Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 48 : Rintangan Terakhir


__ADS_3

"benar aku adalah hendri graham.. aku bisa membaca pikiran kalian"


"jangan bunuh kami... ini hanyalah ujian"


"memang tidak" hendri mengikat tubuh kedua hunter lalu melanjutkan perjalanan bersama timnya


ditengah perjalanan tim hendri bertemu dengan tim tim lain tapi tidak terjadi pertarungan apapun saat itu. mereka membiarkan tim hendri mendahului mereka ke bilik sandera di zona S.


"itu tim hendri graham.. "


"wanita tinggi itu hunter yang menyerang kita sebelumnya kan, kenapa dia malah membantu tim graham?"


"mungkin hendri graham punya orang dalam"


"tentu saja dia punya, kalian lupa siapa kakeknya"


"ngomong ngomong wajah hunter wanita itu jelek sekali ya.. "


"mereka berisik sekali.. " pikir hendri


setelah berlari sekitar 12 menit mereka akhirnya sampai ke bilik sandera.


"sandera terakhir yang kubutuhkan dijaga oleh pak tua itu.. "


hendri datang melalui jalan yang berhadapan langsung dengan pintu masuk bilik sehingga sekarang mereka sedang bertatapan langsung dengan hunter yang menjaga bilik itu.


"kakek tua... "


"hati hati.. dia tampak seperti pelatih militer di negeriku" ucap lucy


"hendri graham... " si kakek hunter bicara


"apa kau mengancam frederica agar memberitahumu lokasi sandera?"


"kenapa semua orang tahu identitasku? padahal aku selalu menutupi identitasku selama perjalanan kesini" pikir hendri dengan heran


"aku yakin kau mengancamnya.. terlihat jelas dari wajahnya yang berantakan"


"pwiiit" kakek hunter memanggil anjing anjing peliharaannya, jumlahnya tidak hanya 1 atau 2 tapi 9 ekor anjing jenis alaskan


"auuk!!"


kesembilan anjing berlarian menyerang mereka, avier menembaki anjing anjing itu tapi semua tembakan meleset. avier tidak bisa menembak anjing anjing si hunter karena mereka sangat cepat dan lincah yang bisa menembak mereka hanya lucy yang seorang sniper berpengalaman. lucy sudah melumpuhkan 2 ekor anjing dengan menembak kepala mereka beberapa kali.


"gerombolan guk guk ini tidak akan berguna melawan nyarla" ucap hendri dalam hatinya


namun ternyata para anjing itu tidak menargetkan hendri melainkan lucy dan avier.


"menyingkir dari sana frederica!" teriak kakek hunter

__ADS_1


"mereka terlalu dekat!" ucap lucy dengan panik


"aahhh!!" tidak banyak tempat untuk menghindar akibatnya lucy digigit oleh para anjing hingga membuatnya tidak bisa bergerak


"lepaskan!" lucy berusaha melepaskan gigitan para anjing tapi lengannya malah robek karena gigitan yang amat kuat sementara avier berusaha menghindari para anjing.


"anjing anjing sialan ini tidak tumbang meski kutembaki dengan peluru karet, apa mereka makhluk eksperimen?" pikir avier, hingga kehabisan peluru pun tidak ada anjing yang tumbang oleh tembakan avier "sial.. "


avier berlari sejauh mungkin dari tempat itu sambil dikejar 3 ekor anjing sedangkan hendri sedang berhadapan dengan si kakek hunter.


"timmu sangat lemah! pria dan wanita dibelakangmu tidak bisa memberi perlawanan apapun pada anjingku!" teriak si kakek hunter sambil terus melayangkan tinju ke hendri


"aku tahu timku lemah, karena itulah aku ada disini untuk menutupi kelemahan itu!"


si kakek mendaratkan pukulannya pada hendri, sedangkan pukulan hendri selalu ditepis olehnya, tiba tiba anjing si kakek terlempar kembali ke dalam bilik.


"bianca!! syukurlah kau baik baik saja" bianca yang baru sadar menolong lucy dari digigit para anjing


lucy melihat bianca yang berdiri kembali meski memiliki luka dalam di kepalanya, lucy merasa malu karena sebelumnya dia menganggap bianca adalah orang yang tidak punya keahlian dan hanya akan membantu sedikit dalam tim namun ternyata malah dirinya yang tidak bisa membantu banyak dan sebaliknya bianca bisa menjadi otot tim sama seperti hendri.


"maaf bianca... aku tidak banyak membantu"


"aku tidak bisa bertarung fisik dan saat skill sniperku tidak berguna aku pun hanya menjadi beban" ucap lucy dengan menyesal


bianca memutar tombaknya dan berkata "kita bicarakan itu setelah ini. angkat senjatamu, kau bisa melumpuhkan mereka dengan senjatamu kan?"


