Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 122: Bahaya Yang Menunggu


__ADS_3

Melanjutkan percakapan arlong dan echidna. arlong meminta saran pada echidna bangsa mana yang cocok untuk dibinasakan. bangsa yang dimaksud arlong bisa diartikan sebuah negeri.


"kenapa tiba tiba anda bertanya seperti itu? apa anda punya rencana baru?"


"ini bukan rencanaku tapi rencana valkyrie. tampaknya pembawa bencana ingin segera membangkitkan monster mereka jadi mereka meminta bantuan black leaves untuk memilih negeri dengan tingkat SDM paling rendah untuk dijadikan makanan untuk kebangkitan monster itu."


"menurutmu mana yang lebih cocok untuk musnah antara georgia di eropa atau panama?"


"kenapa dua negara itu?"


"georgia dan panama masuk ke dalam daftar negara dengan tingkat literasi dan matematika paling rendah selama beberapa dekade terakhir."


"sebenarnya ada negara lain yang nilainya lebih rendah di asia. tapi negara itu menghasilkan manusia yang cukup kuat untuk berperang dan kita tidak bisa menyentuh negara negara di benua afrika karena prajurit dan artileri the hunter banyak bersembunyi disana."


"apakah pembawa bencana tidak memberitahu anda jumlah yang mereka perlukan untuk tumbal?"


"setidaknya harus ada 2 juta jiwa. georgia punya hampir 4 juta penduduk tahun ini dan rata rata jumlahnya terus menurun setiap dekadenya. lalu panama tahun ini memiliki hampir 5 juta penduduk. berbanding terbalik dengan georgia, jumlah penduduk panama terus bertambah setiap tahunnya."


echidna sejenak berpikir... "menurut saya pilih georgia saja yang jumlah penduduknya terus menurun."


"kau satu pemikiran denganku. kalau begitu langsung saja aku tetapkan hari pelaksanaannya."


arlong mengirimkan perintah untuk mengumpulkan penduduk georgia di alun alun ibu kota negara mereka. perintah itu akan dilaksanakan 3 hari lagi.


"apa kita akan menumbalkan ke 4 juta jiwa itu komandan? bukankah pembawa bencana bilang hanya perlu 2 juta saja?"


arlong menanggapi pertanyaan echidna dengan santainya seakan ke 4 juta jiwa manusia itu adalah nyamuk yang tidak berharga di matanya.


"pembawa bencana bilang setidaknya. itu artinya 2 juta jiwa adalah jumlah minimum yang mereka perlukan. jadi tidak masalah jika kita memberikan jumlah lebih agar mereka tidak asal melakukan pembantaian."


"....."


mendengar kata pembantaian keluar dari mulut komandan arlong echidna menjadi khawatir.


"komandan... sebenarnya kenapa kita berteman dengan para pembawa bencana itu? bukankah kita black leaves adalah organisasi yang bertujuan untuk mengendalikan seluruh teknologi di dunia?"


"tujuan kita sudah tercapai dan sekarang kita tinggal mempertahankannya dari serangan the hunter. sementara pembawa bencana ingin menghidupkan monster berbahaya yang tidak pernah teridentifikasi oleh umat manusia. kenapa kita membantu mereka membangkitkan monster itu? kenapa kita tidak melawan mereka dan melenyapkan monster itu?"


"saat ini kita belum mampu melawan mereka."


"hah... saya kira kita mampu melawan mereka?"


"red witch yang menyerang the hunter di jepang kemungkinan adalah salah satu pembawa bencana. pasukan clone swordfish yang muncul itupun kemungkinan juga ulah mereka karena tidak ada teknologi yang bisa meng copy manusia segampang itu."


"saat ini kekuatan kita masih di bawah mereka. tapi jangan khawatir, black leaves kita dalam waktu dekat pasti akan melampaui kekuatan mereka."


setelah pembicaraan itu echidna keluar dari ruangan arlong.


"kata kata komandan terdengar meyakinkan. tapi itulah yang membuatku khawatir. aku khawatir komandan tidak selamat saat melawan pembawa bencana nanti. akhh! apa yang aku pikirkan?! komandan arlong tidak akan mati! karena aku adalah tamengnya!"


saat echidna bergumam sendiri dia tidak sadar kalau ada lengan seseorang yang sejak tadi merangkul bahunya.


lengan itu menyentuh leher echidna, lengan yang besar dan kulitnya terasa kasar seperti kulit binatang.


echidna pernah memegang tangan seorang pahlawan perang yang kasar tapi kulit tangan orang itu lebih kasar lagi.


pahlawan perang bertangan kasar itu tidak lain adalah arlong sementara orang yang merangkul echidna adalah sang komandan divisi 6 saat ini.


dia dijuluki sebagai "risastór kolkrabbaverndari hins sprungna heims."


