Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 133: Berlatih Bela Diri Dan Salam Perpisahan


__ADS_3

keesokan harinya...


hendri graham dan jacob ripe saling berhadapan.


"bisakah kau mengajariku martial art?"


"tentu saja bisa. tapi akan sulit kalau hanya 3 hari."


ripe melakukan pemanasan meregangkan kakinya.


"tapi kau mungkin bisa menguasai satu teknik saja." ucap ripe memberikan harapan pada hendri.


"apa itu?" tanya hendri, dia sangat bersemangat hari ini.


"kemarilah."


hendri mendekat pada ripe. hari ini cuacanya benar benar mendukung untuk melakukan kegiatan yang melelahkan. hari ini langit di atas kota ditutupi awan dan tidak ada tanda tanda akan hujan.


"nah coba pukul aku."


hendri melayangkan tinjunya secepat yang dia bisa.


pukulannya yang kuat dan cepat menjadi bumerang bagi hendri sendiri. ripe membalik badannya dan menarik tangan hendri. tenaga hendri yang besar dimanfaatkan oleh ripe untuk membanting hendri sekeras mungkin ke tanah.


hendri terbanting ke pasir. mereka memang sengaja berlatih di atas pasir untuk meminimalisir cedera.


"itu adalah salah satu teknik bantingan judo yang disebut seoi nage (lemparan bahu)."


"sekarang cobalah lakukan teknik tadi."


hendri bangun dan mencoba melakukan teknik itu.


"jadi aku akan berlatih judo? baiklah, asalkan aku bisa menyembunyikan kekuatan nyarlaku nanti."


"judo hanya untuk membanting. yang akan aku ajarkan adalah tinju dan jujitsu."


hendri membanting ripe dengan cara yang sama. dia berhasil melakukannya dengan baik, tentu saja karena targetnya tidak melawan.


"serang dengan lebih cepat!" ucap ripe.


ripe juga mengajarkan teknik step untuk mendekati, menjauhi, menghindari dan mengecoh lawan.


itu adalah teknik step yang diajarkan dalam taekwondo. hendri yang tidak tahu apa apa tentang bela diri mengikuti saja gerakan yang dilakukan ripe.


ripe juga mengajarkan teknik teknik tinju. setelah itu mereka bertanding untuk mengasah kemampuan hendri.


hendri melayangkan jab dan straight punch berkali kali ke wajah ripe.


"tahukah kau graham. di masa lalu sebelum teknologi militer sangat maju seperti sekarang para tentara di seluruh belahan dunia diharuskan menguasai setidaknya satu jenis bela diri. jadi jika kau bisa bela diri maka kau akan jadi orang terpandang di masyarakat."


long hook tangan kiri ripe mendarat dengan keras di wajah hendri. mereka saling melayangkan tinju.


tinju ripe berkali kali membentur wajahnya. hook, long hook, straight, upper cut.


"yang benar saja...! padahal sama cepatnya. tapi kenapa pukulanku tidak ada yang kena?!" pikirnya dengan geram.


hendri melayangkan long hook tangan kiri seperti ripe. namun gerakan seorang amatir bisa dihindari dengan mudah oleh seorang profesional, hendri pun terkena low blow di perutnya.


ripe yang merasakan semangat hendri berniat meningkatkan tempo pertarungan mereka. di sela long hook hendri ripe melakukan tackle, namun tackle berhasil dihentikan oleh hendri dengan mendorong kuat punggung ripe yang berusaha menjatuhkannya.


tackle ripe pun terhenti.

__ADS_1


"hooh pintar juga kau... "


"aku pernah liat seseorang melakukan ini dulu." ucap hendri.


ripe mengangkat badan hendri lalu menjatuhkannya ke tanah.


"ingatlah untuk membanting lawanmu jika tackle mu gagal, graham."


"!!!"


hendri menjepit badan ripe dengan kedua kakinya untuk mencegahnya melepaskan diri. lalu mencengkeram erat kedua lengan ripe.


"apakah ini BJJ? sepertinya bukan."


"aku tidak tahu gerakan apa yang aku lakukan. tapi yang pasti aku harus menahan kedua tangannya."


"aku menang ripe! jika kau bergerak aku akan mematahkan kedua tanganmu!"


hendri meng klaim kemenangan dengan percaya diri. ripe mempertimbangkan hal itu, kuncian yang dilakukan hendri saat ini tidak akan berhasil jika yang melakukannya adalah manusia. tapi jika yang melakukannya adalah orang dengan tenaga besar seperti hendri maka akan lain ceritanya.


"baiklah aku menyerah... "


hendri pun melepaskan ripe, namun saat dia berdiri ripe menyerangnya lagi.


"tapi bohong!!!"


ripe melompat ke bahu hendri lalu mengancam akan memutar kepalanya.


"tunggu! tunggu! leherku bisa patah!"


tidak ada cara untuk melepaskan ripe, ditambah tidak ada objek yang bisa digunakan untuk menghantam ripe di tengah padang pasir ini.


