Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 66 : Tantangan Dari Monster


__ADS_3

[disini noir. aku menemukan assault nyarla.] noir berbicara pada arlong melalui earphone atau alat komunikasi apalah itu yang mereka gunakan.


"berikan koordinatnya!" perintah arlong


[dia berada dikoordinatku, aku sedang membuntutinya dari atas gedung.] jawab noir.


"bagus, lanjutkan noir! hubungkan aku pada tim pengendali underwave!"


"halkenburg kau mendengarku!"


komunikasi black leaves dengan markas mereka terganggu karena terjangan angin underwave.


[aku mendengarmu pak.] jawab salah satu tim pengendali underwave yang diikat oleh isshin.


"dengarkan instruksiku! tembakkan petir ke koordinat ini dalam 2 menit lagi. lakukan sesuai aba abaku!"


koordinat diterima di komputer yang dipegang isshin.


[baik pak. sambaran petir sudah siap.]


"jangan sampai ada kesalahan!" komunikasi ditutup.


arlong tidak menyadari bahwa underwave sudah disabotase oleh oknum yang tidak dikenal. saat inipun tim pengendali underwave itu berada di bawah kendali isshin dan pasukan bertopeng oninya.


"pasti membosankan diam menunggu perintah disini." isshin mengajak tim pengendali itu bicara.


"aku sudah lakukan sesuai perintahmu, aku mohon jangan sakiti anak dan istriku..." pintanya.


"tenang saja, aku ini selalu menepati janji. istri dan anakmu akan baik baik saja kalau kau mempertahankan sandiwara bagusmu ini sampai akhir." ucap isshin sambil tersenyum.


kembali ke medan perang kota yaman..


hendri berlari mengikuti robot anjingnya, meski suara suara tembakan yang keras berdengung di telinganya dia tetap maju.


"19 orang di depan...!!"


"itu assault nyarla! hancurkan dia!"


blaar!


blaar!


blaar!


tembakan granat asal asalan itu mana bisa mengenai hendri yang cepat.


satu persatu dari mereka terbunuh oleh hendri, ditambah lagi tentara the hunter datang ke lokasi itu membuat mereka punya kesempatan menyerang balik.


"maju! bantu hunter graham!"


para tentara menembaki pasukan black leaves yang berdatangan dari balik bangunan.


"aku harus menjauh dulu. peluru yang mereka gunakan bukan peluru biasa." kulit kayu hendri ditembus oleh tembakan tentara black leaves membuatnya terluka cukup parah di awal pertempuran.


hendri menjauh sembari meregenerasi lukanya.


"aku harus bertempur dengan cerdik, aku mengemban misi penting yang dipercayakan Sir Near padaku."


"aku harus memancing komandan mereka turun ke medan perang dengan cara mengamuk sejadi jadinya.."


hendri mengubah akarnya menjadi batas pohon besar lalu melemparkannya pada tentara black leaves.


batang pohon itu menimpa 2 orang tentara hingga membuat mereka tewas ditempat.


"darimana datangnya batang pohon ini?!"


"akhh...!!"


tombak kayu menghujani mereka, tampaknya para tentara black leaves ini tidak menggunakan armor kuat seperti para hunter.


[guk! guk!]


robot anjing menggonggong sangat keras.

__ADS_1


karena terlalu fokus ke tentara di depannya hendri tidak menyadari pesawat tempur black leaves sudah selesai mengisi peluru.


"hunter graham!!"


blaar!!


blaarr!!


blaarrr!!


pesawat tempur black leaves membombardir setiap titik persembunyian tentara the hunter termasuk hendri yang berada di area terbuka.


"secara logika harusnya dia sudah hancur sekarang." noir bicara sendiri.


"hah! kemana dia?" hendri menghilang dari tempat itu, noir yang tidak melihat keberadaan mangsanya pun bergegas mencarinya.


"baguslah, dia sudah pergi."


"terimakasih atas kenekatanmu hunter miqdad.. "


sesaat sebelum pesawat black leaves membombardir tempat itu, miqdad datang dan melindungi hendri dengan perisai kamuflasenya.


"itu adalah komandan divisi 5 black leaves, noir si penghancur."


"jangan melawannya, Sir Near sudah memutuskan akan menandingkanmu dengan siapa."


"ikuti aku!" hendri dan miqdad berlari menjauhi noir.


beberapa detik kemudian sambaran petir datang lagi dan kali ini petir itu berhasil menghancurkan salah satu meriam laser yang tersembunyi di antara bangunan.


"salah satu meriam kita hancur Sir!"


"balas tembakan mereka! tembakan meriam 004, tembakan lurus ke 35 derajat dari pusat langit!"


meriam laser digerakkan. pergerakan itu terlambat disadari oleh black leaves sehingga beberapa pesawat mereka tidak sempat menghindar.


drrrtttt.....


whoooshh.....!!


"meriam laser kedua ditemukan!"


"hancurkan meriam itu tim underwave! sekarang!" arlong memberi perintah menembak sekarang dan isshin mengikutinya, entah apa yang diinginkan orang tua jepang itu.


duaarr!!


"2 meriam laser kita telah dilumpuhkan Sir."


