Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 64 : Gempuran Dari Langit


__ADS_3

pada malam harinya..


divisi 0 yang sedang menyusup di cina masih dalam misi pencarian tubuh asli underwave.


di regu pencari itu ada 3 orang anggota inti divisi 0 yang merupakan para hunter dengan belati emas hitam. belati itu dipadukan dengan jaket abu abu panjang khas arlong membuat mereka tampak keren.


si pemimpin regu pencari yang biasa dipanggil comrades memimpin 8 orang anggota regunya menelusuri sichuan cina yang sekarang sudah kosong melompong.


"tetaplah waspada! menurut informasi yang diberikan oleh Sir Near tubuh asli underwave ada di dekat sini"


regu itu terus bergerak dengan hati hati, menyusup diantara bangunan bangunan kosong hingga sampailah mereka di sebuah lapangan lapangan yang sangat luas.


tempat itu diduga adalah bekas perkemahan dan tempat eksekusi mati yang dilakukan tentara black leaves karena ada banyak bekas api unggun dan tercium bau darah yang menyengat dari tanah disana. regu pencari berjalan di lapangan terbuka hingga mereka menemukan sebuah menara lonceng yang tampak sangat terawat.


mereka juga menemukan tangga menuju ke bawah tanah di belakang menara lonceng itu.


"tampaknya disinilah underwave berada, laporkan penemuan kita ini pada regu pencari yang lain"


"kalian semua ikutlah denganku dan kau tetaplah disini untuk menunggu bala bantuan"


mereka menuruni tangga..


"malam ini sangat dingin ya comrades.. " ucap hunter belati emas hitam yang lain atau biasa disebut hunter divisi 0


"aku sudah terbiasa dengan suhu dingin. pukul berapa sekarang?"


"pukul 10.20 disini"


"ini sudah terlalu malam, semoga saja tindakan kita tidak membuat underwave semakin ganas"


"jangan ragu comrades, jika kita berhasil menghancurkan inti kehidupannya maka underwave pasti akan musnah"


"aku tahu, makanya kita harus berhati hati agar tidak terjadi kesalahan"


"pcak"


"pcakk"


suara tetesan air terdengar dari bawah tangga. saat mereka sampai ke dasar tangga mereka menemukan sebuah ruangan, di dalam ruangan itu terlihat sebuah tabung besar berisikan air yang menenggelamkan sebuah orb di dalamnya.


"itukah inti underwave?"


"entahlah. tapi jika benar harusnya ada banyak pasukan yang menjaganya"


"lihat! ada seseorang disana"


di sisi lain tabung ada seorang pria yang tampaknya sedang mengotak atik komputer pengendali underwave.


"lihat dinding di belakang orang itu, apakah orang orang yang tergantung itu adalah pasukan black leaves?"


"astaga.. "


peristiwa janggal terjadi di tempat itu, puluhan prajurit yang diduga adalah tentara black leaves dibunuh lalu digantung di dinding tempat underwave tersimpan. semua itu dilakukan oleh satu orang yang tidak dikenal.


"hei! apa yang terjadi disini?" si pemimpin regu memergoki si pria misterius


"the hunter.. " ucap si pria misterius saat melihat sekilas belati para hunter


"lumpuhkan mereka" ucap si pria misterius

__ADS_1


lalu datanglah 4 orang pria bertopeng iblis ala ala jepang dari belakang pria itu.


"mereka muncul darimana?!"


"tunggu! aku pernah melihat mereka. mereka adalah unit khusus pemerintah jepang yang bertugas sebagai pembunuh bayaran"


"mereka sudah menjalankan tugas untuk membunuh bahkan sebelum black leaves datang"


"aku tidak peduli dengan itu, aku hanya ingin tahu mereka berpihak pada siapa"


"siapa kalian?" ketua regu bertanya pada orang orang menyeramkan itu


"aku Isshin, aku tidak punya hubungan dengan black leaves" jawabnya si orang asing


"lalu kenapa kalian menyerang black leaves?"


"karena aku ingin melunasi hutangku"


"apakah kalian berpihak pada kami?"


"tidak, tapi kami akan tetap disini untuk sementara waktu. pergilah jika tidak ingin ada pertumpahan darah"


"zraassh" salah satu pria bertopeng mengayunkan pedangnya dengan kuat hingga menghasilkan pisau angin untuk mengancam para pemburu.


"bagaimana ini ketua?" tanya salah satu hunter


"kita kemari untuk membinasakan underwave, jadi kita tidak akan pergi hingga underwave benar benar musnah"


"maaf tuan tuan, jika kalian tidak bersedia memberitahu dengan siapa kalian bekerja maka kami tidak punya pilihan lain selain merebut underwave dengan paksa"


salah seorang hunter menembak isshin dengan senapannya tapi dapat dihindari dengan mudah.


