Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 178 : Hadiah Yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

Dua hari setelah misi menangkap Dilhade, Hendri masih menunggu misi selanjutnya. Baik misi dari Sir Near, Red Witch mitra mereka, atau yang lainnya.


Namun bukannya misi yang datang, Ripe dan North malah mendapat malah mendapat tugas aneh dari Komandan Spiral.


Mereka berdua pun bertolak ke kediaman Hendri.


Ripe mengetuk pintu "Hunter Graham, aku membawa titah dari Komandan Spiral." Ucap Ripe.


Hendri membukakan pintu "Titah apa itu Ripe? Ada North juga."


"Ikut kami terlebih dahulu!" Ajak Ripe dengan wajah serius.


"Tidak perlu tegang. Ini bukan latihan bertarung yang biasanya." Tambah North.


Ripe dan North mengajak Hendri bertamu ke sebuah apartemen di luar kota yaman.


"Untuk apa kita kesini?" Tanya Hendri penuh selidik.


"Begini..." Ripe ragu ragu untuk bicara.


"Komandan Spiral sangat kagum dengan hasil kerjamu. Jadi dia memberikanmu bonus, dua gadis perawan yang siap melayanimu." Ucap Ripe sambil


Hendri menunjukkan reaksi yang tidak terlalu baik. Dia bertanya siapa kedua gadis itu.


"Siapa kedua gadis yang kau maksud?"


"Mereka adalah teman temanmu, Violet dan Elena." Jawab Ripe


"Ini adalah kesempatan yang bagus untuk memulai hubunganmu dengan Elena, Graham." Sambung North.


"Kau bisa pakai pengaman ini jika mau." North menyodorkan alat pengaman yang biasa dipasang di alat kelamin pria sebelum melakukan hubungan badan.


"Tidak perlu." Hendri menampar tangan North dengan kasar, lalu masuk ke dalam kamar.


Benar saja Hendri mendapati Violet dan Elena duduk di tepi tempat tidur.


"Eh, dia sudah datang!"


Violet bergegas menghampiri. Hendri bereaksi dengan mendorong dahi temannya itu. Reaksi sebaliknya ditunjukkan oleh Elena. Dia tertunduk malu saat melihat Hendri.


"Kenapa kalian berdua berkumpul disini?" Tanya Hendri seolah belum tahu apa apa.


Hendri menatap tajam kepada Violet. Segera dia menyadari kalau Hendri sudah tahu dan dia tidak senang dengan perintah Komandannya.


"Kau tidak senang?" Tanya Violet langsung ke intinya.


"Mana mungkin aku senang. Kedua temanku disuruh menjadi pelacur." Ungkap Hendri dengan wajah sedih.


"Tapi se*s bebas itu kan hal yang biasa. Di Perancis pun kami sudah biasa melakukannya." Ungkap Violet.


"Jangan bawa bawa kebiasaan orang Perancis kesini Violet. Se*s bebas, mau dilakukan dengan pacar, teman, sahabat, bos, idola, saudara, tetap saja menjadikanmu seorang pelacur! aku tidak akan membuatmu jadi begitu! sekarang juga akan aku datangi kantor Komandan Spiral!"

__ADS_1


Elena terkesima melihat kebijaksanaan Hendri, sekaligus dia bersyukur tidak jadi melakukannya.


Hendri menarik tangan Violet juga Elena. Violet kesal ditolak mentah mentah padahal dirinya sudah berdandan secantik mungkin. Sementara Elena dimabukkan oleh cinta kepada pria setengah pohon di depannya.


"Komandan Spiral pasti khawatir kau kekurangan cinta, karena itulah dia meminta kami menemanimu." Elena berteori dengan hati yang berbunga bunga.


Elena ingin langsung mengutarakan perasaannya tetapi hatinya belum siap.


"Aku akan mengantarkan kalian pulang. Selanjutnya jangan mau kalau disuruh melakukan ini lagi. Kalau ada yang menggangu kalian bilang saja padaku. Akan aku kebiri dia!" Ucap Hendri dengan emosi.


Sebelum benar benar keluar dari kamar, Violet menarik tangan Hendri. Lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Hendri.


"Kalau aku merelakan diriku untuk diperistri oleh, apakah kau akan memperlakukan dengan baik?" Bisik Violet.


Hendri langsung menjitak dahi gadis itu.


"Jadi kau mau main agresif ya." Elena bergumam. Dia menatap tajam ke Violet. Violet yang menganggap itu sebagai tanda permusuhan pun lantas menggurui Elena.


