Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 176 | Pembuktian Penyihir


__ADS_3

Dikepung banyak monster tidak membuat Hendri takut. Dia berkonsentrasi dan sebelum para monster itu menyentuhnya dia berhasil melenyapkan mereka semua sekaligus dengan lengan cambuknya.


Berbeda dari sebelumnya Hendri melapisi tangannya dengan racun lalu menyebarkannya ke sekitar. Red Witch memuji serangan Hendri yang efektif dan berdaya hancur besar. Lalu Hendri memberitahu kalau dia menyebarkan racun mematikan dari tanaman bunga terompet di area ini.


Mendengar itu Red Witch pun segera membuang topi bunga yang dipakainya. Hendri puas bisa mengerjai Red Witch, sementara Ripe kabur karena takut keracunan.


"Bagaimana, aku hebatkan?" Tanya Hendri sembari mengangkat rambutnya.


"Itu belum apa apa, ingatlah ronde pertama ini berjalan selama setengah hari."


Lebih banyak monster keluar dari dalam gundukan tanah. Hendri pun memamerkan sihirnya lagi hingga membuat gundukan tanah raksasa itu bergetar. Di atas gundukan tanah itu Ripe menelpon Komandan Spiral.


"Halo Komandan. Tidak perlu khawatir, aku sedang mengawasi Hendri Graham sekarang."


[ Gruduk.. gruduk.. ]


[ Suara apa itu Hunter Ripe? ] Tanya Spiral.


"Hendri Graham sedang bermain dengan Red Witch." (Ripe)


[ Apa maksudmu?! ] (Komandan Spiral)


"Jangan salah paham Komandan. Maksudku Hendri Graham sedang latihan sihir bersama Red Witch. Mungkin beberapa hari lagi dia akan kembali bertugas."


[ Baiklah kalau begitu. Pastikan kau mengirimkan laporan secara berkala saat jam 12 malam. ]


"Asiyaap."


12 jam kemudian Ripe kembali masuk ke dalam gundukan tanah. Dia menawari kopi kepada Hendri dan Red Witch.


"Kalian mau kopi?"


"Tidak." Hendri sedang duduk dengan baju bagian atas yang tersobek sobek. Sementara Red Witch terbang bolak balik di langit langit.


"Apa putaran keduanya?" Tanya Hendri pada Red Witch. Dia sudah menyelesaikan permainan putaran pertama gelombang monster.


"Aku merasakan keberadaan energi sihir lain, entah itu milik siapa. Kita batalkan dulu permainan kita, aku penasaran milik siapa energi sihir ini." (Red Witch)


"Mana bisa begitu! Lalu bagaimana dengan darah yang kau janjikan?!"


Red Witch melemparkan sebuah jarum suntik yang di dalamnya ada cairan berwarna hijau kebiruan.


"Itu adalah darah yang aku janjikan kalau kau menang. Buatlah itu jadi bermanfaat."


"Yes Ma'am." (Hendri)


Red Witch membawa Hendri dan Ripe teleportasi ke laboratorium rahasia The Hunter tempat dimana energi sihir asing bersumber.


"Aku tidak heran kalau anomali itu berasal dari laboratorium ini." (Hendri)


Segera Red Witch menemukan sumbernya. Hawa sihir itu ternyata berasal dari botol berisi serum Nyarla. Hendri bertanya apa itu, Profesor Graham yang ada disitu menjawab kalau itu adalah serum Nyarla yang telah dicampur dengan darah Assault Nyarla sebelumnya.


Hendri terkejut mendengar itu lalu muncullah Torga yang membawa secangkir kopi.


"Minum kopi di tempat seperti ini tidak terlalu menyenangkan ya." Ucap Torga.


Hendri sempat lupa sesaat siapa pria di depannya lalu dia ingat kalau itu adalah Torga.


"Ah Pak Torga. Maaf aku terlambat menyapamu."


"Aku mendapat darah Lee Yin saat dia menyayat tangannya dulu. Bagaimana latihanmu dengan si penyihir, Graham?" (Torga)


"Berjalan baik. Apa anda tidak mau bertemu penyihir yang telah menyakiti istri anda?" Hendri menunjuk pada Red Witch.

