
violet melihat peristiwa langka dimana sayuran hijau bisa tumbuh di pasir.
"you can speak english?" ( kamu bisa berbicara bahasa inggris? )
"yes ma'am" ( ya bu ) ucap pembantu wanita yang
"bagaimana tanaman ini bisa tumbuh di pasir?"
"sebenarnya pasir ini hanya kamuflase untuk menutupi lahan hijau yang ada di bawahnya"
"lahan hijau?"
"10 tahun yang lalu beberapa wilayah di timur tengah mengalami penghijauan secara alami. lahan ini adalah salah satu dari beberapa hektar lahan yang menghijau itu"
"beruntungnya... kenapa lahan hijau bisa tiba tiba muncul?"
"itu pastilah karena kuasa tuhan, sedangkan untuk jawaban ilmiahnya para peneliti percaya ada unsur tidak dikenal di tanah ini yang bisa mengubah molekul pasir menjadi tanah yang bisa ditanami"
"seandainya saja di tempatku ada keajaiban seperti ini.. "
"ziiiiingg... "
suara gergaji terdengar lagi tapi kali ini dibarengi dengan suara teriakan nyarla hendri.
"apa yang terjadi?!"
"biusnya tidak bekerja, dia masih sadar!"
"sakiiitt... sedalam apa mereka menyayat tenggorokanku!?"
"kencangkan ikatannya dan bius dia lagi!"
"jangan! dosisnya sudah terlalu banyak!"
"bagaimana ini?"
di situasi yang menegangkan itu para dokter sempat berpikir untuk membatalkan operasi tapi profesor graham tetap melanjutkannya karena hendri sendiri yang memintanya.
"bertahanlah hendri.. luka biusmu tertutup dengan sangat cepat, luka itu pun hanya akan terasa sementara saja" meski bicara dengan tenang nyatanya profesor graham juga khawatir.
"aku harus menahannya.. aku harus menahannya..... "
"ayo kita lakukan dengan cepat!"
tenggorokan hendri dilubangi lalu dipasangkan sebuah kubus kecil dengan selang panjang yang disalurkan ke tenggorokan.
kita lewati saja bagian operasi ini ya..
15 menit kemudian,
"sudah selesai" ucap dokter
"lukanya sayatannya sudah tertutup, regenerasinya luas biasa"
"bagaimana rasanya, apakah alat itu menyakiti tenggorokan anda?"
hendri menggeleng
"coba ucapkan huruf vokal hendri. kakek sudah mengatur alat itu agar mengeluarkan suara yang mirip seperti suaramu dulu"
__ADS_1
dengan perlahan hendri mencoba "A, I, U, E, O"
"coba katakan bagaimana perasaanmu?"
"terasa sangat menakjubkan" ucap hendri dengan lisan
akhirnya setelah berbulan bulan membius hendri bisa bicara lagi, para dokter yang mengoperasi bertepuk tangan dan memberi selamat kepada hendri.
"saya akan jelaskan fungsi alat itu. alat itu bisa menangkap getaran udara dari paru paru anda lalu menyalurkan getaran udara itu ke microchip yang kemudian disaring menjadi suara manusia normal"
"dengan alat itu anda tidak memerlukan lidah untuk bicara"
"terima kasih semuanya.. tapi bisakah kalian memodifikasi suaraku"
"kenapa? anda tidak suka suara lama anda?"
"bukan begitu, aku harus memiliki suara yang sedikit lebih berwibawa agar bisa mengambil hati banyak orang"
"okelah kalau anda maunya begitu"
"anda bisa mengatur frekuensi suara yang dikeluarkan tapi harus dengan bantuan orang lain"
di kubus suara hendri ada sebuah layar super kecil yang berguna untuk mengatur frekuensi suara.
"apa begini sudah cukup"
"Aaaaa... buat lebih berat lagi"
"Aaaaa... sempurna"
"suara anda terdengar seperti Leonardo DiCaprio saat masih muda"
hendri bergegas turun untuk memberitahu ripe dan violet "hei semuanya aku bisa bicara sekarang"
"wah sayang sekali, violet akan sedih kalau kau tidak menyentuhnya lagi"
"diam kau mata keranjang! aku tidak sedih"
"ternyata suaramu lumayan gagah, tidak seperti yang kubayangkan saat bertelepati denganmu" kata violet
"terima kasih violet, oh ya ripe.. kapan kita akan menemui Sir Near?"