"Apa maksud tatapan yang menyeramkan itu? Kau tidak senang kalau aku menikah dengan Graham?" (Violet)


Elena membalas dengan sindiran tajam "Kau tidak pantas menjadi istri Hendri Graham. Hendri perhatian padamu karena kasihan. Bukan karena kau menarik."


Kata kata Elena menusuk dada Violet. Violet membalas dengan sindiran yang tidak kalah tajamnya "Aku dengar kau ditunjuk jadi tangan kanan Hendri selama misi di jepang. Tapi anehnya walau misi itu sudah berakhir, kau masih saja menempel dengannya. Dasar perempuan genit."


Kedua gadis itu beradu mulut tiada henti. Hendri yang bosan lantas menumbuhkan Lavender di telapak tangannya dengan tujuan menidurkan dua wanita itu.


Siasat Hendri berhasil, Elena dan Violet tertidur lelap usai menghirup aroma bunga itu.


"Sebentar lagi kau akan tamat Arlong! Akan aku balas kekalahanku saat di perang yaman!"


Setelah menggendong Elena dan Violet, Hendri keluar dari ruangan dan bertemu dengan dua teman baiknya.


"Eh, mereka pingsan..!! tidak Mungkin..!! kau bermain sampai mereka kehilangan kesadaran..!!"


Seperti biasa Ripe selalu salah paham dan heboh. Hendri mengabaikannya dan terus berjalan.


"Kurasa tidak begitu. Pakaian gadis gadis itu masih rapi, bahkan make up nya tidak berubah sedikit pun." Bantah North.


"Kau tidak tahu saja, teman kita di Hendri Graham itu adalah orang yang sopan. Setelah menyiksa mereka dengan tongkatnya, dia merapikan pakaian mereka." Ripe hanya bicara asal asalan.


"Aku rasa dia ingin membawa mereka pulang agar bisa die-"


Hendri melemparkan alat kontrasepsi yang dia temukan di kamar ke dahi Ripe.


Sontak Ripe pun kaget dan mengusap dahinya.


"Tutup mulutmu Ripe! Tidak ada yang terjadi selama aku di kamar. Sekarang bantu aku menghubungi komandan Spiral. Bilang padanya aku ingin bertemu."


**


Di markas The Hunter, kantor Komandan Spiral.

__ADS_1


"Komandan Spiral, Hunter Graham meminta izin bertemu." Pinta prajurit penjaga.


"Suruh masuk." Komandan Spiral memberi izin.


Braakk..!!!


Hendri menendang pintu kantor Komandan Spiral.


Kehebohan itu pun menjadi tontonan Hunter lainnya.


"Apa maksudmu menjadikan dua temanku pelacur, Komandan?!" Hendri marah besar.


Komandan Spiral menjawab "Aku hanya ingin kau mendapat perhatian yang layak. Selama ini kau telah bekerja keras. Jadi menurutku kau pantas diberi imbalan."


Hendri berkata dengan penuh emosi "Harusnya kau bertanya dulu, imbalan apa yang aku inginkan..!!"


Komandan Spiral tidak mengerti apa yang membuat Hendri sangat marah. Dia pun lantas meminta Hendri untuk tenang.


Ripe dan North datang tiba tiba.


"Sabar Graham! aku tidak tahu apa yang membuatmu marah, tapi tenanglah!!"


"Dengar Komandan! aku tidak menghargai sedikit pun niat baikmu. Karena aku membenci pemikiran tentang menjadikan wanita sebagai imbalan ataupun hadiah bagi pahlawan perang."


"Itu benar benar tidak bermoral..!!"


"Hmm..." Komandan Spiral berdiri.


"Entah kau ini bijak atau bodoh. Tapi setidaknya kau memiliki karakter." Setelah mengucapkan kata kata itu, Komandan Spiral menantang Hendri untuk bertarung.


"Karena kau sudah menolak kebaikanku, bagaimana kalau sekarang kau yang berbuat baik padaku."


"Apa itu Komandan?" Tanya Hendri.


"Aku butuh pelampiasan. Maukah kau meluangkan waktu untuk satu pertandingan bela diri kecil? toh, tidak akan ada yang terluka."


Hendri yang merasa bersalah karena merusak pintu pun menerima tawaran itu. Keduanya pun langsung menuju ke aura latihan militer, khusus bela diri Systema.


Komandan spiral mengganti sarung tangannya dengan balutan kain, sementara Hendri memakai baton.


"Kalau pakai senjata bukan bela diri namanya." Protes Komandan Spiral.


"Aku tidak jago bela diri. Jadi biarkan aku memakai senjata." Pinta Hendri.


Pertandingan bela diri antara Hendri dan Komandan Spiral pun dimulai.


.......................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................

__ADS_1


__ADS_2