
kobaran api tatara mengubahnya menjadi api unggun.
tatara tertusuk akar yang bercabang di kakinya, meskipun kesakitan tatara tidak mau melepaskan hendri. dengan sekuat tenaga hendri mengayunkan lengannya yang berbentuk pisau jagal yang besar. tatara mematikan apinya dan mengubah lengannya menjadi palu besi. celah itu dimanfaatkan oleh hendri, dia berhasil memegang tatara dengan tangannya yang dilapisi getah.
sebelum tatara membakarnya hendri lebih dulu melapisi tubuh bagian atasnya dengan getah sehingga luka bakar yang dia terima bisa diminimalisir.
tatara berusaha mengubah tubuhnya menjadi zat cair namun tidak bisa karena getah yang menempel padanya.
"jangan bilang kau bisa berubah menjadi air juga.. " ucap hendri
"kalau aku bisa menjadi air, kau pasti sudah aku hancurkan dari tadi." ucap tatara
"kenapa kau memiliki nama graham? apa itu hanya kebetulan? tapi kalau dilihat dari kondisimu sepertinya tidak kebetulan." tanya hendri
"....."
"memangnya nama keluarga itu penting? apakah kau menganggap keluargamu itu penting?"
"hah? apa maksudmu."
"apa keluargamu harmonis sampai sampai kau mempermasalahkan nama keluargamu yang dipakai oleh orang asing?"
tatara malah balik bertanya pada hendri. entah apa yang dipikirkan oleh hendri, dia dengan bodohnya ngobrol dengan musuh di tengah pertarungan. hendri juga samar samar mendengar banyak suara langkah kaki selain di tempat itu. pendengarannya tidak mungkin salah, kemungkinan itu adalah langkah kaki hunter otavio atau mungkin elena yang berada di dekat sana.
tatara menghentakkan kakinya lalu membanting hendri, hendri bangkit lalu balas membanting tatara. mereka saling banting hingga hendri berusaha menusuk wajah tatara. tatara dengan lihai menghindari serangan tersebut dan disaat itu juga dia berhasil melepaskan diri dari cengkeram musuhnya.
"melepaskan diri pun tidak ada gunanya. aku sudah menusukmu belasan kali dan saat ini bilah bilah kayu itu masih menancap di tubuhmu."
getah kayu masih melekat di tubuh tatara membuatnya tidak bisa berubah bentuk karena getah itu membuat tatara tidak bisa mencabut bilah kayu yang menusuknya.
"haha.. aku salah perhitungan. seharusnya aku membawa senjata untuk menyerang dari jarak jauh." pikir tatara
"aku beruntung dia tidak mengetahui rahasia ku. kalau saja dia menjauh dari batang kayu itu aku tidak akan bisa melihat serangannya." pikir hendri
tiba tiba sebuah ledakan besar terjadi dari arah fasilitas. akhirnya bom yang dipasang tatara disana meledak.
"bagus! setidaknya ledakan itu pasti bisa melukai nyarla mantis itu!!"
"!!"
tanpa diduga ripe bersama dengan hunter otavio muncul dari belakang hendri beberapa detik setelah ledakan terjadi. dia berhasil selamat dari ledakan itu, dia dengan cepat menerjang dan menyerang tatara.
"kau kira peledak seperti itu bisa menghancurkan apa saja? dasar bodoh! disana ada banyak tempat untuk berlindung dari ledakan itu!!"
ripe mendorong tatara hingga ke ujung terowongan itu, tatara membanting ripe ke belakangnya, meski berhasil berlindung ripe juga terkena dampak dari ledakan bom terlihat dari lengan kanan ripe yang terluka.
"aku harus menghabisi orang ini! regenerasiku masih bekerja walaupun badanku tertusuk."
ripe melemparkan sesuatu ke tatara, tatara mengelak untuk menghindar namun dia malah terbentur oleh sesuatu yang tidak terlihat.
