Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 45 : Berkurang 1


__ADS_3

"tombak bermata karet itu tidak akan bisa melukaiku" pikir hendri


hendri menahan tombak miqdad dengan mudahnya tapi miqdad berkata "kau naif graham" lalu menyundul wajah hendri dan menyerangnya dengan kombo serangan yang kuat.


lixia tidak tinggal diam dia menembaki miqdad, namun tubuh miqdad dilindungi oleh sesuatu yang tidak terlihat.


"apa itu tadi?"


perisai tidak terlihat itu menangkis semua tembakan lixia seakan akan perisai itu bergerak mengikuti moncong senapannya.


"aku akan menembaknya dari sisi lain! bianca jagalah hunter ini!"


"tidak tunggu.. lucy kami akan menahan hunter ini, kau cepatlah selamatkan sandera"


"baiklah"


lucy berlari ke tempat sandera sedangkan hendri dan avier kesusahan melawan si hunter.


"sanderaku sudah kurantai dengan kuat, wanita itu tidak akan bisa menyelamatkannya!" miqdad memutar tombaknya, dengan lihai dia menangkis semua serangan hendri dan avier sekaligus menjadikan mereka samsak.


"kau curang! kalau berani singkirkan perisai tidak terlihatmu itu!" teriak avier yang babak belur


"perisai ini adalah pekerjaan rumahku semasa kuliah dulu, jadi perisai ini juga termasuk bagian dari kemampuanku" ucap miqdad sambil tersenyum


"gawat kalau begini terus kami bisa kalah"


hendri mencari cara menghentikan tombak dan perisai yang mengerikan itu.


"ayunan tombaknya sangat kuat, ditambah perisai tidak terlihatnya yang menangkis tembakan kami"


"hunter wanita itu sengaja membawa kami ke monster ini, kalau begitu aku juga akan menggunakannya untuk menang"


"hehee.. aku punya ide yang bagus" hendri berusaha memberitahu lixia tentang rencananya namun avier yang dihajar habis habisan mulai kehilangan kesabarannya lalu dengan nekat masuk ke jangkauan tombak miqdad.


"avier jangan bodoh!" teriak lixia


avier adalah orang yang mudah terbawa suasana dan benci dengan kegagalan. akibat dari tindakan gegabahnya dia terkena pukulan telak di kepala hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


"kenapa diam saja graham? apa kau mau dapat nilai rendah?" miqdad tampaknya ingin hendri melawannya dengan serius


"tidak masalah avier tumbang, aku hanya harus menjauhkannya dari sini"


sementara itu lucy yang berada di bilik labirin tempat sandera berada berusaha menuntaskan misinya.


setiap sandera dirantai dengan rantai berkunci khusus yang berbentuk sebuah puzzle. jadi untuk membuka kunci rantai peserta harus menyelesaikan puzzle 4x4 terlebih dahulu.


"tenang saja tuan, kami dari tim graham datang untuk menolongmu" kata lucy ke si sandera


tanpa lucy sadari ada tim lain yang mendekatinya. mereka inilah yang sebelumnya dirasakan kehadirannya oleh hendri, mereka telah dikalahkan oleh miqdad dan belum juga menemukan sandera lain. maka dari itu mereka kembali dan mencoba mengambil kesempatan dari tim hendri.


"wanita itu sendiri"


"kita pasti bisa mengalahkannya"


mereka diam diam mendekati bilik labirin namun saat berada di depan bilik itu mereka bertemu dengan bianca.


"wanita itu dari tim graham.. serang dia!" teriakan itu didengar oleh lucy sehingga dia bergegas mengambil senjatanya dan pergi keluar. namun saat keluar dia melihat 1 tim lain sudah terkapar tidak berdaya.

__ADS_1


lucy menatap bianca yang berdiri diantara mereka dengan bingung lalu bianca membalas tatapan lucy dengan senyum polosnya yang biasa.


"belum selesai.. "


"braakk"


"buuk"


"buuk.. braakk" miqdad menyerang dengan semangat.


hendri yang tidak bisa membunuh pun kesulitan untuk mengalahkan miqdad. tapi dia tetap tenang karena serangan miqdad tidak berasa apapun untuknya.


"dasar payah!" hendri mengejek miqdad dalam hati


hendri terus memukul miqdad meski terhalang perisai karena dia ingin mencari tahu sistem kerja perisai tak kasat mata itu dan cara mengatasinya.


avier dan lixia sudah tumbang di pertarungan ini. sekarang yang bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan hanya hendri, lucy dan bianca.


dengan berbagai taktik hendri berusaha menjerat kaki miqdad namun selalu gagal karena tombaknya cukup keras untuk menghancurkan akar hendri.


saat pertarungan sedang sengit sengitnya hendri dikejutkan oleh si hunter wanita yang tiba tiba mencekiknya dari belakang.


