
Di salah satu kursi toko kue, erika duduk termenung sambil memandangi kue stroberi pesanannya.
"anda terlihat lelah nona. mau saya antar ke ruang bersantai toko kami?" tanya seorang pegawai toko dengan sopan.
"ada ruang santai nya. boleh, tolong antarkan saya kesana."
di ruang santai toko kue.
"sir near mentraktir anda sebanyak ini, pasti anda adalah orang terdekatnya kan?" tanya pegawai wanita yang mengantar erika.
"iya." jawab erika dengan datar.
"nona bisa ceritakan pria seperti apa sir near itu??" tanya si pegawai.
erika terkejut mendengar pertanyaan itu.
"kenapa kau ingin tahu itu?" erika bertanya balik.
"soalnya sir near terkenal sebagai pemimpin paling bersih dan terbuka. beliau sering bergaul dengan masyarakat entah itu kalangan bawah maupun kalangan atas. beliau tidak membeda bedakan seseorang apalagi menilai seseorang dengan statusnya. beliau juga pernah beberapa kali membantu masyarakat secara finansial."
masih banyak lagi pujian yang diucapkan oleh si pegawai. erika mendengarkan dengan santai, erika adalah pribadi yang senang bergaul dengan perempuan, karena hal itu erika jadi merasa lebih nyaman saat si pegawai wanita mengajaknya ngobrol.
"pokoknya menurut saya, sir near itu adalah pemuda yang sangat mapan dan teratur. ditambah lagi dia berhasil menjadi pemimpin pasukan perlawanan the hunter."
"saat saya melihat sir near bersama seorang wanita, saya jadi penasaran. jadi beliau sudah punya kekasih?"
"aku bukan kekasihnya." erika membantah. Namun kenyataannya dia memang kekasih sir near. hubungan mereka sengaja dirahasiakan untuk kenyamanan pasangan introvert itu.
"tadi kau bertanya sir near pria seperti apa kan?"
"iya, iya, boleh ceritakan."
"kurang lebih dia sama seperti yang kau deskripsi kan. apa kau mau mendengar cerita tentang pertemuan pertamaku dengan sir near? hmm, siapa namamu?" tanya erika.
"bella. aku mau mendengar cerita kakak!" ucap bella dengan semangat.
erika menyendok es krim ke mulutnya, lalu mulai bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan seorang anak yang sekarang dikenal sebagai sir near.
-mulai dari sini narator cerita berganti menjadi erika-
__ADS_1
aku akan menceritakan bagian bagian yan penting nya saja ya.
18 tahun yang lalu saat keluarga ku pindah ke finlandia. ketika itu musim dingin, aku masih seorang bocah berumur 9 tahun yang polos dan penakut. saat aku bermain di taman pinggir sungai beku bersama adik perempuan ku yang berumur 7 tahun disaat itulah aku bertemu dengannya. sir near.
maaf aku tidak bisa memberitahu nama aslinya.
near adalah anak tetangga yang jauh dari rumah ku. dia sangat nakal, kenakalannya terkenal hingga ke penjuru desa. dia sering membuat anak anak sebayanya menangis karena diganggu olehnya, termasuk aku.
saat itu aku dan adik ku sedang membuat manusia salju, atau boneka salju, atau apalah namanya, sebab yang kami buat hanyalah tumpukan salju yang sedikit berbentuk boneka salju.
ehem..
saat apa yang kami buat sudah setengah jadi, sir near mengendap endap di belakang kami lalu menyiramkan cat hitam ke boneka salju itu. dia menghancurkan boneka salju yang kami buat dengan susah payah tanpa merasa bersalah sedikit pun. aku tahu itu karena dia tertawa girang setelah melakukan itu.
awalnya dia tertawa tapi setelah itu dia mendadak memarahi kami. waktu itu aku tidak mengerti makna dari apa yang dia ucapkan. saat marah dia membentak kami seperti ini...
"siapa yang mengizinkan kalian bermain di pinggir sungai?! anak anak seperti kalian harusnya di rumah saja!! jangan seenaknya masuk ke taman milik orang lain apalagi tanpa ditemani orang tua. jika kalian melakukannya lagi, kalian akan mati..!!"
aku dan adikku ketakutan setengah mati. meski kami tidak mengerti bahasa finlandia karena baru pindah 3 hari, tapi suara kasar dan lemparan benda sudah cukup membuat kami menangis ketakutan. kau tidak salah dengar, sir near kecil tidak hanya membentak tapi juga melemparkan ember cat yang dia bawa ke depan kami dengan kasar.
setelah itu kami pulang ke rumah dan menceritakan perbuatan near. orang tuaku sendiri baru tahu tentang near setelah bertanya pada tetangga. tetangga kami memperingatkan kami agar jangan berurusan dengan sir near dan keluarganya, dan untuk alasan yang tidak aku ketahui ayah ku melarang ku untuk pergi ke taman lagi demi menghindari aku dan adikku bertemu dengan near lagi.
