
cakar kayu melawan pedang api
hendri dan sean menyerang bersamaan, hendri melompat kebelakang sean dan mencakarnya tapi cakar hendri malah terpotong oleh pedang api sean. sean menghunuskan pedangnya dan hampir mengenai wajah hendri, para pengawas ujian yang melihat itu memberi peringatan pada harold sean melalui earphone kecil di bajunya agar jangan sampai membuat peserta terbunuh.
"kakek tua itu punya dendam apa pada profesor graham?" ripe bertanya pada margaret
"entahlah, aku selalu berada disini jadi tidak tahu apa yang terjadi di yaman sana"
tim medis sudah masuk ke labirin dan bersiap di dekat sana.
kakek sean menyerang dengan ganas, kalau saja hendri tidak memiliki insting assault nyarla sebelumnya dia pasti sudah tercincang sekarang. sambil menjaga jarak hendri mengangkat anjing kakek sean yang pingsan terkena setrum lalu melemparkannya.
kakek sean menangkap peliharaannya yang dilempar hendri, namun matanya terbelalak saat menatap ke depan lagi,
"aku tidak peduli bagaimanapun caranya, aku akan menemui kakekku sebagai seorang hunter dan menghancurkan black leaves hingga ke akar akarnya" ucap hendri sambil merentangkan tubuh seekor anjing dengan akarnya
"mau kau apakan anjingku?!"
hendri menumbuhkan kembali cakar di satu jarinya lalu membelah tubuh si anjing menjadi 2.
"jangaaaan!!" kakek sean berteriak dengan histeris
hendri melemparkan tubuh si anjing ke kakek sean dengan darah yang mengalir deras dari tubuhnya.
"kau binatang grahaaaam!!"
"kau sendiri sebagai hunter senior tidak mau mengalah sedikitpun pada juniormu jadi aku juga tidak akan segan segan lagi" ucap hendri di pikirannya
kakek sean marah besar dia melemparkan pedangnya ke hendri tapi hendri malah menangkapnya. pendaratan pedang itu ke tangan hendri tidak mulus telapak tangannya terluka dan kesulitan beregenerasi karena panas yang luar biasa.
sekarang hendri menghunuskan pedang api yang sama ke kakek sean.
"kau dan kakekmu sama saja graham!!"
"kalian merenggut semua yang kucintai" ucap kakek sean dengan menahan kemurkaan
hendri penasaran apa yang dilakukan kakeknya kepada orang ini, tapi dia tidak peduli. hendri mengambil anjing lain lagi dan merentangkannya.
__ADS_1
"jangan lakukan lagi! aku mengaku kalah!!"
hendri terkejut mendengarnya, seberapa berharganya anjing anjing itu untuk sean. tapi kalau memang sean sudah menyerah sekarang maka rencana yang dibuat hendri tidak diperlukan lagi. untuk berjaga jaga hendri membawa anjing sean sebagai tamengnya selagi dia membebaskan sandera keempatnya sementara sean menyelamatkan anjing anjingnya agar tidak ditawan hendri.
lucy dan bianca masih bersiap melemparkan tombak listrik. rencananya hendri akan menggunakan darah para anjing untuk membuat genangan lalu memancing kakek sean ke genangan itu kemudian menyetrumnya dengan naginata atau tombak listrik milik bianca. tapi tampaknya rencana itu tidak diperlukan lagi.
kakek sean menatap mayat anjingnya lalu berkata "keluarga graham adalah pembawa bencana"
hendri menyusun puzzle untuk membuka kunci dan saat kunci dibuka si sandera berteriak menyuruhnya untuk lari.
tanpa disadari sean sudah berada di belakangnya "matilah kau pembawa bencana" "zraaassh" sean menebaskan pedangnya dan kena sasaran.
disaat yang menegangkan itu avier akhirnya kembali dengan berlumuran darah dan hampir kehilangan kesadaran. lucy menyadari kedatangan avier dan memanggilnya dari atas sana "avier! apa yang terjadi padamu?!" avier ambruk sebelum sempat menjawab pertanyaan lucy
"jangan turun dulu lucy! hunter itu akan membunuhku kita jika kita turun"
"kenapa begitu?"
