Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 21 : Akhir Serangan Perompak


__ADS_3

"untuk apa?"


"biarkan saja para perompak itu mati" ucap icarus dengan hati dingin.


"bukan soal perompaknya, tapi soal tuan ripe."


ripe bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. geladak utama yang basah dan licin tidak sedikitpun memperlambatnya, bahkan dirinya bisa dengan mudah menghindari semua tembakan boston.


saat ripe hampir menggapainya boston dengan cepat masuk dan menutup pintu anjungan sehingga dirinya selamat dari tebasan lengan belati ripe.


ripe yang kesal berusaha menghancurkan pintu anjungan.


"kau lihat itu. kita harus menghentikan tuan ripe sebelum dia makin menggila." ucap hendri kepada icarus.


"jadi kau mengira jacob ripe lepas kendali?"


"kalau dia tidak segera dihentikan dia mungkin akan menyerang kita juga!" hendri berusaha meyakinkan icarus.


"kau punya ilmu psikologi kan icarus. apa menurutmu gestur tubuhnya tampak seperti orang yang sedang berpura pura??" tanya hendri pada icarus.


icarus memicingkan matanya.


"dengar kalian semua! kita akan membantu assault menghentikan jacob ripe. cepat siapkan senjata!" perintah icarus pada para pelaut di belakangnya.


para pelaut yang mendengar perintah itu gemetaran, melihat kehebatan ripe dari jauh saja sudah cukup membuat takjub dan membuat lutut lemas apalagi kalau harus berhadapan dengannya.


"ayo kita kesana!" icarus berubah ke wujud elang merahnya.


sementara di kapal perompak ripe masih mengamuk.


"ayo buka pintunya anak anak. kapten kalian akan mati kalau dibiarkan lohh..." ucap ripe sambil menunjukkan senyum seorang psikopat.


"pintu kayu ini tidak akan bertahan lama! cepat nyalakan batu itu!"


"sudah menyala tuan boston!"


"berikan padaku!"


wakil boston mengambil sebuah batu berselimut kain dari bawahannya.


"mati kau grim reaper!!" wakil kapten melemparkan batu itu ke genangan air. saat batu itu menyentuh air aliran listrik yang besar keluar dari batu itu dan menyambar kaki ripe.


ternyata boston sengaja memancing ripe menginjak genangan air untuk menyetrumnya. dirinya berniat membunuh ripe yang sudah membantai bawahan dan teman temannya tanpa ampun tidak peduli apapun akibatnya.


"eeehhhhgggkkkk........"


ripe yang tersetrum aliran listrik jelas tidak mampu bergerak.


hendri dan icarus yang sedang terbang menyeberang panik melihat itu.


"cepatlah icarus! turunkan aku sedekat mungkin dengan tuan ripe!" ucap hendri yang sedang bergelantungan di cakar icarus.


"sedang kuusahakan! kau sangat berat tahu!!"


hendri segera melompat turun saat sampai diatas ripe.


"apa itu assault nyarla??" wakil boston melihat hendri melompat dari atas kapal.


hendri yang sudah mencapai kapal berusaha menyelamatkan ripe, untung saja aliran listrik tidak mempan pada tubuh kayunya, dengan cepat dia menjauhkan ripe dari genangan air.


"sialan kau assault!!" teriak wakil boston.

__ADS_1


"hati hati wakil boston, kau bisa tersengat aliran listrik!"


wakil boston membuka pintu anjungan, dengan lihai dirinya melewati genangan air dan bersiap menembak hendri,


namun tepat saat boston akan menarik pelatuknya sebuah peluru lebih dulu menembus kepalanya.


hendri dan icarus terkejut, icarus langsung memutar kepala mencari pelakunya, terlihat ada seorang pelaut tua yang berdiri di geladak kapal.


si pelaut tua itulah yang membunuh wakil boston, dengan sebuah rifle dia menembak dari kapal kargo yang jaraknya cukup jauh menembus hujan lebat.


wakil boston pun terjatuh kegenangan air dan tersengat aliran listrik sama seperti ripe.


"cepat ambil batunya!! teriak seorang perompak


"aahhh.. tidak bisa. aliran listriknya sudah terlalu kuat!!"


para perompak yang tidak bisa menolong histeris melihat keadaan wakil kaptennya.


"ddrreeeeeetttttt....."


"khhaapppp..... "


"......"


wakil boston pun tewas dengan tubuh yang gosong.


"tembakan bagus tuan mund!!"


"ternyata julukan si mata elang angkatan laut bukan mitos belaka." puji para pelaut yang kagum melihat tembakan si pelaut tua yang dipanggil mund.


