
sudah lebih dari 3 hari semenjak kontak ripe dan torga terputus.
saat ini torga sudah kembali ke wilayahnya untuk membantu pasukan black leaves melawan pasukan the hunter.
tapi dia hanya melakukan itu di hari hari tertentu karena temannya noir yang juga komandan divisi sangat menyukai peperangan.
dia beberapa kali menawarkan diri mengantikan posisi torga karena saking sukanya berperang.
noir bahkan belulang kali mencoba memberikan posisi komandan divisinya pada orang lain hanya karena dia bosan berada di tenda komando.
selama masa senggangnya torga menghabiskan waktunya untuk melukis. dirinya tinggal di sebuah rumah mewah yang dijaga ketat oleh pasukan bersenjata black leaves.
hari itu torga kedatangan tamu yang tidak biasa.
"siapa anda? dan ada perlu apa?" tanya penjaga rumah.
"nama saya rouge. saya ingin bertemu dengan komandan torga." ucap si tamu.
"tolong lepas topeng anda agar kami bisa mengenali wajah anda." ucap si penjaga rumah.
"karena seseorang tanpa identitas seperti anda tidak bisa sembarangan bertemu dengan tuan torga."
"baiklah. wajah saya sedikit mengganggu."
orang bernama rouge itu melepas topengnya. betapa kagetnya para penjaga rumah saat melihat wajah rouge.
"terima kasih sudah memperlihatkan wajah anda tuan. biar kami antar anda menemui tuan torga."
"terima kasih atas izinnya.."
rouge memasang topengnya lagi, dia berjalan normal tapi tidak bersuara sedikitpun sampai sampai penjaga yang mengantarnya menoleh kebelakang beberapa kali untuk memastikan rouge masih mengikutinya.
"i'm not going anywhere." ucap rouge.
"forgive me sir."
mereka berjalan melewati rumah besar yang estetik itu ke halaman belakang rumah. disana terlihat torga tanpa topeng sedang melukis.
"tuan torga ada yang ingin bertemu."
"suruh masuk."
"kita sedang berada diluar rumah tuan torga." torga yang mengenali suara itu berbalik.
terlihat wajah torga, dia adalah seorang pria paruh baya. dia adalah orang asia, berkewarganegaraan korea selatan.
"tuan rouge?"
"silahkan duduk."
"pelayan, buatkan cemilan dan makanan andalan kita."
"tidak usah repot repot tuan torga."
"tidak apa, tamu adalah raja."
torga mengajak rouge ngobrol di pondok dekat sana.
"maafkan kedatanganku yang tiba tiba ini. apakah saya mengganggu waktu melukis anda?"
"tidak santai saja."
torga memulai percakapan.
"bagaimana kabar putri anda tuan rouge?"
"dia sehat, dia sangat berprestasi di sekolahnya."
"benarkah, itu sangat hebat tuan rouge."
makanan dan cemilan pun datang.
"wah para pelayan anda cepat sekali membuat makanan. daging ini benar benar masih panas."
__ADS_1
"itu adalah daging domba yang dimasak dengan langsung dibakar dan dibumbui saat itu juga. para pelayan disini sangat ahli membuatnya."
"boleh saya cicipi?"
"silahkan.."
"pedas"
"anda suka pedas kan tuan rouge."
"iya. terima kasih untuk hidangan lezatnya. tapi saya datang kesini untuk membicarakan sesuatu yang penting."
"pergilah, kami ingin bicara empat mata." ucap torga kepada semua yang disana.
para pelayan dan penjaga pun pergi meninggalkan torga dan rouge.
"apa sesuatu yang penting itu tuan rouge?"
"saat di perjamuan makan beberapa hari yang lalu salah satu bawahan saya mendengar anda berbicara tentang assault nyarla di telepon."
"apakah anda tau keberadaan assault nyarla?"
mendengar pertanyaan rouge torga mencoba untuk berhati hati dalam berucap.
"aku tidak tau."
rouge memicingkan matanya.
"lalu kenapa anda menyuruh bawahan anda untuk mengikuti assault ke afrika?"
"sial, penjaga itu benar benar menguping.." ucap torga di hatinya.
suasana yang awalnya biasa menjadi canggung. rouge terus memperhatikan gerak gerik torga.
"ternyata dia benar benar tau dimana assault." ucap rouge di dalam hatinya.
torga menundukkan kepalanya seperti orang yang sedang banyak pikiran.
"bagaimana bilangnya ya tuan rouge.."
"saya akui, saya mengirim bawahan saya untuk mematai matai assault nyarla yang menyusup di salah satu kapal barang. tapi saya tidak bermaksud merahasiakannya dari pimpinan."
melihat sikap torga yang tiba tiba berubah rouge berusaha mencairkan suasana, dia mengambil semangkuk makanan pedas yang sudah disajikan dan memakannya dengan lahap.
torga yang sedang serius bingung melihat tingkah rouge.
"aroma makanan ini sangat harum, aku sudah tidak tahan untuk memakannya." ucap rouge dengan senyuman.
sambil masih memegang mangkuk dan sumpit rouge terus bicara.
"maaf tadi saya tergoda aroma makanan."