"kami akan membantu kalian tapi untuk itu aku harus melakukan ini"


isshin menekan sebuah tombol di keyboard.


"!!"


kembali ke setengah jam yang lalu di yaman, jalanan kota tampak sepi dan berantakan.


"warga sipil sudah di evakuasi ya"


di jalanan kota saat ini hanya ada tentara dan pemburu. hendri menelepon berjalan ke rumahnya untuk meminta bantuan violet menelepon kakeknya. tapi sesampainya disana hendri tidak menemukan siapa siapa, dia hanya menemukan sebuah catatan yang ditulis dengan tinta yang sangat tebal.


"ini pasti dari violet" pikir hendri


"aku ada di lapangan tembak dekat toko makanan cepat saji. segeralah kemari!" begitulah isi catatan itu


"dasar wanita, berbuat semaunya saja"


hendri berjalan lagi ke tempat yang ditunjukkan violet, tidak ada yang menjemputnya sekarang karena semuanya sudah pergi.


sambil berjalan hendri memikirkan rencana yang tadi diberitahukan oleh Sir Near.


"rencana yang dibuat oleh Sir Near sangat sederhana dan mudah ditebak. apa aku sudah menilainya terlalu tinggi? buktinya rencana yang dia rancang ini tidak terlalu bagus menurutku"


"aku harus segera keluar dari kota agar tidak terkena serangan black leaves"


"graham! aku disini!" violet memanggil hendri

__ADS_1


"apa yang kau lakukan disini?" tanya hendri


"aku sedang berlatih menembak, lihatlah! aku dapat skor sempurna menembak di kegelapan malam"


violet menunjukkan catatan skornya


"wah! bagaimana kau melakukannya? apa kau punya mata kucing?"


violet tersenyum menanggapi pertanyaan hendri.


"aku hampir lupa gadis manja ini mantan perompak yang hampir saja membunuhku dulu. hehee.. aku dapat tangkapan bagus" pikir hendri


"eh, tunggu! kenapa kau masih disini?" tanya hendri


"aku ini bukan gadis tidak berguna yang cuma bisa numpang makan. aku akan bertempur dengan the hunter"


"oohh.. "


"jangan salah sangka, aku melakukannya untuk keselamatanku sendiri"


"baik, terserah kau saja. tapi jangan sampai mati dan jangan sampai salah tembak"


"percayalah padaku teman, aku akan bergabung ke dalam grup tentara sipil jadi kau tidak perlu khawatir. lagipula ada yang lebih penting, kuharap kau membunuh serigala itu dan aku bisa melihat jasadnya"


violet memasang wajah serius


"itu sulit, setelah aku tahu dunia nyarla yang sebenarnya aku sadar serigala itu bukanlah musuh yang mudah dikalahkan. tapi tenang saja, aku juga punya dendam pribadi pada serigala itu. jadi aku akan berjuang untuk membunuhnya"


hendri menggenggam erat tangannya menandakan bahwa dia benar benar serius dengan ucapannya.


"kuharap kalian menang" violet berkata dengan pelan


tiba tiba angin kencang muncul kembali tapi kali ini dengan skala yang lebih besar dan kuat. para hunter sudah bersiap dengan kedatangan angin itu, mereka menancapkan belati mereka ke tanah agar tidak terbawa hembusan angin.


"angin ini lebih kencang dari sebelumnya!" ucap violet


"tidak, kekuatan angin ini tetap sama"


"alasan kenapa kali ini terasa jauh lebih kuat karena underwave ada disini!" teriak hendri kepada violet


"apa!" violet mendongak ke langit dan melihat gumpalan awan gelap yang menutupi malam


dari balik awan itu terlihat kilatan cahaya, hendri melepas pegangannya dan violet lalu membiarkan tubuh mereka terbang terbawa angin.


hendri memeluk violet lalu membungkus tubuh mereka dengan akar untuk melindungi kejatuhan mereka.


"apa yang kau lakukan graham!" violet panik saat terbawa arus angin


"kita harus menjauh sejauh mungkin, tutup telingamu!"


violet melihat kilat kilat yang menggila dari celah akar pohon, lalu 2 detik kemudian sebuah sambaran petir raksasa menyambar tepat ke tengah lapangan tembak yang seketika menerangi malam yang gelap dan meluluhlantakkan semua yang ada di sekitarnya.


"perang telah dimulai!"


perang dalam upaya penghancuran kedua belah pihak pun dimulai.


"THE HUNTER VS BLACK LEAVES"


"....."

__ADS_1


__ADS_2