"tidak apa apa, kita masih punya 2 lagi. lagipula sekarang kita tahu dimana raja para musuh berada." ucap Sir Near.


tembakan laser itu melenyapkan awan underwave yang dilaluinya sehingga keberadaan pesawat induk black leaves dapat terlihat.


"itu pesawat induk mereka! arlong mungkin ada disana!" ucap hunter miqdad.


ada yang datang dari arah belakang dan itu menargetkan hendri dan miqdad.


"menunduk miqdad!"


sebuah bilah angin raksasa datang dan hampir saja membelah mereka menjadi dua. hendri berhasil menghindarinya sementara miqdad terluka di telinga sebelah kanannya.


"gawat! serangan ini.. " miqdad ketakutan tapi dia berusaha menyembunyikannya dari hendri. tapi meski tidak menunjukkan ekspresi takut hendri tetap menyadari ketakutan miqdad melalui detak jantungnya.


"siapa yang bisa melakukan itu?" hendri berbalik dan dia melihat seorang pria muda berambut putih dengan sebuah katana di tangannya.


alasan kenapa hendri bisa melihatnya karena robot anjing hendri yang sebelumnya menuntunnya ke musuh telah hancur terkena tembakan pesawat perang dan sekarang robot anjing itu dipegang oleh orang itu.


"graham, dia adalah targetmu di pertempuran ini, komandan divisi 3 Swordfish."


"apa Sir Near menyuruhku berkelahi satu lawan satu dengan komandan musuh?"


"tidak kita harus bergabung dulu dengan hunter lainnya untuk mengalahkannya."


"kalau begitu kita tidak punya pilihan lain."

__ADS_1


"apa maksudmu??" miqdad bingung dengan apa yang hendri rencanakan.


"kita ambil langkah seribu.. sekarang!!"


hendri dan miqdad lari sekencang kencangnya dari swordfish namun ternyata swordfish tidak mengejarnya. tapi bawahannya lah yang mencegat hendri dan miqdad.


bawahan swordfish menutup jalan lari hendri dan miqdad lalu menembaki mereka dengan peluru nuklir.


"berlindung ke belakangku graham!"


miqdad mengaktifkan perisainya, tapi tepat disaat itu hendri mengangkat miqdad ke udara, melompat melewati para tentara yang menghalangi jalan.


"kau masih muda tapi hebat juga ya..." puji migdad.


"aku adalah ahlinya melarikan diri di medan yang seperti ini." ucap hendri kepada miqdad.


hendri memanfaatkan akar akarnya untuk merayap di dinding bangunan seperti seekor laba laba.


"sial! ternyata kau bisa melakukan hal keren seperti ini. aku harus minta tanding ulang nanti" ucap miqdad ke hendri.


saat mereka sudah sangat jauh swordfish tiba tiba memanggil nama hendri.


"berhenti disitu hendri graham!!"


"apa? dia memanggil namaku?" hendri berhenti berlari.


"jangan dengarkan musuh! kita harus bergabung dengan para hunter lainnya!"


"tunggu sebentar miqdad, aku punya firasat buruk!"


"jika kau lari lebih jauh lagi aku akan memotong lengan kanan wanita ini!!"


"miqdad! lengan siapa yang akan dia potong!"


"aku tidak tahu siapa wanita itu, dia tampaknya dari pasukan sipil. wanita itu memiliki rambut berwarna silver."


"!!!"


"kembalilah kesini jika kau ingin dia tetap hidup hendri graham!!" swordfish menantang hendri untuk kembali dan melawannya.


disaat itu juga swordfish memotong lengan kanan orang yang disanderanya.


orang yang disandera swordfish tidak lain adalah violet, dia menjerit kesakitan saat lengannya terpisah dari tubuhnya.


disaat merasakan sakit yang luar biasa itu violet sadar bahwa dia tidak boleh bergantung dan menyusahkan graham terus menerus, maka dari itu violet bergegas menutup mulutnya yang merintih agar tidak didengar oleh hendri.


"kau kuat juga ya.." swordfish memuji violet.


"kalau saja aku tahu dari awal, aku akan menjadikanmu selirku. gadis yang kuat.. "


violet tidak sanggup menahan air matanya. sementara itu miqdad hampir mati karena akar hendri mencekik badannya dengan sangat kuat.


"tenanglah graham!"


"aku tidak tahu siapa dia, tapi aku akan membantumu menyelamatkannya!"


"ehh!"


"apa yang kurasakan ini...?"


"hunter miqdad.. apakah barusan swordfish memotong lengan wanita itu?" hendri menggunakan kemampuan telepatinya.


"apa ini telepati? aku bisa mendengar suaramu di kepalaku?"


"hunter miqdad.. apakah barusan swordfish memotong lengan wanita itu?" hendri mengulang kata katanya.


"ya.. wanita itu menjerit dan menangis kesakitan." jawab miqdad.


"aku tidak bisa melihatnya tapi aku bisa merasakan dan mendengarnya." ucap hendri


"meskipun hanya sekilas, itu adalah suara teman dekatku!!"


amarah menyelimuti hendri.

__ADS_1


..........


__ADS_2