
transformasi ini adalah salah satu hasil latihan di hutan amerika beberapa bulan yang lalu.
"Ggraaaaaggghhhhh!!!" erangan panjang terdengar
"majulah graham!!" tantangan sang assault baru pun diterima
keduanya menyerang bersamaan,
"zraatt.."
"kraakk.."
cakar dan sabit berbenturan, pertarungan jarak dekat pun terjadi. layaknya dua orang samurai hendri dan ripe saling beradu ketangkasan menyerang dan bertahan.
violet mengamati dari jarak 30 meter, keduanya terlihat sama kuatnya dalam pertarungan jarak dekat, tapi bagi violet yang terbiasa melihat pertarungan seperti itu jelas ripe masih lebih unggul dari hendri. dalam waktu kurang dari satu menit hendri sudah menerima beberapa kali serangan meskipun tidak fatal sedangkan ripe belum terkena satu seranganpun.
"jadi ini adalah grim reaper yang menjadi saingan besar kapten leon saat di black leaves"
"tidak heran jika kapten leon kalah olehnya, teknik, akurasi, momentum dan pergerakannya benar benar seperti seorang prajurit veteran. dia menyerang sambil menghindari semua serangan graham"
"transformasi yang dilakukan graham kini hanya membuatnya jadi samsak yang lebih besar"
violet menganggap ripe lah yang akan memenangkan pertarungan,
ripe melompat mengincar kepala hendri, namun serangannya berhasil ditahan. hendri menggenggam erat sabit ripe dan berusaha mematahkannya. namun ripe berhasil melepaskan sabitnya hingga membelah telapak tangan hendri menjadi dua.
hendri terus melayangkan cakarnya ke ripe,
"cakarmu itu bisa membunuhku graham, apa ini menjadi pertarungan hidup dan mati sekarang?" ucap ripe dalam hati
"wussh.."
"kraakk.."
lagi lagi serangan ripe mengenai hendri
"sabitku tidak bisa menembus kulit tebalnya. kalau begitu akan kutunjukkan teknik andalanku"
ripe menjauh dari hendri, hendri yang sudah hafal dengan kuda kuda dari setiap gerakan ripe tidak membiarkannya menjauh, dengan cepat hendri kembali menutup jarak.
dengan ekornya sebagai penyeimbang ukuran tubuh hendri bisa berlari dengan cepat bahkan pijakan pasir pun tidak berpengaruh padanya karena telapak kakinya yang juga membesar. sedangkan agility ripe sedikit menurun saat di medan ini.
hendri kembali melayangkan cakarnya, ripe pun menerimanya
"kraakkk... zraaaattt... " sabit ripe melewati celah antara kuku dan jari hendri, lalu membelah tangannya hingga menjadi dua bagian.
"bagaimana bisa? kenapa dia bisa sehebat ini" kekuatan assault hendri tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan pengalaman bertarung ripe.
__ADS_1
luka diterima oleh hendri kali ini cukup parah. tanpa sempat memikirkan sakitnya ripe sudah lebih dulu menebas leher hendri. darah pun mengucur keluar dari lehernya, situasi menjadi sangat buruk.
"yang benar saja? meski sudah bertransformasi aku tetap akan kalah"
"tidak, aku harus menang, aku harus menang"
violet yang mengamati merasa khawatir, dia berpikir apa yang harus dia lakukan
"bagaimana ini? jika graham sampai terbunuh entah apa yang akan terjadi pada sel selnya yang ada dalam tubuhku"
"tapi kalau aku ikut campur dan menyerang jacob ripe kemungkinan besar dia akan membunuhku. karena aku telah menghalangi pekerjaannya"
keraguan violet semakin menjadi
"apa sebaiknya aku diam saja, karena tidak mungkin aku bisa membantu meski memiliki pistol nuklir ini"
"tidak! aku harus memilih! apa yang harus kulakukan?!"
ketika violet sedang kebingungan kondisi hendri justru semakin kritis, dia sudah kehilangan banyak darah.
