
swordfish bangkit berdiri setelah menghantam tembok.
"senang bertemu denganmu, graham." ucap swordfish
"tapi aku tidak senang!"
hendri mengaktifkan gauntletnya. cahaya biru menyelimuti senjatanya lalu menembakkan peluru plasma.
blaaarrr!!
"!!"
"ledakan itu lebih besar dari ledakan senjata api nuklir kitsune!" ucap elena
elena dan north berhasil melarikan diri disaat hendri dan kitsune bertarung. mereka sudah melaporkan kemunculan swordfish di tempat itu, jadi tidak lama lagi bala bantuan akan tiba.
hwuuung..
hwuuung..
hwuuung..
"seperti waktu itu, dia menyerang seperti orang gila. tapi senjata yang dia gunakan saat ini berbeda dengan yang dulu dan juga serangannya tidak mematikan seperti dulu." pikir hendri
"kecepatan serangannya meningkat tapi kekuatannya kurang."
saat perang dahulu, swordfish bisa membelah tembok beton dengan beberapa kali tebasan di tempat yang sama. tapi sekarang dia bahkan tidak bisa menggores perisai hendri.
"bilah angin yang keluar dari pedangnya itu sebenarnya apa? aku sangat ingin meneliti pedang itu."
karena serangan swordfish tidak bisa melukainya, hendri mengambil langkah maju dengan terus melindungi diri dengan perisainya.
swordfish menjaga jarak dari hendri.
"kau tidak akan bisa lari dariku! karena aku sudah menyebarkan akar akar pohonku di sekitar sini. sekarang aku bisa melihat setiap sudut dari ruangan besar ini." pikir hendri
swordfish terus membabi buta menyerang sambil menjaga jarak. pedang swordfish mulai terlukis dan sebentar lagi akan patah.
"pedangnya sebentar lagi akan hancur! inilah kesempatanku!"
hendri mengumpulkan kekuatannya lalu melompat tepat ke hadapan swordfish.
tinju kuat dilayangkan, swordfish berhasil melindungi dirinya dengan pedangnya. namun sama seperti sebelumnya, swordfish tetap terkena pukulan itu hingga membuatnya terpental jauh pedang swordfish pun hancur berkeping keping karena pukulan itu.
"apa benar kau adalah swordfish yang aku lawan di perang? kau jauh lebih lemah dibanding saat itu."
tanpa hendri sadari kitsune sudah membidiknya dengan pistol nuklir.
blaarr!
peluru nuklir meledak satu meter dibelakang hendri.
"apa yang terjadi? apa dia meleset?"
tembakan kitsune seharusnya mengenai hendri tapi jick melindungi. jick pun hancur berkeping keping.
"sial! aku lupa dengan dia."
dengan sinyal pendeteksinya hendri sebenarnya bisa melihat ke setiap sudut tempat itu. hendri sebenarnya bisa melihat kitsune yang menyerangnya dari belakang tapi karena terlalu fokus kepada swordfish keuntungannya itu jadi tidak berguna. selama ini hendri hanya melatih kemampuan tempurnya saja seperti mengendalikan perubahan bentuk dan kecepatan, dia belum berlatih membiasakan diri dengan penglihatan hebatnya.
hendri kali ini cepat belajar dari kesalahan, dia segera melihat belakangnya lagi dan benar saja pedang swordfish sudah hampir mencapai kepalanya.
__ADS_1
hendri berhasil mengelak, swordfish pun tertusuk kayu runcing tepat di perutnya.
"kau bukan swordfish! atau mungkin kau adalah dia yang sudah kehilangan akal sehat?" ucap hendri
"dia menyerangku di jarak sedekat ini. apa dia sudah gila?"
hendri teringat dengan pertarungannya dengan swordfish di masa lalu yang membuatnya menggunakan segala cara dan trik untuk memberi luka pada swordfish. waktu itu hendri beruntung karena bisa mengelabui swordfish dan membuat kakinya tertusuk duri duri tajam. tapi sekarang harusnya mustahil dia melakukan hal yang sama.
"swordfish yang kulawan waktu itu meledakkan dirinya sendiri. lalu sekarang muncul swordfish lain yang lebih lemah darinya. dia benar benar penuh dengan teka teki."
"komandan swordfish!"
kitsune berusaha menyelamatkan swordfish, tiba tiba rentetan peluru melesat dari langit langit kastil. pasukan the penyerang the hunter berhasil menembak kitsune, tapi anehnya dia tampak baik baik saja.
"sakit! beraninya kalian melukai aku!!" kitsune semakin marah, sementara di luar kastil datang masalah lain.
sekumpulan yakuza mendatangi kastil kitsune, mereka dipimpin oleh seorang letnan yang bernama nagai shin mencoba menerobos masuk.
"ada apa ini? sejak kapan kastil nona kitsune dijaga tentara bersenjata lengkap seperti ini?" tanya seorang yakuza dengan sombongnya
untuk menyelesaikan masalah ini baik baik ripe mengirimkan antek jepangnya. anteknya itu adalah seorang wanita dengan pakaian kimono khas penjaga gerbang kastil kitsune.
