Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 35 : Melangkah Maju


__ADS_3

Hari ujian masuk the hunter pun tiba


hendri dan violet bersiap pergi ke lokasi ujian ditemani suruhan the hunter.


dalam telepati,


"lihat saja violet"


"aku akan menjadi lulusan terbaik di ujian ini" ucap hendri dengan penuh semangat


"pastikan saja kau bertemu kakekmu setelah ini dan mintalah dia membuatkanmu alat bantu bicara"


"kau tidak senang kupegang terus?" ucap hendri sambil bercanda


"tanganmu sangat kasar. terkadang aku terkejut saat kau tiba tiba memegang bahuku, rasanya seperti sebuah senapan di letakkan di samping lehermu"


"kalau begitu lain kali aku akan lebih lembut"


"jangan katakan hal yang ambigu begitu!"


meski tampak saling acuh diluar hendri dan violet sebenarnya mulai akrab semenjak mereka turun dari kapal kargo.


"oh ya.. kalau kau tidak ada kegiatan setelah selesai ujian kembalilah ke apartemen, ada yang mau kubicarakan"


"....."


"sudah lama kau tidak mengajakku bicara. ada hal penting apa?"


"ini soal perjanjian kita"


"baiklah. tapi kau harus menunggu, aku memprioritaskan bertemu kakekku dulu setelah itu baru kita ngobrol"


hendri dan violet diantar ke luar kota di sebuah dataran pasir kosong. tidak lama setelah mendapat izin masuk dari the hunter arena ujian pun mulai terlihat.


arena itu di sembunyikan dengan metodi kamuflase sehingga tidak dapat dilihat bahkan oleh satelit sekalipun.


"itu keren! tapi yang seperti ini bukan gaya kakekku. pasti orang lain yang membuatnya"


"lewat sini tuan graham"


"nona, anda silahkan tunggu di ruang lain"


sebelum berpisah hendri meminta violet bertanya,


"permisi pak, ujian apa saja yang akan dijalani hendri graham?" tanya violet


"....."


"sebenarnya peserta ujian tidak boleh diberitahu tentang ujian apa yang akan mereka jalani"


"tapi khusus untuk anda saya akan beritahu"


"ujian dibagi menjadi beberapa sesi. karena anda ingin menjadi agen lapangan maka sesi atau tes yang anda jalani adalah tes fisik, tes intelijen, dan tes komando"


"anda sudah dinyatakan lolos di tes fisik, jadi anda bisa bersantai di ruang tunggu peserta sampai tes kedua dimulai"


setelah mengetahui ujiannya hendri pun diantar ke ruang tunggu peserta.


di arena ujian tes pertama yaitu tes fisik segera dimulai,

__ADS_1


ada banyak orang yang mengawasi ujian itu, salah satunya di ruang komando. pria bernama hasan yang sebelumnya menemui ripe juga berada disana bersama sekretarisnya.


"para peserta ujian lapangan kali ada berjumlah lebih dari seratus pak"


si sekretaris dengan teliti membaca setiap nama yang terdaftar sebagai peserta ujian hingga dia melihat nama graham.


"jadi cucu prof. graham benar benar masih hidup?"


"iya" pak hasan menyeduh teh panas


"saya dengar dia berubah menjadi nyarla pohon dengan metode yang tidak diketahui. jika itu benar bukankah tes fisik ini terlalu mudah untuknya"


setelah mencicipi teh panas pak hasan menjawab "dia sudah membuktikan kekuatannya dengan mengalahkan seorang penjaga perbatasan dan mengimbangi jacob ripe"


"aku dan Sir Near sudah sepakat untuk meloloskan di tes fisik. sekarang dia sedang berada di ruang tunggu"


"kurasa tidak pak.. lihatlah di field 6"


pak hasan terdiam saat melihat hendri sedang menjalankan ujian di salah satu field.


"apa yang dia lakukan disana?!" pak hasan membentak sekretarisnya


"sayyaa... tidak tau.. "


"mungkin dia tidak mau duduk diam saja menyaksikan ujian"


"bisa saja hendri graham adalah orang yang hiperaktif"


pak hasan bergegas menelepon suruhannya yang menjemput hendri dan violet.


"apa yang kalian lakukan! kenapa hendri graham masuk ke field?"


"hendri graham bersikeras ingin ikut tes pertama pak!"


