
"lautan darah?"
"bisa jelaskan lebih detail."
xiao fengying berganti posisi duduk lagi.
"akan kuanggap ini sebagai pertanyaanmu yang pertama."
xiao fengying mengambil sebuah buku dari bawah meja lalu menunjukkan peta dunia yang ada di dalam buku tersebut.
"berdasarkan informasi yang diberikan bawahanku, markas para perompak yang kau temui di laut atlantik waktu itu terbagi di 3 lokasi yang saling berjauhan."
"yaitu di denmark, portugal, dan spanyol. semua markas mereka berada di pinggir lautan. apa kau tahu yang mana tujuan temanmu itu?"
".....tujuan dia ya. kalau tidak salah spanyol."
fengying memberi tanda titik ke 3 lokasi markas perompak. dia menunjuk peta menggunakan pulpen.
"disini, adalah lokasi yang akan kau datangi. pesisir laut selatan spanyol. tempat itu sudah hancur sekarang, tidak ada apapun yang tersisa selain bau bangkai yang menyengat."
"tolong beritahu aku apa yang terjadi disana! jangan terus menerus memperpanjang pembicaraan dengan kata kata yang menakutkan seperti itu!"
hendri seketika kehilangan ketenangan.
xiao fengying menenangkan hendri. lalu tanpa memberitahu apa yang telah terjadi.
"singkatnya, rumah atau tempat pelarian para perompak itu sudah hancur sekarang. keluarga mereka yang menunggu di tempat itu sudah mati semuanya. tidak ada apapun lagi."
"apa kau mengerti?"
xiao fengying melihat reaksi hendri, dia kehilangan tenaga, badannya menjadi sangat lemas karena mendengar kabar buruk itu.
"kapan hal itu terjadi? apa itu terjadi kesalahanku?"
xiao fengying menjawab pertanyaan hendri dengan menganggap itu sebagai pertanyaan kedua dan ketiga.
"pembantaian itu terjadi kurang lebih 2 bulan setelah kau dan jacob ripe turun dari kapal."
"lalu itu bukan kesalahanmu melainkan kesalahan kapten perompak yang membawa para perompak berlayar jauh dari rumah mereka."
"kapten perompak... si macan tutul itu ya? kalau tidak salah namanya leon."
"meskipun pertempuran itu terjadi karena underwave yang mempertemukan kalian, tetap saja kapten perompaklah yang memberikan perintah untuk menyerang sehingga akhirnya kalah dan markas mereka ketahuan oleh black leaves."
hendri meneguk secangkir kopi jahe yang disediakan kemudian bertanya lagi.
"apakah ada orang yang selamat dari pembantaian itu?"
xiao fengying tidak menjawabnya.
hendri menanyakan hal yang sama lagi, namun xiao fengying hanya menatapnya dengan tatapan kosong.
akhirnya hendri tersadar kalau dia sudah menanyakan 3 pertanyaan.
"maaf, aku lupa sudah bertanya 3 hal padamu."
"tidak apa apa."
"kalau begitu aku pamit dulu. sudah hampir pergantian jam kerja."
"saya akan mempertimbangkan dulu tawaran anda untuk pergi ke amerika."
saat hendri akan keluar dari ruangan itu xiao fengying menjawab pertanyaan ke 4 hendri.
"tunggu graham."
"kemungkinan tidak ada yang selamat dari pembantaian itu. karena beberapa wilayah di eropa dikuasai oleh swordfish yang terkenal kejam dan brutal."
__ADS_1
"maksudmu swordfish yang asli?" tanya hendri lagi.
"benar. swordfish asli yang belum pernah kau temui selama ini."
"....."
"....."
"aku mengerti. terima kasih untuk informasinya."
"aku pasti akan melakukan yang terbaik."
.....
di markas baru the hunter ini. dokter mei mulai bekerja bersama dengan ilmuwan dan ahli teknologi lainnya sejak seminggu yang lalu.
pada hari itu dokter mei akan secara resmi memperkenalkan alat peretas yang dia gunakan untuk meretas underwave saat perang dulu.
alat itu dia beri nama Pole Lookout Cube/kubus pengintai tiang.
namanya agak aneh. alat itu berbentuk sebuah kubus sebesar kepala anak kecil dan akan berubah ke ukuran yang lebih besar serta bisa mengeluarkan layar proyeksi.
pole lookout cube atau PLC sebenarnya adalah komputer mini super canggih yang dapat digunakan untuk meretas perangkat apapun di muka bumi dan yang lebih hebatnya lagi PLC bisa menyembunyikan jejak si peretas sehingga si peretas mustahil untuk dilacak di dunia digital.
alat ini diserahkan kepada tim penyidik the hunter untuk memata matai banyak negara terutama negara kekuasaan black leaves dan dipersiapkan untuk dapat meretas Artificial Interligent yang menjaga nepal.
sementara itu hendri graham datang ke markas dan mendapat tugas patroli ke sektor permukiman penduduk. hendri mulai bosan melakukan patroli. yang dia inginkan adalah latihan menembak untuk membiasakan dirinya dengan mata barunya, yaitu mata manusia.
di tengah jalan hendri melihat seseorang yang tidak asing.
