
"kau cukup agresif untuk seorang manusia pohon" ucap heida
"kraakk"
heida melepaskan tangan kanannya yang dipegang hendri..
"lengan robotik! aku tidak menduga hal itu.. "
"duaar"
cakram di tangan robotik heida meledak mementalkan hendri ke bangunan di belakangnya.
ledakan itu didengar oleh para hunter di tengah lapangan..
"apa yang mereka lakukan!?" ucap salah satu hunter belati perak dengan marah
"hentikan mereka wakil komandan!" ucap salah satu hunter
"tidak! biarkan mereka berkenalan dengan cara seorang hunter"
wakil komandan pastinya memiliki pangkat yang tinggi sampai berani menolak perintah hunter belati perak.
sementara itu heida melemparkan cakramnya kepada hendri, saat dilemparkan cakram itu mengeluarkan panas hingga membuatnya berubah warna menjadi merah.
lemparan pertama berhasil dihindari oleh hendri.
heida memasang lagi lengan robotiknya yang masih utuh setelah terkena ledakan.
"hebatkan? cakram dan sarung tanganku punya teknologi magnet jadi bisa kembali ke tanganku setelah kulempar" ucap heida
"itu keren nona heida, bisa ajari aku cara membuatnya nanti?" tanya hendri dengan ramah
"aku tidak berani mengajari cucu seorang profesor, harusnya akulah yang memintamu untuk mengajariku" jawab heida
"sring"
"sring"
saat cakram heida melukai tubuhnya, hendri diam tanpa memberi sedikitpun tanda tanda akan menyerang.
heida tidak memikirkan rencana apapun dia terus menyerang hendri dari segala arah.
"lihat disana! wanita serigala itu sedang melawan hendri graham!"
"latih tanding mereka sepertinya lebih bagus untuk ditonton, ehem.. maksudku diamati"
"iya, aku juga sudah berulang kali melihat hunter grid bertarung"
para hunter mendekati area pertarungan hendri dan heida meninggalkan para hunter belati perak yang sedang mendemonstrasikan skill bertarung mereka.
sementara itu richard rez yang sok kuat sudah babak belur di pinggir lapangan.
"apa cuma begitu saja hunter rez? kau tidak ada peningkatan sedikitpun dari bulan lalu" ucap si hunter belati perak yang bernama Harry Grid
"uhh.. mau bagaimana lagi, ini adalah batasanku sebagai seorang manusia" ucap richard rez dengan geram
hunter harry grid menghela napas..
"kalau begitu kau harus belajar menggunakan lebih banyak variasi senjata. belati tidak cocok untukmu, cobalah gunakan tombak atau pedang"
__ADS_1
"carilah metode baru yang bisa membuatmu berlatih dengan lebih efektif. karena jika terus terusan seperti ini jangankan melindungi orang lain, melindungi anggota tubuhmu sendiripun kau tidak akan mampu"
hunter grid berusaha membangun motivasi untuk juniornya, niat baik hunter grid itupun ditanggapi dengan baik oleh richard rez.
"baiklah, aku akan mencoba metode latihan lain. apakah kau punya saran?" tanya hunter rez
hunter grid membalikkan badannya lalu berkata "mungkin kau bisa mencoba berlatih dengan tembok berakar pisau itu" maksudnya adalah hendri
hunter rez melihat pertarungan hendri dan heida dari jauh..
"kenapa dia tidak membalas serangan wanita pengganggu itu?" tanya hunter rez dengan bingung
"kenapa kau tidak membalas seranganku hendri graham?!" heida berteriak karena kesal lawannya tidak menyerang balik
hendri berpikir "aku harus melukai diriku sebanyak mungkin dengan begitu aku bisa bicara dengan assault nyarla lagi di mimpi"
heida mencoba berbagai cara agar hendri menyerang balik termasuk berpura pura kelelahan tapi itu tidak berhasil karena hendri bisa mendengar detak jantung heida yang baik baik saja.
"lihat heida si wanita pengganggu itu diabaikan oleh graham"
"hahahahaa.. cakram peledak kebanggaannya tidak membuat graham bergeming sedikitpun"
"kau tidak akan bisa setara dengan kami jane!"
"cih.. "
"wanita pengganggu? heida? apakah dia dibenci oleh para hunter divisi 2" pikir hendri
heida terus melemparkan cakramnya dengan gerakan yang monoton selama beberapa menit.
