
tatara yang sedang tidur terbangun. dia merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya namun saat dilihat tidak ada siapapun di sekitarnya.
dia takut red witch yang membangunkannya karena dia sendiri tidak tahu sudah berapa lama dia tertidur di sini.
wanita itu seperti hantu jadi bukan tidak mungkin dia yang mengganggu tidur tatara.
"baiklah, witch. aku akan masuk sekarang."
satu persatu langkah tatara mendekat ke tempat yang terlarang itu. apa yang menunggunya disana adalah sesuatu yang telah dikenal oleh khalayak ramai sebagai salah satu entitas yang secara tidak langsung telah menjaga perdamaian dunia di masa lalu.
tatara berdiri 5 meter dari dinding besar itu. dinding itu tidak memiliki pintu ataupun gerbang. tidak ada pintu di sisi barat, ataupun di sisi timur, di sisi selatan, dan sisi utara pun sama. satu satunya cara melewati dinding itu adalah dengan memanjatnya. tinggi dindingnya yang mencapai 168 meter, dengan ketebalan 3 meter, dan panjang mencakup seluruh wilayah terluar negara nepal menjadikan tembok ini sebagai salah satu destinasi yang ramai dikunjungi dahulunya.
tidak lama saat tatara berdiri disana muncul sebuah robot berbentuk pipa dari bawah tanah. robot itu menganalisa tatara, dalam sekejap robot itu tahu tatara bukan manusia biasa. robot itu lalu menanyakan tujuan tatara. bahasa yang digunakan robot itu terdengar aneh, dia bicara dengan bahasa inggris namun beberapa katanya terbalik.
[who were uoy sent yb?]
(kau dikirim oleh siapa?)
tatara merasa lucu dengan bahasa robot itu, namun tawanya malah membuat si robot tersinggung dan keluar dari tanah.
robot itu berbentuk cacing besar, dengan berlapis besi berwarna silver dan garis garis hitam di celah celahnya membuat robot itu terlihat sangat keren. tapi di sisi lain dia juga tampak seperti sebuah terong.
robot itu memiliki 3 buah mata yang berbentuk lensa kacamata night vision yang biasa digunakan tentara.
[apa yang lucu?!!] tanya robot itu dengan geram.
"eh? dia bisa tersinggung??" ucap tatara dalam hati.
"tidak ada robot penjaga. maaf aku membuatmu tersinggung." kata tatara meluruskan kesalahan pahaman.
[apa tujuan mu datang kesini, makhluk asing?] tanya robot itu lagi. kali ini dia mengeluarkan sebuah pembidik laser yang membidik ke jantung tatara.
"biasanya orang akan mengarahkan senapan ke kepala tapi robot ini mengarahkannya ke jantung. apa yang sudah dia analisa dariku?"
"aku membawa pesan yang penting dari red witch." tatara menunggu, si robot memproses jawaban tatara ke komputer utamanya.
[tunjukkan bukti kalau pesan itu dikirim oleh red witch.] kata si robot lagi. ini jadi rumit.
"bagaimana membuktikannya ya?"
tatara teringat kalau red witch pernah memberikan sebuah barang padanya. barang itu adalah sebuah sisir kecil berwarna putih dengan aksesoris bunga di gagangnya.
"red witch memberikan ini padaku."
__ADS_1
si robot menganalisa sisir itu, namun itu tidak cukup untuk membuktikan tatara dikirim oleh red witch.
"memangnya apa yang harus aku tunjukkan agar kau percaya, robot usang??"
[kau harus memperlihatkan simbol penyihir.]
"aku tidak tahu itu apa?!!"
tatara mengubah jari nya menjadi jarum yang tipis namun amat kuat. dia menusuk mata robot itu lalu membakarnya dengan api yang dia kobarkan di tangannya.
[PENYUSUP TERDETEKSI]
"aku bukan penyusup." tatara membantah kode itu.
robot itu akhirnya meledak setelah api tatara membakar inti mesinnya.
"kenapa artificial intelijen itu belum muncul juga? padahal seharusnya AI mengontrol setiap seluk beluk keamanan negara ini."
