Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 43 : Lawan Pertama Di Labirin


__ADS_3

"perhatikan langkah kalian! cairan asam itu bisa memercik ke kakimu jika kalian melangkah terlalu keras" lixia memperingatkan anggota tim yang lain


"lewat jalan mana ketua?" tanya avier kepada hendri


hendri membawa mereka melalui jalan sebelah kiri agar tidak bertemu dengan tim pemuda mesir yang berada di jalur kanannya.


labirin itu merupakan bekas dari pertambangan air mineral yang kemudian ditinggalkan pada tahun 1980 karena aliran merkuri yang tiba tiba membanjiri tambang.


tambang raksasa yang dialiri merkuri itu memiliki panjang 3,2 km dan luas 1,9 km. di periode tahun 2020 - 2030 saat teknologi berkembang pesat pemerintah mesir berencana memperbaiki tambang itu dengan cara menguras habis merkuri di dalamnya menggunakan pipa Mobilium yang dimiliki amerika. sehingga terbentuklah kerjasama amerika dan timur tengah dibidang militer dan pembangunan.


dengan berhati hati tim hendri menyusuri labirin untuk menemukan sandra.


"tidak perlu berlari cepat, kita harus menyimpan tenaga untuk bertempur" ucap lixia


"kami punya waktu 6 jam di ujian ini. aku mau lihat apakah kami bisa menemukan sandera jika bergerak dengan kecepatan sedang seperti ini" pikir hendri


beberapa menit kemudian bianca menemukan sebuah jejak kaki


"ketua ada jejak seseorang disini"


"dilihat dari kedalaman jejaknya orang itu tampaknya sedang berlari" ucap lucy


"hanya ada satu jejak, kemungkinan ini jejak seorang hunter"


hendri memerintahkan timnya untuk mengikuti jejak itu. menurutnya jejak itu sengaja dibuat untuk menjebak para peserta yang kebingungan di labirin.


setelah berjalan beberapa menit serangan datang dari arah samping "syuut" sebuah anak panah melesat dan hampir mengenai wajah avier.


"sialan!! siapa itu?!" teriak avier


dari balik dinding labirin keluarlah tim lain yang juga sedang mengikuti jejak kaki di tanah.


"apa kalian memiliki sandera?" tanya ketua tim itu


"kalian menembakkan anak panah ke wajah seseorang hanya untuk bertanya? jangan bercanda!" ucap lixia dengan marah


"whooah.. apakah kau ketua timnya wanita cina? apa graham menyerahkan posisi kaptennya karena dia bisu?" ejek si ketua tim


"izinkan aku mengalahkan mereka ketua" avier meminta izin pada hendri


"biar ku bantu, kau tidak bisa mengalahkan mereka sendiri" ucap hendri melalui telepati


"kalian memilih lawan yang salah" ucap avier dengan sombong sambil mengganti senjatanya dengan 2 baton.


"lucy, simpan saja pelurumu.. biar mereka berdua yang maju" ucap lixia


"tapi mereka 2 lawan 6"


"tidak masalah, aku pernah latih tanding dengan mereka 2 hari yang lalu. mereka cukup hebat. ayo kita menyingkir dulu.. "


hendri dan avier berjalan dengan santai kearah tim lawan


"kalian terlalu percaya diri. meskipun hanya peluru karet rasa sakitnya cukup untuk membuat kalian menjerit"


di ujian ini peserta boleh menggunakan senjata api asli tapi peluru yang digunakan harus peluru karet agar tidak memberi cedera fatal. para peserta juga dilarang keras membunuh peserta lainnya meski tidak disengaja. asam sulfat yang digunakan di ujian ini pun sebenarnya hanya mengandung korosif sebesar 40% sehingga luka bakarnya masih bisa disembuhkan dengan cepat.


hendri berlari di depan avier disusul avier yang mengikutinya dari belakang


"door"


"door"


"door"


"plak"


"plak"


"plak"


peluru karet tidak bisa menyakiti hendri dan avier yang berlindung di belakangnya

__ADS_1


"buuak" satu musuh langsung tumbang oleh tinju hendri


"dasar lemah!" ucap si ketua dengan marah


avier menyerang dari samping, dia mengincar ketua mereka.


"buukk" baton avier ditahan dengan satu tangan oleh si ketua tim


"armor adalah komponen penting bagi seorang hunter" ucap si ketua sambil tersenyum


si ketua menggenggam lengan avier lalu melemparnya ke dinding labirin.


"uuhh.. orang ini kuat juga dengan fisik seperti itu" pikir avier


hendri mendapat pukulan telak dari musuh yang berbadan besar. hendri membalas pukulannya tapi tinjunya hanya menggelitik si musuh "buaak" tendangan keras mendarat di wajah hendri sampai membuat mundur beberapa langkah


"kami terima tantangan kalian bertarung dengan tangan kosong" ucap si ketua pada avier sambil menekuk jari jarinya


"akan kuhancurkan wajah ratamu yang sombong itu graham" ucap si badan besar


"nyonya lixia bukankah kita harus membantu mereka?!" Li Xiayue adalah orang yang realistis sehingga tidak mungkin dia membiarkan hendri dan avier melawan tim musuh berdua.


"kita punya peran kita setelah ini lucy"


"mereka bukan musuh yang kuat, jadi biarkan kedua pemuda yang punya tenaga lebih itu melawan mereka"


"lagipula ini perintah dari ketua"


lucy tidak protes lagi saat tahu itu perintah hendri.


di pertarungan pertama ini hendri sudah dibuat terpojok oleh 3 peserta lawan yang menyerang bersamaan, begitupun dengan avier yang melawan 2 orang.


