Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 139 : Titik Balik (Part 2)


__ADS_3

hendri keluar markas mendapati rekan rekannya sedang beristirahat.


"apa kalian terluka?" tanya hendri.


"aku dan elena hanya terluka sedikit. kalau mereka berdua tidak tahu." jawab violet.


"kau membawa sesuatu?"


"ini jasad ayahku."


"ehh... bagaimana kau bisa menemukannya??"


"ada deh caranya... "


hendri bertanya apa yang terjadi pada kaki ketua fengying.


ketua fengying menjawab kalau dirinya adalah nyarla jenis harpy eagle lalu bertanya balik, apakah hendri sudah menyelesaikan urusan mereka dengan lee yin.


"tidak ada yang perlu di khawatirkan. lee yin masih hidup, dia terjebak di dalam tubuh pohonnya, lalu aku tidak dikendalikan olehnya." jawab hendri dengan mantap.


"jadi itu alasan kalian menyusup kemari!? untuk bertemu assault nyarla lee yin?!"


"siapa yang akan menjawabmu?!" ketua fengying mematahkan pergelangan kaki carla dengan cakarnya.


setelah menyiksanya ketua fengying lanjut menginterogasi carla.


"ayo jawab pertanyaan ku!! sycho rid itu nyarla jenis apa??"


sambil terus menggoyangkan cakarnya, ketua fengying menginterogasi carla dan anak buahnya di bawah pohon yang rindang. sementara hendri meminta izin untuk menguburkan jasad ayahnya.


hendri pergi ke tempat dia menguburkan seorang tentara lain dahulu.


"makam jenderal ache louis. kondisi makamnya masih sama seperti dulu aku meninggalkannya."


hendri menggali pasir dengan tangannya. lalu meletakkan kerangka mayat ayahnya.


sebelum menguburkanmya hendri bicara sebentar dengan jasad ayahnya, tujuannya adalah untuk healing.


"tidak banyak yang mau aku katakan padamu ayah. kakek masih hidup, dia tidak diculik oleh *******, justru the hunter telah menyelamatkannya. aku mengerti alasan ayah membohongi ku dulu, jadi tidak perlu minta maaf."


"lalu aku tidak tahu keberadaan ibu dan nenek, serta keluarga kita yang lainnya. saat ini aku hanya fokus pada pekerjaan dan tidak memiliki waktu untuk keluarga. mirip seperti ayah dahulu."


"aku tidak bermaksud mengejek. ahh.. kenapa aku harus khawatir, ayah kan tidak ada disini."


hendri melapisi jasad ayahnya dengan akar batang tanaman halus yang dia ciptakan dengan darahnya lalu menimbunnya dengan pasir hingga tidak terlihat lagi.


sementara makam jenderal ache louis dia biarkan seperti semula. itu sebagai penanda kuburan ayahnya.


saat kembali ke tim nya hendri melihat ketua fengying sedang bicara dengan violet.


"sebelum kita kembali, kau aku izinkan bicara dengan rekan mu violet."


"terima kasih."


xian lier menyatukan ikatan carla dan anak buahnya yang masih hidup lalu pergi.


"kalian beruntung karena kami tidak berniat benar benar membunuh. nah, sekarang tidurlah."


setelah membius mereka xian lier bergabung dengan yang lainnya.


tidak lama setelah itu icarus datang lagi.


violet menatap icarus. hatinya berguncang setiap kali melihat makhluk itu.


dia sangat ingin tahu apa yang telah terjadi pada kampung halamannya.


"kita akan pergi ke pelabuhan di perbatasan. cepat naik ke icarus."


"kenapa kita ke pelabuhan ketua? bukankah misi ini sudah tuntas?" tanya xian yang tidak tahu alasan violet ikut tim mereka.


"kita harus memastikan apakah benar black leaves telah menghancurkan markas kapten leon di eropa."


"siapa itu kapten leon??"