"lihatlah" lucy melihat kembali ke sean dan hendri, hendri berhasil menghindari tebasan sean namun naasnya tebasan itu ternyata mengenai sandera yang akan diselamatkan oleh hendri tetap di lehernya.
sean syok melihat kondisi orang itu yang mulai kejang kejang karena luka lebar di lehernya, saat itu juga tim medis datang dan berusaha menolong si sandera yang menjadi korban amukan sean.
"minggir hunter sean! kami tim medis" sandera yang sekarat diberi pertolongan pertama meski tampaknya sudah terlambat, avier juga mendapat pertolongan dari tim medis.
kemarahan hunter sean mulai mereda saat merasakan sakit, namun saat dia melihat hendri kemarahannya meningkat lagi. entah karena perkara apa hunter sean sangat ingin membunuh hendri sampai menolak perawatan dari tim medis.
"tenanglah hunter sean!" ucap salah satu dokter disana
sean mengambil pedangnya lalu berusaha menyerang hendri lagi namun tepat saat itu sebuah rantai muncul dan menjerat leher hunter sean.
"siapa sih yang mengizinkan kakek sean ambil bagian di ujian ini?" miqdad datang dan menghentikan amukan sean.
"lepaaaskan.. akuu miqdaad... " miqdad menjerat leher sean dengan erat sama seperti yang lucy lakukan padanya sebelumnya
"tidak akan kulepaskan hingga kau kubawa ke tempat aman"
"haahhh... gara gara tingkahmu yang temperamen itu aku terpaksa meninggalkan pos ku dan berlari kesini"
__ADS_1
"bius dia!" sean pun dibius oleh tim medis sementara si sandera yang sekarat berhasil selamat dari kematian karena lukanya telah ditutup.
"waah... bagaimana cara mereka menutup luka sedalam itu?"
miqdad mendekati hendri dan berucap "luka seperti itu tidak berbahaya jika cepat ditutup. tim medis yang ada dihadapan kita saat ini adalah salah satu yang terbaik dari aliansi antar negara dahulu"
"begitu ya.. setelah kupikir pikir the hunter tidak buruk juga, pengguna tombak dengan perisai tidak terlihat, nyarla kelelawar bersuara nyaring, kucing kembar raksasa, lalu kakek tua berotot dengan pedang lahar"
"masing masing dari itu cukup untuk mengalahkan nyarla penjaga perbatasan" pikir hendri
"selamat karena sudah lulus ujian graham, jadi berapa sisa anggotamu?"
hendri menunjukkan 4 jari
"baguslah kau tidak kehilangan anggota lagi setelah melawanku" ucap miqdad
"kaulah yang membuatku kehilangan 1 anggota timku"
"akan kubalas perbuatanmu pada lixia nanti" pikir hendri
dengan ini tim hendri graham dinyatakan lulus ujian dengan waktu 1 jam 36 menit. setelah mendapat perawatan di tangannya hendri menurunkan lucy dan bianca, lalu keluar labirin bersama tim medis.
di ruang perawatan, mereka berada di satu ruangan yang sama. lixia mengalami geger otak berat karena pukulan bertubi tubi pada titik yang sama di kepalanya, avier menderita infeksi gigitan anjing di sekujur tubuhnya, bianca mengalami geger otak ringan dan luka bakar parah di kakinya, lucy menderita infeksi gigitan anjing seperti avier, dan hendri menderita luka bakar berat di tangannya.
"....."
keesokan harinya ujian sesi ketiga sudah berakhir, tim yang lolos di sesi ketiga ini ada 12, sekarang perwakilan dari setiap timnya dipanggil untuk berkumpul di ruang pengawas.
hendri dan lucy datang mewakili timnya, disana ada ripe, margaret dan pengawas ujian lainnya yang memberi selamat kepada para calon hunter.
"kami ucapkan selamat kepada para peserta yang lulus sesi terakhir ini terutama untuk para ketua yang berhasil menjaga anggota timnya"
"para ketua silahkan maju 6 langkah"
12 hunter lapangan baru maju ke depan, diantara semua nama ketua yang disebutkan hendri mendengar nama xian lier. si pemuda cina itu juga berhasil lolos malahan nilainya sempurna yang berarti tidak ada satupun anggotanya yang gugur.
para pengawas pun memberikan sebuah tag nama kepada lulusan baru "itu adalah tag nama khusus the hunter, memang biasa saja tapi itu akan membuat kalian lebih dihormati oleh masyarakat disini"
__ADS_1
"akhirnya aku mencapai langkah pertama untuk membalas dendam pada black leaves"