
kitsune mengangkat tangannya.
"jangan tembak dulu saudari saudariku!"
para pelayan menurunkan bidikan mereka.
"kemampuan apa itu, nyarla pohon? boleh aku melihatnya?" tanya kitsune dengan suara imut kepada hendri
"tentu saja boleh rubah kecil. tapi kau mungkin akan terluka." jawab hendri
"tapi sebelum itu aku ingin bertanya."
"apa yang mau kau tanyakan, manusia pohon?"
"aku ingin memastikan informasi yang aku terima. jujur saja, aku masih tidak percaya gadis dengan suara dan tingkah yang lembut sepertimu adalah tukang jagal."
"aku memang penjagal. apa kau ada masalah dengan itu?"
"aku tidak ada masalah dengan itu. tapi aku merasa kau mirip denganku dahulu."
"hihihihihii... aku mirip denganmu..?"
"iya, mirip. aku dulu juga seorang pendosa sepertimu."
"ohh.. "
"maaf ya, kita tidak sama. aku berbuat jahat untuk mendapatkan uang dan kekuasaan sementara kau tidak. aku tahu siapa dirimu manusia pohon. keluargamu melakukan berbagai eksperimen atas dasar sains dan keingintahuan."
"keluargamu membeli para narapidana yang divonis hukuman mati dengan harga yang mahal lalu menjadikan mereka objek eksperimen nyarlapostle yang kotor itu."
"kalau begitu kau juga salah satu narapidana hukuman mati itu. kejahatan apa yang kau lakukan sampai mendapat hukuman seberat itu?"
kitsune terdiam mendengar pertanyaan hendri sementara itu diluar kastil spiral dan bawahannya sedang menelusuri sekitaran kastil untuk menemukan swordfish.
"tidak ada tanda tanda black leaves disini! bagaimana dengan daerah luar kastil?" spiral bicara dengan ripe melalui walkie talkie
"tidak ada yang keluar masuk kastil. apa benar yang dilihat hunter graham adalah swordfish?" ripe bertanya pada komandan spiral
"cihh! apa sebenarnya yang menyerangmu hunter graham?"
kembali ke hendri dan kitsune.
"untuk apa aku memberitahu masa laluku kepada orang sepertimu!"
kitsune melompat ke langit langit kastil. sementara hendri bergegas memegang kedua temannya.
"bunuh mereka!!"
para pelayan menembakkan pistol nuklir mereka. namun tepat siasat itu north melemparkan flashbang yang membutakan mata para pelayan.
"uhh.. kenapa mereka berhenti menembak? padahal ini hanya bom cahaya." gumam kitsune
syuuung...
kraaakkk!
kitsune merasakan sesuatu yang besar melesat di dekat wajahnya. saat penglihatan pulih dia melihat sebuah kayu runcing yang tertancap hampir mengenai wajahnya.
"hiiii... "
"apa ini serangan dari assault nyarla? ternyata serangannya lebih berbahaya dari yang aku duga."
"dimana mereka?"
saat kitsune melihat ke bawah dia terkejut melihat para pelayannya yang seperti dilumuri lendir.
lendir yang menyelimuti itu membuat para pelayan tidak bisa bergerak, bahkan beberapa dari mereka wajahnya sampai membiru gara gara tidak bisa bernapas.
__ADS_1
"bertahanlah! aku segera kemana!"
kitsune melompat turun tapi tubuhnya dengan cepat ditangkap oleh hendri. akar pohon yang diselimuti lendir membungkus tubuh kitsune.
"cairan apa ini! rasanya lengket!" kitsune berusaha melepaskan diri namun kulitnya terasa seperti terlepas setiap kali dia meronta.
hendri sejak tadi bersembunyi di atas kitsune. dia memanfaatkan teknologi yang dimilikinya untuk membuat dirinya menghilang dari pandangan.
"kamuflase. itu pengecut!" ejek kitsune
hendri merasa tersinggung dia mengencangkan jeratan akarnya hingga membuat bahu kanan kitsune bergeser.
"itulah kemampuan yang aku bilang sebelumnya. ini adalah getah lengket yang bisa aku keluarkan setelah menganalisa tubuhku."
"....."
"harusnya kau menyerah dari awal. sekarang beritahu aku dimana alat pembaca pikiran itu!"
"alat pembaca pikiran? jadi kalian datang untuk alat itu. kukukuu.. aku tidak akan pernah memberikannya pada kalian. berkat alat itulah aku diterima oleh black leaves."
"hah? jadi black leaves menginginkan alat itu?" tanya hendri
kitsune menatap mata hendri. dia bisa merasakan perasaan jijik dan benci pada mata kitsune.
kitsune lalu berkata..
"apa menurutmu the hunter itu baik dan black leaves jahat?"
"bagimu black leaves itu jahat, tapi bagiku black leaves adalah penyelamat. komandan divisi black leaves arachne menyelamatkanku dari hukuman mati dan sekarang dia memberiku kekuasaan untuk beberapa wilayah di jepang dan membiarkanku menyimpan alat pembaca pikiran. aku tidak peduli mereka menganggapku apa yang pasti aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat black leaves tetap berdiri kokoh."