"gurita raksasa pelindung dunia yang retak."


"kraken."


"nama kraken terlalu menggambarkan bentuk nyarlanya..." gumam echidna dalam hati. dia menoleh ke sebelah kiri dan melihat wajah kraken. seorang pria berumur 30 tahun dengan rambut hitam pendek dan mata berwarna biru terang.


kraken merangkul echidna dengan erat.


"selamat datang tuan kraken. maukah anda melepaskanku?"


"haha.. maaf maaf. kau tampil menawan seperti biasanya wakil komandan arlong."


kraken menggoda echidna.


"apa komandanmu ada di ruangannya?"


"ada. biar saya antarkan anda kesana."


echidna melepas paksa lengan kraken tapi kraken menggenggam erat lengan echidna. echidna terganggu dengan kelakuan kraken dia meronta namun itu justru membuat kraken tersinggung dan semakin meremas tangan echidna.


"ahh! komandan darah saya tidak mengalir!"


kraken pun melepaskan genggamannya lalu arlong datang menegurnya.


"jangan ganggu sekretarisku kraken!"


"sebenarnya dia sekretaris atau wakilmu? jangan membebankan banyak pekerjaan pada wanita teman."


arlong menarik tangan echidna menjauhkannya dari kraken.


"ada apa kau datang kesini? kalau kau mau pinjam uang lagi lunasi dulu hutangmu yang sebelumnya." arlong membuka aib kraken dihadapan echidna. tentu saja kraken tidak terima dan balas membuka aib arlong.


"sialan! kenapa kau sinis sekali padaku! kau juga pernah pinjam uang dan tidak kau kembalikan hingga satu tahun kemudian!"


"....!! itu cerita saat aku masih bocah!"


"bla..!! bla..!! bla..!!"


adu mulut antara 2 komandan yang bengis terjadi. echidna hanya memperhatikan mereka.


"sudah hentikan! ada keperluan apa kau datang kesini?!" arlong bertanya dengan nada tinggi.


"huh! apa kau semarah itu hanya karena aku belum bayar hutang? padahal aku kemari untuk melunasinya."


kraken memberikan amplop berisi uang tunai kepada arlong.

__ADS_1


"ya sudahlah, maaf aku membentakmu."


kraken memberitahukan alasan utamanya datang ke markas black leaves cabang kanada. dia datang untuk menyapa teman lamanya arlong dan pujaan hatinya echidna.


"berhenti mengganggunya dasar buaya. echidna tidak tertarik padamu." ejek arlong.


"siapa tahu dia nanti akan tertarik padaku." balas kraken.


"aku bilang tidak akan! kau bukan tipenya!"


"memangnya kau dukun?! laki laki itu asalkan mapan dan punya pekerjaan sebagai pegawai negeri juga sudah cukup!"


"bla..!! bla..!! bla..!!"


mereka lagi lagi beradu mulut. echidna pun sadar kalau arlong dan kraken bukan hanya sekedar rekan atau teman seperjuangan di black leaves. meskipun saling mengejek tidak ada tanda tanda keduanya akan saling menyerang.


brakk!


kraken meninju arlong dengan keras. hal itu sontak membuat echidna menjerit cukup kencang karena dia tidak menyangka mereka akan benar benar berkelahi.


arlong tersungkur. secara fisik kraken lebih kekar dari arlong.


kraken terdiam mendengar echidna menjerit, dia menatap tajam echidna dengan tatapan tajam yang menakutkan.


naluri ular echidna mendesis. dia merasakan bahaya dari kraken yang sedang menatapnya dengan mata yang terbuka lebar.


kraken pun berkata pada echidna yang waspada terhadapnya.


"teriakan kyaa... mu feminim sekali echidna!"


"....."


kraken mengucapkan itu dengan wajah berseri seri sebelum arlong menjatuhkannya ke tanah dengan teknik jujitsu.


"kubilang jangan ganggu dia! kau tidak paham ya?"


arlong dan kraken beradu jujitsu di lantai. echidna sedikit merasa lega karena arlong dan kraken hanya bertengkar kecil yang tidak akan menjadi konflik internal serius di black leaves. tapi kalau terus dibiarkan mereka mungkin akan semakin terbawa suasana. echidna berusaha melelai mereka yang berkelahi seperti anak kecil.


"hentikan komandan! lebih baik kita minum teh bersama di halaman!"


minum teh bersama itu adalah kegiatan yang dilakukan para wanita saat berkumpul bersama. tapi bagi kaum pria yang telah melalui pahit manisnya kehidupan untuk waktu yang lama saling berbagi pukulan adalah tradisi yang harus dilakukan.


meskipun saling memukul karena kesal namun baik arlong maupun kraken tidak ada niat untuk mengalahkan apalagi membunuh, itu hanyalah cara mereka menyapa setelah lama tidak bertemu.


