Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 179 : Pembentukan Aliansi Terkuat (1)


__ADS_3

Arlong berkunjung ke pabrik senjatanya di eropa.


Dia bertemu dengan Swordfish dan meminta sejumlah bom anti materi.


Swordfish menjelaskan kalau ada sedikit kendala dalam proses 'penyusunan' bom anti materi. Sehingga produksi kali ini lebih sedikit.


Arlong tidak masalah dengan kekurangan itu, karena ilmuwannya Alfaron sedang menyiapkan senjata baru.


"Pak ada orang yang ingin bertemu dengan anda dan tuan Landscher." ucap sekuriti.


"Ada urusan apa? Ah, biar aku yang kesana." Ucap Swordfish.


Diluar menunggu seorang wanita korea, bawahan Arachne. Yeon Hee. Orang yang dulu ditinggalkan Arachne di Jepang.


"Rasanya aku pernah melihatmu, siapa kau?" Tanya Swordfish.


"Saya Yeon Hee, dari divisi 6 lama." Jawab Yeon Hee.


"Ohh, kau bawahan Arachne. Tangkap dia."


Yeon Hee mendapat perlakuan buruk mengingat pengkhianat Arachne terhadap Black Leaves.


Dirinya di bawa ke hadapan Arlong.


"Yeon Hee? Kau tidak ikut Arachne ke Timur Tengah?" Arlong mengenal Yeon Hee sebab dirinya sering berkunjung ke tempat Arachne.


"Dia mau menyampaikan pesan rahasia dari Arachne. Bicaralah!" Swordfish menjambak rambut Yeon Hee.


"Nona Arachne bilang, The Hunter berhasil menaklukkan 4 pembawa bencana."


Arlong terkejut mendengarnya. Swordfish yang tidak tahu, bertanya siapa itu pembawa bencana "Siapa pembawa bencana itu?"


"Mereka adalah orang orang seperti Valkyrie. Para penyihir." Arlong menjawab.


"Ada 10 orang penyihir di dunia ini termasuk Valkyrie. 4 diantaranya sudah ditaklukkan oleh The Hunter." Sambung Arlong.


"Apa lagi yang Arachne tahu?"


"Red Witch, pembawa bencana yang membantu pasukan Hunter di perang Nepal, berencana menjadikan The Hunter dan Black Leaves sekutu, guna membunuh pembawa bencana lainnya dan monster kuno yang ingin mereka bangkitkan." jawab Yeon Hee.


"Hmm... itu terdengar seperti tujuan Arachne." tanggap Arlong.


"Tunggu, mengapa Red Witch ingin membunuh sesama kaumnya ( pembawa bencana ) dan monster kuno?"


Yeon Hee menjawab dengan percaya diri seolah dialah yang tahu segalanya. Dia menjelaskan.. "Pembawa bencana terbagi jadi 2 ras. Ras manusia, dan ras asing. Red Witch adalah ras manusia, bersama dengan Terran, Arknight, Wizard, dan Dilhade."


"Dia berhasil menemukan cara untuk lepas dari kendali monster kuno, dan sekarang dia ingin menyerang balik monster itu."


"Satu satunya cara untuk membunuh monster itu adalah dengan tembakan senjata Massive Reactor. Tapi kami perlu batu Electrum dalam jumlah besar untuk mengisi amunisinya."


Dua ras penyihir, cara lepas dari kendali monster kuno, amunisi dari batu Electrum. Terlalu banyak hal yang tidak dia ketahui.


Selain itu semisal Black Leaves setuju bersekutu dengan The Hunter, kira kira siapa yang paling diuntungkan, selain dari selamat dari ancaman Disaster Readers?

__ADS_1


Belum selesai Arlong berpikir, Red Witch datang ke tempat itu.


"Jangan berpikir untuk menolaknya, jika tidak kalian semua akan mati disini!" Ancam Red Witch yang keluar dari portal dimensi.


"Tch! Bawa semua bom anti materi dan batu Electrum ke lantai dasar! Dan panggil divisi 3 kesini!!"


Red Witch mendarat pelan di depan Arlong.


"Sampai kapan kau ingin jadi pesuruh Valkyrie? Dunia ini akan hancur jika monster itu bangkit. Tidak ada gunanya berkuasa di dunia yang tidak ada makhluk hidupnya kan."


Red Witch mencoba mempengaruhi Arlong.


Arlong mengendus badan Red Witch.


"Wangimu aneh." Ejek Arlong.


"Itu tidak sopan tau!" Protes Red Witch.


Arlong mencakar tubuh Red Witch, seketika membuat semua yang ada disana terkejut.


