Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 62 : Sisi Gelap


__ADS_3

angin kencang yang diduga berasal dari sang monster badai underwave menerjang seluruh yaman hingga ke wilayah perbatasan nigeria. korban jiwa dari serangan ini mencapai ribuan orang yang di jalanan dan menerbangkan beberapa bangunan minor di seluruh timur tengah.


Sir Near memprediksi underwave akan menjadi ancaman besar melebihi yang lainnya di pertempuran yang akan datang. karenanya beliau mempersiapkan segala sesuatunya.


"black leaves akan datang menyerbu negeri yaman dengan berlindung di dalam badai underwave" ucap Sir Near


"kalau begitu kita serang mereka sebelum mencapai yaman" saran seorang eksekutif


"kita akan kalah jika bertempur di luar ladang merkuri, karena black leaves akan membombardir kita dari balik awan"


"kalau begitu kita luncurkan misil ke awan tempat mereka bersembunyi dengan membabi buta" saran eksekutif lainnya


"kita tidak bisa asal menembakkan misil, karena black leaves punya bom anti materi. mereka akan membombardir negeri yaman dan kita harus menggunakan misil untuk meledakkan bom anti materi itu sebelum mencapai permukaan tanah"


"astaga! ini rumit sekali"


"kita akan mengkhususkan misil kendali untuk menangkis bom anti materi di pertempuran ini, sedangkan untuk membunuh underwave kita bergantung pada divisi 0 yang sedang mencari tubuh aslinya di cina, lalu kita juga sudah mempersiapkan pasukan terbaik untuk melawan black leaves yang bersembunyi di balik badai. 90% kita akan memenangkan perang ini"


"oh ya, komandan divisi 4 black leaves juga akan membantu kita secara penuh dalam perang ini"


"maksud anda torga? kenapa tiba tiba dia memutuskan bergabung dengan kita?" tanya seorang eksekutif


sambil tersenyum Sir Near berkata "aku sengaja membocorkan afiliasinya dengan kita kepada agen mata mata black leaves, agar dia dicap sebagai pengkhianat dan tidak punya pilihan selain membantu kita"


semua eksekutif terdiam, sekarang mereka tahu sifat tersembunyi dari Sir Near. beliau tidak segan segan mencelakakan orang lain untuk mencapai tujuannya.


"ternyata komandan torga cukup kuat. dengan sedikit mobilium cair dia bisa mengimbangi arlong, ditambah lagi dia punya bawahan setia yang tidak kalah hebatnya. mereka akan jadi bantuan besar kita dalam perang ini"


"maaf Sir Near, menurut analisa anda kita punya pasukan yang cukup kuat untuk memenangkan perang, tapi apakah perang itu harus berlangsung di dalam negeri yaman? bukankah kita akan dirugikan jika mereka berhasil mencapai basis militer ini?"


"untuk apa mengkhawatirkan tempat ini? saat perang nanti kita akan berpencar ke berbagai lokasi agar tidak ditemukan oleh musuh, sedangkan markas ini akan kupasangi bom di setiap sudutnya agar pasukan black leaves yang cukup bodoh hancur berkeping keping saat memasukinya"


"apakah ada yang kurang jelas?" tanya Sir Near


"bagaimana dengan assault nyarla Sir? apakah kita harus melindunginya? torga bilang 10 pembawa bencana menginginkannya hidup hidup"


"kita tidak perlu mengkhawatirkannya, aku sudah memasang bom kendali jarak jauh padanya. jika dia ditangkap aku akan meledakkannya"


"!!"


"anda yakin!"


"kenapa tidak? hendri graham diincar oleh 10 pembawa bencana, tampaknya dia akan menjadi komponen penting untuk mencapai kebangkitan monster mereka. karena itulah aku tidak akan segan segan membunuhnya"


"aku juga sudah mendapatkan DNA assault nyarlanya, jika kita memenangkan perang ini maka kita bisa menganalisa lebih dalam tentang monster yang ingin dibangkitkan oleh pembawa bencana"


para eksekutif mengagumi kecerdasan Sir Near, tapi ada salah seorang diantara mereka yang menyayangkan keputusan Sir Near mengorbankan hendri graham.