"hehe.. hehehee... " tatara cekikikan, tiba tiba dia merasa bersemangat.
tatara kembali lagi ke robot cacing yang dia hancurkan lalu mencabut mata cacing itu. benar dugaannya, mata cacing itu bisa digunakan sebagai night vision walaupun untuk menggunakannya harus dipegang seperti menggunakan teropong, tapi barang itu pasti akan berguna bagi tatara.
tatara merasa seperti sedang mengumpulkan item dari monster di game.
tidak ada yang istimewa dari dinding itu. saat sampai di atas dinding tatara dapat melihat lahan kosong di depannya. tidak ada apapun sejauh mata memandang tapi justru itulah yang membuatnya tampak berbahaya. karena di lahan kosong seperti ini ranjau bisa disembunyikan dengan mudah.
tatara tidak ingin menginjak tanah yang mencurigakan itu, dia lebih memilih terbang dari atas sana. namun saat akan berubah wujud ada suara nyaring yang menghentikan tatara.
[berhenti!!]
tatara mendengarnya, dia tidak jadi terbang.
"siapa kau?" tatara bertanya lebih dahulu.
[aku adalah BOARD.]
[Big Oasis And Rain Defense.]
"nama sistem nya keren juga." gumam tatara dalam hati.
"siapa kau BOARD?"
[aku adalah penguasa seluruh sistem pertahanan di negara ini. semua robot, jebakan, dan mesin perang nirawak di daratan ini seluruhnya ada di bawah kendaliku.]
__ADS_1
"bagus kalau begitu." tatara memotong deskripsi BOARD tentang dirinya.
"dari deskripsi mu kau pasti adalah AI kepala penjara nepal ini kan. sekarang dengarkan aku BOARD! aku diutus oleh seorang wanita yang menyebut dirinya red witch untuk memberitahumu kalau pasukan pemburu akan segera menyerbu tempat ini."
BOARD mendengarkan dulu pesan tatara.
"2 hari lagi mereka akan tiba di tempat ini untuk mengambil sesuatu yang kau jaga di penjara ini."
setelah tatara menyampaikan pesan itu sebuah drone muncul di depannya. BOARD menyuruh tatara untuk tetap santai. drone itu cuma akan menganalisis nya lebih detail lagi. cahaya hijau menscan tatara dari atas sampai bawah seperti sekeranjang barang belanjaan di supermarket, lalu setelah selesai menganalisa drone itu masuk ke dalam tanah yang terbuka. kemudian tanah yang terbuka itu tertutup kembali.
"sudah aku duga ada yang tidak beres di bawah sana. selain itu, robot cacing di luar tadi juga melakukan hal yang sama tapi kenapa AI itu seperti tidak tahu?"
tatara menanyakan hal yang mengganjal di hatinya kepada BOARD yang tidak tampak wujudnya.
BOARD menjawab kalau robot penjaga luar dinding sudah usang. robot itu ada sangat banyak di luar, tapi robot itu tidak memiliki banyak fitur yang bagus karena merupakan model yang ditinggalkan alias model robot yang tidak pernah di-upgrade lagi oleh para perancang.
[masuklah utusan penyihir.]
BOARD membuka jalan beraspal di bawah tatara, entah bagaimana caranya tanah di tempat itu bisa diganti ganti, apakah di dalam tanah itu terkandung mesin penggerak raksasa.
BOARD menyuruh tatara untuk pergi ke benteng tengah tempat senjata perang di kunci. di sana tatara akan bertemu dengan avatar BOARD dan juga ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.
awalnya tatara tidak ingin masuk ke sana tapi dia berpikir lagi, jika menolak maka urusan ini tidak akan selesai apalagi lawan bicaranya saat ini adalah AI itu pun belum pasti karena suara itu belum menunjukkan wujudnya.
tatara memutuskan menuruti perkataan AI. dia melompat ke jalanan beraspal dan mendarat dengan kasar. lalu dia dengan sabar melangkah di atas jalanan beraspal yang sangat panjang itu.
2 jam kemudian...
tatara masih berjalan dengan sabar menuju ke tempat yang ditujukan oleh BOARD. hingga beberapa jam berlalu kesabarannya akhirnya habis. dia merasa dipermainkan oleh BOARD.
"hei AI!! kenapa aku tidak boleh terbang?!"
BOARD menjawab kalau ada orang lain yang sedang menunggu tatara, dan orang itu sangat suka membunuh burung yang tengah terbang di udara.
"aku tidak ingin mendengar permainan kata darimu AI. jelaskan padaku kenapa aku tidak boleh terbang."
[aku takut jika aku membiarkan mu terbang kau akan dibunuh oleh orang itu. karena itulah aku melarang mu untuk terbang.]
"siapa sebenarnya orang yang kau maksud itu?"
[dia menyebut dirinya pembawa bencana kehancuran, penyihir pembinasaan, dan dia dikenal dengan nama panggilan wizard.]
.....
__ADS_1