"selamat malam, pak letnan. malam ini nona kitsune dikunjungi oleh seorang anggota parlemen penting makanya ada banyak tentara yang berjaga."
"siapa anggota parlemen itu?"
"pak kireina nozen."
"kireina nozen si menteri pendidikan itu ya. ahh.. kayaknya bukan menteri pendidikan. apa kalian ingat kireina nozen itu apa?"
"dia menteri ekonomi bos." jawab salah satu yakuza
"ahha.. baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggu urusan bisnis beliau."
"be..begini sudah cukup kan, tuan tentara? biarkan saya pulang.. " ucap wanita berkimono pada tentara
"tolong tunggu sebentar lagi. tidak ada yang boleh keluar hingga urusan kami benar benar selesai." tolak si tentara
"huhuhuu... " si wanita menangis
syuung..
sebuah peluru melesat menembus kepala si wanita berkimono. si wanita pun tewas di tempat.
"apa?!"
ripe yang melihat kejadian itu bergegas mencari penembaknya. ternyata yang menembak wanita itu adalah para yakuza yang tadi pergi.
"mau apa yakuza brengsek ini!"
"hei para tentara!" teriak bos yakuza
"kalian the hunter kan?"
"!!!...."
"bagaimana dia bisa tahu?"
si bos yakuza menunjukkan sebuah pesan di hp nya yang bertuliskan permintaan tolong dari kitsune kepada seluruh pengunjung distrik.
"kitsune memberitahu bahwa dirinya diserang oleh the hunter kepada seluruh jepang."
__ADS_1
pesan minta tolong ternyata tersebar ke seluruh jepang. kini semua yang sedang memegang hp nya bisa membaca pesan itu.
"padahal kita sudah memutus jaringan komunikasi di kastil ini. tapi ternyata tidak semudah itu mengasingkannya dari dunia luar." pikir ripe
para yakuza bersiap berperang dengan pasukan the hunter. mereka mengeluarkan senjata mesin dan peluncur roket.
ripe menyuruh pasukannya membuat barikade tempur dan mempersiapkan bom.
"orang orang ini tidak akan bisa melewati kita." ucap ripe
ripe dengan santainya melemparkan sebuah granat kepada para yakuza. para yakuza yang melihat itu bergegas berlindung dan membalas dengan menembakkan roket.
"serang!!"
psyuuu..
wuuuuuuuuuuuuuuu......... ngg
granat yang dilemparkan ripe meledak menghasilkan gelombang suara yang memekik di gendang telinga.
tanpa persiapan yang matang tidak mungkin untuk melindungi telinga dari gelombang suara itu, akibatnya satu persatu yakuza tumbang dengan telinga penuh darah.
setelah gelombang suara berhenti ripe menengok para yakuza.
"mereka sudah tumbang. mudah sekali memenangkan pertempuran jika ada persenjataan canggih seperti ini." ucap ripe dengan bangga
"jangan senang dulu, kapten. para pelanggan lain mulai berdatangan kesini. tidak hanya itu, aku melihat banyak helikopter menuju kesini." ucap tentara yang bertugas mengawasi sekitar dengan teropong
"kayaknya wanita rubah disayangi banyak orang yah.. " ucap ripe sambil menghela napas
"pertempuran besar akan terjadi jika kita tidak segera pergi dari sini."
.....
"sakit! sakit!!" kitsune tertembak peluru bius di punggungnya
"siapa suruh kau memakai kimono yang terbuka lebar begitu." ejek hendri sementara swordfish diam saja
kitsune tidak bisa melakukan perlawanan lagi. tubuhnya sangat lemas setelah terkena tembakan itu, tapi dia sempat meminta bantuan sekaligus membocorkan keberadaan the hunter ke seluruh jepang. sementara swordfish hanya memandangi hendri dengan tatapan kosong.
"tangkap kitsune! kita harus mundur sebelum pasukan pemerintah jepang sampai kesini!"
"jangan melawan lagi kitsune. kami tidak akan membunuhmu, tapi mungkin orang lain lah yang akan melakukannya." ucap hendri
komandan spiral tiba disana.
"komandan anda baru sampai?"
"iya, aku melakukan hal lain saat sedang mencari swordfish. aku tahu dimana alat pembaca pikiran itu disembunyikan."
"oh ya! dimana?" tanya hendri dengan antusias
"siapa yang memberitahunya?" gumam kitsune dengan kesal
"benda itu tidak ada disini. cepat tangkap wanita rubah itu dan kita pergi!"
para tentara berusaha melumpuhkan kitsune yang hampir kehilangan kesadaran. hendri yang terlalu fokus pada kitsune melupakan swordfish yang terluka. hendri berbalik namun swordfish sudah menghilang.
"dia menghilang lagi? bagaimana dia bisa melakukan itu?" pikir hendri
"swordfish menghilang lagi ya.. " ucap komandan spiral
__ADS_1
hendri mengepalkan tinjunya, para pemburu bergegas melarikan diri dengan kain kamuflase yang mereka miliki. ada beberapa tentara the hunter yang tertangkap namun mereka tidak akan pernah membocorkan rahasia the hunter kepada pihak manapun karena sir near selalu mengawasi mereka.
..........