
Alarm berbunyi dengan nyaring.
semua orang akhirnya mulai menyadari apa yang telah terjadi.
"sudah dimulai, arachne?"
"....."
"anda yakin laba laba betina itu tidak akan menyerang kita balik, sir?"
"aku yakin. dia tidak akan berani menyerang balik. karena kalau dia melakukan itu dia tidak akan dipercaya oleh siapapun lagi."
"kau sudah mengevakuasi penduduk kan?"
"sudah. penduduk awalnya menolak untuk mengungsi tapi untungnya para tokoh masyarakat bisa mau membantu kita."
"kita harus berterima kasih pada tokoh masyarakat itu nanti. tindakan evakuasi ini diperlukan untuk mencegah adanya korban jiwa dari rencana arachne."
"semoga saja rencana dia berjalan dengan baik."
"saya juga mendoakan yang terbaik untuk mereka."
.....
800 meter lagi menuju keluar kota. tapi nyarla mammoth itu sudah berhasil membebaskan dirinya dari gigitan torga.
di belakang torga, komandan noa berhasil mengejar mereka. dia bahkan membawa beberapa pasukannya.
torga pun membatalkan niatnya sejenak dan kembali ke bentuk manusianya untuk memperbaiki arteri karotisnya yang terluka karena dicekik noir.
torga berkata... "kalau kau ingin pertarungan maka kita akan bertarung di tempat yang terbuka. disini terlalu sempit."
"jangan sok hebat. kau sendiri malah kembali ke wujud manusia."
tiba tiba angin berhembus kencang menghantam torga dan komandan noa di belakangnya.
torga terkejut dengan angin kencang yang menghembus badannya. angin itu ternyata berasal dari tiupan mulut noir.
"apa apaan ini?"
"napasnya sekuat ini dalam wujud manusia?"
noir mengangkat tinju tangan kanannya dan menghantam jalanan semen di kakinya.
tanah di kaki torga terlempar ke udara saking kuatnya getaran yang dihasilkan pukulan noir.
torga pun ikut terpental ke udara. tangan noir memanjang membentuk sebuah belalai lalu menghantam torga dengan sangat keras ke tanah.
torga tertimpa belalai noir. komandan noa dan beberapa tentara dari divisi 1 berusaha menyelamatkan torga dengan menghujani noir dengan peluru.
"tembak!"
dorr! dorr! dorr!
dorr! dorr! dorr!
dorr! dorr!
noir melindungi dirinya dengan belalai di tangan kanannya. sementara torga yang tadi terkena hantaman belalai berhasil selamat dari kematian dengan berubah menjadi nyarla. kini torga siap menyerang lagi.
noir berusaha lari dari kepungan pasukan pemburu sebelum serangan yang lebih besar menghantam dirinya. namun dia merasakan kejanggalan pada dirinya. lehernya terasa keram sehingga sulit untuk memutar kepalanya, transformasinya terhenti pada setengah tubuh, matanya menjadi rabun dan kepalanya terasa pusing dan berat.
komandan noa melancarkan serangannya diantara tembakan peluru. sebuah duri landak yang cukup besar keluar dari tulang belikatnya.
duri itu sepanjang lengan komandan noa lalu dengan otot tangannya yang bisa melontarkan benda dengan kecepatan tinggi, komandan noa menembakkan duri bagaikan sebuah peluru.
zraakk..!!
duri yang ditembakkan menembus belalai noir dan tepat mengenai dadanya. duri itu bahkan sampai menembus ke punggungnya.
__ADS_1
darah berhamburan di punggung noir. duri noa membuat lubang berdiameter 9 sentimeter di tubuh noir.
noir yang sedang tidak bisa bergerak kesakitan setengah mati, sebab organ dalam yang terluka tidak bisa direkonstruksi dengan mudah meskipun berubah menjadi nyarla.
"berhasil... dia terluka...!"
"anda hebat komandan!"
komandan noa mengabaikan pujian pasukannya dan bersiap menembakkan duri berikutnya.
"jangan membunuhnya komandan noa!"
arachne datang menghentikan komandan noa.
"aku tahu!"
"aku cuma akan melumpuhkan kakinya."
noir merasakan pertentangan dalam dirinya. insting nyarlanya terasa menggila, tubuhnya dipenuhi kekuatan namun disaat yang sama tubuhnya mulai mati rasa.
duri itu membuat noir merasakan sakit luar biasa yang sudah puluhan tahun tidak dia rasakan. organ dalamnya hancur, hal itu dapat terjadi karena racun arachne yang menahannya berubah menjadi nyarla mammoth.
"sialan...!"
"tubuhku panas... semangat tempur dan rasa sakit membakar tubuhku..."
"aku harus melawan...!"
noir tidak bisa terima dirinya dikalahkan secepat ini setelah mendeklarasikan perang. dia membiarkan duri menancap di tubuhnya lalu mengangkat belalainya. hanya itu satu satunya senjata yang dapat dia gunakan untuk bertarung sekarang.
"kau tidak akan selamat dari sini, noir." benang sutra arachne melambai di udara karena hembusan angin.
benang yang tampak tidak berbahaya itu memiliki ketajaman yang setara dengan 10 kali lipat ketajaman pedang yang diasah dengan baik.
"bagaimana situasi disana, lisa?"
"tampaknya semua berjalan sesuai rencana arachne, sir."