__ADS_1


Torga menggeleng.


"Aku sudah mendengar semuanya dari CCTV perpustakaan. Aku tidak mau membahas itu disini." Jawab Torga dengan bijaksana. Meski begitu dia masih menyimpan dendam pada Red Witch.


Sementara itu Red Witch mengaduk serum Nyarla yang telah bercampur dengan darah Assault Nyarla sebelumnya.


"Kau sangat tertarik pada itu ya?" Profesor Graham bertanya pada Red Witch.


"Aku terkejut darah perempuan itu bisa membuat keajaiban seperti ini." Ucap Red Witch.


"Apa namanya?"


"NSxAB." Jawab Profesor Graham.


"Nyarla Serum x Assault Blood."


"Lihat ini juga, nona cantik."


Profesor Graham menunjukkan sebuah wadah berisi seekor ikan piranha yang sisiknya di penuhi akar akar rambut seperti akar eceng gondok.


"Tubuh ikan ini bermutasi mengikuti karakteristik DNA Assault Nyarla."


Red Witch ingin menyentuh ikan itu tapi jarinya malah digigit oleh si ikan.. "Auww.. lepaskan ikan sialan!" Ikan melepaskan gigitannya saat Red Witch menggoyangkan tangannya.


Hendri mengambil ikan itu lalu memasukkannya kembali ke dalam wadah, dia sempat khawatir Red Witch akan menggunakan sihirnya pas digigit ikan tadi.


"Hendri Graham." Panggil Red Witch sambil mengemut jarinya yang berdarah.


"Rencana kita sedikit berubah. 2 hari lagi kita akan berangkat untuk mengalahkan Dilhade."


"Eh secepat itu!" (Hendri)


"Dalam rentang waktu 2 hari buatlah alat kejut listrik untuk menyadarkanmu saat terkena hipnotis Dilhade." (Red Witch)


Singkat cerita selama 2 hari kemudian Hendri bekerja keras membuat berbagai bentuk seragam yang efektif untuk menghabisi lawannya. Sementara kakeknya bekerja lembur untuk membuat alat setrum yang cocok untuk Hendri.


Red Witch pun menggunakan perluasan zona sihirnya hingga mencapai asia tenggara tepatnya di pulau Sumatra hingga Jawa negara Indonesia.


Red Witch pun secara instan menemukan lokasi Dilhade dan jantung menaranya. Sensitivitas kulitnya terhadap energi sihir benar benar luar biasa. Tidak heran karena dia adalah salah satu pembawa bencana terkuat.


Sambil melayang di langit Red Witch menunjuk target Hendri.


"Dia disana. Dilhade si penyihir ilusi, sang pembawa bencana keangkuhan."


Orang yang ditunjuk Red Witch adalah seorang tetua suku setempat. Hendri tidak banyak tanya, dia langsung menggerakkan tanah dengan lambaian tangannya lalu memunculkan akar yang kemudian mengikat si tetua desa.


"Apa yang kau lakukan! Kau harusnya langsung membunuh tubuh manusianya!"


Dilhade melihat ke langit. Dirinya sudah menyadari kehadiran Red Witch dan penyihir lainnya yang tidak dia kenali.


"Sekarang kalahkan dia dengan kekuatanmu sendiri." Usai mengatakan itu Red Witch menurunkan Hendri ke tanah.


Hendri masuk ke mode tempur, dia berubah ke bentuk Assault Nyarla. Dilhade bangkit berdiri diiringi dengan hancurnya akar pohon Hendri. Itu adalah salah satu atribut sihir Dilhade yaitu psikokinesis. Sihir yang mampu memanipulasi atau mengendalikan objek berwujud.


Inilah lawan pertama Hendri...


Pembawa bencana keangkuhan...


Sang penyihir ilusi...


Dilhade.


...

__ADS_1


"Kemana Red Witch pergi? Aku tidak tertarik melawan penyihir imitasi sepertimu." Ejek Dilhade.


"Aku akan membunuhmu penyihir ilusi." Ucap Hendri. Sekarang Hendri bisa bicara dengan leluasa karena alat bantu bicara telah menyatu dengan tenggorokannya.


