaya"


"tenang saja. kau tidak akan menemuinya dalam waktu dekat, tidak ada yang berani mengganggu keinginan Sir Near meski itu komandan torga sekalipun"


"kau diizinkan menemui kakekmu lebih dulu karena Sir Near ingin kau bicara lancar dengannya tanpa berbagi sentuhan"


"berbagi sentuhan itu kata yang menjijikkan"


mobil tiba tiba berhenti di depan sebuah rumah besar.


"ada apa?" ripe bertanya kepada supir


"profesor ingin bertemu hendri graham disini"


"!!"


"kakekmu ada disini, selamat karena perjuanganmu selama ini membuahkan hasil" ucap ripe dengan lisan


hendri turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah berarsitektur arabik itu.


di dalam dia disambut 2 pembantu bercadar yang membawanya ke lantai 2 rumah lalu disana dia melihat banyak peralatan yang sangat mirip dengan miliknya di laboratorium dahulu.


"dimana kakek?"


"hendri?"

__ADS_1


hendri berbalik dan melihat kakeknya sedang membawa sebuah piring berisi roti lapis daging yang merupakan sarapan favorit hendri.


__ADS_2