"apa ini? ada dinding yang tidak terlihat di depanku? tidak bukan. sepertinya ini adalah perisai tidak terlihat."
benda yang dilempar ripe ternyata adalah gauntlet hendri.
__ADS_1
ripe menyerang memutari perisai tidak terlihat dan berhasil menendang tatara. tatara terpojok ke dinding terowongan. dari arah lain hendri hampir mencapai mereka berdua saat ini.
"mereka berdua ini sangat menyusahkan!!"
sekali lagi tatara berubah menjadi manusia obor. ripe terkejut melihat itu, tapi dia bukanlah amatir yang akan ternganga melihat kehebatan lawannya. dengan refleks yang bagus ripe mengambil gauntlet hendri dan mengaktifkan perisainya lagi untuk menahan tatara.
kekuatan tatara di wujud api ini kurang sehingga dia tidak bisa melepaskan diri dari ripe, hendri datang bersama jick lalu melemparkan tombak kayunya ke tatara.
tatara berhasil menghindarinya. dia mengubah tubuhnya menjadi laba laba untuk menghindari semua serangan.
"lihat si venom ini! dia benar benar berjuang untuk melarikan diri." ripe mengejek tatara
tatara berubah kembali menjadi manusia, kali ini dia berubah bentuk menjadi monster berbadan gemuk.
"apa lagi rencananya kali ini?" pikir ripe
hendri melemparkan tombak kayunya tapi tombaknya malah tenggelam ke dalam perut tatara.
"monster babi ini! itu artinya bilah yang aku tancapkan di perutnya juga sudah hilang."
serangan kecil dari hendri dan ripe tidak akan berdampak besar pada tubuh tatara yang kental. tapi tatara malah menerima serangan dari arah lain lagi. dari belakang tatara terkena pukulan telak di wajahnya.
himiko datang seorang diri untuk membantu melawan tatara.
"kau agen pemerintahan kan? kenapa kau ikut campur dalam masalah ini?" tanya tatara pada himiko
"harusnya akulah yang bertanya. kenapa pemerintah mengutus orang sepertimu?"
"oh aku mengerti. tidak usah kau jelaskan lagi kireina himiko. tidak aku sangka putri dari anggota parlemen yang hidup dengan mewah bisa mengkhianati negaranya sendiri."
ripe melindungi himiko, sementara hendri tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun. ledakan yang muncul adalah sengatan listrik bertegangan tinggi.
"senjata buatan kakek memang hebat. pedang, perisai, senapan sampai stun gun pun ada di gauntlet itu."
sengatan listrik berhenti tatara kehilangan tenaganya dan muntah.
"menyerahlah graham tatara!" himiko mengancam tatara dengan pistol nuklir
"kau memintaku menyerah? hahahaa... ternyata kau benar benar pengkhianat kireina himiko.. "
"aku akan melaporkan hal ini kepada jenderal. katanya keluarga kireina pergi berlibur karena tragedi penculikan itu, tapi ternyata kalian pergi bersama pasukan pemburu."
"lihat saja, mulai saat ini kalian adalah musuh pemerintah! aku akan menangkapmu dan melemparkanmu ke rumah bordir yang paling buruk, kireina himiko!"
zruuut!!
akar pohon raksasa menembus dada tatara. tidak berhenti sampai disitu, akar itu berubah menjadi pohon kaktus yang besar.
tatara kesakitan, regenerasinya tidak akan bekerja jika masih ada benda yang tertancap di tubuhnya.
"sebelum kau melemparnya ke rumah bordir bagaimana kalau aku melemparmu ke penggiling daging terlebih dahulu!"
hendri melempar tatara ke ripe, ripe menyambut tatara dengan hantaman bilah super keras di wajahnya, disusul dengan himiko yang menghajar tatara tanpa ampun. tatara tidak mau menyerah, dia membanting himiko lalu menjauh dari mereka bertiga.
