Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 160 : Pertemuan (Part 2)


__ADS_3

Saat itu kampus ku mengadakan tur swasta ke pabrik pembuatan minuman merek terkenal kala itu.


di hari yang cerah itu aku kembali lagi bertemu dengannya yang sudah beranjak dewasa. saat melihatnya perasaanku yang tadinya baik berangsur angsur memburuk, sebab pertemuan ku dengannya sebelum sebelumnya tidak meninggalkan kenangan baik apapun.


hari itu adalah pertemuanku yang ke 4 kalinya dengan anak misterius itu. aku bertemu dengan near kecil yang tengah bekerja sebagai tukang bersih bersih mesin di pabrik.


aku cukup terkejut, karena anak yang usianya sebaya denganku itu sudah diterima bekerja. terlebih lagi di pabrik merek dagang ternama. aku tidak mengerti pola pikir orang dewasa.


selesai menjalani tur aku berpisah dari teman temanku untuk mencari sir near. pada akhirnya dialah yang menemukanku duluan.


"mau kemana anak muda terpelajar?" tanya sir near, aku membelakanginya ketika itu.


"lama tidak ketemu. kau bekerja disini?" tanyaku.


"aku hanya kerja sampingan disini. apa kau sedang mencariku?" tanya near.


"yah begitulah. bisa kita bicara sambil duduk, kakiku pegal setelah keliling kampus." pintaku.


"mari. tapi tidak ada tempat duduk yang layak disini."


akhirnya kami berdua duduk di atas tumpukan pipa besi.


"kenapa kau mencariku?" tanya near.


"aku hanya ingin bilang terima kasih karena sudah menolong aku dan adikku 9 tahun yang lalu." ucapku ala kadarnya.


"terima kasih kembali. ternyata kau masih ingat kejadian itu ya. ada lagi yang mau kau katakan?"


"....." aku terdiam untuk sementara waktu.


"kalau tidak ada lagi, aku pamit. senang bertemu denganmu, erika swan."


saat melihat near pergi aku jadi terpikir sesuatu. hal yang dulu pernah dikatakan oleh near saat dirinya dalam kondisi terpuruk.


"apa kau masih ingin jadi polisi?" tanyaku.


near menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatapku.


kami saling menatap selama beberapa detik, hingga near tersenyum lalu berkata...


"namaku heikki collin. aku akan melanjutkan mimpiku menjadi seorang tentara."


-dalam cerita aslinya, erika tidak memberitahu nama asli sir near kepada pegawai wanita yang mendengarkan ceritanya. jadi nama asli sir near akan tetap disebut near di dialog berikutnya-

__ADS_1


near memberitahu namanya, namun ucapannya yang selanjutnya sulit dimengerti. setelah obrolan singkat itu aku meminta nomor teleponnya, dan kami pun mulai sering berhubungan sejak hari itu.


aku penasaran apa yang terjadi dengan near setelah dia dibawa oleh polisi 8 tahun yang lalu. tapi di chat dia selalu menyembunyikan hal itu, jadinya kami hanya saling bertukar informasi saat saling chat.


awalnya saat aku saling berbalas chat dengannya semua berjalan biasa saja, tapi lama kelamaan near mulai menunjukkan sisi lain dirinya yang tidak diketahui siapapun.


dia sangat pintar. dia bisa menjawab soal yang ku berikan. sepertinya finlandia juga memberikan pendidikan kepada anak anak yang bermasalah seperti near. yang jelas near sangat pintar bahkan aku akui dia lebih pintar dariku.


aku beberapa kali mengungkapkan kekesalanku padanya lewat chat. aku kesal karena dia lebih pintar dariku, dan dia bahkan sudah diterima bekerja di pabrik brand ternama.


-chat sir near dengan erika-


[memangnya apa cita cita mu, swan?]


[kenapa kau mau tahu?]


[aku cuma penasaran. bukankah biasanya seseorang yang cantik sepertimu bisa menjadi apa saja. maksudku, dengan parasmu yang cantik kau bisa saja menjadi seorang model. atau kalau kau percaya diri, kau bisa menjadi seorang pemain film.]


[make up ku setiap keluar rumah cukup tebal. aku tidak percaya diri kalau harus bekerja dihadapan kamera.]


[bukankah semua artis dan model begitu. tidak ada wanita yang tidak menggunakan make up. yang kaya ataupun yang miskin, yang cantik alami maupun yang jelek, tidak ada wanita yang tidak melapisi wajahnya dengan make up. jangan rendah diri hanya karena kau menggunakan make up tebal.]


kata near panjang lebar. dia melanjutkan...


setelah memberitahuku hal itu near langsung berhenti mengirimkan pesan.


tawaran near untuk menjadikanku pemain film cukup menggiurkan bagiku. ayah dan ibuku juga mendukungku untuk menjadi artis. 'kuliah bisa ditunda' kata ayahku. tapi kesempatan untuk menjadi artis hanya datang satu kali.


setelah yakin aku pun menghubungi near, tapi near tidak mengangkat teleponku, aku pun bergegas pergi ke tempat kerjanya namun dia sudah 2 hari tidak masuk kerja. aku mulai khawatir, apakah near baik baik saja?


saat aku berdiri di depan pintu masuk pabrik seseorang menarikku kebelakang. aku terkejut, saat aku lihat wajah orang itu dia terlihat sangat marah, matanya melotot seperti akan keluar. aku bertanya apa yang dia lakukan, dan dia menjawab sambil menunjukkan foto near.