"wakil komandan ada masalah?! kami mendengar anda berteriak?!" para penjaga dari divisi 1 mendatangi tempat itu. echidna merasa malu karena teriakan feminimnya di dengar oleh orang lain.


"tidak ada! pergilah jangan biarkan seorang pun masuk ke ruangan ini!"


para penjaga pun keluar.


"kau lihat tadi? komandan arlong dan kraken bertarung di lantai." ucap salah satu penjaga.


"mereka tidak bertarung tapi hanya bertengkar."


seseorang lewat diantara 2 penjaga itu dengan sangat cepat seperti hantu. para penjaga itu merasakan hembusan angin melalui mereka tapi tidak melihat apa yang telah lewat itu.


namun tiba tiba arlong dan kraken berhenti berkelahi dan mereka menatap ke arah echidna.


"apa.. apa?" echidna kebingungan dengan sikap arlong dan kraken.


"permisi..."


echidna mendengar suara seseorang disampingnya. belum sempat dia menoleh orang tersebut sudah ada di depannya menatap ke arah arlong dan kraken di lantai.


rambut orang tersebut berwarna putih seputih salju dengan panjang hingga mencapai bagian tengah perut dan diikat kuncir kuda dengan ikat rambut mencolok berwarna hitam.


sekilas dari belakang dia tampak seperti wanita tapi bahu lebar, tinggi 180 cm, sebilah pedang dan kharisma yang dia pancarkan membuatnya terlihat seperti pria sejati.


ditambah dengan pakaian militer berwarna hitamnya yang memberi kesan elok pada penampilannya.


orang itu adalah komandan divisi 3 swordfish yang sebenarnya.


bukan swordfish yang ditemui hendri graham di medan perang yaman.


bukan swordfish yang tiba tiba muncul di kastil lampion kitsune.


bukan juga clone swordfish yang menculik dokter mei di jepang.


semua swordfish itu adalah tiruan yang diciptakan oleh terran karena pembawa bencana itu memiliki ketertarikan berlebihan pada swordfish.


swordfish yang asli adalah yang sedang berdiri di hadapan echidna dan kedua komandan.


swordfish menyapa arlong dan kraken dan menanyakan kabar mereka. arlong dan kraken menjawab sambil berusaha mematahkan lengan satu sama lain.


"kalian jelas sehat karena masih bisa bertarung seperti ini."


swordfish mengulurkan kedua tangannya untuk membantu arlong dan kraken bangun dari lantai.


kehangatan terpancar dari swordfish, hal ini dirasakan langsung oleh echidna bahkan arlong dan kraken yang sebelumnya bersemangat bertarung pun dengan ringannya menerima uluran tangan swordfish.


"sang kakak sudah datang..." ucap kraken.


"ada perlu apa datang kesini swordfish? maaf ruangannya sedikit berantakan. tadi si gila ini terlalu semangat bertarung." arlong bicara dengan sopan kepada swordfish.


kraken kesal mendengar ejekan arlong tapi dia menghormati swordfish dan tidak menghiraukan ejekan arlong.


"arlong aku datang kesini karena aku dengar arachne mengkhianati kita. apa itu benar?"


"sebelum aku ceritakan mau minum dulu atau duduk dulu?"


kemudian...


arlong, swordfish, dan kraken duduk di taman belakang markas di atas tumpukan kayu konstruksi yang tersusun rapi. dengan seteko jus jeruk.


para komandan yang duduk di tempat yang tidak lazim itu menarik perhatian para prajurit black leaves.

__ADS_1


echidna juga ada bersama mereka, dia menutup wajahnya.


"komandan... kumohon jaga wibawamu..." ucap echidna pada arlong.


ketiga komandan itu tampak sangat akrab dan benar benar memiliki selera yang sama.


arlong menceritakan semua tentang pengkhianatan arachne dari saat dia mendapat pesan pengkhianatan dari arachne hingga alasannya tidak mencegah arachne berkhianat.


"biar bagaimana pun saat ini kita tidak bisa melawan 10 pembawa bencana. jadi aku menyerah dengan arachne." ucap arlong.


"tapi ada sisi baiknya juga. dengan begini the hunter akan hancur dan kita bisa mengambil alih semua teknologi mereka." ucap swordfish.


"oh ya. ilmuwan di tempatku berhasil menciptakan teknologi yang sama dengan the hunter yaitu mantel kasat mata. tapi yang ini dibuat menjadi sebuah pakaian."


swordfish menunjukkan pakaiannya yang dilengkapi teknologi kamuflase sempurna seperti milik the hunter.


"itu belum cukup untuk menandingi teknologi mereka."