"kalau begitu teruskan seperti itu, lakukan meski lenganmu terluka"


lucy bertanya tanya dalam dirinya, kemana bianca yang aku kenal selama ini? apa dia langsung meriah sifatnya setelah mendengarkan nasihat dari hendri?


"lucy! fokuslah!"


"baiklah serahkan padaku! kita akan membantu ketua sebisa kita"


"door"


tembakan lucy mengenai kepala salah satu anjing tapi itu tidak cukup untuk melumpuhkannya ditambah lagi anjing anjing yang tadi sudah pingsan bangun kembali.


"auuk! aukk! aukk!"


"door"


"peserta perempuan itu bisa menembak anjing anjingku?" pikir si kakek, hanya lengah sesaat saja hendri langsung mencakar tubuh si kakek


"uuhh... lukanya cukup lebar"


"anjing anjing itu menggigit lucy hingga berdarah, jadi harusnya tidak masalah aku menyerang pemiliknya hingga berdarah juga" pikir hendri


hendri menunduk lalu melukai kaki si kakek dengan cakarnya, meski terlalu monoton gerakan sederhana itu sangat efektif untuk melumpuhkan lawan.

__ADS_1


si kakek berusaha menjauh dan disaat itu juga dia melemparkan flashbang,


"klaaang" cahaya terang membutakan mata mereka, hendri masih bisa melihat tapi tidak dengan lucy dan bianca. para anjing menyerang bianca tapi tepat sebelum dia tergigit bianca melakukan sesuatu dengan tombaknya yang membuat para anjing terpental lagi.


naginata kayu yang digunakan bianca berubah warna menjadi silver dan mengeluarkan listrik dari ujungnya. para anjing yang menyerang pun dilumpuhkan dengan setrum.


"begitu ya, peserta perempuan itu punya senjata tempur platinum sepertiku" pikir si kakek hunter


hendri mulai kehabisan kesabaran, dia mengeluarkan cakar panjangnya dan berusaha memotong organ gerak si kakek. si kakek yang tidak dibutakan oleh flashbang menghindari serangan hendri dengan mudah bahkan memberi serangan balik dengan 2 pedang yang dibawanya.


"ujian ini sangat membosankan bukan graham?" ucap si kakek menanggapi hendri yang berusaha membunuhnya


"akan kubuat ujian kelulusan ini jadi lebih seru dan layak untuk diingat" pedang si kakek tiba tiba memancar hawa panas dan mengubah warna mata pisaunya menjadi kuning kemerahan. hawa panas dari kedua pedang itu bisa dirasakan oleh indra deteksi hendri.


"aku Harold Sean, berjuanglah agar bisa selamat dariku hendri graham"


kakek sean berlari menyerang sambil menggesekkan pedang apinya ke dinding hingga membuat sebuah retakan besar. kalau dinding batu saja sampai terbelah seperti itu bagaimana dengan kayu? hendri memilih menghindar dengan memanjat dinding labirin menggunakan akarnya. kakek sean pun marah melihat hendri yang lari darinya.


"maaf ya tapi aku bukan orang bodoh" ucap hendri sambil memikirkan rencana untuk mengalahkan kakek belial


"turunlah! atau aku akan mencincang anggota timmu!" ancamnya


mendengar ancaman itu hendri dengan sekuat tenaga melompat ke lucy dan bianca sambil di kejar si kakek. beruntung hendri bisa mencapai mereka lebih dulu lalu membawa keduanya memanjat dinding labirin.


"apa hunter tua itu mau membunuh kita?" protes bianca


hendri menancapkan akar pohonnya ke dinding labirin dan membuat pijakan untuk lucy dan bianca


"ini tidak akan jatuh kan?" tanya lucy


hendri bertelepati dengan mereka "bianca bagaimana kondisimu?"


"sedikit pusing tapi aku bisa menahannya"


"baiklah dengarkan aku... senjata pak tua itu bisa membunuhku jadi aku akan menggunakan rencana"


"....."


"rencana yang bagus tapi sadis ketua... " lucy memuji hendri


"ngomong ngomong dimana avier?"


"dia lari saat diserang para anjing, kita akan mencarinya nanti"


tiba tiba pedang api kakek sean menembus pijakan mereka dan melukai kaki bianca


di bawah terlihat sean sudah tidak sabar menunggu "cepat turun graham!!" hendri pun melompat turun kehadapannya


"kau tidak seharusnya lari dariku, kekuatan yang kau miliki cukup untuk mengalahkanku" kakek sean menghunuskan pedang apinya yang membara kepada hendri sebagai bentuk tantangan.

__ADS_1


__ADS_2