
Nama pembaca bencana terucap dari mulut AI BOARD seketika membuat langkah tatara bergetar.
"apa! jadi ada penyihir lain yang seperti red witch dan terran?!! sialan, aku kira itu hanya bualan arachne dan bawahannya si laba laba hitam itu. aku tidak ingin bertemu dengannya!!" tatara menghentikan langkahnya, hal itu membuat BOARD kesal.
[kenapa berhenti? kau tidak diizinkan keluar dari sini sebelum bertemu pembawa bencana.]
"aku sudah menyampaikan pesan red witch kepada mu, jadi tidak ada alasan untuk ku bertemu dengan pembawa bencana itu."
tatara segera berlari menjauhi jalan yang ditunjukkan BOARD.
saat sedang berlari tatara berteriak pada BOARD. katanya "aku bertaruh kau dan pembawa bencana mu akan dihancurkan oleh the hunter nanti!! hahahahaa..!!!"
tatara terus berlari sambil terus memperhatikan sekitarnya, ternyata bagian dalam nepal prison tidak semengerikan kata orang orang.
tatara melihat beberapa drone terbang mengikutinya. tatara pun menghancurkan semua drone itu dengan melemparinya dengan batu batu besar.
"aku harus segera keluar dari sini." pikir tatara sembari mempercepat langkahnya.
tatara sudah masuk cukup jauh, namun dengan berlari dia bisa kembali ke tempat semula lebih cepat ketika saat dia masuk dengan berjalan.
tatara merubah tubuhnya menjadi seekor cheetah yang kecepatan berlarinya 4 kali lipat lebih cepat dari manusia. sebenarnya tanpa berubah menjadi cheetah pun tatara bisa merampingkan dan menurunkan massa tubuhnya untuk mempercepat larinya tapi karena wujudnya agak aneh saat melakukan itu jadinya dia memilih untuk sekalian saja berubah menjadi cheetah.
saat sedang berlari tanah tiba tiba terbuka disusul dinding besi besar yang kemudian naik menutup jalan tatara.
"hanya ini??" pikir tatara dengan remeh.
tatara memanjat tembok itu, namun saat dia mencapai puncaknya dan akan melompat ke sisi lainnya kakinya malah melekat kuat di tembok besi itu.
tatara melihat ke kakinya, ada lem yang membuatnya tidak bisa melepaskan kakinya.
"robot bisa memakai taktik pengecut seperti ini?"
Blaaaarrr!!!
.....
tuk, tuk...
krshh, brak...
__ADS_1
tatara yang kakinya terjebak langsung ditembak menggunakan rudal oleh AI BOARD. ledakan yang dihasilkan sangatlah besar, kawah yang cukup dalam tercipta akibat ledakan itu dan membuat fasilitas bawah tanah dari penjara nepal terlihat.
tatara yang tidak siap menerima serangan sebesar itu pun hancur berantakan. tubuhnya berceceran bahkan beberapa bagian tubuhnya telah menjadi abu. namun benar benar ajaib, tubuh tatara yang masih mempertahankan daging nya bisa beregenerasi kembali.
AI BOARD menyaksikan proses pembentukan kembali tubuh tatara. sel sel nya yang berhamburan saling mencari kemudian menyatu. bukan hanya itu sel sel itu juga bisa menumbuhkan sel baru yang terpisah namun sama persis sehingga meski yang tersisa dari tatara saat itu hanyalah beberapa potong daging nya saja dia bisa hidup kembali dengan anggota tubuh yang lengkap.
proses regenerasi tubuh tatara itu berlangsung selama 72 menit 16 detik. dan itu di rekam seluruhnya oleh BOARD.
tatara menggerakkan jari jemari nya untuk mengembalikan rasa yang lenyap dari tubuhnya setelah bangkit dari kematian.
"rasanya sangat sakit..!!!" gumam tatara dengan bola mata yang hampir keluar karena baru saja merasakan sakit yang luar biasa.
[jangan pergi dulu graham-tatara. tolong tunggu sebentar, aku ingin bicara denganmu.]
suara BOARD berubah. yang berbicara itu memang bukan BOARD karena Artifisial Intelijen penjaga nepal tidak di program untuk memohon kepada musuh nya.
tatara yang masih shock berdiri di tengah kawah yang masih diselimuti api di sekitarnya, dia tidak berani mengangkat kakinya apalagi untuk melangkah menjauh seperti rencananya sebelumnya. sekarang tatara benar benar takut pada penjara nepal.
tidak lama kemudian dari kejauhan tatara melihat seseorang berjalan ke arahnya. orang itu berjalan dengan santai sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. tatara melihat wajah orang itu, dia adalah seorang pria yang wajahnya berkisar diantara umur 20 - 30 tahunan. rambut hitam pendek seleher yang tertata rapi dan mata berwarna coklat.
di mata tatara orang itu memiliki atmosfer yang mirip seperti tokoh utama anime pria yang tampan dan berwibawa. dia juga memakai jas suit three piece berwarna biru gelap yang membuatnya elegan tapi tidak cocok dengan wajahnya.
pria itu berbicara dengan bahasa inggris yang kaku.
