Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 25 : Kau Adalah Manusia


__ADS_3

berpindah ke icarus.


pria sibuk ini sedang membantu mengangkat peti emas yang jatuh ke laut saat pertempuran.


"hati hati, jangan sampai jatuh kelaut lagi"


"tuan icarus, pemesan emas dari ghana mulai komplain karena keterlambatan pengiriman kita" ucap kapten kapal yang baru datang.


"mau bagaimana lagi. kejadian ini tidak terduga"


saat icarus sedang sibuk datanglah seorang pelaut yang memberitahunya tentang tanding ulang assault dan dagger.


"apa yang dilakukan orang itu disaat seperti ini"


"haruskah kularang mereka tuan icarus"


icarus berpikir sejenak,


"tidak usah, biarkan saja dia melakukan apa yang dia suka saat ini"


hendri sedang bersiap tanding ulang melawan dagger,


semua pelaut yang ada di kapal itu sudah menyetujui pertarungan itu, mereka pun menyingkir dari geladak utama.


"tuan icarus mengizinkan pertarungan ini" kata seorang pelaut ke ripe


"kukira dia akan melarangnya tadi" ucap ripe dalam hati


"hei, ayo kita lihat pertandingan antara assault dan perompak" ajak seorang pelaut ke pelaut lainnya


para pelaut di kapal itu naik ke anjungan agar bisa menonton pertarungan assault bahkan ada juga beberapa yang sampai naik ke tiang layar, hanya untuk menyaksikan pertarungan yang langka itu.


"apa anda tidak ingin menonton tuan icarus?"


"untuk apa menonton dua cecunguk itu berkelahi. lebih baik aku tidur"


sementara di kapal lain, pertarungan akan segera dimulai, dagger naik ke geladak utama sambil membawa katana dan belatinya,


para pelaut penasaran dengan kemampuan dagger,


"apa wanita ini kuat?"


"pasti kuat. assault saja harus berubah menjadi super besar untuk mengalahkannya"


"tidak penting gadis ini kuat atau tidak. yang penting nyarla macan tutul itu sudah mati"


dagger menghentikan langkahnya,


"benar sih. aku masih gemetar saat mengingat pertarungan tuan ripe dengan kapten perompak itu. hiiii... sangat mengerikan"


"mereka yang baru datang beruntung karena tidak mengalami kejadian buruk ini"


"cepatlah jalan dagger" perintah ripe


"sudahlah jangan bicara lagi! kau bisa menyinggung tuan icarus dia kan juga terlambat datang. ups!"


"hei hei cepatlah menyingkir dari sini! assault sebentar lagi akan bertarung" ucap ripe dengan kesal


"mengganggu saja" keluh salah satu pelaut


geladak utama kini siap digunakan


hendri akan bertarung dengan tangan kosong dan ripe menjadi wasit dalam pertarungan ini sekaligus pengawas pertarungan ini


"aku hanya harus menangkapnya. tanpa granat dia tidak akan bisa mengecohku" pikir hendri


"peraturannya sederhana, siapa yang menyerah lebih dulu dianggap kalah. kalian bebas melakukan apapun untuk mengalahkan lawan, asalkan jangan ada yang mati dan jangan buat banyak kerusakan pada kapal"


dagger dan hendri mengangguk, keduanya mengangkat senjata masing masing.


"bersiap!"


"SERANG!!"


pertarungan dimulai dan hal yang diluar ekspektasi hendri terjadi, dagger berjalan dengan pelan mendekatinya

__ADS_1


"apa dia berencana mengalahkanku dengan satu serangan. tidak masalah, kita lihat pedangmu atau tanganku yang lebih cepat" pikir hendri


"aku penasaran taktik apa yang digunakan gadis ini. tampaknya mustahil dia bisa mengalahkan graham hanya dengan katana dan belati" pikir ripe


hendri dan dagger kini saling berhadapan,


hendri menyerang lebih dulu, dia melayangkan cakarnya kanannya


"kraakkk" dagger berhasil menusuk tangan kanan hendri dengan katananya,


tapi hebatnya hendri tampak tidak kesakitan meski katana itu menembus telapak tangannya.


semua penonton penasaran dengan taktik yang digunakan dagger.


dagger menarik katananya kemudian mencoba menusuk perut hendri, namun katananya berhasil ditangkap oleh hendri.


hendri meremas mata pisau katana dagger hingga patah menjadi dua.


dagger belum menyerah, dengan katananya yang patah dia mencoba menusuk mulut hendri tapi serangannya berhasil dihindari, hendri pun membalas dengan memukul tubuh dagger hingga terpental.


"apa yang orang ini lakukan. aku tidak melihat sorot mata penuh tekad seperti sebelumnya" pikir hendri dengan sedikit kecewa


entah apa yang telah terjadi, dagger tiba tiba tampak kehilangan semangat untuk bertarung,


"ternyata wanita ini tidak begitu kuat" ucap salah satu pelaut


"hehh, dia dan armada perompaknya memang kuat. tapi orang orang jahat pasti akan kena batunya"


"hahahaa.. orang orang jahat ini telah dibantai habis. pasti itu adalah karma atas kejahatan mereka"


para pelaut mengejek dan menertawakan armada perompak dagger yang telah dihancurkan oleh 3 nyarla.