"kau kenal orang ini kan? jangan berbohong, sebab aku melihatmu bersamanya beberapa hari yang lalu." kata orang itu. napasnya memburu seperti orang yang habis lari maraton.


"iya aku mengenalnya. aku juga sedang mencarinya." jawabku.


"kalau begitu ikutlah dengan kami. ada beberapa hal yang perlu kau jawab sebelum pergi dari sini." kata orang itu.


"apa kalian polisi? aku sedang sibuk.."


karena menolak ikut aku pun dibawa oleh para sekuriti disana ke ruangan bos pabrik.


aku masih tidak bisa mencerna apa yang terjadi. yang jelas ini berhubungan dengan near. apakah near melakukan kesalahan dan kabur tanpa bertanggung jawab, ataukah dia mencuri.

__ADS_1


aku diinterogasi oleh para penjaga pabrik. semua pertanyaan mereka aku jawab dengan jujur sampai mereka bertanya apa hubunganku dan near.


aku mencoba berhati hati dalam bicara. para penjaga ini menginterogasi diriku seolah olah aku adalah penjahat padahal aku tidak melakukan apa apa. mungkin near telah melakukan sesuatu yang merugikan orang orang ini hingga orang yang berhubungan dengannya sampai diinterogasi.


aku menjawab dengan jujur kalau kami hanyalah teman jauh. jawabanku itu dibantah oleh salah seorang penjaga yang ternyata tanpa seizinku mengecek dan membuka pesan yang aku kirimkan di smartphoneku. dia menemukan chatku dan near beberapa hari yang lalu.


bos pabrik yang mendengar hal itu langsung memukul meja dengan keras. dia sangat marah padaku, namun tidak mau memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi.


"sekap perempuan ini di gudang. collin pasti akan datang jika orang terdekatnya dalam bahaya."


orang orang itu ternyata punya niat jahat padaku. aku bergegas mengambil semprotan cabai di sakuku lalu menyemprot mata salah seorang penjaga. setelah satu penjaga lumpuh aku mengambil langkah seribu keluar dari ruangan itu. namun apalah daya saat lari aku tertembak di paha sebelah kiriku.


saat itu aku sadar kalau aku telah terlibat sesuatu yang besar.


aku terkapar kesakitan, sebelum sempat berteriak kesakitan mulutku sudah lebih dulu dibungkam oleh para penjahat. aku pun dibuat pingsan dan saat sadar aku sudah dalam kondisi setengah telanjang.


"apa yang kalian lakukan padaku!! ini tindak kriminal!!" teriakku pada penjaga yang telah menyeretku ke ruang bos sebelumnya. kedua pengawal itu mengikatku ke sebuah mesin pemotong daging.


aku terus meminta penjelasan kepada kedua sekuriti itu. tanganku yang terborgol ke atas pada kail penggantung daging mulai terasa sakit. salah seorang sekuriti akhirnya memberitahuku alasan mereka menyekapku.


"seorang pekerja paruh waktu bernama heikki collin telah dengan sengaja merekam aktivitas bos kami bersama dengan seorang wanita yang merupakan salah satu pemegang saham produk. jika rekaman itu disebarkan ke media maka pasti akan menjadi sebuah skandal besar. dampak yang paling parah dari kemunculan sebuah skandal di perusahaan adalah penurunan penjualan dari produk perusahaan dan para investor akan menarik uang mereka kembali."


"jika sampai itu terjadi maka perusahaan di atas kami juga akan terkena dampaknya dan bangkrut. karena itulah kami menduga kalau heikki collin si pegawai paruh waktu itu adalah mata mata dari perusahaan saingan yang ingin menjatuhkan perusahaan kami. namun segera setelah dia merekam bos kami dia langsung menghilang malam itu juga."


"jadi kalian ingin menjadikanku sandera untuk memancing collin datang?" tanyaku.


"benar, nona swan. orang tuamu tidak akan mencarimu dan teman temanku tidak akan penasaran kemana perginya dirimu. sebab kau saat ini sedang dalam tur swasta dan berada jauh dari mereka."


aku mulai frustasi saat itu. aku melihat seorang sekuriti lainnya menggunakan smartphoneku. dia tampaknya sedang mengirimkan pesan.


"aku sudah mengancam heikki collin. aku bilang kalau dia tidak datang dengan membawa seluruh rekaman yang dia ambil, maka teman perempuannya akan kotor lalu kami akan membuat dia menjadi babi giring." kata sekuriti itu dengan sadisnya.


aku semakin takut. saat itu aku hanya bisa berharap keajaiban terjadi. tidak lama aku mendengar suara notifikasi dari smartphoneku.


near membalas pesan yang ancaman yang dikirim oleh para sekuriti itu.


saat ini jam 11 malam. near berkata akan datang sebentar lagi tanpa membawa satupun personel polisi.


"bagus. ikuti rencanaku, kita akan menangkapnya saat dia masuk ke pabrik."


banyak orang berdatangan ke ruangan gudang tempat aku disekap. mereka membuka sebuah pintu ke ruang bawah tanah dan mengeluarkan banyak senjata berjenis machine gun.


"malam ini kita akan menangkap dan membunuh heikki collin."

__ADS_1


.....


__ADS_2