
"serahkan tidak ya?"
"jangan memancingku! kau mau jadi daging bakar?" otavio semakin marah
"tenanglah hunter otavio, kita lawan dia bersama." ucap sofia
"hei kalian berdua!"
"??"
"aku bersedia menyerahkan blueprint nya dengan satu syarat." ucap si pria misterius
"....."
hunter otavio dan hunter sofia sangat marah saat mendengar persyaratan dari si pria.
"jangan bercanda! mana mungkin kami akan melakukan hal semacam itu!!" ucap hunter otavio dengan sangat marah
"benar! kau tidak bisa meminta hal semacam itu dari the hunter! kau akan kami habisi sebelum melakukannya!!" sofia tidak kalah marahnya dari otavio
"haaahhh... "
"aku kira kita bisa saling mengerti.. "
tanpa pikir panjang hunter otavio menembakkan senapan lasernya lagi.
wuuung...
dampak dari tembakan laser itu sampai membuat permukaan tanah di atasnya bergoncang hebat. sebenarnya hunter otavio sengaja menembakkan laser agar memberi sinyal pertempuran pada tim pengintai. goncangan tanah itu terdeteksi oleh alat pendeteksi getaran.
beberapa menit yang lalu setelah tim hendri menjelajahi stasiun kereta bawah tanah.
ripe dan hendri dengan leluasa berlarian di tengah kota yang sepi dengan menggunakan jubah kamuflase.
hendri bertanya pada elena yang dia gendong di punggungnya, mereka bicara dengan telepati.. "kenapa tidak ada satu pun warga di jalanan kota?"
"protokol pencarian kitsune sudah diperpanjang karena selama 5 hari pencarian tidak ada hasil apapun."
"keren sekali ya, hunter graham.. "
"apa yang keren?"
"kita bisa menjelajahi kota musuh kita dengan leluasa di siang hari. semua itu berkat mantel kamuflase ini."
elena tampaknya terkagum pada teknologi canggih yang mereka miliki, tapi yang sebenarnya dikagumi oleh elena bukanlah teknologinya melainkan orang yang telah membuatnya.
"bisakah aku bertemu dengan profesor graham nanti?" elena bertanya pada hendri
"kalau kita bisa menyukseskan operasi ini maka aku akan memperkenalkanmu pada beliau tapi jika tidak maka aku sendiri tidak akan punya muka untuk menemuinya."
"profesor graham luar biasa, bisa membuat peralatan canggih seperti ini." ucap elena
"beliau memang luar biasa, sayangnya beliau juga menciptakan sesuatu yang membawa bencana ke dunia ini." ucap hendri dengan menghela napas
hendri melihat pasukan militer jepang lagi, ripe dan hendri lalu memisahkan diri untuk menghabisi semuanya sekaligus.
elena berhasil menembak beberapa orang sekaligus dengan senjatanya yang dilengkapi peredam suara, hendri ingin mengurus sisanya namun dia malah dibuat terpental oleh serangan seseorang.
jubah kamuflase hendri dan elena terlepas sehingga mereka ketahuan oleh pasukan musuh.
"itu nyarla pohon dari black leaves!!"
"hati hati makhluk itu berbahaya!!"
"ambil jubahnya elena! aku akan mengurus mere- "
traang!!
seorang musuh menghantamkan tiang lampu merah tepat ke kepala hendri.
"hunter grah- "
__ADS_1
"hampir saja aku keceplosan!"
pukulan itu cukup menyakitkan bahkan sampai membuat hendri terhuyung huyung.
"apa aku mengalami luka dalam? itu tidak penting, siapa yang bisa mencabut tiang lampu merah itu?"
kireina himiko lah yang menyerang hendri. jelas terjadi kesalahan pahaman disini karena himiko berada di pihak dokter mei yang seharusnya menjadi pihak netral untuk saat ini.
himiko menyerang hendri lagi, dia melemparkan tiang yang dipegangnya sekuat tenaga kepada hendri.
elena segera membantu dengan menembaki himiko namun pelurunya dihindari dengan mudahnya.
"fleksibilitas yang mengagumkan. tapi senjataku tidak hanya senapan jarak jauh."
elena menerjang himiko lalu mengeluarkan sebuah pedang antena atau pedang lipat yang memiliki bilah yang amat panjang.
krang!
himiko menangkis pedang elena dengan katana pendek yang dibawanya.
"kalian orang asing tidak layak menggunakan senjata kebanggaan jepang itu!" himiko menyindir elena
pedang lipat yang digunakan oleh elena memiliki desain yang mirip dengan pedang nodachi dari jepang. mungkin itu memang pedang nodachi yang dirancang sedemikian rupa agar bisa dilipat seperti antena.
trang!!
trang!!
traaang!!
himiko dan elena beradu ketangkasan menggunakan pedang, sementara itu pusing hendri sudah hilang.
"gadis kecil itu pasti adalah salah satu iron-maiden. kekuatannya luar biasa!" pikir hendri
hendri berlari dengan cepat ke tengah himiko dan elena lalu dengan akarnya berhasil menjerat perut himiko. namun tidak disangka himiko bisa membuka jeratan akar itu dengan tangannya.
"menyebalkan!!"
pukulan keras hampir saja mendarat di wajah himiko beruntung saat itu hendri mendengar teriakan ripe yang menyuruhnya berhenti.
ripe dan li shifeng datang dan memberitahu hendri tentang himiko.
hendri bergegas menutupi dirinya lagi dengan jubah kamuflase, lalu meminta maaf.. "maafkan aku, aku kira kalian dari militer jepang karena pakaian kalian sama."