"kapten leon adalah pemimpin pasukan perlawanan black leaves di eropa. dia cukup hebat sampai berhasil mencuri sebagian batu electrum dari black leaves." ucap hendri.


"apa kau tahu, violet adalah salah satu prajurit kapten leon."

__ADS_1


"waah, apa nona violet lebih berpengalaman dalam pertempuran ketimbang aku??" tanya xian pada hendri.


"entahlah, yang aku tahu dia sangat jago dalam bela diri krav maga."


violet hanya tersenyum mendengar dua pria yang membicarakannya.


icarus menatap hendri.


"aura anak ini sedikit berubah." ucap icarus.


tim fengying melanjutkan perjalanan mereka lagi melalui wilayah pegunungan terjal agar tidak terlihat.


1 jam 12 menit kemudian mereka sampai di pelabuhan.


para penjaga terkejut melihat icarus yang tiba tiba datang dengan wujud elang nya.


para penjaga menghampiri icarus yang mendarat.


"ada apa tuan icarus? apa anda punya janji dengan tuan halbel?"


icarus menggelengkan kepalanya. dia tidak bisa bicara saat berwujud elang. karena itulah dia menggores tanah yang diinjaknya.


"aku ingin berpamitan."


"selamat tinggal."


"sampaikan salam ku pada yang lainnya juga."


para penjaga bingung dengan salam perpisahan icarus.


"anda mau pergi kemana tuan?"


"ke timur tengah." tulis icarus.


beberapa menit yang lalu, sebelum icarus mendarat tim fengying turun lebih dulu untuk menemui mata matanya xiao fengying di perbatasan ini.


mereka bertemu dengan si mata mata di hutan belakang vila brooklyn halbel.


"aku disini tuan fengying. aku membawa orang yang kau minta."


"jaga tempat ini hayase. jangan ada yang datang kesini hingga 10 menit kedepan."


tibalah giliran violet. xiao fengying sengaja berbohong pada xian lier dan elena soal tujuan mereka datang kesini. karena jika dia tidak berkata demikian mungkin mereka akan menolak datang kesini.


"kau sudah melakukan seperti yang ku suruh kan hayase?"


"sudah tuan. aku sudah menipu sycho rid agar dia pergi jauh dari sini. setidaknya dia akan kembali setengah jam lagi."


"bagus."


"aku serahkan interogasinya padamu nona violet."


violet mendekati si wanita. dia menundukkan kepalanya, terlihat wajahnya yang sangat ketakutan.


"Julie, tu vas bien?" (julie, kau baik baik saja?)


si wanita tersentak mendengar suara violet, dia mengangkat wajahnya perlahan.


"Violette, tu es toujours en vie." (violet, kau masih hidup.)


xiao fengying memiliki alat penerjemah bahasa. tapi dia lebih memilih merekam percakapan violet dan julie untuk didengar nanti.


"réponds-moi, julie. avez-vous divulgué l'emplacement de notre cachette?" (jawab aku, julie. apakah kamu sudah membocorkan lokasi persembunyian kita?)


"Je... ils ont menacé de m'écorcher..." (aku...mereka mengancam akan mengulitiku...)


"Alors tu l'as divulgué à l'ennemi?" (jadi kamu membocorkannya ke musuh?)


mendengar pengakuan dari julie. violet tidak tahan untuk memukul.


violet menampar julie sekeras yang dia bisa.


suara tamparannya sangat keras dan kepala julie sampai jatuh ke tanah saking kuatnya tamparan yang dua terima.


bukan hanya satu kali violet menampar julie berkali kali hingga pipi kirinya memar.


hendri, xian dan fengying tidak menghentikan violet namun elena yang sedikit paham apa yang dikatakan julie tanpa pikir panjang menghentikan violet.

__ADS_1


elena menahan badan violet dan menyuruhnya berhenti.


