Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 129: Undangan Hunter Asing (Part 3)


__ADS_3

"kami tidak berniat membunuhmu ataupun memaafkanmu. kau adalah bagian dari black leaves tapi kau tidak pernah mengusik kami secara langsung maupun tidak langsung. karena itulah nasibmu sekarang tidak ditentukan oleh kami tapi oleh dokter itu."


"sono hito no dorei ni naru yori mo shinitai." (lebih baik aku mati daripada menjadi budak orang itu.)


"kanojo wa shussho fumei no on'nanokodesu. Kyō demo kare wa 5-kai namae o kaemashita." (dia adalah gadis yang tidak diketahui asal usulnya. bahkan sampai hari ini dia sudah mengganti namanya sebanyak lima kali.)


komandan spiral hanya mengerti sedikit bahasa jepang yang dikatakan kitsune. hanya di bagian 'lebih baik mati' dan 'dia adalah gadis'. beberapa bulan berada di jepang tidak menjamin kau bisa bahasa jepang.


"aku tidak mengerti sebagian yang kau katakan. tapi kalau kau mengira mati itu lebih baik maka sepertinya kau memiliki masalah yang serius dengan dokter mei."


"kau mengerti yang aku katakan?"


kitsune menundukkan kepalanya, diam dan tidak menyahut. kitsune hanya diborgol sepanjang hari di dalam sel penjara khusus itu. dia juga mendapat makanan yang bergizi 3 hingga 4 kali sehari jadinya dia tidak terlalu tersiksa secara fisik maupun mental. tapi perilakunya saat ini sangat aneh, dia seperti orang yang benar benar depresi sampai menghindari semua kontak dengan orang lain.


kitsune menggerakkan jarinya lalu melakukan gerakan gerakan yang tidak jelas sementara wajahnya terus menunduk. bahasa tubuh semacam ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang merasa sangat tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya ataupun kepada orang lain disekitarnya.


kitsune memainkan bibirnya, dia memainkan bibirnya dengan kuat sampai sampai komandan spiral dapat mendengar suaranya.


komandan spiral menebak apa yang sedang dilakukan kitsune. spiral pun menarik rambut kitsune yang sontak mengangkat wajahnya lalu menyumpal mulut kitsune dengan 3 jari.


"mmmpph...!"


"eh! apa yang anda lakukan pak?!"


sipil penjara yang salah paham mengira komandan spiral sedang melakukan kekerasan yang bisa menjadi sebuah pelecehan seksual.


"apa yang ingin anda lakukan dengan wanita mengerikan itu pak?"


kitsune memiliki luka lebar di wajahnya yang membuatnya menjadi buruk rupa.


komandan spiral menatap mata kitsune. kitsune berusaha mengeluarkan jari yang menyumpal mulutnya tapi tidak bisa karena kedua tangannya terborgol.


"jangan bunuh diri."


kitsune bermaksud ingin menggigit lidahnya. jika dia berhasil melakukan itu dan lidahnya putus maka kemungkinan besar dia akan tewas.


sipil penjara yang berjaga pun menyadari kesalahan yang dilakukannya.


".....!! astaga! maafkan aku pak, gara gara terbawa emosi aku lupa memasangkan penahan rahangnya lagi."


si sipil mendekat untuk memasangkan penahan pada rahang kitsune.


".....kau di skors selama satu minggu."


"....."


ucapan komandan spiral membuat si sipil terhenti dari langkahnya.


"maaf pak... "


"kecerobohanmu hampir merusak hubungan yang kita bangun dengan dokter mei. aku akan meminta kepala sipil untuk mengatur ulang jam kerja satu minggu ini."


sementara kitsune menjadi marah karena niatnya untuk mati diketahui oleh spiral. komandan spiral membuka mulut kitsune dengan melebarkan 2 jarinya lalu memasang penahan rahang.


kitsune menjauh dari spiral.


"terserah kalau kau tidak mau makan. tapi jangan coba coba untuk bunuh diri lagi."


"kalian semua dengarkan aku. jangan beri dia makan siang dan makan malam hari ini. aku ingin lihat sampai berapa lama dia bisa bersikap arogan seperti ini."


"tapi... bagaimana kalau dokter dari jepang itu tahu pak?"


"kami dengar wanita ini adalah kerabat dokter itu."


"aku akan bertanggung jawab untuk hal itu. lagipula wanita ini sendirilah yang menolak makanan dari kita."


"baik pak... "


komandan spiral meninggalkan area penjara. kitsune menggerakkan ekor besi yang terpasang di tulang ekornya. kitsune masih berharap dia bisa memiliki wujud setengah rubah seperti tokoh di novel novel fantasy jepang.

__ADS_1


para penjaga penjara yang setiap harinya menyaksikan kebiasaan kitsune itupun menatapnya dengan mata jijik.


dia tidak waras...


itulah yang ada di pikiran mereka.


setelah meninggalkan area penjara komandan spiral bertemu dengan seseorang yang sedari tadi menguntitnya di area penjara.


"berhenti menguntit seperti orang mata mata, apa kau sudah puas berlibur, ripe?"


jacob ripe kembali dari istirahatnya.


"iya.. semangat ku sudah kembali sekarang."


komandan spiral berhenti untuk ngobrol sebentar dengan ripe.