__ADS_1
hendri berhasil mencakar tatara tepat di bahu sebelah kirinya, berkat regenerasinya lengannya tidak putus. pertarungan sengit terjadi antara hendri, ripe, himiko melawan tatara yang terus berubah bentuk hingga tatara kembali terpojok.
di tengah pertarungan sengit itu hendri kembali mendengar suara langkah kaki dari suatu tempat, suara itu mulai membuatnya terganggu dan penasaran. dia ingin cepat cepat mengakhiri pertarungan itu.
di tengah keterpojokannya tatara masih sempat sempatnya melakukan hal gila. dia mengubah tangannya menjadi bilah lalu menggorok lehernya sendiri. setelah itu dia menarik sesuatu dari rongga tenggorokannya.
himiko ingin muntah melihatnya, tatara lalu menunjukkan cetak biru alat pembaca pikiran yang sejak tadi dia sembunyikan di tenggorokannya.
"dasar gila! kenapa dia bisa menyimpan benda di tenggorokannya?"
"kalian menginginkan ini kan?" ucap tatara dengan suara yang berubah
"dari tadi suaraku seperti bapak bapak gara gara menelan ini di tenggorokanku."
"nah, sekarang ambillah ini! aku tidak membutuhkannya."
hendri berusaha merebut cetak biru itu dari tatara tapi dia malah membuat tatara berhasil keluar dari kepungan mereka bertiga.
"sampai jumpa lagi pemburu! jangan rindu padaku graham, aku akan sering sering mengunjungimu!!" ucap tatara sambil berlari
"kembali kesini kau pengecut!!"
ripe melarang himiko menembakkan senjata api nuklirnya karena bisa membuat terowongan itu runtuh. sebagai gantinya ripe mengejar tatara seorang diri, hendri juga ikut mengejarnya. disaat mengejar, hendri mendengar suara langkah kaki yang menggangunya semakin jelas terdengar di telinganya. seketika itu juga dinding di samping mereka hancur dan dari sana muncul banyak nyarlapostle.
"graham awas!! tempat ini sudah di kepung oleh nyarlapostle!!"
"graaaakhhh!!" "aaaaarrgghhh!!!"
"aaakkhh!!" "aahhhgggkk!!"
"suara rintihan yang mengganggu ini!"
hendri menutup telinganya saat mendengar suara ruangan atau rintihan dari nyarlapostle. ripe secepat mungkin membawa hendri kembali. ternyata di balik dinding terowongan itu ada terowongan lain yang terhubung dengan fasilitas rahasia itu. terowongan itu diisi oleh puluhan nyarlapostle oleh oknum yang tidak diketahui.
setelah hendri ripe dan hunter otavio mundur himiko menembaki para nyarlapostle itu dengan senjata nuklir dengan tujuan mengubur mereka semua di dalam tanah.
blaar!
blaar!
blaar!
"ayo kita kembali ke permukaan! tempat ini akan runtuh sebentar lagi!"
di tengah jalan hendri mereka dengan tim hendri dan tim himiko yang sedang kewalahan melawan kelompok white-man dan iron-maiden.
"hunter graham!!"
"semuanya segera keluar dari sini!!"
ripe menjatuhkan beberapa white-man dengan sekali serang. para white-man dan iron-maiden ini adalah para bawahan tatara, mereka tahu para nyarlapostle sudah dilepaskan. mereka pun bergegas kabur dari sana, tapi mereka malah kabur ke dalam terowongan sama seperti tatara.
para pemburu dan tim himiko pun keluar dari sana dengan selamat. hendri juga berhasil mendapatkan cetak biru alat pembaca pikiran itu. tapi tetap saja mereka sudah gagal mendapatkan alat pembaca pikirannya. saat mereka keluar dari saluran pembuangan mereka menyaksikan banyaknya nyarlapostle yang dibantai oleh para hunter. tidak hanya puluhan tapi ada ratusan mayat nyarlapostle yang entah datang dari mana berserakan di jalanan kota.
__ADS_1
rupanya terjadi masalah lain di luar sehingga para hunter yang berjaga tidak bisa datang membantu melawan tatara sebelumnya.
..........