"tidak ada yang bisa dilihat kalau graham terus berdiam diri seperti ini" ucap salah satu hunter
selama beberapa menit itu para hunter dari divisi 2 terus mengolok olok heida seakan dia adalah sampah di divisi mereka. heida yang terus terusan dihina tidak melakukan apapun selain menunjukkan ekspresi malah bercampur frustrasi.
"wajahmu itu mengingatkanku pada seseorang yang malang nona heida" ucap hendri disaat cakram heida mengoyak tubuhnya
"apa??" ucap heida
hendri berkata dalam hatinya "aku tidak tahan lagi dengan ucapan tidak berpendidikan mereka"
seketika udara disekitar mereka terasa sangat dingin.
hendri yang sudah lama tidak merasakan kemarahan kesulitan mengendalikan emosinya.
"terimalah serangan balik yang kau inginkan!"
"graaakkk"
hendri menyerang heida dengan akarnya yang tiba tiba berubah menjadi pohon besar saat menyentuh udara.
tubuh heida pun terangkat tinggi oleh pohon yang diciptakan hendri. bangunan markas yang ada di belakang pun sampai hancur sebagian gara gara pohon itu.
"inikah peningkatan terakhir yang dikatakan oleh assault nyarla lee yin!"
hendri melompat kegirangan dalam pikirannya. akar itu benar benar berubah menjadi sebuah pohon raksasa yang mirip dengan pohon sementara para hunter yang menonton bergegas menjauh setelah melihat keajaiban yang bisa dibuat hendri.
"hehee, apa mereka takut?" hendri tertawa sambil menatap para hunter dengan tatapan yang mengancam
"i.. itu sangat hebat tuan graham" ucap hunter yang paling banyak menghina heida.
__ADS_1
hendri mengabaikan pujian dari orang itu lalu memanjat pohon raksasa yang dia buat.
heida terjebak di puncak pohon yang memiliki tinggi 8 meter. hanya dengan menyentuhnya saja hendri bisa melepaskan akar akar yang mengikat heida.
"kau baik baik saja nona heida?"
"berhenti memanggilku nona! itu terdengar sangat formal"
"baiklah kalau begitu, apa kau baik baik saja heida?"
"iya, kenapa kau menolongku?"
"karena kurasa aku sudah menang. ngomong ngomong kenapa rekan rekan kita menghinamu barusan?"
"kalau mau bicara di tempat sepi saja. aku tidak mau mereka menguping obrolan kita"
hendri melihat ke bawah
"graham! apa jane baik baik saja?!" teriak salah satu hunter
"dia baik saja! kami segera turun!"
"kau butuh bantuan untuk turun heida?"
"tidak usah, aku bisa sendiri"
"hupp" hendri melompat turun disusul heida
wakil komandan divisi menghampiri lalu memarahi mereka karena sudah menghancurkan bangunan markas.
"hendri graham, heida jane, kalian berdua dihukum! bersihkan seluruh markas dan harus selesai hari ini juga!"
"siap wakil komandan!" ucap hendri dengan tegas
mereka berdua lalu pergi untuk memulai hukumannya. saat wakil komandan menyuruh para hunter kembali berlatih dia dikejutkan dengan seseorang yang tiba tiba saja berbisik di telinganya.
"apa kau yakin ingin menghukum hendri graham? dia adalah cucu orang penting di pasukan kita"
"siapa!"
orang itu ternyata adalah jacob ripe yang baru saja kembali dari urusannya, lalu datang lagi seorang hunter belati emas yang sedari tadi mengamati latih tanding mereka.
"tidak ada yang menarik. apa benar si assault nyarla palsu itu punya kemampuan hebat yang berbeda jacob ripe?" tanya si hunter belati emas
"tentu saja benar. kau lihat sendiri kan, pohon ini adalah sebagian kecil dari kekuatan yang dia miliki"
"maksudnya?"
"maksudku, hendri graham bisa berubah menjadi raksasa pohon yang lebih besar dan lebih kuat dari pasukan janin pohon assault nyarla asli"
janin pohon itu adalah para monster pohon raksasa yang muncul saat penyerangan markas militer amerika 3 tahun yang lalu.
"benarkah, aku harap bisa melihat wujudnya itu di medan perang nanti" ucap si hunter belati emas
"hahaa.. saat kau melihatnya kau akan berlutut ketakutan" ucap ripe sambil bercanda
kebohongan yang dibuat oleh ripe membuat dirinya sendiri ketakutan "habislah.. aku sudah berbohong padanya. tapi ini agar dia tidak meremehkan graham"
"orang ini.. si hunter belati emas ini adalah salah satu prajurit terkuat yang sangat gila"
__ADS_1