"wahh.. ternyata kau mengagumi black leaves ya. meskipun alasanmu seperti itu tetap saja kau melakukan sesuatu yang salah." ucap hendri
"aku tidak peduli selama tidak berdampak buruk pada black leaves!"
kitsune meronta dengan kuat. hendri mulai kehilangan kekuatan pada punggung tangannya hingga, whooossh... kitsune berhasil melepaskan dirinya.
pertarungan satu lawan satu tidak terelakkan. kitsune turun dan meraih satu pistol nuklir milik pelayan yang tergeletak.
blaaarr!!
hendri membalas dengan serangan tentakelnya yang tajam. pilar pilar kayu hampir mencabik kitsune, kitsune melompat dan menembakkan pistolnya lagi. hendri yang sudah berlatih selama berbulan bulan bisa bergelantungan dengan lincah menghindari tembakan kitsune.
"dia bergerak seperti arachne. kalau begitu akan aku runtuhkan langit langitnya."
blaarr!!
blaaarr!!
"apa dia bermaksud meruntuhkan langit langit kastil ini? apa dia gila?" gumam hendri
hendri turun dengan cepat, kitsune memiliki banyak pistol nuklir di dekatnya.
blaaarr!!
blaaarr!!
blaaarr!!
kitsune menggunakan model senjata nuklir yang tidak ada di daftar the hunter. hal itu dapat terlihat dari kitsune yang menembakkan senjatanya dengan acak sehingga jumlah pasti dari peluru nuklir di dalam pistol itu tidak bisa dihitung.
"sesuai yang dikatakan wakil komandan saat latihan. jangan mencoba merebut senjata berpeluru nuklir dari tangan musuh. karena peluru yang mereka miliki tidak bisa ditebak."
hendri membentuk tentakelnya menjadi tombak lalu melemparkannya, dengan lincahnya kitsune menghindar sembari menembakkan senjatanya.
grab!
ujung pilar kayu bergerak seperti seekor ular dan menangkap lengan kiri kitsune.
__ADS_1
"assault nyarla ini berbeda dari yang aku dengar. bukankah assault nyarla hendri graham ini buta, tapi kenapa dia bisa menyerangku dengan bebas seperti ini? apa sebenarnya yang membuatnya bisa melihat?"
kitsune mempertajam inderanya, dia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak terlihat mengikuti gerakannya.
"ketemu! teknologi miliknya!"
kitsune mengarahkan pistolnya ke lahan kosong yang sebenarnya ada jick disana.
"tidak akan kubiarkan!"
zraaatt!!
hendri mengubah tangannya menjadi pedang yang sangat panjang. pedang itu berhasil menusuk lengan kanan kitsune sebelum dia menembak jick.
pedang panjang itu mengeluarkan cabang yang mengunci lengan kanan kitsune sehingga dia tidak bisa melepaskan tangannya atau pun beregenerasi.
kitsune menghancurkan pilar pohon yang menahannya dengan ekornya lalu menembakkan pistol nuklir kepada hendri.
"tidak masalah aku kehilangan lengan kananku! yang penting aku bisa menyerang dia!"
dorr!
tembakan kitsune sekali lagi meleset.
blaarr!!
dinding kastil runtuh bersamaan dengan kitsune yang tertangkap oleh hendri.
"sudah berakhir kitsune! kalau kau melawan lagi akan aku potong tangan dan kakimu!" ancam hendri
"kejam sekali.. tapi aku belum kalah!"
"apa lagi yang kau miliki? pasukanmu diluar itu sudah dikalahkan oleh pasukan kami. para pelayanmu juga tidak mampu melepaskan diri dari getahku, apa lagi yang bisa kau lakukan sekarang?"
klik..
kokang pistol terdengar dari belakang hendri.
dorr!
hendri refleks melompat ke langit langit dengan kitsune digenggamannya.
"kau muncul lagi, swordfish."
swordfish tiba tiba muncul lagi dibelakang hendri sama seperti sebelumnya, namun kali ini dia menggunakan pistol nuklir bukan pedang cambuk.
"saudari-saudariku... "
para pelayan kitsune terkena tembakan langsung peluru nuklir. tubuh mereka berhamburan seperti sup lobak merah yang tumpah.
"inikah black leaves yang kau kagumi itu kitsune?" tanya hendri
kitsune benar benar terpukul melihat saudari saudarinya terbunuh dengan tragis.
"diamlah disini selama aku menghadapi keparat itu! aku masih membutuhkan informasi darimu, jadi untuk saat ini aku biarkan kau hidup."
kitsune menunjukkan ekspresi murka di balik topengnya. sementara di bawah swordfish membidik hendri dan kitsune dengan pistolnya.
"ternyata kau masih hidup ya swordfish. aku belum membalaskan perbuatanmu pada violet di perang dahulu!"
cakar tajam dari assault nyarla muncul. swordfish mengeluarkan pedangnya yang berbentuk katana.
rematch dari assault nyarla dan swordfish yang muncul entah darimana itu tidak terhindarkan.
traang!
cakar dan pedang saling berbenturan. dengan kekuatannya hendri mendorong swordfish hingga terlempar ke dinding.
__ADS_1
"mati kau kali ini swordfish!"
..........