
"saya sudah melaporkan semuanya."
[hemm... terima kasih telah bekerja keras dalam misi ini xiao fengying. tapi dibanding apa yang terjadi pada hendri graham dan assault nyarla, aku lebih tertarik dengan nyarlapostle yang menyerang mu.]
xiao fengying sedang melaporkan temuannya pada sir near.
reaksi yang diperlihatkan oleh sir near tidaklah menarik bagi xiao fengying. tapi akan beda cerita kalau torga yang mendengarnya.
[xiao fengying, apa kau yakin itu adalah nyarlapostle?]
"sebenarnya aku tidak yakin. nyarlapostle harusnya tidak memiliki akal." jawab xiao fengying.
[benar. sudah beberapa kali nyarlapostle muncul di depan kita secara tiba tiba. di yaman, lalu di jepang dan sekarang muncul nyarlapostle kuat di amerika.]
"nyarlapostle biasa bukanlah ancaman serius bagi pasukan kita semenjak mereka kita latih menggunakan pedang. tapi beda cerita jika nyarlapostle seperti yang kau temui muncul di depan pasukan kita."
xiao fengying tidak bisa berkomentar tentang kejadian ini. dia ingin menyelidiki nya terlebih dahulu.
[aku menduga semua nyarlapostle itu berasal dari si penyihir tanah liat yang kita temui di jepang.]
"kalau begitu penyihir clone itu belum mati?"
[kemungkinan entitas misterius itu memang masih hidup.]
"....."
[xiao fengying.]
"iya, sir."
[dalam beberapa hari ke depan kita akan menjalankan operasi pembobolan nepal.]
"jadi hal itu benar benar akan dilakukan."
"bagaimana cara kita masuk ke sana?"
[kita akan menggunakan teknologi yang dimiliki dokter mei. virus komputer yang sangat mutakhir.]
[aku sudah memberitahukan hal ini kepada para petinggi yang lain, setelah berbincang dengan dokter mei.]
[ada 2 cara untuk mengaktifkan virus komputer itu. yang pertama dengan memasukkannya secara langsung ke komputer utama suatu server. atau yang kedua dengan mengacaukan sinyal komputer nepal.]
"bisa anda jelaskan lebih rinci."
[nanti akan aku jelaskan.]
[datanglah ke ruang rapat jam 8 malam besok. kita akan membahas strategi kita untuk menerobos nepal.]
.....
setelah dikalahkan oleh hendri, icarus dibiarkan sekarat di kota tawergha yang berjarak 200 kilometer dari kota tripoli yang merupakan ibukota libya.
sedangkan hendri tiba tiba muntah darah tidak lama setelah naik ke pesawat lagi.
melihat hendri yang terluka parah, xiao fengying pun menyuruh pilot untuk menerbangkan pesawat dengan kecepatan penuh.
hendri pingsan saat sampai di rumah sakit terdekat. xiao fengying pun menurunkan hendri secara paksa dari pesawat hingga merusak beberapa fasilitas kota.
ya...
xiao fengying memberhentikan pesawat tepat di atas rumah sakit tempat hendri di rawat saat ini.
lalu dengan kekuatan harpy eagle nya dia menurunkan hendri, violet dan elena dari pesawat lalu pergi meninggalkan mereka.
hendri melihat tangan kirinya sudah dipasang selang. tampaknya transfusi darah sudah dilakukan padanya.
perban menyelimuti wajahnya, dia baru ingat kalau rahangnya lepas.
"sudah berapa lama aku pingsan?"
"hei violet. bangun.. "
hendri tidak jadi membangunkan violet karena tidak ingin mengganggu tidur pulasnya.
tidak lama setelah itu hendri mendengar langkah kaki.
aneh?
sedari tadi hendri tidak mendengar suara sedikit pun dari luar ruangannya yang menandakan kamar VIP yang dia tempati kemungkinan berada di ujung ruangan atau mungkin letaknya berjauhan dari pasien lainnya.
tapi sekarang ada yang mendekat.
"apakah itu dokter??" pikirnya.
pintu dibuka dengan pelan.
ternyata yang datang itu adalah elena. dia membawa banyak buah tangan. saking banyaknya dia sampai kesusahan membuka pintu.