"mari kita lanjutkan lagi. jika memang anda merencanakan sesuatu, maka anda bisa mengatakannya pada saya. saya bersumpah tidak akan memberitahu orang lain tentang rencana anda."
meski rouge bilang begitu tetap saja torga tidak mau memberitahu yang sebenarnya.
"tuan rouge.."
"ya..?"
"maukah kau mendengar ceritaku singkatku?"
rouge meletakkan mangkuk makanannya.
"jika ini berhubungan dengan pembicaraan kita maka dengan senang hati kudengarkan."
"terima kasih. kisah ini dimulai dari 6 tahun yang lalu. saat itu di korea selatan aku masih seorang manusia biasa. pada suatu hari aku pergi ke sebuah gym untuk olahraga."
"wahhh kau sudah berumur masih rutin olahraga ya itu bagus." puji rouge.
"hehee. disana aku bertemu dengan seorang gadis muda berambut coklat namanya Lee Yin."
"dia sangat cantik. aku jatuh cinta padanya tapi aku sadar aku sudah terlalu tua, jadi aku menjauh."
__ADS_1
"meski begitu, aku malah jadi lebih sering datang kesana untuk sekedar ngobrol dengannya."
"suatu hari lee yin mengajakku pergi ke gym bersama sama, tapi aku menolak karena harus bekerja. tanpa diduga bencana supercell terjadi pada hari itu."
rouge mendengarkan dengan baik meski dia sebenarnya tidak menyukai kisah cinta.
"beberapa wilayah di korea tersapu oleh badai petir, dan yang paling parah kerusakannya adalah wilayah yang jadi lokasi terbentuknya supercell itu."
"kalau tidak salah dulu aku pernah dengar berita tentang bencana alam itu di CNN." ucap rouge di hatinya.
rouge tidak mau mengganggu torga yang sedang serius bercerita.
"aku terus mengkhawatirkan lee yin. saat bencana itu berakhir aku bergegas pergi dan mendapati gym sudah hancur berantakan. aku mencari keberadaan lee yin dan akhirnya menemukannya sedang berlindung di stasiun bawah tanah."
"aku merasa sangat bersyukur, aku bahkan langsung memeluknya saat bertemu."
"semenjak hari itu entah bagaimana hubungan kami semakin dekat. satu tahun kemudian aku melamarnya dan dia menerimaku."
"aku sangat bahagia. aku tidak peduli dengan ucapan orang orang yang menyebutku tidak senonoh karena menjalin kasih dengan gadis muda."
"kami menetapkan tanggal pernikahan kami, dan menunggu dengan sabar, 2 minggu sebelum tanggal pernikahan kami kembali ke gym tempat pertama kali kami bertemu."
"gym itu sudah dibangun ulang karena dulu reputasinya sangat terkenal. meski tempat itu meninggalkan kenangan buruk tapi tempat itu juga meninggalkan kenangan baik bagi kami."
"namun lagi lagi hal buruk terjadi disana. saat kami sedang berolahraga, seorang penjahat tiba tiba menendang pintu dan masuk ke dalam. seorang penjahat berbahaya dengan topeng abstrak, arlong."
"military personnel in your country suck!!"
( personil militer di negara kalian payah!! )
"is there someone strong here?"
( apa ada seseorang yang kuat disini? )
"siapa kau!? berani sekali membuat keributan di seoul!!"
"i don't understand what you're saying."
"cepat telepon polisi..!!"
"dia mendekat..!!"
"arlong dalam wujud manusianya menantang para pria bertubuh kekar di gym. awalnya kukira dia hanya menggertak tapi ternyata dia mampu mengalahkan mereka semua dengan tangan kosong."
"not here either."
"hmm... "
"how about you uncle. are you strong?"
"aku ketakutan saat arlong mendekatiku. lututku lemas dan tidak bisa berdiri."
"does not seem.."
"arlong menendang wajahku, namun saat dia berbalik seseorang menyemprotnya dengan pemadam api, orang itu adalah lee yin. dia menghantam arlong dengan tabung pemadam hingga membuatnya tersungkur."
"ayo kita lari..!!"
"teriaknya. aku dan lee yin lari keluar secepat mungkin. namun arlong dengan mudah menangkap kami."
"someone strong. Congratulations, you have been chosen, Ms."
"arlong menyuntikkan cairan aneh ke tubuh lee yin. setelah itu dia pergi dan menghilang layaknya hantu."
"....."
"jadi torga punya sejarah buruk dengan arlong. tidak sia sia aku datang kesini." ucap rouge dalam hati.
"beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu, kondisi lee yin yang awalnya sehat jadi memburuk. aku membawa lee yin ke rumah sakit, dari hasil x-ray aku terkejut melihat tulang kering lee yin yang berubah menjadi kayu."
rouge yang mulai tertarik dengan cerita torga semakin penasaran.
"tulang kering lee yin yang menjadi kayu tidak bisa diobati, penyakit yang disebabkan oleh cairan aneh itu juga tidak bisa disembuhkan. hingga sampailah di tanggal pernikahan kami, tubuh lee yin telah menjadi kayu seluruhnya."
__ADS_1
..........