"nanti malam, kau punya banyak waktu untuk menceritakan kisah perjalananmu hingga bisa sampai kesini"
"apa kalian mau mendengarnya?" tanya hendri kepada kakeknya dan para dokter yang baru turun dari lantai 3.
hendri menceritakan semua yang dia alami di perjalanan, mulai dari terbangun di basis operasi militer, rasa lapar pertamanya dalam wujud nyarla, melawan nyarlapostle, hampir mati saat melawan icarus, menaklukkan armadillo, bertempur dengan perompak, menantang ripe bertarung, hingga melawan para hunter di labirin. yang tidak diberitahunya hanya tentang wanita hitam yang selalu muncul ketika dia sekarat.
"keadaannya sangat sulit, untungnya ada banyak orang yang membantuku hingga aku bisa sampai kesini"
"lalu apa rencanamu sekarang tuan graham?" tanya salah satu dokter
"aku akan memenuhi panggilan Sir Near, setelah itu kita lihat saja bagaimana alurnya"
saat sedang mendengarkan kisah hendri para staff medis itu mendapat telepon dari pasien lain.
"maaf kami harus pamit sekarang tuan graham"
"terima kasih sudah mengoperasi tenggorokanku tuan tuan" ucap hendri sambil berdiri
__ADS_1
para staf medis pun pergi.
hendri lehernya "beristirahatlah jika kau lelah hendri" kata profesor graham
"tidak kek, aku tidak lelah. aku hanya merasa lesu karena sudah lama tidak melatih kekuatan nyarlaku"
"nah kebetulan, fasilitas militer negara ini ada arena latih tanding khusus nyarlanya"
"aku tidak butuh itu, yang kubutuhkan adalah hutan yang luas"
"ada sebuah hutan di dekat sini tapi tidak begitu luas" ucap salah satu pembantu
"bisa bawa aku kesana?"
"tentu saja bisa tuan graham"
"aku mau ikut!" kata profesor graham
"boleh saja, bagaimana dengan kalian?" hendri bertanya pada ripe dan violet
"aku mau ikut, sudah lama juga aku tidak latih tanding" ucap violet
"jangan tanya jawabanku" ucap ripe sambil tersenyum
lalu di sebuah hutan pinus yang beberapa mil jauhnya dari kota syibam "anda yakin ingin keluar dari mobil profesor? cuacanya panas sekali" kata salah satu bodyguard profesor graham
"tidak apa, aku baik baik saja... "
profesor graham berjalan menyusul hendri, lalu saat masuk ke hutan dia dan bodyguardnya melihat pepohonan yang ada disana bergerak dengan lentur lalu menyatukan dahannya hingga terbentuklah tempat teduh di bawahnya.
"ternyata mengendalikan pohon sekarang menjadi lebih mudah"
"kau bisa mengendalikan pohon hendri? itu mindblowing.. "
"mau bertarung sekarang graham?" tanya ripe sambil memasang kuda kuda
"aku duluan yang mau melawannya tuan ripe, menyingkirlah dulu" kata violet
"hmmp.. baiklah, untung kau cantik" ripe menyingkir
"ayo lawan aku graham" violet menantang hendri dengan percaya diri dan hendri meneriman tantangannya dengan senyum tidak terlihat.
violet mengeluarkan belatinya, sedangkan hendri memanjangkan kuku di kedua jarinya.
"amatilah kemampuanku kakek, setelah itu baru buatkan aku peralatan tempur"
violet menyerang lebih dulu, jarak 15 meter diantara mereka tertutup dengan cepat lalu violet melompat dan menendang wajah hendri kemudian mundur dengan gerakan akrobatik.
saat kaki violet mendarat di tanah dia dijegal oleh hendri yang sudah berada di depannya, untungnya violet tidak terjatuh dan berhasil menendang wajah hendri lagi.
"tertangkap kau!" hendri menggenggam kaki violet tapi dia tidak memegangnya dengan kuat sehingga violet berhasil menarik kakinya dari hendri.
"badanmu sangat licin graham, apa kau suka memainkan sabun saat mandi?"
violet menghunuskan belatinya, tapi tiba tiba akar pohon muncul dari bawah tanah menjerat tangan violet.
"hei.. itu curang!"
"jangan marah violet, aku hanya berusaha untuk menang" hendri mengeluarkan akar akar pohon dari punggungnya lalu menjerat tubuh violet.
__ADS_1
"ini terlihat seperti film pemersatu bangsa yang seru itu" kata ripe mengomentari tindakan hendri.