"menurutmu apa dia sudah mati?" tanya komandan spiral tanpa memberitahu siapa orang yang dia maksud.


"maksudmu dia, wanita merah itu."


spiral mengangguk.


"kalau melihat apa yang terjadi padanya harusnya dia tidak akan selamat."


"kecuali jika dia adalah makhluk abadi atau jika dia bisa berpindah tempat dalam sekejap."


"aku benar benar terkejut dengan apa yang kita dapatkan di operasi itu."


"kita bentrok dengan 2 makhluk berkekuatan besar. pertama, pasukan clone yang diciptakan oleh terran siapa lah itu. lalu kedua, penyihir merah yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi gelap dan suram."


"untungnya kita berhasil lolos dari mereka dan berhasil memenuhi tujuan operasi itu."


"kau benar. tuhan selalu ada di pihak kita."


"oh ya, waktu kita pergi ke kediaman isshin, aku melihat sebuah foto keluarga yang menarik."


"ATM mu banyak ya... apa kau rajin menabung?"


"diam kau. jangan bilang ke siapa siapa."


spiral menunjukkan foto yang dia ambil dari kediaman torune isshin dulu.


ripe memperhatikan foto itu dengan seksama "bapak ini sepertinya adalah isshin, benar kan?"


"benar. tapi bukan itu yang poin pentingnya."


"lalu apa? tidak ada yang janggal di foto ini."


komandan spiral berusaha menyadarkan ripe akan sesuatu.


"kau pernah menjadi bagian dari black leaves. kau pasti pernah melihat seseorang yang mirip dengan anak di foto ini."


"hhmmmmmmmmmmmm........... "


sekeras apapun ripe memikirkannya dia tetap tidak tahu mirip siapa anak yang di foto itu.


"aku menyerah... "


"dasar ingatan pendek, anak ini adalah swordfish."


ekspresi ripe langsung berubah saat mendengar nama itu.


ripe mengambil foto yang dipegang spiral untuk melihatnya lebih jelas.


"apa kau yakin? menurutku anak ini sama sekali tidak mirip dengan swordfish."


"ini hanya spekulasi, tapi wajahnya sangat mirip dengan swordfish."


"aku tidak tahu soal ini. ini pekerjaan tim penyidik."

__ADS_1


ripe mengembalikan foto itu.


"spiral, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


spiral mendengarkan dengan serius. ripe adalah tipe orang yang santai. tapi jika dia sudah bicara dengan nada serius itu tandanya ada hal penting yang mau tidak mau harus dia dengar.


ripe tidak berbicara formal pada spiral meskipun secara jabatan spiral lebih tinggi darinya.


alasannya karena ripe suka bertindak semaunya sendiri.


tapi meskipun begitu tidak terlalu dibenci oleh anggota the hunter lainnya karena prestasi yang dia tunjukkan sebanding dengan sikap tidak tahu aturannya.


"tolong jangan terlalu kasar pada kitsune, spiral."


".....? aku hanya menyuruh sipil penjara untuk tidak memberinya makan selama satu hari ini. apa kau kasihan padanya?"


"begitulah. setelah kejadian dia mengamuk waktu itu aku jadi menaruh simpati padanya."


"kalau kau bersimpati padanya pikirkanlah cara agar dia mau bersikap baik selama di penjara."


".....cara untuk membuatnya bersikap baik ya.. "


"aku duluan ya, sampai ketemu lagi."


komandan spiral pergi. ripe mulai memikirkan cara untuk memperbaiki sikap kitsune.


kembali ke hendri dan xiao fengying.


"aku tidak tahu."


"hah.. aku kira kau tahu." ucap hendri dengan kecewa.


"sudah 5 bulan black leaves tidak melakukan pergerakan apapun."


"aku memiliki tim penyidik yang khusus berada di bawahku. saat ini mereka tersebar di eropa, rusia, amerika, dan asia tenggara. namun belum ada informasi penting apapun yang kami dapatkan."


"begitu ya... "


[payah.]


"aku akan menjawab 3 pertanyaanmu lagi, graham. tapi sebelum itu ingin bertanya satu hal padamu."


"apa yang mau kau tahu?"


hendri tidak berbicara formal karena xiao fengying menyuruhnya untuk tidak bicara dengan nada dan bahasa formal lagi.


"aku dengar dari kaki tanganku di amerika. bahwa sang penjaga perbatasan icarus telah menemukan serpihan batu electrum yang dicuri oleh para perompak dari tambangnya."


"icarus, nama yang sudah lama tidak aku dengar. apa yang dia lakukan setelah kejadian itu?" gumam hendri dalam hati.


"apa benar para perompak yang kau temui di tengah badai itu memiliki serpihan batu electrum?"


"ya, bahkan ripe pernah tersetrum batu itu."


xiao fengying berkata lagi "aku dengar kau berjanji akan memulangkan teman gadismu yang bernama violet itu ke tempat persembunyian perompaknya."


"hah! darimana kau tahu itu??"


hendri sedikit syok. itu adalah janji nya dengan violet yang hanya mereka berdua dan ripe yang tahu detailnya.


"aku tahu itu dari seseorang."


"lupakan janjimu itu, graham."


hendri kebingungan, dia lantas bertanya "kenapa?"


xiao fengying menjawab dengan serius "karena rumah temanmu itu sudah menjadi lautan darah."


..........

__ADS_1


__ADS_2