__ADS_1


"jalankan protokol bawah tanah, evakuasi warga yaman sebanyak mungkin ke kereta bifrost"


"siap laksanakan Sir!"


rapat singkat itupun berakhir, di dalam toilet terlihat salah seorang eksekutif sedang menelepon seseorang.


"....."


"tolong jangan sampai gagal"


"ding, ding, ding" telepon dimatikan dan si eksekutif kembali menjalankan tugasnya


di atas gedung basis militer Sir Near sedang menatap langit yang cerah. tapi di ujung sebelah barat langit mulai terlihat menghitam.


Sir Near bicara dalam hatinya "maaf aku menjadikanmu kembang api berjalan hendri graham. kuharap kau tidak tertangkap oleh musuh"


cerita beralih hendri, dia sedang berada di kediamannya untuk mengecek kondisi violet dan para pelayan.


bencana angin kencang itu membuat para hunter mendapat izin untuk pulang lebih awal dengan tujuan untuk memeriksa kondisi keluarga masing masing.


"syukurlah kalian baik baik saja" ucap hendri kepada para pelayan


"tuan graham, kami tidak tahu bagaimana keadaan nona violet. 1 jam sebelum angin kencang itu datang dia pergi keluar untuk membeli makanan cepat saji dan hingga sekarang belum kembali"


"kalau begitu aku akan mencarinya!"


"terima kasih untuk perhatianmu graham, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap violet


"kau kemana saja selama beberapa jam ini?" tanya hendri


"aku membantu menolong orang orang yang terjebak dalam rumah mereka"


"oh begitu ya, rupanya gadis perompakku sangat baik hatii.. " ucap hendri menggoda violet


"hentikan gombalanmu!" violet melemparkan sepatunya ke wajah hendri


"hahahahahaa... " hendri tertawa kencang disaat sepatu violet mendarat di wajahnya.


"tidak seharusnya aku tertawa disaat seperti ini, tapi kapan lagi aku bisa menggoda gadis cantik seperti ini" ucap hendri dalam hatinya


dia teringat dengan masa sekolahnya yang tidak pernah ada masa masa romantisnya dan hanya bisa menyaksikan kehangatan orang lain.


"kenapa aku malah memikirkan hal menyakitkan itu?" tanpa sadar hendri menepukkan sepatu violet ke wajahnya yang lantas membuat violet salah paham


"kembalikan!" ucap violet sambil merebut paksa sepatunya dari tangan hendri


"apa kau punya ketertarikan aneh pada kaki perempuan?"

__ADS_1


"tidak! tentu saja tidak! hahaa.. "


"kau terlalu berpikiran yang aneh aneh violet.. " ucap hendri sambil tertawa


"kalau begitu rasakan yang ini" violet melepas bajunya lalu menggunakan itu untuk membungkus kepala hendri


"apa yang kau lakukan?!" hendri mulai cemas karena dia mengira violet ingin membunuhnya.


sedangkan para pelayan malah meninggalkan mereka karena mengira mereka sedang bermesraan.


"aku minta maaf sudah menyinggungmu violet!"


"tolong lepaskan aku!"


"tidak akan! inilah akibatnya jika kau berani mengodaku di depan banyak orang!"


"lepaskan pakaianmu dari wajahku! aku tidak bisa bernapas!" violet terus menutup wajah hendri dengan bajunya lalu hendri mengambil bantal sofa dan memukulkannya ke wajah violet.


"awas kau ya!" violet membalas memukul hendri dengan bantal


saat mereka sedang asik bercanda datanglah seorang tamu yang sedang menunggu di luar.


"tuan graham!"


"tuan graham!!"


"ada apa nona pelayan?"


"ada tamu yang datang, dia tidak ingin masuk ke dalam tapi dia menyuruh anda untuk keluar menemuinya"


"siapa dia?"


"tidak tahu, tapi tampaknya dia anggota militer"


"suruh dia pulang dan katakan hendri graham tidak ada di rumah"


"ta.. tapi.. "


"katakan saja seperti itu nona pelayan, aku sedang tidak ingin berbicara dengannya"


"baik tuan"


hendri mengira yang datang itu adalah ripe, padahal yang sebenarnya berada di depan pintu rumahnya adalah hunter spiral.


si pelayan keluar rumah dan meminta hunter spiral dan kembali lain waktu.


"ternyata hunter graham sombong juga ya.. "

__ADS_1


"....."


__ADS_2