"aku harus belajar menang tanpa membunuh. selama ini aku selalu membunuh lawanku untuk menang" pikir hendri yang dikeroyok


"dia sangat gesit meski memakai armor berat.. tenang! aku hanya harus menghantam kepalanya untuk menang" pikir avier yang kesusahan memberi serangan balasan


hendri mencari celah untuk melancarkan serangan balasan, hingga dia berhasil menghindari tinju lawannya dan mencakar perutnya.


hendri melanjutkan serangannya dengan menendang lutut kiri peserta berbadan besar sampai membuat tulang lututnya bengkok.


"aaaakhhh!! hentikan diaaa!!"


2 peserta yang tersisa menyerang hendri secara bersamaan tapi mereka dihajar dengan mudah olehnya.


"kalian yang sejak tadi hanya hit and run mana bisa mengalahkanku" ucap hendri melalui telepati ke kedua peserta lawannya


tanpa hendri sadari si badan besar sudah bangun lalu dengan sekuat tenaga memukul kepala hendri dengan senjata apinya. tidak hanya sekali dia memukul kepala hendri berkali kali hingga membuat senjata itu patah menjadi dua.


"matilah kau assault nyarla!!" teriak si badan besar


si ketua tim yang mendengar kata "mati" mengalihkan pandangannya


"tenanglah Jerry!!" teriak si ketua


"buukk"


"aaahh!!" hanya berbalik sebentar saja sebuah baton sudah melayang ke kepalanya.


"kena juga kau armor sialan, baton yang kulempar barusan sudah kucelupkan ke cairan asam" ucap avier


"jadi bagaimana rasanya?"


si ketua mengambil baton avier "akan kuhajar kau bocah!"


"Roland kau serang dia dari sisi lain!"


"baik ketua!"


"matilah kau!!"


setelah diam saja menerima beberapa serangan hendri akhirnya membalas, dia menerima pukulan lawannya dengan telak lalu menggenggam pergelangan tangannya.

__ADS_1


"dilarang membunuh di ujian ini" ucap hendri melalui telepati


"apaa!! kalian cepat bantu aku!"


kedua peserta yang tadi dihajar hendri bangkit lagi dan kembali menyerang.


"bwooosh" hendri mengangkat tubuh si peserta ke udara lalu melemparkannya ke arah peserta lain yang menyerang.


"awas!"


"uuhh.. "


ketiga peserta itu terlempar dan mendarat di kolam sulfat. tubuh salah satu peserta tenggelam ke dalam kolam sulfat hingga membuatnya sekarat sedangkan 2 lainnya hanya mendapat luka bakar kecil.


melihat ada yang terluka para pengawas ujian bergegas membuka pintu masuk untuk tim medis.


"tim medis itu bergerak cepat ya, tapi kurasa luka bakarnya terlalu parah untuk ditangani oleh peralatan medis biasa" ucap ripe kepada pengawas ujian


"ini sudah biasa terjadi di ujian, tidak akan ada yang mati disini"


"oh begitukah, seingatku kau tidak tahan melihat sesuatu yang seperti ini margaret"


"jangan bandingkan aku dengan diriku sesama kuliah dulu jacob ripe"


kembali ke para peserta ujian "bertahanlah Vincent!" mereka bergegas menyelamatkan temannya.


"aakhh.. aakh.. " rintih si peserta yang sekarat


"kau akan baik baik saja"


"tim medis akan segera tiba!"


si peserta yang terluka lalu menunjuk ke belakang kedua temannya.


saat mereka berbalik hendri mencekik leher keduanya lalu berkata "tenang saja.. terbakar zat kimia tidak sesakit yang kalian kira"


"sialan!!" ucap si badan besar dengan panik


"tidaaakk.. aku menyerah" teriak peserta lain dengan histeris


tanpa belas kasihan hendri menenggelamkan punggung mereka ke kolam asam,


"aaakhh.. "


"hentikaaan!! "


tindakan brutal hendri membuat ripe yang menonton terpana dan membuat para pengawas ujian menaruh rasa takut padanya.


"inilah akibatnya jika kalian berani macam macam denganku" ucap hendri


"ketuaaa!!" si ketua tim tidak memperdulikan teriakan histeris anggotanya karena luka di kepala yang semakin terasa sakit


"sudah cukup! Roland tembak dia!" peserta yang bernama roland mengambil senjatanya tapi saat akan menembak senjatanya dijerat oleh ekor hendri.


hendri menatap peserta itu sambil memegang tubuh kedua peserta lainnya


"a.. aku menyerah.. " ucapnya sambil gemetaran berhadapan dengan hendri, akar hendri pun menjerat lehernya dan menjatuhkannya ke tanah.


"sialan!! aku tidak boleh dikalahkan oleh kedua bocah ini! aku harus menang!" pikir si ketua tim yang tidak peduli dengan anggota timnya


"serang kepalanya graham!!" teriak avier


mendengar teriakan avier, si ketua bergegas menunduk dan melancarkan serangan ke kaki hendri. tapi ternyata itu hanya tipuan avier yang mengetahui kewaspadaannya pada hendri graham.


si ketua tim lalu melompat kebelakang menjauhi avier namun terlambat karena avier sudah berada di depannya lalu dengan sangat kuat menghantam wajah si ketua dengan batonnya.


tim hendri pun menang 2 vs 6.


hendri mengangkat kedua jempolnya ke avier dan avier membalas dengan cara yang sama.


"sekarang mari kita coba cara ekstrem untuk menarik perhatian para hunter" pikir hendri sambil mendekati si ketua tim

__ADS_1


__ADS_2