"tutup mulut kalian!" ucap ripe dengan nada marah. para pelaut pun menutup mulut mereka rapat rapat.


dagger bangkit berdiri dan mengeluarkan dua belati yang dia simpan. hendri yang melihat itu tidak merasa terancam,


"dagger"


"dague"


(belati)


"kapten Leon Alexco maafkan aku karena tidak bisa berguna bagi anda" ucap dagger dalam hatinya,


dagger kehilangan semangat bertarungnya setelah mendengar kaptennya terbunuh.


entah hubungan apa yang dimiliki dagger dengan kaptennya yang jelas kabar kematian itu membuatnya tidak kuasa menahan air mata.


hendri yang melihat dagger menangis menjadi sedikit iba, tapi dia takut itu hanyalah akal akalannya saja, sedangkan dagger mencoba menguatkan hatinya untuk melanjutkan pertarungan.


dagger menyerang hendri lagi, lagi dan lagi, dan hendri membalasnya dengan berkali kali pukulan keras di tubuh dagger, hingga membuat dagger muntah darah.


ripe menyadari ada sesuatu yang salah,


"menyerahlah dagger! kami tidak akan menyakitimu, justru sebaliknya kami akan merawatmu dengan baik"


namun dagger tidak memperdulikannya bahkan meski kekalahannya sudah tampak di depan mata, dagger tetap tidak ingin menyerah.


"hyaaa...!!" dagger menyerang hendri lagi, kali ini dia berhasil menusukkan belatinya ke dada hendri.


tapi ternyata serangan itu berhasil dihentikan oleh hendri sehingga tusukannya tidak terlalu dalam.


hendri menggenggam lengan dagger kemudian mengangkat dan membantingnya ke lantai dengan sangat keras.


lengan kanan dagger pun patah, itu membuatnya kesakitan dan kesulitan untuk bangun.


"bagus assault! tunjukan padanya apa akibatnya jika macam macam dengan amerika!"


"rasakan itu perompak!"


"harusnya kau berada di kasur saja!"


"hahahhahaa.. "


"matilah seperti perompak lainnya!"

__ADS_1


"buat dia lebih menderita lagi tuan assault!"


para pelaut terus meneriaki hendri dan dagger, sedangkan ripe diam saja


"berisik" icarus yang ada di kapal lain sampai kesal mendengar teriakan para pelaut


hendri tidak menyerang, dia menunggu dagger bangkit lagi sedangkan dagger masih kesakitan, dirinya tidak sanggup bangun lagi karena patah di tangannya cukup parah.


"assault sudah menang!" teriak para pelaut


"DIAM KALIAN!!" dagger berteriak dengan keras


para pelaut yang menyaksikannya langsung terdiam,


"kalian semuaa. akan kubunuh kalian semuaaa!!"


"hah!? bicara apa perompak ini"


"kami semua memang orang jahat! kami membunuh karena kami ingin hidup!"


"kalian orang orang yang selalu bergantung pada teknologi tidak akan tau bagaimana sulitnya hidup yang kami jalani!"


dagger yang sudah tidak tahan dengan hinaan para pelaut akhirnya melampiaskan isi hatinya. dirinya pun bangkit berdiri,


"kau.. assault nyarla. kau pasti sudah membunuh banyak orang untuk bisa menjadi sekuat ini"


"kalian para pelaut juga telah membunuh rekan rekanku untuk bertahan hidup! lalu apa bedanya kalian dengan kami para perompak!?"


mendengar itu para pelaut terdiam, dagger mengambil belatinya dan bersiap untuk menyerang lagi,


"kami semua adalah manusia yang tidak berdaya menghadapi takdir. tapi kami juga tidak ingin menyerah padanya!"


"karena itulah tidak peduli sejahat apapun, aku akan terus mendampingi mereka, karena mereka hanya ingin bertahan dari kejamnya dunia!"


mendengar itu hendri sadar kalau apa yang dia lakukan pada dagger sangat keterlaluan,


dagger menyerang hendri lagi, namun lagi lagi serangannya berhasil ditahan oleh hendri,


dagger dan hendri saling menatap,


hendri melihat perasaan marah dan putus asa di mata dagger, sedangkan dagger melihat tatapan dingin dari mata hendri.


dagger berusaha menjauh namun tidak bisa karena lengannya digenggam dengan kuat,


"krraakk.."


"aaahhhhhhh...!!!" dagger berteriak kesakitan saat hendri meremas tangannya yang patah


pemandangan ini sangat mengerikan, hendri seperti kehilangan kesadarannya di waktu waktu tertentu. dia baru saja merasa iba kepada dagger namun kemudian dia kembali bertindak brutal padanya.


"berhenti assault!!"


"sudah cukup!!" ripe berteriak pada hendri


"ehh!? aku melakukannya lagi! apa yang sebenarnya terjadi pada diriku!?" hendri merasa sangat bersalah ketika melihat dagger yang kesakitan.


seketika itu juga hendri teringat dengan ucapan wanita hitam di mimpinya,


"kita semakin menyatu"


ripe berhasil menyelamatkan dagger dari hendri yang seperti hilang kewarasan.


dagger yang sekarat pun akhirnya kehilangan kesadarannya,


"cepat panggil kepala medis kesini!"


hendri merasa syok melihat perbuatannya pada dagger.


"bukan aku yang melakukannya. aku tidak akan menyakiti wanita sampai seperti itu. apa yang terjadi padaku?"


hendri yang marah pada dirinya sendiri mencakar cakar wajahnya dengan keras. ripe yang melihat hal itu berusaha menghentikan hendri.


"graham!"


"graham!"

__ADS_1


"sadarlah! jangan sakiti dirimu sendiri!"


"bukan aku yang melakukan itu padanya! siapa yang berada di dalam diriku?" ucap hendri pada dirinya sendiri.


__ADS_2