Hendri melempar sebuah bibit aneh ke tanah, tidak lama setangkai bunga bangkai keluar dari dalam tanah. Tangkai bunga itu menggeliat seperti seekor ular, dan dari ujung kelopak bunganya menetes cairan asam yang kuat.


"Dia adalah monster tiruan monster kuno yang aku ciptakan untuk menghabisi para penyihir. Namanya Griffon." Ucapnya dengan tujuan mendominasi lawan.


"......"


Griffon merayap di tanah. Dari tangkai bunganya keluar kaki kaki yang letaknya sejajar sehingga dia terlihat mirip kelabang.


Namun tidak lama setelah Griffon bergerak dia langsung ambruk, diikuti dengan Hendri yang tiba tiba saja berlutut di tanah.


"Bagaimana rasanya penyihir imitasi. Apakah kau bisa melepaskan diri dari kendali pikiranku?"


Hendri terkena hipnotis Dilhade. Di alam bawah sadarnya dia bertanya tanya bagaimana dia bisa terhipnotis.


Disaat kesadarannya semakin melemah, laba laba robotik yang dibuat oleh Profesor Graham langsung mengalirkan listrik ke aliran darah Hendri.


"Bzzzzztt...."


Sengatan listrik yang kuat itu pun berhasil menyadarkan Hendri dari hipnotis Dilhade. Griffon pun bangun kembali.


Laba laba robotik itu diberi nama Spitinel 00. Robot ini akan melekat di dekat tulang belikat inangnya lalu akan mengalirkan listrik bertegangan 100 - 3000 volt jika kesadaran inangnya melemah. Robot ini juga tidak akan terjatuh, tidak mudah dihancurkan, serta daya listriknya tidak akan habis karena terdapat serpihan kecil batu electrum di dalamnya.


"Aku harus menemukan media dia melakukan hipnotis." Pikir Hendri.


"Serang!"


Griffon menyerang Dilhade, dia mengayunkan kepalanya seperti seekor jerapah, serangan itu kena telak ke wajah Dilhade, membuatnya terlempar hingga menabrak pohon.


"Serang lagi!!"


Hendri menjebak Dilhade di pohon yang ditabraknya. Sangat kuat dia mengikat Dilhade, kepala bunga Griffon pun meledak lalu memandikan Dilhade dengan asam korosif.


Tubuh manusia Dilhade hancur dan jiwanya berpindah ke manusia lain yang ada di tempat itu.


"Jiwanya berpindah ke manusia lain. Aku tidak tahu berada dimana dia sekarang, jadi sebaiknya kau pangkas saja semua orang yang ada disini."


Dengan kata lain Hendri harus membunuh semua orang yang ada disini. Tapi situasi saat ini berbeda dengan yang dulu. Dulu setiap kali Hendri membunuh dia melihat darah dan mayat yang hitam putih karena mata Nyarlanya.


Tapi sekarang dia sudah kembali jadi manusia normal. Kondisi ini telah memperbaiki kemanusiaannya yang sempat kacau sehingga sekarang dia ragu untuk membunuh.


"Orang yang berbelas kasih akan mati!"


Terdengar suara Dilhade dari langit. Segera Hendri dan Red Witch menyadari kalau Dilhade tidak berpindah ke manusia lain.


Tapi dia berpindah ke sesuatu yang tidak mereka ketahui. Red Witch sekarang tidak bisa mendeteksi keberadaan Dilhade, mengindikasikan kalau dia telah salah melakukan penilaian kepada lawannya.


"Jangan bersembunyi seperti tikus. Bukankah kau pembawa bencana yang sangat kuat."


"Ayo tunjukkan dirimu Dilhade!!" Tantang Hendri dengan berani.


- Catatan Penulis -


Maaf banget kalau novel ini jarang update, belakangan ini saya makin sedikit waktu menulis novelnya.


Tapi saya tetap akan menyelesaikan novel ini. Mungkin pertengahan tahun depan novel ini akan tamat.


< Chapter Selanjutnya [ Iblis Ilusi ] >


.......................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2