"apa anda diutus oleh penyihir merah?"
"kau juga kenal penyihir merah? ya, aku diutus olehnya." jawab tatara.
"kalau begitu saya punya penawaran untuk anda. apakah anda mau mendengar penawaran saya?" tanya orang itu.
tatara berpikir selama beberapa detik, dia mengiyakan saja supaya tidak ditembak dengan rudal lagi.
"bagus. tuan tatara bergabung lah dengan saya untuk menangkap penyihir merah."
"apa, kau mau menangkap penyihir merah? itu tidak mungkin! kau sendiri pasti tahu seberapa sakti nya sihir wanita itu kan?!" ucap tatara sembari membentak. dia merasa dirinya sangat malang akhir akhir ini karena terus saja terlibat dengan hal hal gila seperti ini.
pria itu menarik napas yang panjang lalu dia memperkenalkan dirinya sebagai salah satu makhluk yang setara dengan red witch.
"tuan tatara, perkenalkan saya arknight. saya adalah salah satu anggota ten disaster readers yang tersembunyi di dunia ini."
__ADS_1
tatara terkejut mendengar hal itu. pria yang tidak terlihat berbahaya ini ternyata adalah salah satu pembawa bencana. tapi tatara tidak mau percaya begitu saja.
"benarkah??" tanya tatara dengan nada yang ambigu seperti meremehkan arknight.
arknight pun menjelaskan kekuatan dari dua pembawa bencana yang pernah ditemui tatara sebelumnya yaitu terran si kakek tua yang hidup di dalam sebuah jurang di negara jepang dan red witch si penyihir wanita yang suka berganti ganti warna rambut dan memakai pakaian panjang polos yang membuatnya terlihat seperti hantu.
arknight menjelaskan semua kemampuan terran dan red witch bahkan kemampuan mereka yang belum pernah dilihat tatara, sampai akhirnya tatara mempercayai kalau arknight memang salah satu disaster reader.
"kenapa kau ingin menangkap penyihir merah? bukankah dia sama dengan mu?"
arknight memberitahu tatara kalau red witch adalah disaster reader yang paling sulit untuk dikendalikan. apalagi red witch adalah disaster dengan zona kekuatan paling luas diantara yang lainnya.
tatara kebingungan dengan zona kekuatan yang dimaksud oleh arknight.
arknight pun menjelaskan kalau setiap pembawa bencana memiliki wilayah kedudukan mereka masing masing dan itu disebut sebagai zona kekuatan. itu adalah zona atau wilayah dimana seorang pembawa bencana bisa menggunakan kekuatan mereka. dengan kata lain jika seorang pembawa bencana melewati zona itu maka dia tidak akan bisa menggunakan kekuatannya.
"sebagai contohnya terran berkedudukan di jepang. kontrol nya terhadap clone buatan nya mencakup seluruh jepang bahkan sampai ke cina. lalu red witch memiliki zona kekuatan yang jauh lebih besar dari terran yaitu mencakup setengah asia tenggara, india bagian barat, rusia bagian selatan hingga setengah bagian alaska. di luar itu semua mereka tidak berdaya."
"jadi itulah alasan penyihir merah tidak bisa teleport ke tempat ini." ucap tatara yang merasa lega karena telah lolos dari cengkeraman red witch.
dugaan selama ini benar bahwa pembawa bencana memiliki batasan kekuatan. tapi tatara belum lolos dari arknight yang saat ini berada di depannya.
"lalu bagaimana denganmu arknight? seberapa jauh zona kekuatan mu?"
"nepal dan myanmar." jawab arknight, zona kekuatannya jauh lebih kecil dibanding red witch dan terran.
"sekarang aku mengerti alasan mu ingin menangkap penyihir merah." ucap tatara.
"tapi bagaimana cara menangkapnya? aku tidak cukup kuat meskipun tubuhku abadi."
"setelah the hunter menyerang kesini aku akan memberitahumu caranya. sekarang aku akan fokus menghancurkan the hunter terlebih dahulu." ucap arknight sembari membalikkan badan.
"oh baiklah... ngomong ngomong kenapa bicara mu tidak kaku lagi?"
setelah arknight pergi tatara akhirnya punya cukup keberanian untuk mengangkat kakinya lagi. saat arknight berjalan tanah yang dilewatinya bergetar seolah olah ada goncangan besar di bawah tanah. tatara tidak tahu apa itu namun yang jelas pembawa bencana pastilah sangat kuat dan punya kekuatan yang tidak masuk akal.
sekarang tatara tahu alasan the hunter dan black leaves tidak dihancurkan oleh ten disaster readers. alasannya karena markas besar the hunter dan black leaves kemungkinan berada di luar zona kekuatan disaster readers. tapi tak lama lagi pasukan hunter akan masuk ke zona kekuatan itu.
arknight dan wizard, 2 pembawa bencana sekaligus ada di nepal di tambah artifisial intelijen board dan pasukan mesinnya.
__ADS_1
.....