Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 70 : Kedatangan Torga


__ADS_3

ripe dan arlong bertarung dengan sengit sampai sampai rekan mereka kesulitan memberi bantuan.


echidna melaporkan penyerangan kapal induk kepada semua anggota black leaves yang tersisa termasuk rouge yang seorang tentara bayaran.


echidna memberi perintah kepada semua komandan untuk segera menghabisi musuh yang mereka hadapi dan bergegas kembali ke kapal induk.


noir tidak mendengar pesan itu karena alat komunikasi miliknya sudah hancur terinjak sementara goliath tidak mendengar pesannya karena dia sudah ditangkap oleh divisi 0. satu satunya komandan yang mendengarnya hanya swordfish yang sedang melawan para hunter tingkat tinggi.


"tampaknya keadaan mulai berbalik. aku harus segera pergi dari sini" rouge berencana untuk kabur dari medan perang. namun saat dia membalikkan badannya muncul sesuatu yang sangat buruk.


"mau kemana tuan rouge?"


"komandan torga! jadi kau sudah sampai disini"


torga datang sebagai bala bantuan untuk the hunter bersama dengan kepala pelayannya. dia sekarang akan menangkap rouge.


"tidak ada dendam diantara kita kan? tuan torga? rouge berusaha berdamai dengan torga.


"secara pribadi memang tidak ada. tapi karena kita berbeda aliansi, aku jadi tidak punya pilihan selain menangkapmu" jawab torga.


"kalau begitu aku akan membunuhmu torga!" rouge memasang kuda kuda.


"itu mustahil bagimu" ucap torga dengan santai.


si kepala pelayan maju menggantikan torga.


rouge melayangkan tinjunya dan si pelayan menahannya dengan pedang pendek yang dibawanya.


"buaak"


si kepala pelayan terpental dan pedangnya hancur berkeping keping.


"kuat sekali.. " pikir si kepala pelayan.


saat itu rouge berubah ke bentuk nyarla setengah matangnya yang membuat kepalanya berubah menjadi kepala semut merah.


"seekor semut bisa mengangkat beban yang beratnya puluhan kali lipat berat tubuhnya. apa kau juga begitu?" tanya torga.


"maaf ya, itu privasi!"


rouge dengan pedenya menyerang torga.


"grab" tinju rouge dihentikan oleh torga dengan satu tangan.


"harusnya kau tahu aku seorang hybrid nyarla tuan rouge" ucap torga.


"seranganku tidak hanya itu" ucap rouge.


semut semut peluru berukuran jumbo keluar dari balik baju rouge lalu merayap ke tangan torga.


torga melayangkan cakarnya tapi berhasil dihindari oleh rouge.


"ahhh!" semut peluru menggigiti lengan torga. semut semut itu tidak mau melepaskan lengan torga meski sudah dihantamkan ke tanah berkali kali.


"sampai jumpa torga!"


rouge segera melarikan diri tapi dia terkejar oleh si kepala pelayan.


"the hunter akan memenangkan perang ini! tidak peduli sekuat apapun kalian, kemenangan akan ada di pihak kami" teriak si kepala pelayan.


"apa pedulimu dengan the hunter?!"

__ADS_1


"!!"


rouge tiba tiba terjegal oleh sebuah kawat besi. duri dari kawat besi menancap di kakinya hingga membuatnya tidak punya pilihan selain membunuh si kepala pelayan.


"apa kawat ini berasal darimu?" tanya rouge.


"maaf ya, tapi itu privasiku" kepala pelayan mengembalikan kata kata rouge.


si kepala pelayan memotong lengan kiri rouge tepat saat dia melancarkan tinjunya lagi.


mata rouge terbelalak, dia tidak menyangka manusia yang ada di depannya punya kecepatan serang yang lebih tinggi darinya.


rouge berusaha menjauh dari si pelayan dengan menarik paksa kakinya tapi usahanya harus gagal karena si pelayan menusuknya dengan sebuah pedang


"aku tidak akan kalah!"


rouge mematahkan pedang si pelayan dan membiarkan ujung pedangnya menancap di perutnya. karena jika dicabut rouge akan mengalami pendarahan yang sangat parah.


rouge menarik tangan si pelayan lalu membantingnya, tapi usahanya lagi lagi gagal karena si pelayan berhasil mendaratkan kakinya ke tanah dan balik melempar rouge ke udara.