"aku juga minta maaf, tidak aku sangka ada nyarla pohon di organisasi perlawanan black leaves." ucap himiko sambil menundukkan kepala sebagai tanda permintaan maaf
kesalahpahaman antara hendri dan himiko berakhir baik tanpa ada seorang pun yang mengalami cedera fatal, elena hanya menembak mereka di lengan dan bahu sebelumnya, tapi lain cerita dengan ripe. ripe sudah membunuh 2 orang dan memotong kaki 3 orang dengan tangannya.
"aku juga tidak sengaja melakukannya.. " ucap ripe membela diri di depan himiko
"tetap saja kau harus bertanggung jawab!!" ucap himiko dengan tatapan ganas
beberapa detik kemudian tim hendri mendapat kontak dari tim pengintai bahwa terjadi pertarungan di area tim b, koordinatnya di saluran pembuangan.
"kita harus segera kesana! nona kireina dan yang lainnya datang untuk membantu kita mencari alat pembaca pikiran itu." li shifeng menjelaskan perkara kedatangan pasukan pengawal dokter mei kepada anggota timnya
tim c pun secepat mungkin menuju area tim b. meski sempat terjadi keributan kota itu tetap sepi beberapa orang menengok ke luar jendela tapi mereka hanya melihat tim himiko yang berpakaian tentara jepang mereka tidak melihat tim hendri karena menggunakan jubah kamuflase.
"hampir sampai! belok ke sebelah kanan!" li shifeng memberi arahan
langkah mereka terhenti saat melihat seorang wanita yang berlumuran terduduk di pinggir jalan.
"wanita itu? hunter sofia!"
"alat pembaca pikirannya sudah hancur. tapi di bawah sana ada blueprint yang bisa dimanfaatkan... " ucap hunter sofia sambil merintih menahan sakit
hendri bergegas menyelamatkan hunter sofia tapi tubuh wanita itu tiba tiba saja tertarik oleh seutas benang tipis hingga masuk ke dalam lubang saluran pembuangan.
"black leaves sialan!! berani sekali kalian memperlakukan manusia seperti umpan di kail pancing!!!"
hendri terus mengejar hunter sofia yang ditarik hingga ke lorong saluran pembuangan yang cukup besar. ruangan yang luas itu memberi hendri kesempatan untuk melompat tapi ripe melakukannya lebih dulu sebelum hendri.
__ADS_1
benang yang menarik hunter sofia berhasil dipotong, ripe memeriksa keadaan hunter sofia dan mendapati luka tusuk dengan senjata yang masih menempel di punggungnya.
"graham! cepat tutupi lukanya dengan akarmu!!"
dengan susah payah hendri menekan luka tusuk di tubuh hunter sofia. sementara ripe bergegas mengejar si pria misterius yang memegang blueprint sebelumnya.
ripe memasuki terowongan lebih dalam dan berhasil menemukan jalan masuk ke fasilitas tersembunyi.
"keluar kau sialan!! dimana hunter kami?" ripe berteriak di dalam fasilitas itu
tidak lama kemudian si pria misterius muncul di tempat yang sama seperti sebelumnya.
"hei kau! serahkan hunter pria itu dan cetak biru alat pembaca pikiran!"
"tidak mau! memangnya kalian siapa seenaknya memerintahku?"
"jangan membantah nak! cepat serahkan sebelum aku melukaimu!" ancam ripe
"orang ini juga berkata seperti itu sebelumnya.. "
si pria mengangkat hunter otavio dengan satu tangan lalu melemparkannya ke bawah. dengan cepat ripe menangkap hunter otavio yang sudah sekarat dengan kedua tangan yang terpotong.
"wah, wah, kau cepat juga ya... "
"apa kau prajurit berpangkat tinggi?"
"!!"
si pria merasakan aura yang menusuk di pori pori kulitnya. dia penasaran kenapa kehadiran seorang manusia bisa membuat atmosfer berubah menjadi seperti itu.
"kau bukan kroco sepertinya ya. siapa kau?" tanya si pria misterius
"aku bladed mantis dari the hunter. siapa kau?" ripe bertanya balik setelah memberitahukan namanya
"aku tidak mau memberitahukan namaku."
si pria menembakkan pistol laser yang direbutnya dari hunter otavio kepada ripe. tembakan peluru laser itu sangat cepat bahkan ripe yang sangat cepat pun masih terkena tembakannya.
tumit kanan ripe melepuh terkena sinar laser.
"kau tidak akan selamat dari sini!"
duarr!!
tempat si pria berpijak meledak, dia tidak sadar kalau hunter lain sudah membidik dirinya sedari tadi.
"peluru nuklir?"
"siapa yang menembakku? oohhh... "
"sial, gara gara hanya bisa melihat suhu tubuh tembakanku jadi meleset." gumam hendri
hendri masuk dengan berani menghampiri ripe di depannya.
"jadi ini black leaves yang mengganggu pekerjaan kita?"
"hati hati dia punya senapan laser."
"tidak masalah, sebentar lagi yang lainnya akan kesini. sementara itu kita harus menahannya agar tidak kabur dari sini."
hendri melihat hunter otavio. dilihat dari luka yang dia terima mustahil dia bisa bertahan sama seperti hunter sofia yang telah berpulang saat ripe berhasil membebaskannya.
hendri memusatkan tenaga di kakinya bersiap siap untuk menyerang.
si pria misterius tampak senang saat melihat kedatangan hendri.
"ini sangat menyenangkan... "
"hei bladed mantis! tadi kau bertanya namaku kan? akan aku beritahu namaku."
"namaku Graham Tatara. aku adalah satu satunya produk berhasil dari eksperimen white-man."
__ADS_1
graham tatara telah muncul.
..........