"lepaskan astrea. aku tahu batas dalam menghajar seseorang." ucap violet, tapi anehnya dia tidak berusaha melepaskan diri dari elena.


"dia juga ketakutan saat diancam nona violet. tolong berhenti."


kata elena sambil memeluk erat violet.


"apa yang dikatakan wanita itu ketua?" tanya xian lier.


"dia diancam, makanya dia membocorkan lokasi persembunyiannya." jawab ketua fengying.


"aku tahu hal itu dari mata mata ku."


si wanita yang membocorkan lokasi persembunyian mereka hanya bisa menangis. akibat dari perbuatannya banyak orang tidak bersalah telah mati.


siapa orang tidak bersalah itu?


mereka adalah keluarga dari para tentara maupun prajurit sipil yang melarikan diri dari invasi black leaves di eropa.


menurut informasi yang diberikan oleh mata mata xiao fengying markas persembunyian orang orang itu telah ditemukan oleh black leaves berkat icarus yang berhasil membuat salah satu diantara tentara leon membuka mulut.


"Je suis désolé, Violet. J'ai perdu mon poison du suicide et je ne supporte pas la torture qu'ils me font subir." (maaf, violet. aku kehilangan racun bunuh diri dan aku tidak tahan dengan siksaan yang mereka berikan kepadaku.)


violet sangat marah, dia menggertakkan giginya.


"lepaskan aku elena, aku tidak akan memukulnya lagi."


"kau berjanji?" tanya elena untuk lebih yakin.


"cepat lepaskan."


elena melepaskan violet.


"aku sudah selesai ketua fengying." ucap elena sambil menunjukkan ekspresi ingin menangis.


misi ini menjadi misi yang paling emosional yang pernah diikuti fengying.


"dengarkan aku nona violet."


"aku tidak tahu siapa yang kau khawatirkan. tapi meskipun markas mu sudah hancur bukan berarti semua orang disana sudah mati." kata ketua fengying.


"berdoa saja agar orang yang kau cintai masih hidup. dan semoga kau bisa bertemu dengannya lagi."


violet hanya menjawab dengan datar.


di dalam hati violet sangat ingin membunuh julie. namun dia teringat siapa orang saja orang yang telah menyebabkan semua ini.


black leaves yang memulai perang dan dominasi.


lalu disaat mereka berhasil bersembunyi dari black leaves dan semuanya mulai membaik, mereka (para perompak) bertemu dengan 3 nyarla di tengah laut.


jacob ripe, hendri graham, dan icarus.


ripe membunuh banyak rekan rekannya dan membunuh kapten leon.


hendri pernah menjadikan violet dan beberapa temannya subjek eksperimen saat di dalam penjara kapal yang berakibat tewasnya beberapa teman violet dengan keadaan yang mengenaskan.


sementara icarus telah menangkap, menyiksa dan mempekerjakan paksa teman temannya. dan karena black leaves menghancurkan tempat persembunyian yang sudah seperti kampung halaman bagi violet.


setelah bersama cukup lama violet akhirnya bisa berdamai dengan hendri dan ripe. tapi tidak dengan icarus.


sekarang icarus ada di depannya bahkan membantunya seakan tidak pernah terjadi apa apa.


"akan aku congkel kedua matanya..!!" ucap violet dalam hatinya.


hendri graham menatap si wanita perompak. dia merasa kasihan, tapi tidak berlangsung lama rasa kasihannya menghilang.


hendri meregangkan tangannya. dia merasa kesemutan. dalam hatinya dia bergumam..


"aku sangat ingin membalas kekalahan ku waktu itu. kolonel razor weish pasti akan senang kalau aku menghajar icarus."


"yaa, aku akan menghajarnya jika ada kesempatan."


hendri ingin menghajar icarus, sementara violet ingin menyiksanya. entah bagaimana, mereka berdua seperti bisa merasakan hasrat satu sama lain.


..........

__ADS_1


__ADS_2