"apa alasannya melakukan itu?!"


" bla.. bla.. bla.. "


"kurang ajar sekali kau hendri graham!!" ucap pak hasan dengan sangat kesal


"tenanglah pak!"


"mana bisa aku tenang!"


"jika hendri graham ikut tes fisik maka semua perhatian akan tertuju padanya termasuk perhatian Sir Near"


"Sir Near tidak peduli dengan orang pintar ataupun berkharisma. yang beliau inginkan adalah orang yang kuat"


"jika hendri graham ikut tes ini maka anakku tidak akan punya kesempatan untuk tampil"


itu alasan yang egois. tidak ingin hendri ikut tes fisik karena akan menjadi saingan anaknya untuk mendapat peringkat satu.


"be.. begitu yah"


pak hasan menatap tajam sekretarisnya


"sandra.. jangan beritahu siapapun tentang apa yang kuucapkan tadi. kalau tidak kau akan tau akibatnya"


"baik pak.. " jawab si sekretaris sambil gemetaran

__ADS_1


entah kenapa adegan ini mirip seperti saat kapten leon mengancam wakilnya yang bernama boston dahulu.


di field hendri sedang menjalankan tes fisik. tesnya adalah menangkap 10 ekor kelinci dengan kedua kaki diikat ke bola besi, berjalan 2 km sambil mengangkat sebuah beton besar dan terakhir menahan 30x cambukkan.


ngeri juga.


"aku tidak mau diam saja disana"


"jika aku melakukannya maka orang orang akan mengira aku lolos dengan bantuan orang dalam"


"ditambah lagi, pertarungan dengan ripe tidak ada mirip miripnya dengan tes fisik ini"


"aku tidak ingin lolos dengan bantuan kakekku ataupun orang lain. setidaknya tidak untukku yang sekarang"


"dulu aku adalah mahasiswa yang sangat cerdas. saat berusia 16 tahun aku sudah bisa masuk ke universitas tinggi karena aku berkali kali lompat kelas"


"aku begitu populer di universitasku dan mendapat julukan sebagai jenius abad ini"


"namun suatu hari aku bertengkar dengan seorang mahasiswa lain"


"mahasiswa itu menuduhku telah mencuri topik penelitiannya, tapi itu tidak benar, karena sebelumnya dia sendiri yang minta padaku bertukar topik pembahasan"


"adu mulut kami berlangsung cukup lama, hingga dia memukul wajahku"


"aku naik pitam dan membalas memukulnya tapi meleset. alhasil aku dihajar habis habisan sementara teman kelasku yang lain tidak berani membantu atau mungkin mereka tidak mau"


"saat aku sudah babak belur mahasiswa itu tetap tidak berhenti melayangkan tinjunya sehingga aku refleks mengambil sebuah penggaris besi untuk menangkisnya"


"namun saat aku membuka mata, aku melihat bajuku kecipratan darah"


"ternyata penggaris besi itu menancap di sela sela jarinya"


"setelah kejadian itu, mahasiswa yang bernama billy newdart itu harus menjalani perawatan di rumah sakit karena tetanus"


"sedangkan aku dimarahi habis habisan oleh ayahku, teman temanku juga membully ku"


"mereka bilang aku seorang pengecut yang berkelahi dengan senjata. walaupun mereka tidak berani mengatakannya langsung karena statusku"


"aku seorang mahasiswa berumur 16 tahun dihukum dan dimaki karena tidak sengaja menyakiti teman sekelasku"


"semenjak saat itulah aku membenci ayahku dan mengutuk diriku yang lemah ini"


"lalu musibah serum nyarla waktu itu membuatku kehilangan keinginan melanjutkan hidup"


"namun saat aku membuka mataku lagi aku mendapati tubuhku dipenuhi kekuatan. disaat aku melihat tubuhku yang baru aku merasa sedih, kecewa, namun juga bahagia"


"karena akhirnya aku bisa mengucapkan selamat tinggal kepada diriku yang lemah dan menyedihkan"


"karena itulah aku akan melewati ujian ini dengan kekuatanku sendiri"


"!!!"


"hendri graham telah menyelesaikan tes fisik"


"rekor ini mengalahkan rekor tercepat sebelumnya"


pengumuman terdengar di seluruh arena


"....."

__ADS_1


"dengan kekuatan baruku yang sudah kulatih"


"....."


__ADS_2