tapi yang namanya anak kecil, semakin dilarang malah akan semakin mereka langgar. tentu tidak semua maka seperti itu, tapi karena ini adalah pertama kalinya dalam seumur hidup ku aku dilarang melakukan sesuatu aku jadi memberontak.
ayah dan ibuku sudah bangun pada jam itu, sehingga aku memutuskan untuk keluar lewat jendela kamar.
aku lupa mengambil sepatu bot ku. tapi karena sudah bertekad aku tidak peduli meski berlari di atas es hanya beralaskan sandal bulu.
di tempat itu. di pinggiran taman kota yang sunyi aku menunggu kedatangan anak tidak tahu diri itu. aku menunggu sambil membuat sebuah iglo (rumah salju bangsa eskimo) untuk bersembunyi kalau kalau orang tuaku mencariku sampai kesini.
iglo ku sudah jadi. aku lanjut membuat sebuah boneka salju yang kemarin di rusak oleh near. bekas kehitaman dari cat yang dia tumpahkan kemarin masih ada di salju.
setelah aku tunggu cukup lama hingga hampir satu jam ternyata near tidak datang. aku baru sadar kalau kemarin waktu aku dan adikku bertemu dengannya itu sekitaran jam setengah 9 pagi sementara ini masih jam 6 pagi. aku tidak menghitung selisih waktu itu.
tidak lama aku mendengar langkah kaki. saat aku melirik keluar lewat jalan masuk iglo ku aku melihat seorang wanita muda tengah berdiri menatapku. dia adalah pembantu di rumah kami. karena rumah ku cukup besar jadinya ayah mempekerjakan beberapa prt.
"nona muda swan. kenapa anda pagi pagi kesini? hari ini sangat dingin, apalagi anda tidak memakai sepatu bot."
pelayan itu sangat mengkhawatirkan aku. aku pun menjawab pertanyaan.
__ADS_1
"aku lagi menunggu anak nakal itu. aku ingin membalas perbuatannya, aku tidak akan menangis lagi saat menghadapinya." jawabku dengan jujur.
"ya ampun nona... ayo kita pulang. saya akan membantu anda menjelaskan pada tuan dan nyonya swan." ajak si pembantu.
kakak pembantu menarik tanganku, tapi aku menolak pulang dan berusaha bertahan dengan memegangi iglo ku. tidak aku sangka iglo yang aku buat lumayan kokoh.
"ayo pulang nona. ayah dan ibu nona tidak akan marah..."
"tidak mau. ayah selalu mengajarkan ku untuk menghadapi orang yang menggangguku..!!!"
kami tarik menarik saat itu. entah kenapa, kenangan itu terasa lucu bagi diriku yang sekarang.
"kalau pulang sekarang aku akan dimarahi tanpa sempat melakukan apa apa..!! jadi aku ingin membalas perbuatan anak itu dulu baru pulang..!!" kataku.
"anda tidak akan bisa membalas anak itu, sebab dialah yang meminta saya kemari..!!"
mendengar itu aku langsung terdiam.
"apa katamu? anak itu yang meminta mu kemari?"
"anak yang ingin anda temui itu lah yang memberitahu saya kalau anda ada disini. sepertinya anak itu sudah memperkirakan rencana anda makanya dia tidak menunjukkan dirinya. karena itulah, ayo kita pulang dulu. nanti akan saya bantu anda menghadapi orang tua anda."
aku benar benar merasa kecewa saat itu. karena tidak bisa apa apa lagi aku pulang ke rumah. pembantu yang menjemputku ternyata membawa sebelah sepatu bot ku, dan membuat seakan akan sepatu itu tertinggal di luar. berkat itu aku jadi bisa beralasan mengendap endap keluar untuk mencari sebelah sepatu bot itu.
karena aku gagal memancing near datang. aku memutuskan untuk mendatangi rumahnya.
hari itu juga, setelah mandi dan sarapan aku menyiapkan perbekalan untuk pergi ke rumah near.
aku tidak pergi sendiri, kakak pembantu juga menemaniku dan membantuku berbohong pada ayah dan ibu. setelah semua persiapan beres kami berjalan menuju rumah near yang cukup jauh.
sesampainya di rumah near kecil. aku bisa melihat kalau rumahnya lebih kecil dari mayoritas rumah penduduk yang ada di desa ini.
aku dan kakak pembantu bersembunyi di pepohonan samping rumah.
"kita datang hanya untuk melihat saja nona. sebaiknya jangan bertamu ke rumah anak itu." kata kakak pembantu.
"iya. aku paham. aku hanya ingin melemparkan tomat dan cabe ini ke wajah anak sombong itu." jawabku.
jam 11 siang. tidak lama kami menunggu seorang bapak keluar dari rumah yang pintunya depannya terbuka.
__ADS_1
bapak itu sangat gemuk, penampilannya tidak terawat, dan wajahnya sangat jelek. di tangan kirinya aku bisa melihat near kecil yang wajahnya babak belur.
ayah sir near adalah pensiunan tentara yang kecanduan alkohol. saat itu aku masih tidak mengerti betapa malangnya nasib sir near kecil.