"aku menyerah!!"


"aduh leherkuu... "


hendri sedikit menaruh rasa sebal kepala ripe yang membohonginya.


"jangan marah graham. itu adalah salah satu elemen penting dalam pertarungan namanya adalah elemen kejutan."


"iya, iya."


"ingatlah graham. jangan berhenti menyerang musuhmu meskipun mereka telah berkata menyerah. pertarungan baru akan berakhir jika salah satu diantara kita pingsan atau mati."


"dimengerti. berlatih bela diri ternyata lumayan menyenangkan." ucap hendri dengan puas.


"itu bukan bela diri kutu buku."


violet datang menghampiri hendri dan ripe.


"memangnya kau bisa bela diri gadis kecil?" tanya ripe yang merasa tertantang.


"bela diri itu adalah teknik pertahanan diri dan melumpuhkan musuh dengan memanfaatkan kelemahan musuh. bukan adu tinju yang menguras tenaga seperti yang kau ajarkan pada graham."


yang dikatakan violet memang benar, tapi sebenarnya ripe mengajarkan tinju agar hendri tidak terlalu mencolok nantinya. karena dalam misi penyusupan ke amerika ini hendri harus menyembunyikan identitasnya dari siapapun bahkan dari orang orang yang pernah ditemuinya sebelumnya.


"baiklah nona violet. dari cara bicaramu sepertinya kau pandai dalam hal ini. maukah kau mengajari kami bela diri yang sebenarnya?" tanya ripe.


"boleh. tapi kita pindah tempat dulu. disini terlalu panas."


.....

__ADS_1


mereka pergi ke sebuah studio dan menyewa salah satu lapangan voli disana.


"sekarang tempatnya sudah lebih baik."


"apa yang akan kita lakukan violet?" tanya hendri.


"padahal tanah pasir lebih aman ketimbang arena ini. kau bisa terluka nanti." ripe mengingatkan violet.


"tidak masalah. sekarang akan aku ajarkan padamu bela diri yang sesungguhnya."


violet mengambil sepasang baton.


"bela diri yang ku maksud adalah krav maga."


hendri pun dilatih oleh violet. bela diri krav maga adalah bela diri yang mengharuskan seseorang bisa menetralisir ancaman. segala macam serangan musuh entah itu serangan tangan kosong, benda tajam maupun senjata api harus mampu ditangkis oleh seorang pengguna krav maga.


bela diri ini tidak memiliki aturan ataupun larangan di dalam prakteknya, sehingga krav maga dilarang digunakan di dalam pertandingan ataupun olimpiade resmi apapun. bela diri ini dikembangkan oleh pasukan israel untuk membunuh lawannya.


jika violet mampu menguasai bela diri itu berarti dia memiliki jaringan yang luas dalam hidupnya sebelum bertemu hendri dan ripe.


6 jam kemudian waktu telah menunjukkan pukul 2 siang.


hendri bisa menguasai bela diri yang diajarkan violet dengan baik. bahkan sekarang dia sudah bisa menggunakan pisau dengan baik.


mereka pun duduk dan menikmati angin yang segar di luar ruangan.


"wahh... ternyata aku sangat hebat. kalau saja dulu tenagaku tidak lemah aku pasti bisa menjadi atlet bela diri." ucap hendri dengan gembira.


"siapa sangka ternyata kau mempunyai fighting spirit." ucap violet.


"jangan lupakan teknik tinju, judo dan step yang tadi aku ajarkan graham."


2 hari lagi mereka akan berangkat ke amerika.


hendri bertanya tanya apa yang akan terjadi disana nanti. perasaannya bercampur aduk dan penuh rasa kekhawatiran tidak seperti saat mereka pergi ke jepang. hendri bersama xiao fengying dan violet akan berangkat ke antah berantah yang penuh dengan kemungkinan kemungkinan di luar prediksi.


"sepertinya latihan hari ini sudah cukup. aku pergi dulu ya graham dan violet."


ripe ingin pergi namun sebelum dia pergi hendri memberi salam perpisahan.


"terima kasih untuk bantuanmu selama ini ripe. sampai ketemu lagi."


"hahh...? memangnya kau akan mati saat kembali ke amerika??" ucap ripe sambil tertawa.


dulu ripe ditugaskan oleh torga untuk menjaga hendri dengan tujuan mempertemukannya dengan torga, namun sekarang tugas itu sudah berakhir.


ripe sudah menjadi sahabat hendri walaupun usia mereka berbeda jauh. karena itulah hendri memberikan salam perpisahan.


"jangan mati hanya karena aku tidak ada graham." ucap ripe.


"bicara apa kau? aku ini kuat meskipun tanpamu." balas hendri.


hendri dan ripe bersalaman.


"kau juga tetaplah hidup violet."


"tentu saja."


momen perpisahan itu disaksikan oleh xiao fengying melalui flying bee miliknya sendiri.


"sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk mempercepat perjalanan ini."

__ADS_1


..........


__ADS_2