"sayang sekali, aku harus mengotori tanganku lagi." ucap kakek mund dengan sedih.


para perompak yang melihat kapten dan wakilnya sudah tewas kehilangan kepercayaan diri untuk melawan balik.


"tuan ripe!!"


"tetaplah bersamaku tuan ripe!!"


hendri menguncang tubuh ripe sambil bertelepati, selang beberapa saat para pelaut naik ke kapal itu melalui kapal perompak lainnya.


"cepat tangkap semua perompak di kapal ini!!"


icarus kembali ke wujud manusianya dan dia telanjang.


para pelaut mendekati hendri namun icarus menghentikan mereka, karena khawatir aliran listrik masih ada.


icarus bergegas memakai pakaian yang dibawakan seorang pelaut dan mengecek keadaan leopard.


"dia masih hidup tuan icarus, tapi dia sudah kehilangan terlalu banyak darah." ucap seorang pelaut medis disana.


"aku tau, dia memang sudah tidak tertolong."


leopard alias kapten leon tidak memiliki kemampuan penyembuhan, dia sudah mendapat banyak luka fatal dari ripe jadi dapat dipastikan dia akan segera mati.


sedangkan hendri masih berusaha menyadarkan ripe, dirinya menunggu ripe mengatakan sesuatu di pikirannya.


"tuan ripe! tuan ripe!" teriak hendri melalui telepatinya.


"harusnya sekarang aliran listriknya sudah hilang, ayo kita bantu tuan graham!" ucap petugas medis.


"biar kuperiksa dia tuan graham."

__ADS_1


"detak jantungnya masih ada tapi sangat lemah. aku akan memberinya napas buatan."


si pelaut medis mengeluarkan sebuah selang dan memberi napas buatan pada ripe.


"semuanya tolong menjauh sedikit agar aku bisa menghirup udara yang lebih segar."


hendri memegang bahu pelaut disampingnya.


"bagaimana keadaan kapten perompak itu?" tanya hendri.


"apa kau bicara padaku dengan sihir assault?" tanya si pelaut kebingunan dengan suara yang didengarnya.


"bukan, ini adalah telepati yang hanya akan aktif jika aku menyentuh seseorang. tidak perlu takut." jawab hendri.


"emm.. baiklah."


"jadi apa kapten perompak itu masih hidup?"


"dia masih hidup tapi tidak lama lagi dia akan mati. kepala medis sendiri yang mengatakannya"


"begitu ya..." hendri segera mengangkat tangannya dari bahu si pelaut.


waktu berlalu, ditengah hujan yang semakin lebat hendri, icarus, dan para pelaut masih menunggu dengan sabar.


perlahan tapi pasti detakan jantung ripe semakin membaik. dan akhirnya detak jantung ripe kembali normal.


"jangan khawatir, dia berhasil melewati keadaan yang kritis, dalam beberapa hari kedepan dia pasti akan sadar."


hendri dan para pelaut akhirnya bisa bernapas lega namun tidak untuk icarus.


"syukurlah tuan ripe..."


"aakkhhh.." hendri tiba tiba merasakan sakit di lukanya.


dirinya lupa dengan luka fatal yang dibuat oleh dagger, harusnya dirinya beristirahatlah dan fokus memperbaiki lukanya. kini rasa sakitnya kembali muncul.


"kenapa tuan assault?" tanya si kepala medis yang terkejut dengan suara nyarla hendri.


hendri tidak memberi jawaban apapun, dirinya hanya meringkuk kesakitan.


"biar kuperiksa dia."


"hei, kau baik baik saja kawan?" ucap si pelaut yang tadi bertelepati dengan hendri.


"tubuhnya mengeluarkan sesuatu yang berwarna hijau kepala medis!"


si kepala medis pun bergegas memeriksa hendri, dan menyadari kalau cairan hijau itu adalah darah. hendri pingsan setelah merasakan sakit yang berkali kali lipat dari luka itu.


"cepat bawa tuan assault dan tuan ripe ke kapal!"


ripe dan hendri pun dibawa ke kapal perompak yang dipimpin oleh kapten fouron dan dirawat disana. sementara icarus menyelidiki dari mana datangnya aliran listrik.


icarus menghampiri para pelaut yang memeriksa anjungan kapal.


"apa yang kalian temukan?"


"aliran listrik itu ternyata berasal dari batu ini tuan."


icarus memeriksa batu itu.


"inikah batu berharga yang berasal dari kedalaman bumi itu."

__ADS_1


sudut pandang berpindah ke belahan bumi yang lain.


torga si topeng singa masih menunggu kontak dari klee alias jacob ripe.


__ADS_2