Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 40 : Rekaman Dari Masa Lalu


__ADS_3

Mesir, 26 November 2063


ujian kelulusan sesi ketiga untuk divisi lapangan akan berlangsung besok hari.


warga mesir yang sudah akrab dengan mekanisme ujian lapangan the hunter mengosongkan beberapa wilayah untuk kelancaran ujian.


hendri sedang berjalan jalan seorang diri di kota. tidak seperti yang dibayangkan olehnya warga mesir yang melihatnya tidak memaki ataupun menjauhinya, mereka memperlakukan hendri layaknya manusia biasa.


"tidak ada yang menarik di kota ini, soalnya aku tidak bisa melihat dengan jelas dan violet juga tidak bisa menemaniku"


"jarak kota ini dari perbatasan hanya beberapa kilometer, apakah ini kota yang khusus dibangun oleh the hunter.. " beberapa pertanyaan muncul di kepala hendri.


kota itu cukup modern, ada berbagai transportasi modern seperti di abad 21. berbeda jauh dengan kondisi amerika yang terasa seperti abad ke 16.


"black leaves menghancurkan amerika untuk mengurangi ancaman, lalu menghancurkan beberapa kota maju di seluruh dunia dan mengambil alih negeri itu"


"beberapa negara kuat yang sudah dikuasai oleh black leaves adalah rusia, jerman, inggris, jepang, korea selatan dan utara"


"sedangkan the hunter menguasai mesir, yaman, dan sudan"


"fakta ini semakin membuatku yakin bahwa black leaves tidak serius melawan the hunter"


"ladang merkuri itu memang ampuh untuk membunuh musuh yang mendekat tapi tidak akan berguna jika musuh mengirimkan senjata seperti misil kendali"


tanpa sadar hendri menabrak seseorang di depannya,


"ya ampun, aku terlalu banyak berkhayal.. bagaimana caraku minta maaf?"


hendri terkejut saat tahu orang yang dia tabrak adalah Eden Burg, rekan timnya yang bermasalah. mereka bertemu di depan sebuah toko kurir pengantar barang.


dengan buku hendri mencoba bicara dengan eden burg "forgive me friend" tapi tidak dihiraukan.


eden burg pergi dari sana tanpa bicara sepatah katapun, tapi hendri menghalangi jalannya.


dia menunjukkan catatan "jangan lupa kau masih anggota timku"


"aku tidak sudi dipimpin oleh bocah yang buta dan bisu sepertimu"


"aku tidak akan bergabung denganmu, jadi berhenti mengikutiku jika tidak ingin lehermu patah!" setelah mengancam dia pergi


"huuh.. dasar kasar" mood hendri seketika menurun, dia memutuskan untuk kembali ke apartemen


saat memasuki kamar apartemennya, hendri terkejut mendapati ruangannya seperti kapal pecah.


ternyata lucy dan bianca berkunjung ke apartemen hendri untuk berbincang, tapi karena hendri tidak kunjung datang mereka berbincang dengan violet dan berakhir dengan perang bantal.


"selamat siang tuan sibuk"


"apa lari pagimu lancar?" tanya violet


"maaf kami datang tanpa memberi kabar ketua"


"jangan khawatir, aku akan membereskan kekacauan ini" ucap lucy sambil memungut isi bantal


hendri sangat ingin memarahi violet yang membawa masuk tamu tanpa izin darinya, tapi biarlah.. lagipula dia punya maid yang bisa disuruh suruh.


setelah semua kembali rapi hendri mempersilahkan lucy dan bianca duduk.

__ADS_1


"jadi ada apa" tulis hendri


"kami baru saja dapat info soal sesi ke 3" ucap lucy


"katanya kita akan dimasukan kedalam labirin yang sangat luas di bawah tanah dan diberi waktu 5 jam untuk menemukan sandera"


"kata siapa itu?"


"kata ayahku, beliau adalah seorang pemburu lapangan dari divisi 6"


"tim kita mungkin akan bertemu dengan ayahku di ujian nanti" ucap lucy dengan bangga


"kurasa informasi ini bisa dipercaya" pikir hendri


"sekarang aku tidak perlu memikir apapun lagi"


"aku sudah menyusun formasi tim, dan anggota timku pun hanya 4 orang. sekarang aku tidak perlu memilih siapa yang akan tinggal"


"tapi bagaimana jika tim yang kekurangan anggota akan didiskualifikasi? haruskah aku bertanya langsung ke panitia ujian mengenai hal ini?"


hendri berpikir lalu meminta lucy untuk menanyakan hal itu pada ayahnya, mungkin saja ayahnya tau.


lucy menelpon ayahnya dan ternyata hal itu diperbolehkan, tapi nilai hendri akan dikurangi 10 dari 100 karena gagal meyakinkan anggotanya untuk tetap ikut.