"suruh mereka agar jangan lengah."
[sir near memerintahkan kalian semua untuk jangan lengah. jalankan rencananya dengan hati hati.]
[kami mengerti.]
[tapi noir belum juga menyerah.]
noir berusaha melawan dengan kekuatan nyarla setengah manusianya. racun yang ada di tengkuknya membuatnya kesulitan bernapas. noir semakin kesal, padahal dia hanya tergigit sebentar oleh arachne tapi efek gigitannya sudah luar biasa menyusahkan.
"bagaimana? apa racunku terasa enak?"
"ARACHNE!!!"
noir memanjangkan belalainya dan mengarahkannya pada arachne. arachne dengan lincah menghindarinya.
arachne menghindari semua serangan noir dengan mulus. benang sutra yang keluar dari ujung telunjuknya sedikit demi sedikit mengiris belalai noir.
noir menyerang dengan serius tapi arachne menghindari serangannya dengan mulus layaknya seorang gadis penari. arachne bahkan mampu melompat cukup tinggi untuk melilitkan benangnya secara manual ke musuhnya.
bruk!
belalai noir akhirnya terpotong oleh benang arachne.
rasa sakit dirasakan oleh noir karena tubuh dan sarafnya belum berubah cukup besar untuk menerima luka seperti itu.
lilitan benang arachne tidak hanya ada di satu lengan namun juga ada di lengan lainnya. sebelum arachne menarik benangnya noir lebih dulu menghempaskan arachne dengan tiupannya yang amat kuat.
arachne terlempar, lengan kiri noir yang terjerat benang pun terkelupas. kulitnya meninggalkan lengannya.
serangan tidak berhenti sampai disitu. komandan noa menembakkan durinya lagi, kali ini tepat mengenai atas lutut noir.
__ADS_1
"AAKKKHHH.....!!!"
luka di sekujur tubuhnya membuat noir mulai kehilangan semangatnya untuk bertarung.
noir menatap tulang lutut kanannya yang bengkok karena duri itu. belum sempat dia menoleh ke depan. torga sudah menghampirinya dan mencakar wajahnya hingga membuat satu matanya buta.
pembantaian itu disaksikan langsung oleh sir near dari flying bee yang bertebaran di seluruh kota.
"matikan jick! aku tidak sanggup melihatnya lagi..."
jick mematikan monitor yang juga sedang menampilkan noir yang dihajar habis habisan oleh aliansi hunter dan arachne.
[reaksi anda itu biasa, tuan graham.]
[karena selama ini anda selalu membunuh lawan anda dengan satu serangan. jadi wajar kalau anda tidak sanggup melihat yang seperti ini.] ucap jick untuk menenangkan hendri.
"bukan begitu. aku tidak sanggup menahan rasa kasihan yang aku rasakan."
[rasa kasihan?]
"mammoth sialan itu sudah membunuh banyak pasukan the hunter. dia bahkan menyerangku dan violet saat perang yaman dulu. tapi sekarang aku malah merasa kasihan padanya."
perasaan kasihan adalah emosi manusia yang misterius. karena rasa itu bisa muncul kapan saja dan tertuju pada siapa saja entah itu apa kawan, orang asing, bahkan lawan. perasaan misterius itu sekarang sedang dirasakan oleh hendri yang membuatnya merasa jijik kepada dirinya sendiri karena mengasihani orang jahat.
[.....]
[hati manusia memang susah dipahami. saya yang sebuah robot tidak akan pernah bisa memahaminya.]
[tapi apa anda tidak penasaran bagaimana nasib noir setelah ini?]
"apa?"
noir ambruk. darah menggenang di sekujur tubuhnya. dia menatap langit untuk terakhir kalinya.
riwayat sang komandan divisi 5 noir pun akan segera berakhir disini.
arachne memperhatikan noir. arachne sengaja melakukan gigitan pertama di tengkuk yang dekat dengan kepala. karena makhluk apapun yang memiliki kepala pasti tidak akan berdaya jika terdapat luka parah di area kepalanya. ya, racun dari gigitan arachne akan memberikan efek yang sangat menyakitkan. dan itu tidak terbatas pada area leher dan kepala saja.
"ukhh... uhuuk.."
"kenapa... begini...?"
"aku..."
"noir... mammoth... kalah semudah ini...??"
para tentara menurunkan senjata mereka. komandan noa dan torga menurunkan tangan mereka.
arachne menghampiri noir yang tidak berdaya.
arachne berkata pada noir yang sekarat.
"jangan khawatir. aku akan membunuhmu setelah semuanya berakhir."
noir tidak bicara lagi. sebelum malaikat maut mencabut nyawanya, arachne lebih dulu menyuntikkan racunnya untuk menyelamatkan noir yang berada di ambang kematian.
saat arachne menggigitnya, noir membisikkan sesuatu.
"kau... bodoh..."
itulah kata terakhir dari noir sebelum dia kehilangan kesadarannya.
arachne memegang noir. bercak hitam mulai muncul di punggungnya.
"tadi adalah dosis yang cukup untuk menjinakkanmu."
"jangan khawatir, kau tidak akan seperti ini selamanya. aku berjanji akan membunuhmu. tapi sebelum itu mari kita berteman dengan baik."
arachne memeluk noir. racun mulai mengkontaminasi tubuh noir dan merubahnya menjadi nyarla yang lebih mengerikan lagi.
__ADS_1
..........