"mereka memiliki meriam laser yang tersisa dari perang yaman. sementara kita memiliki bom anti materi yang 10 pembawa bencana sekalipun tidak bisa ciptakan."


"tapi masalahnya arachne tahu cara membuat bom anti materi."


"......apa!! bagaimana dia bisa tahu?!" tanya kraken.


"karena dia punya cetak birunya saat menjaga laboratorium di eropa."


"the hunter berencana membobol penjara nepal demi mendapatkan apa yang diinginkan arachne. kalau mereka berhasil selamat dari sana kemungkinan besar arachne akan berpihak pada mereka dan memberitahukan formula untuk membuat bom anti materi."


"karena itulah aku ingin kalian semua waspada. cepat atau lambat the hunter pasti akan datang ke eropa untuk mengambil bahan baku bom anti materi."


swordfish mendengarkan dengan serius. kata kata arlong barusan ditujukan paling utama untuk swordfish, karena sekarang swordfish lah yang menjaga laboratorium di eropa.


swordfish berkata dengan percaya diri... "aku akan menjaga laboratorium itu dengan nyawaku. tidak akan aku biarkan the hunter mendapatkan batu electrum dan menciptakan bom anti materi."


"siapapun yang datang entah itu hunter rendah, hunter tinggi, petinggi the hunter maupun para pengkhianat spiral, klee, torga, maupun arachne semuanya akan aku habisi!"


sumpah telah terucap dari swordfish. setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka dengan tenang hingga malam hari.


itulah yang tidak diketahui banyak orang. terdapat kehangatan di dalam organisasi kriminal black leaves.


rintangan yang menghadang jalan pasukan revolusi the hunter terus bertahan bahkan sebelum rencana the hunter muncul.


.....


di sisi lain dunia, hendri graham bertemu dengan gadis kembar dari jepang, kirano bersaudara, yang menanyakan kondisi negara jepang.


[tuan graham, ada panggilan dari markas]


"tunggu sebentar jick. tidak sopan kalau mengabaikan sesama hunter."


hendri menjawab pertanyaan itu dengan singkat.


"negara jepang tidak jauh berbeda dengan saat 4 tahun yang lalu. tapi sekarang ada penyihir menakutkan yang tinggal di suatu tempat di negara jepang. penyihir itu bisa menciptakan manusia dari tanah liat dan ada juga penyihir wanita berbaju merah yang bisa mengeluarkan kobaran api dari tangannya."


"......oh begitu. itu terdengar buruk. terima kasih sudah memberitahu kami hunter graham. ini jeruk mandarin."


kirano miwa memberikan satu kantong plastik jeruk mandarin. hendri menerimanya dengan senang hati karena dia suka jeruk.


"tunggu, nona nona kirano! apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya hendri saat kirano bersaudara akan pergi.


kirano miwa menatap adiknya lalu menjawab kalau mereka pernah bertemu.


"emm... maaf kita pernah bertemu dimana?"


"kami adalah nyarla kucing yang kau temui saat ujian masuk hunter lapangan dahulu." jawab kirano miwa.


"nyarla kucing saat ujian masuk...?"


hendri berpikir sejenak, dia akhirnya ingat.


"jadi kalian berdua adalah nyarla kucing kembar itu?!"


kirano miwa mengangguk.


"kalau tidak salah aku menusuk rahang salah satu dari mereka dan mencakar kakinya. yang mana yang tertusuk itu?"


kirano miwa salah paham dan mengira hendri tidak percaya dengan ucapannya.


"apa kau tidak percaya hunter graham? biar aku tunjukkan padamu."


kirano miwa membuka bajunya.....


"tidak perlu kau tunjukkan! aku percaya kok!"


kirano miwa tidak jadi membuka bajunya.


"hampir saja. aku hampir lupa perubahan nyarla ke bentuk sempurna akan membuat orangnya telanjang bulat. apa jadinya kalau tadi dia berubah ke bentuk nyarla kucingnya? tidak, apa dia tidak malu telanjang di depan umum seperti ini?" hendri terus bergumam di dalam hatinya gara gara fenomena alam langka hampir saja terjadi di depan matanya.


"ahh... aku minta maaf kalau terlalu berlebihan menyerang kalian saat di ujian."


"tidak apa apa, kami juga sama." kirano miwa dan kirano asagiri pun pergi tanpa pamit.


"....."


"orang orang yang aneh..."


hendri mengangkat telepon dari markas.


[kemana saja kau! kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?]


yang menelepon ternyata adalah komandan spiral karena sejak tadi hendri tidak mengangkat panggilan dari staf.


"maaf komandan... tadi ada tamu sesama hunter."


[cepatlah kesini. ini penting.]

__ADS_1


"baik aku langsung berangkat kesana."


..........


__ADS_2