"kenapa bianca membiarkannya lolos?!" hendri mulai panik, tapi dia mencoba tetap tenang.


"masih belum menyerah nona?" ucap hendri dengan telepati


"pemuda sialan sepertimu pantas mendapat balasan karena merusak wajah seorang wanita" ucap si hunter wanita


"bwoossh" si hunter wanita mengangkat tubuh hendri dan membantingnya ke tanah tepat ke sebuah kolam asam.


"zraaash" asam bercipratan kemana mana


"rasakan! rasakan!!"


"nona hunter jangan berlebihan! dia adalah kerabat Profesor Graham.. akan buruk jika kau melukainya!" teriak miqdad ke si hunter wanita


"apa gunanya tabung rekonstruksi jika tidak bisa menyembuhkan luka seperti ini!"


miqdad berusaha menghentikan si hunter yang terus menghajar hendri.


"hentikan! akan buruk kalau dia menaruh dendam pada kita.. "


"tidak akan! akan kuhancurkan wajahnya seperti dia menghancurkan wajahku!"


saat miqdad lengah sebuah rantai tiba tiba muncul dan menjerat lehernya,


"siapa yang melempar rantai ini!" ucapnya sambil tercekik


ternyata lucy lah yang melemparkannya, tarik menarik pun terjadi diantara lucy dan miqdad.


bianca dengan cepat menyerang miqdad dengan senjatanya yang berbentuk sebuah naginata bermata pisau kayu, tapi gagal karena perisai tidak terlihat itu muncul lagi.


melihat itu bianca pun berpikir "perisai itu tidak muncul saat lucy melempar rantai sebelumnya"


"itu artinya perisai itu hanya bisa menangkis serangan yang sudah diantisipasi olehnya"


"ketua!!" bianca menjauh dari miqdad

__ADS_1


hendri yang sejak tadi menunggu momen yang pas pun segera menjerat kaki miqdad dan berhasil.


"lawanmu adalah aku!"


"buuak" hendri menyundul wajah si hunter wanita dan kemudian menendang perutnya hingga terpental.


"maaf nona.. ini demi nilai tinggi" pikir hendri


miqdad berusaha menghancurkan akar pohon namun tombaknya berhasil di jerat oleh hendri. si hunter wanita bangkit lagi dan mencoba menyerang tapi dia lagi lagi terjerat oleh akar pohon dan kali ini benar benar menyerah. sementara itu avier mulai sadar dan melihat miqdad akan dibunuh oleh rekan timnya.


miqdad yang tercekik tidak bisa menggunakan perisainya dengan baik dan mulai kehilangan kekuatan untuk melawan balik hingga akhirnya dia mengakui kekalahannya "baiklah... kau menang hendri graham!"


"lepaskan rantai ini dariku!" lucy pun berhenti menarik rantainya.


sandera pertama berhasil didapatkan oleh tim hendri.


"....."


"haahh.. hampir saja kita kalah" ucap lucy sambil terduduk di tanah


"aksimu tadi sangat hebat bianca!" lucy berteriak memuji bianca


"terima kasih... aku memang suka memainkan benda benda seperti tombak sejak kecil" kata bianca sambil tersenyum malu


"ehh? memainkan tombak sejak kecil?" lucy melihat bianca dengan ngeri


"hihii... cuma becanda kok.. "


"waktu kecil aku suka main perang perangan pedang kayu dengan kakak laki lakiku"


"ooh begitu ya"


hendri melihat mereka berdua dengan perasaan lega, yah.. setidaknya 40 menit ini tidak terbuang sia sia.


"ketua.. " avier memanggil hendri sambil menggendong lixia lalu dengan perlahan menurunkannya.


"ketua ada sesuatu yang salah dengan lixia"


"apa?"


mendengar itu lucy dan bianca bergegas mendekati mereka.


"apa yang terjadi pada nyonya xiayue?" tanya lucy


"dia terkena pukulan di kepala beberapa kali sebelum pingsan"


lucy memeriksa keadaan lixia, detak jantung dan napasnya masih ada tapi lucy tidak yakin lixia akan baik baik saja.


"apa yang kau lakukan padanya?" avier bertanya pada miqdad yang terikat


"aku hanya memukulnya beberapa kali sama seperti yang kulakukan pada kalian" jawab miqdad


"ketua.. kurasa dia harus segera mendapat perawatan" ucap lucy


hendri mengangguk, setelah menunggu sekitar 5 menit tim medis pun datang. rupanya mereka sudah bersiap menolong tim hendri karena pengawas ujian melihat peserta li xiayue terkena serangan yang cukup fatal sebelumnya.


lixia pun dibawa ke ruang perawatan dan otomatis dinyatakan gugur.

__ADS_1


kini tim hendri hanya tersisa 4 orang dan nilai yang tersisa untuk hendri sekarang tinggal 70.


__ADS_2