"bukankah orang itu... bianca beatrix!"
[siapa itu bianca beatrix?] tanya jick.
jick tidak tahu karena informasi tentang bianca beatrix dan anggota tim hendri lainnya saat ujian tidak dimasukkan ke dalam database nya.
"bianca..."
"tuan hendri graham...!"
"apa kabar bianca. sudah lama tidak bertemu denganmu."
"kabarku baik. bagaimana dengan anda. apa anda terluka setelah menjalankan misi ke jepang?"
hendri dan bianca berjabat tangan dengan erat.
"tidak ada luka. aku yang sekarang sudah sangat kuat, bahkan peluru dan senjata tajam tidak akan menembus kulitku semudah dulu lagi."
"oh begitu. kalau tombak saya kira kira bisa melukai anda tidak?" tanya bianca dengan senyum lebar.
"ehh...? mungkin bisa kalau kau menusukkannya dengan kuat."
"sejak kapan dia jadi pandai bicara begini. bukankah dulu dia pemalu dan pendiam?" gumam hendri dalam hati melihat bianca yang menjadi percaya diri.
"ngomong ngomong apa kau sedang mencari rumah seseorang, bianca?"
"kalau iya aku bisa mengantarmu melalui jalan yang aman."
"tidak perlu tuan graham. saya sudah sampai di tempat tujuan saya."
"sudah sampai? di mana tempat yang kau maksud?"
"hotel di belakang anda."
hotel yang dimaksud bianca adalah sebuah hotel kelas atas yang ditinggali oleh orang-orang terkaya di yaman dan mesir.
hotel itu sudah berdiri disana bahkan sebelum the hunter dan pemerintah memperluas area perkotaannya.
__ADS_1
"karena gagal lulus ujian saya mengambil posisi sebagai pekerja sementara di tim penyidik. namun karena saya tidak punya bakat di bidang itu saya pun memutuskan untuk berhenti dan menunggu panggilan the hunter untuk bertempur."
"namun perang yang terjadi di yaman telah membuka mata saya. saya sadar bahwa saya tidak memiliki keberanian untuk bertarung apalagi berperang."
bianca merasa malu akan dirinya.
hendri yang melihat perubahan sikap bianca yang sangat drastis menyuruhnya untuk semangat lagi.
"jangan murung seperti itu! mana semangatmu tadi?"
"maaf, saya tidak akan murung lagi."
"aduh... jangan minta maaf untuk hal tidak perlu. minta maaf hanya saat kau melakukan kesalahan saja."
"iya... "
bianca murung, suasananya menjadi canggung. hendri merasa bianca tidak boleh diganggu untuk saat ini. dia pun bertanya dengan mengubah suaranya menjadi agak dingin.
"jadi sekarang kau memutuskan untuk menjadi pegawai sipil biasa?"
"iya... " jawab bianca.
"kalau begitu semoga berhasil dengan pekerjaan barumu. ini, jika terjadi sesuatu kau bisa menghubungiku."
hendri memberikan sepucuk kertas yang berisi nomor telepon dan alamat rumahnya.
"sepertinya saya tidak perlu ini tuan graham. pekerjaan saya tidak berbahaya."
"ambil saja. kau belum menyimpan nomorku kan."
mau tidak mau bianca menerimanya.
"terima kasih. saya pergi dulu tuan graham."
bianca melambaikan tangannya pada hendri kemudian masuk ke hotel.
"ikuti dia jick."
[hah??]
"kau tidak melihatnya dari sudut pandangmu, tapi dari sudut pandangku aku melihatnya."
"ada luka memar yang cukup parah di tulang selangka sebelah kirinya."
[kau yakin?]
"aku yakin. dia pasti tidak tahu kalau sebelah penglihatanku sudah kembali normal. karena itulah dia tidak menyembunyikan luka memarnya di depanku."
[lalu setelah mengikutinya aku harus apa?]
".....awasi dia. jika ada yang menyakitinya laporkan padaku."
[aku belum pernah melihatmu seserius ini tentang seseorang.]
[baiklah. akan kulakukan.]
"aku akan pergi berpatroli. kau teruslah awasi bianca."
[siap pak! akan saya ungkap misteri yang menyelimuti gadis bernama bianca ini.]
"tidak perlu sampai mengungkap misteri juga... "
jick mengaktifkan mode siluman yang membuatnya menghilang dari mata orang orang.
"selamat siang. saya bianca beatrix, pegawai yang baru saja diterima di tempat ini." bianca menemui resepsionis dan kemudian di antar menemui ke ruangan bos.
ruangan bos ada di lantai 3. bos sekaligus pemilik hotel itu adalah seorang pengusaha dari india.
__ADS_1
"kau kah pegawai baru itu? tampangmu lumayan juga."
..........