"jangan khawatir graham! aku akan membawamu hidup hidup ke the hunter dan komandan torga"
"luka di leher ini sakit sekali, aku sudah tidak sanggup lagi"
hendri mulai sempoyongan, bukan karena luka tapi karena kehilangan banyak darah. saat hendri mulai kehilangan kesadarannya tiba tiba sebuah peluru melesat dari belakang hendri,
tembakan itu hampir mengenai ripe,
"sekarang kau ikut bertarung dagger"
violet muncul dari belakang hendri, dan mencoba menyadarkannya.
"graham!"
"graham!! sadarlah!"
hendri belum jatuh, dia masih mencoba bertahan dengan posisi berlutut sehingga belum bisa dikatakan kalah. tubuh hendri pun perlahan kembali ke bentuk semula.
"kau keterlaluan jacob ripe, kau tidak perlu sampai menyayat lehernya"
"yah.. mau bagaimana lagi, dia juga mencoba membunuhku di sepanjang pertarungan. tapi yang lebih penting apa maksud tembakanmu barusan itu?" violet merasakan aura intimidasi yang kuat dari ripe
"apa kau khawatir pada graham? ataukah kau punya niat membalaskan dendam kaptenmu?"
"tidak, aku hanya mengkhawatirkannya.." violet berkeringat dingin saat berhadapan dengan ripe. jangankan melawan, bertatapan mata dengan ripe yang sedang dalam mode bertarung pun violet tidak berani
"gadis baik.."
__ADS_1
"jangan lakukan itu lagi ya" ucap ripe sambil tersenyum pada violet
"apa kau sudah selesai graham"
hendri tidak merespon
"kalau begitu mari kita sudahi pertarungan ini dan kembali meneruskan perjalanan. hanya tinggal 3 km lagi untuk masuk ke mesir"
hendri masih sadar, dia memegang tangan violet dan berucap
"situasi ini diluar perkiraanku, kau tidak perlu ikut campur, aku akan mengalahkannya"
"aku tidak akan merasa tenang sebelum bisa mengalahkannya"
hendri berdiri kembali, luka di lehernya sudah tertutup.
"tidak perlu dilanjutkan lagi, aku sudah menghubungi the hunter, beberapa anggota mereka akan segera datang kesini"
"graham bilang dia ingin melanjutkan pertarungan apapun yang terjadi"
"katanya dia tidak akan tenang jika tidak mengalahkanmu disini"
violet secara gamblang memberitahukan keinginan hendri pada ripe
"kita lanjutkan pertarungannya nanti saja"
"asal kau tau saja graham, semua nyarla memiliki batasannya masing masing termasuk aku. batasanku adalah tubuhku sendiri"
"otot ototku sudah mulai mati rasa sekarang, ini karena aku menggunakan sabit besar ini terlalu lama. jika kupaksakan bertarung lagi tanganku mungkin tidak akan bisa digunakan untuk sementara waktu"
ripe mencoba meyakinkan hendri untuk menyudahi pertarungan.
namun perhatian hendri teralihkan saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka. hendri berbalik dan mendapati violet sudah pingsan di tanah.
"violet.. apa yang terjadi" hendri mengecek keadaan violet dan menemukan sebuah sumpit di pinggangnya
"senyawa apa yang membuatnya pingsan"
saat memeriksa sumpit, hendri menyadari kehadiran orang lain selain ripe yang tiba tiba muncul di belakangnya. dengan cepat hendri mengangkat violet menjauh dari orang asing itu.
"gadis yang sangat menawan kawan" ucap orang asing itu
"dimana kau menemukannya? aku juga ingin satu yang seperti dia"
seorang remaja berkulit putih, berambut hitam dan memiliki luka bakar di wajahnya tiba tiba muncul dan dengan pedenya bercanda dengan hendri
"jangan galak begitu"
__ADS_1
"namaku north, aku kesini untuk menjemput kalian"