Luka di tubuh Red Witch beregenerasi dengan cepat.


"Kenapa kau menyerangku?" Red Witch bertanya.


"Karena kau mencurigakan. Valkyrie dan Arknight memiliki bau tubuh yang berbeda. Awalnya ku abaikan, namun baru saja bawahan temanku mengungkapkan fakta kalau pembawa bencana terbagi jadi 2 ras."


"Red Witch adalah manusia. Tapi bau yang keluar dari tubuhmu mirip Valkyrie."


"Kenapa kau yakin sekali?" Red Witch bertanya lagi.


"Karena aku percaya diri." Jawab Arlong singkat.


Seketika itu juga Red Witch berubah menjadi orang lain. Wanita muda dengan rambut biru pendek.


"Blue Witch!" Arlong memberi panggilan berdasarkan penampilan wanita itu.


"Kepercayaan dirimu akan membunuhmu Arlong." ucap penyihir itu.


Dahan dan ranting pohon hitam beracun mengikat tubuh si penyihir.


Entah bagaimana caranya Hendri ada di tempat itu.


Dia memperkuat ikatannya dan membuat puluhan tanaman venus bergigi asam di dahan itu.


"Cobalah melepaskan diri, anak anakku akan melelehkan wajahmu!" Ancam Hendri.


Arlong terkejut melihat penampilan baru Hendri. Bagaimana tidak pohon berjalan itu telah kembali menjadi manusia.


Red Witch yang asli berjalan mendahului Hendri, disusul Ripe, North dan Sir Near dalam mode tempur mereka.


Swordfish masuk ke mode White-Man.


"Tidak aku sangka kau yang akan muncul pertama kali."

__ADS_1


"Pembawa bencana mutasi, Fairy."


Red Witch mengajak Fairy bertaruh.


"Mari kita bertaruh. Monster kuno bisa bangkit atau tidak?"


"Jangan sombong hanya karena kau berhasil menundukkan tiga pembawa bencana dari ras manusia. Karena pembawa bencana yang sebenarnya adalah kami berlima." Ucap Fairy.


Akar Hendri dihancurkan. Fairy terbang ke langit langit dan ingin menantang mereka semua.


Namun sebelum itu dia bertanya pada Black Leaves "Komandan Black Leaves. Pilihlah, apa kau akan tetap di pihak Valkyrie (Disaster Readers), atau beralih pihak ke mereka (The Hunter)?"


Arlong menjawab "Aku tidak akan berpihak kepada siapapun. Tetapi aku akan melindungi duniaku."


Raja Black Leaves itu memiliki kekuasaan absolut di militer. Jika dia berkata akan melindungi dunia, maka seluruh pasukan Black Leaves akan mengikutinya.


Arlong menambahkan "Seperti yang dikatakan Valkyrie. Pasukan Black Leaves belakangan ini melemah. Itu karena banyaknya pengkhianat yang muncul. Sekarang aku pastikan hal seperti itu tidak akan terjadi lagi."


"Begitu ya."


"Black Leaves mu akan hancur!" Ucap Fairy dengan seringai.


"Red Witch, Black Leaves, dan The Hunter! Kami para pembawa bencana akan datang dengan kekuatan penuh!" Fairy mendeklarasikan perang kepada kedua belah pihak.


Deklarasi perang Fairy dibalas dengan bom anti materi dari Arlong.


Terkejut dengan serangan mendadak komandan Black Leaves itu. Fairy mencoba lari dengan membuka portal.


Namun di detik detik terakhir, Red Witch menggunakan sihirnya untuk melapis portal yang dibuat oleh Fairy. Sehingga Fairy masuk dan keluar portal di tempat yang sama.


"Menghindar!!!"


Bom anti materi meledak, membinasakan Fairy dan semua orang di atas permukaan tanah.


**


Fairy tidak menyangka dirinya akan mati konyol seperti itu. Pembawa bencana mutasi pun tereliminasi sebelum perang dimulai.


Tunas sihirnya pun meledak setengah, saat penyihirnya mati.


Valkyrie sang penghulu sekaligus server penghubung dari semua pembawa bencana marah besar mengetahui kematian Fairy di tangan manusia.


Hendri, Ripe, North, dan Sir Near ditarik oleh Red Witch ke dimensi miliknya. Menyelamatkan mereka dari ledakan bom anti materi.


Sedangkan Arlong dan Swordfish berhasil keluar dari kubah penghapus materi di waktu yang tepat.


Tidak disangka sangka, serangan kombinasi dadakan bom anti materi dan sihir ruang berhasil menghancurkan tubuh utama pembawa bencana.


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................

__ADS_1


__ADS_2