__ADS_1
elena berjalan pelan. dia mengira hendri dan violet sedang tidur karena itulah dia berjalan pelan dengan maksud tidak membangunkan mereka.
"elena??"
"ahh..!!!" elena kaget hendri memanggilnya.
"aku kira kau sedang beristirahat."
"apa kau selalu kikuk seperti itu?" pikir hendri melihat elena yang mudah kaget.
elena meletakkan buah tangannya di atas meja kaca yang tersedia di kamar VIP itu.
"kau tidak perlu membawa buah tangan sebanyak itu. aku tidak akan sanggup menghabiskannya meskipun sudah pulih." hendri sedikit keberatan untuk menerima buah tangan yang dibawa oleh elena.
tapi elena menjawab kalau buah tangan sebagian besar bukan pemberiannya tapi pemberian para pembantu yang bekerja di rumah hendri di mesir.
"hah..."
"aku tidak menyangka mereka sangat perhatian padaku. sampai jauh jauh mengirimkan buah tangan dari mesir."
elena tidak mengerti apa yang dikatakan hendri. dia pun menjelaskan kalau saat ini mereka sedang berada di mesir.
hendri terkejut.. "aku kira kita ada di yaman. xiao fengying tidak mengantarkan kita pulang ke rumah rupanya."
"dia khawatir akan terjadi hal buruk jika kau tidak segera dirawat. karena itulah dia menurunkan kita di rumah sakit yang terdekat." terang elena.
hendri berpikir, dia sudah lama tidak pulang ke apartemen nya di mesir.
tapi saat ini dia masih bertugas di yaman. hendri membayangkan misi apa lagi yang akan dia lakukan selanjutnya.
kalau tidak salah, dalam waktu dekat the hunter akan pergi ke nepal untuk mengambil sebuah alat.
hendri berusaha menumbuhkan lengan kanannya.
"mau kue kurma graham?"
"tidak. diam sebentar elena. aku harus berkonsentrasi untuk menumbuhkan lengan ku."
"apa perlu aku panggil dokter?"
"iya, tolong panggilan dokter."
darah yang masuk ke tubuh hendri melalui transfusi darah sudah cukup untuk mengganti darahnya yang terbuang dan menumbuhkan lengannya.
kemampuan nyarla hendri meningkat pesat setelah dirinya hampir mati oleh arlong. kini dia bisa membuat ulang bagian tubuhnya yang hancur atau pun terpotong hanya dengan membayangkannya saja.
dulu hendri dapat mengubah darah dan dagingnya menjadi bentuk apa saja yang dia perlukan untuk menyerang maupun bertahan, namun dia tidak bisa mengubah bentuk asli dari tubuhnya.
saat dokter datang hendri sudah menumbuhkan setengah dari lengannya yang hilang.
"wow... itu keajaiban." ucap sang dokter yang kagum.
walaupun prosesnya terlihat sedikit menjijikkan tapi kemampuan ultra regeneration yang dimiliki hendri merupakan salah satu kemampuan yang ingin dimiliki oleh semua orang.
tidak lama kemudian hendri berhasil menumbuhkan lengan kanannya. dia bisa menggerakkan tangan kanannya itu dengan leluasa.
"waaw..."
hendri kagum pada kemampuannya sendiri.
"seandainya aku bisa melakukan hal ini pada violet." pikirnya.
hendri teringat dengan saat saat itu. saat saat yang tidak pernah dia lupakan. saat dimana swordfish menyandera violet dan memotong lengannya.
kalau dihitung sudah tiga kali hendri bertemu dengan swordfish. saat perang yaman, saat di kastil kitsune dan saat pertempuran melawan pasukan jepang.
meskipun mungkin yang dia temui bukanlah swordfish yang sebenarnya tapi hendru merasa kalau dia memiliki suatu ikatan takdir dengan swordfish.
"swordfish..."
"aku melihatnya meledakkan dirinya sendiri. tapi kemudian aku bertemu dengannya lagi dan lagi."
"tidak akan aku ampuni kau karena telah menyakiti temanku."