"manusia ini! kenapa dia bisa memiliki kekuatan yang sama denganku?!"


saat rouge hampir menginjakkan kakinya si pelayan dengan sangat cepat menghampirinya.


rouge yang tidak bisa menghindar di udara pasrah saat melihat mata pedang menghujam dirinya.


"jleb"


torga hanya diam menyaksikan bawahannya menghabisi rouge.


"menyerahlah sekarang tuan rouge!" ucap si pelayan.


tubuh rouge kini tergantung di ujung pedang si pelayan tanpa kaki dan tangan.


seperti yang dikatakan oleh Sir Near, pertempuran pertama yang akan mereka menangkan adalah di tempat ini.


pertarungan melawan rouge di tentara bayaran sekaligus salah satu petinggi black leaves di balik bayang bayang berakhir dengan sangat cepat.


"man.. nusiaa.. apa kau.. iniih?" tanya rouge.


meski sudah sekarat rouge tetap penasaran dengan manusia yang dilawannya.


si pelayan menatap torga sebelum memberi jawaban pada rouge.


torga menggangguk, mengisyaratkan bahwa di pelayan boleh menjawab pertanyaan dari rouge.


"aku adalah subjek eksperimen manusia. eksperimen itu dinamakan The White Man"


"eksperimen itu sudah dihentikan sejak lama karena bersifat tidak manusiawi"


"aku adalah salah satu produk berhasil dari eksperimen tidak manusiawi itu"


rouge mendengarkan, dia masih hidup meski kondisi tubuhnya sudah berantakan.


si kepala pelayan yang bernama fengying menjatuhkan rouge ke tanah dengan masih membiarkan 2 bilah pedang menancap di tubuhnya.


torga menghampiri rouge..


"kenapa kau bersikeras berpihak pada black leaves?" tanya torga.


"....." rouge tidak menjawabnya dia hanya menatap langit yang gelap.

__ADS_1


"kau adalah orang pertama yang menyambutku saat datang ke basis militer black leaves"


"kau adalah rekan pertama yang benar benar aku kenal saat bergabung"


"kita sering berbagi pemikiran dan membicarakan tentang masa depan setelah perang usai"


"bagiku kau adalah saudara jauhku"


"tapi sejak dulu kau tidak pernah mengatakan alasan kenapa kau bergabung dengan black leaves. jika ini adalah saat saat terakhirmu, aku harap kau mau memberitahuku alasannya sekarang rouge"


"jika ada seseorang yang harus kau lindungi, aku bisa menggantikanmu melindunginya"


meski berekspresi biasa saja torga sebenarnya merasa pilu melihat kondisi rouge saat ini.


sementara itu si pelayan mendengar laporan echidna melalui alat komunikasi rouge.


dengan tenaga yang tersisa rouge berusaha berbicara dengan suara yang jelas.


"aku.. "


"aku setia pada black leaves karena keponakanku ada disana"


rouge mengatakan alasannya berpihak pada black leaves.


torga menundukkan kepalanya..


"siapa keponakanmu? aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya dari black leaves!"


"tidak perlu kau selamatkan.. "


"karena keponakanku adalah Hydra"


"hydra!"


rouge melihat ekspresi terkejut di wajah torga, kemudian dia tersenyum.


"kalau kau mendekatinya kau akan mati. jadi lupakan saja soal keponakanku"


"tidak perlu mengasihaniku. aku akan segera mati. itu adalah akhir dari jalan yang kupilih, jadi lebih baik sekarang kau pergi membantu the hunter"


"pergilah!"


torga menegakkan tubuhnya lalu memberi penghormatan pada rouge.


"suatu kehormatan bisa bertemu dan bertempur bersamamu saudaraku rouge"


setelah mengatakan itu torga dan fengying si pelayan pergi meninggalkan rouge yang sekarat.


sambil berlari si pelayan atau kita panggil saja fengying memberitahu torga soal para hunter yang berhasil naik ke kapal induk musuh.


disaat yang sama di medan perang, swordfish sudah membantai semua hunter yang menghalangi jalannya termasuk seorang hunter inti divisi 0.


swordfish sedang bersembunyi di sebuah bunker milik the hunter untuk memulihkan tenaganya sambil melihat sebuah gadget mini di tangannya.


"akan kukembalikan tinjumu itu hendri graham!"


swordfish keluar dari bunker, kali ini tidak ada yang menghalanginya membantu noir tapi tampaknya dia kesana bukan untuk membantu noir.


dari kejauhan terlihat mammoth noir yang semakin besar tapi bergerak semakin lambat.


"....."

__ADS_1


__ADS_2