
"kalian berdua pergi saja duluan. ada hal pribadi yang harus aku lakukan" ucap sir near.
"baiklah, kalau ada apa apa panggil saja aku sir" ucap spiral.
sir near masuk ke sebuah ruangan lalu membaca isi surat elektronik yang didapatnya.
surat itu terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama berisi..
"terimakasih kembali sir near, aku adalah si penyabotase underwave. aku harap kau menolongku sebagai balas budinya"
lalu bagian kedua berisi kode yang berbunyi..
"the originator of the times, sweet pea, sun"
setelah membaca surat elektronik itu sir near berpikir..
"aku bisa membaca arti kode ini dengan sekali lihat. tapi yang jadi masalahnya bagaimana cara orang ini meretas gadgetku yang mustahil untuk diretas"
"gadget ini hanya dimiliki oleh petinggi the hunter jadi satelitnya pun dibuat khusus agar tidak bisa diretas. tapi dia bisa melakukan, bahwa jika itu aku, aku perlu waktu berbulan bulan dengan mencoba miliaran kemungkinan kode password"
sir near tersenyum lebar..
"aku akan menemukanmu peretas underwave. tunggulah beberapa bulan, karena aku harus mengurus pasukan the hunter terlebih dahulu"
sir near lalu menghubungi para petinggi the hunter lainnya dan mengadakan rapat virtual membahas surat yang baru saja diterimanya.
kembali ke hendri dan spiral. komandan dan bawahan ini sedang berjalan menuju ke tempat violet dirawat.
"aukk!"
"aukk!"
"gonggongan ini.. "
hendri berbalik dan mendapati anjing robotnya. tapi anjing robot itu tidak datang dengan tangan kosong.
"apa yang kau gigit?"
anjing itu datang dengan membawa lengan kanan violet yang dipotong swordfish.
dengan tangan gemetaran hendri memegang lengan violet "lengannya masih utuh, tapi apa yang harus aku lakukan dengan tangan ini?" hendri bertanya kepada anjing robotnya.
"kira kira seperti apa reaksi violet saat melihat potongan tangannya?"
spiral bergegas menyadarkan hendri karena dia terlihat seperti kehilangan kewarasan.
"hunter graham!"
"ahh.. "
"maafkan aku komandan spiral.. "
"tidak apa apa, hal itu wajar bagi prajurit yang baru saja kembali dari perang"
hendri tersentuh saat spiral menyebutnya prajurit.
"prajurit, seandainya orang tuaku yang mengatakan itu.. "
"kau baik baik saja hunter graham?"
"iya"
beberapa saat kemudian sampailah mereka di tempat pengungsian khusus prajurit kelas bawah.
"carilah temanmu itu sendiri. aku harus mengurus hal lain" ucap spiral.
"siap pak!"
saat akan pergi spiral mengambil belati perak hendri.
"kau tidak membutuhkan belati ini lagi"
"kenapa komandan?"
"kau mungkin akan masuk divisi khusus setelah ini. jadi kau akan mendapatkan tanda pengenal baru yang lebih baik"
__ADS_1
spiral langsung pergi setelah itu.
hendri bertanya kepada penjaga disana mengenai prajurit sipil wanita berambut putih. setelah mendapat jawaban dia diantar ke tenda perawatan yang khusus untuk merawat para prajurit yang sekarat.
tenda itu tidak terlalu besar, baru saja masuk hendri sudah melihat violet.
"violet.. "
violet sedang duduk sambil menyeruput teh hangat.
"graham.. kau baik baik saja?"
"aku baik saja.. "
"umm.. bagaimana lukamu, apa masih terasa sakit?" tanya hendri.
"sudah tidak sakit lagi. syukurlah kita berdua selamat"
entah kenapa keadaan menjadi canggung. awalnya hendri berusaha melonggarkan suasana tapi dia sadar bahwa itu bukanlah tindakan yang baik saat ini.
dengan perlahan hendri meletakkan tubuhnya di atas tanah.
"tubuhku masih sangat sakit, tapi aku harus terlihat kuat dihadapan orang lain terutama dihadapannya" begitulah pikir hendri.
hendri berucap pada violet "maafkan aku violet. kalau saja aku tidak lari dari black leaves kau pasti tidak akan menjadi korban"
hendri mengangkat kepalanya tapi matanya tidak menatap mata violet karena perasaan bersalah yang sangat mendalam.
"tidak apa apa, akulah yang salah karena terlalu keras kepala" violet menerima permintaan maaf hendri dengan suara lembut yang belum pernah keluar dari mulutnya sebelumnya.
violet meneruskan ucapannya "akhir akhir ini aku sering tidak beruntung. bayangkan saja, musuh pertama yang akan aku tembak kepalanya ternyata adalah komandan musuh. apalagi orang itu bisa menangkap peluruku dengan tangan kosong"
"swordfish bisa menangkap peluru dengan tangan kosong?"
"benar, dia sangat kuat. orang lemah sepertiku bukanlah ancaman baginya"
"....."
"ehh..!!"
"perang sudah berakhir! tanganmu juga akan kembali seperti semula!"
"huu.. huu.. huuu.. "
"jangan menangis lagi violet. nanti lukamu sakit lagi.. "
"kenapa aku tidak bisa terus bertambah kuat sepertimu graham..?"