"kalau aku bertemu dengan si eden burg itu lagi kami mungkin akan berkelahi. itu justru akan membuat nilaiku semakin menurun"


"lebih baik kulupakan eden burg"


saat mereka sedang membicarakan ujian seseorang mengetuk pintu apartemen.


violet membukakan pintu ternyata itu adalah ripe.


"boleh aku masuk nona dagger?" ripe bertanya dengan sopan


violet mengalihkan pandangan ke hendri, hendri pun mengangguk.


"sekarang kau punya banyak teman yang manis ya graham"


"ada apa tuan ripe" tanya violet


"aku ingin membicarakan sesuatu dengan graham. tapi kalau dia sedang sibuk sekarang aku akan kembali lain kali"


hendri menghampiri ripe lalu bertelepati dengannya "ada apa? kenapa kau lama tidak kelihatan?"


"aku ini sibuk, apalagi kita sebentar lagi akan menyerbu markas black leaves di cina"


"aku kemari untuk memberitahumu hal penting. apa kau mau mendengarnya sekarang?" ucap ripe dengan lisan


"aku mau, tapi aku tidak bisa mengabaikan mereka. mereka adalah anggota timku"


"kalau begitu kau selesaikan dulu urusanmu dengan mereka, aku akan kembali 3 jam lagi"


"tumben.. biasanya kau selalu mendahulukan kepentinganmu"


"aku tidak seegois yang kau pikirkan"


"ngomong ngomong apa kau sudah pernah ehem.. ehem.. dengan gadis?" candaan yang jelek

__ADS_1


"sudah pergi sana!" ripe pun pergi


"haahh.. untunglah dia tidak berubah setelah pertarungan itu" hendri melanjutkan obrolannya dengan lucy dan bianca dan sekalian memberitahu kemampuan telepati.


obrolan mereka tidak berlangsung lama, alasannya karena lucy tahu siapa Jacob Ripe dari ayahnya. lucy tidak mau kehadiran mereka menghambat pekerjaan jacob ripe. untuk itu mereka pamit pergi


"sampai jumpa ketua, sampai jumpa juga violet" ucap lucy


"sampai nanti ketua dan violet" ucap bianca


"ketua kita ternyata punya koneksi dengan orang hebat ya" kata bianca


"iya, dia memang orang hebat sejak awal sih" jawab lucy


melihat lucy dan bianca sudah pergi ripe bergegas kembali ke apartemen hendri.


"baiklah, bisakah semua pelayan keluar sebentar? kau juga violet"


"darimana kau tahu namaku?" tanya violet


"dari gadis berambut pendek itu" jawab ripe dengan singkat


semua yang di ruangan itu pun keluar meninggalkan hendri dan ripe. ripe mengutak atik jam tangannya lalu memasangkan sebuah chip kecil.


"aku ingin memperlihatkan beberapa rekaman padamu hendri"


"rekaman apa?" tulis hendri


"rekaman yang pertama adalah rekaman misterius yang dulu ditemukan ayahmu Jenderal Aron Graham di laboratorium milik kakekmu"


"rekaman misterius?"


ripe memutar rekaman video dengan jam tangannya sebagai proyeksi, dan terlihatlah video aneh yang dulu dilihat oleh Jenderal Graham dan Jenderal Ache.


video yang memperlihatkan seorang pria berbaju abu abu tengah berdiri membelakangi kamera sambil menatap danau besar yang permukaannya tertutup oleh teratai, lalu sebuah ledakan besar terjadi dan muncullah sosok arlong yang memberi ancaman.


setelah rekaman berakhir ripe menjelaskan isi video itu pada hendri,


"pria bertopeng itu adalah arlong, dia adalah pemimpin tertinggi black leaves"


mendengar itu jantung hendri berdegup kencang, akhirnya dia tahu sosok dari musuh utamanya.


"jika kau ingin membunuh pemimpin black leaves, mulailah dengan membunuhnya dulu karena dia adalah simbol kekuatan black leaves. akan kuberi kau informasi tentangnya nanti"


"yang masih menjadi teka teki adalah bagian ini.. "


"kami masih tidak bisa menangkap pesan tersembunyi dari pria yang menatap danau ini"


"rekaman ini tidak pernah sampai ke petinggi militer amerika di bunker hari itu"


"menurut dugaan kami rekaman ini khusus ditujukan untuk ayahmu atau mungkin keluargamu"


"jadi apakah kau tahu atau mengetahui sesuatu yang mirip dengan rekaman pria ini hendri?"


hendri berpikir sejenak, dan mengingat sesuatu. dia memberitahu ripe melalui telepati


"aku ingat ada sesuatu yang mirip dengan danau teratai itu"

__ADS_1


"apa?!"


"mungkinkah ini adalah petunjuk untuk sesuatu yang besar" pikir ripe dengan penuh semangat


__ADS_2