"teman ku yang cantik dan baik ini menderita karena mu."
elena memperhatikan hendri yang sedang menatap tangannya sendiri, dokter pun masuk ruangan untuk menanyakan keadaan hendri.
"bagaimana perasaan mu tuan graham?"
"jauh lebih baik, bu."
setelah melakukan beberapa pemeriksaan dokter pergi dan menyarankan pada hendri untuk beristirahat lagi.
ngomong ngomong soal beristirahat, hendri penasaran kenapa violet tidak bangun padahal tadi saat pemeriksaan cukup berisik.
"elena, tolong cek kondisi violet. kenapa tidurnya terlihat kaku sekali."
__ADS_1
"iya ya.. sejak tadi dia tidak bergerak sedikit pun."
elena mencoba membangunkan violet.
violet tetap tidak bangun meskipun elena mengguncang badannya.
hendri yang khawatir bergegas bangun dari kasurnya.
"violet, kau baik baik saja."
elena mengecek suhu tubuh violet. betapa terkejutnya elena saat merasakan suhu panas yang cukup tinggi di badan violet.
"sepertinya dia sakit, badannya sangat panas."
"kalau begitu bawa dia ke sofa."
elena menggotong violet ke sofa panjang yang merupakan salah satu perabotan eksklusif kamar ini.
hendri yang sedang memulihkan rahangnya pun meninggalkan tempat tidurnya karena khawatir pada violet.
saat mendekati violet hendri mencium sesuatu yang aneh...
"akan aku panggil dokter lagi." elena mau memanggil dokter tadi lagi.
"tunggu elena."
hendri mendekati wajah violet.
bau yang sangat tajam tercium dari mulut violet.
hendri pun sadar kalau violet tidak sakit.
"sialan..."
"ada apa graham. kenapa kau tiba tiba berkata kasar?"
"perempuan prancis ini benar benar sialan." hendri mengoceh sendiri.
elena tidak tahu apa yang terjadi pada hendri. tapi suasana ini membuatnya takut.
"tenang hendri graham. apapun masalahnya aku akan membantumu. jadi jangan berkata kasar kepada teman sendiri lagi."
hendri tidak mendengarkan ucapan elena. dia melanjutkan ocehannya.
"aku kira perempuan ini berada di sebelah ku karena sedang menjagaku. aku bahkan sampai tersentuh karena mengira dia menjagaku sampai jatuh sakit."
"tapi ternyata..."
"ternyata apa..?? jangan membuatku penasaran."
"dia mabuk berat..!!"
"ehh.. benarkah??" elena tidak percaya violet sedang mabuk.
"apa kau tidak mencium bau alkohol dari mulutnya?"
"yang aku cium adalah bau anggur yang kuat."
"minuman anggur itu ada yang beralkohol. namanya wine." ucap hendri sambil menepuk dahinya.
elena adalah perempuan polos yang dipaksa beradaptasi dengan lingkungan yang keras karena tekanan dari ayahnya yang seorang tentara.
meskipun begitu elena masih mempertahankan kepolosannya. hendri sampai meragukan cerita elena sewaktu menjadi bagian dari militer.
hendri penasaran siapa yang memberikan wine pada violet.
tidak mungkin violet memberinya di jalan. ini adalah mesir, mayoritas umat beragama disini melarang penjualan minuman keras. itu artinya hanya satu orang yang bisa memberikannya.
"xiao fengying..!!"
"apa dia mau merusak reputasi kami di mata masyarakat..?!!" gumam hendri yang sangat marah.
violet tersadar karena mendengar suara kedua temannya.
dalam keadaan yang masih setengah sadar atau mabuk penglihatan violet ke kedua temannya menjadi kacau.
"heeii.. appa kallian berdua... heek..! aktor beauty and the beast...??"
"tidurkan dia lagi. jangan sampai ada orang lain yang melihatnya mabuk."
elena membaringkan violet lagi. namun violet malah menarik dan menjatuhkannya.
hendri mengikat violet dengan tanamannya merambat.
"ikat dia yang kuat hendri graham." ucap elena.
"dasar kau ini, tidak tahu malu..."
__ADS_1
setelah itu hendri dan elena terpaksa menunggu violet sadar hingga tiga jam lamanya.
.....