"apa...?"
dengan berderai air mata violet bertanya kepada hendri..
"aku selalu berlatih setiap hari agar bertambah kuat. tapi tidak peduli sekeras apapun aku mencoba, aku tetap sama lemahnya seperti dahulu!"
"..."
"dulu saat kita pertama kali bertemu di laut atlantik aku bisa mengimbangimu bahkan membuat terluka parah, tapi sekarang aku bahkan tidak mampu menghunuskan pedangku padamu"
"kenapa aku begitu lemah? aku ingin menjadi kuat tapi tidak bisa! aku tidak ingin terus-terusan menjadi beban bagi orang-orang disekitarku!"
violet menutup wajahnya karena malu pada hendri.
violet sebenarnya tidaklah lemah, hanya saja dia berada di dunia yang penuh dengan kecurangan dan tipu muslihat. sehingga segelintir manusia yang lemah bisa menjadi sangat kuat dengan mengandalkan sebuah teknologi atau metode.
hendri adalah salah satu dari segelintir orang lemah itu. tokoh utama kita ini sebenarnya sangat lemah, dia selalu dilatih oleh ayahnya agar kelak bisa menjadi seorang tentara. tapi tuhan tidak mengizinkan hal itu, karenanya hendri memilih mengikuti jejak kakeknya sebagai seorang ilmuwan.
"violet, jangan menyalahkan dirimu sendiri"
"kekuatan bukanlah satu-satunya alasan yang bisa menjadikanmu orang hebat. kalau kau tidak ditakdirkan menjadi orang kuat maka cobalah untuk menjadi orang yang bijaksana dan cerdas"
"bijaksana dan cerdas?" violet masih berlinang air mata.
"ada banyak jenderal hebat di dunia ini yang nyatanya tidak lebih hebat dari pasukan yang dipimpinnya. salah satunya adalah sir near pemimpin the hunter"
"saat aku pertama kali mendengar namanya kukira dia adalah orang yang sangat kuat. tapi saat aku bertemu dengannya ekspektasiku itu langsung sirna"
__ADS_1
"benarkah seperti itu graham? aku jadi ingin tahu seperti apa dia" ucap violet.
violet mulai merasa lebih baik setelah mendengarkan cerita hendri.
"benar, sir near itu tidak kuat. tapi dia punya kharisma dan wibawa serta bakat yang membuatnya bisa berdiri di depan semua orang"
"meski kami seumuran aku cukup mengaguminya karena black leaves tampaknya sangat takut pada dirinya"
hendri menatap mata violet dengan tatapan yang berapi-api.
"karena itulah jangan berkecil hati hanya karena dirimu lemah violet. kau punya banyak jalan untuk menjadi orang yang kuat secara kekuasaan. bahkan kalaupun kau ingin bertempur lagi aku bisa membuatkanmu berbagai macam gadget tempur yang canggih"
"terimakasih sudah menghiburku graham. aku hanya kesal karena tidak bisa memberi bantuan apapun"
"akan aku bawakan kau pizza nanti, cepatlah sembuh gadis perompakku"
"kau juga jangan sampai mengantarkan nyawamu kepada musuh"
mereka berbagi senyum, sebuah persahabatan yang indah untuk mantan musuh.
setelah itu hendri membuka bingkisan yang dibawanya lalu memberikannya pada violet.
"lenganku! kau sengaja mencarinya?"
"anjing robotku yang menemukannya"
"aku yakin lenganmu ini masih bisa disambungkan kembali, aku akan menemui kakekku sekarang untuk meminjam tabung rekonstruksi"
"tunggu graham!"
saat berbalik hendri terkejut melihat sir near ada dibelakangnya.
"sir near!"
"itu kata kata penyemangat yang bagus hunter graham"
"kau berhasil mencuri hatinya.. " bisik sir near pada hendri.
hendri membungkukkan badannya dengan gaya seorang ksatria.
"ada apa sir near?"
"sudah aku bilang aku akan menyusul kalian"
"jadi nona manis ini adalah dagger. si pembunuh dari kru bajak laut leon?"
"tidak kusangka ternyata kau seorang perempuan muda" ucap sir near pada violet.
"anda pemimpin the hunter. bagaimana anda bisa tahu tentangku?"
"aku bertemu dengan kaptenmu beberapa bulan yang lalu untuk membicarakan bisnis. dan disaat itulah dia membicarakan tentangmu"
"beristirahatlah nona violet. dan kau graham, apa spiral sudah mengambil belatimu?"
"sudah sir"
"kalau begitu beristirahatlah hari ini. besok kau akan sedikit sibuk"
"baik sir"
sir near pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
"jadi itu sir near? aku terkejut karena dia tampak biasa biasa saja" ucap violet.
"yah, orang hebat terkadang suka berkamuflase menjadi orang biasa"
"aku harus pergi violet. jika kau membutuhkan sesuatu telepon saja ke nomor ini, akan ada seseorang yang datang membantumu"
"wahh.. terimakasih tuan muda.. "
hendri beranjak pergi setelahnya..
"aku masih harus menemui seseorang sekarang"
"....."
__ADS_1