Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 165 : Kemurkaan Penyihir Dan Datangnya Bencana


__ADS_3

Di suatu tempat yang gelap. tempat yang menjadi garis start bagi kehidupan setiap manusia. sepasang janin suci tak berdosa menunggu untuk dilahirkan.


pada tanggal 15 september tahun 1566 dini hari di suatu perkampungan di pedalaman negeri belanda. seorang perempuan janda dari suku pedalaman melahirkan sepasang anak laki laki kembar. sang kakak lahir terlahir dengan kemampuan spesial yang membuatnya mampu mendengar dan mengingat semua yang terjadi pada dirinya saat masih bayi. dia bisa mengingat suara rintihan ibunya saat melahirkannya dan mengingat suara tangisan saudaranya yang diletakkan di sampingnya.


di masa itu terjadi kekeringan yang sangat parah. banyak masyarakat yang mati akibat terbatasnya sumber pangan. karena semua keterbatasan itu sang ibu terpaksa menjual salah satu bayinya kepada istri kepala desa dan menukarkannya dengan beberapa ekor sapi. sang ibu menjual si kakak karena istri kepala desa menginginkan anak pertama dari perempuan itu.


namun sayang, kemalangan menimpa bayi itu. baru seminggu hidup bersama keluarga barunya, kedua orang tua tirinya malah menjadikan sang bayi sebagai tumbal pemujaan dan keselamatan kepada dewa dewi pribumi yang suku itu percaya merupakan dewa dewi penjaga gunung berapi.


si bayi pun dibawa ke sebuah sungai air mendidih yang terletak di antara kawah gunung berapi aktif. sang bayi dibungkus dengan rapi menggunakan selimut lalu diletakkan di sebuah rakit yang kemudian dihanyutkan ke tengah danau oleh kedua orang tua angkatnya, dibantu seorang tetua adat dan beberapa warga lainnya, sementara ibu kandungnya tidak datang ke upacara penumbalan itu.


blup.. blup...


uap panas membumbung tinggi di atas danau, di permukaan airnya terlihat gelembung gelembung uap yang menandakan kalau air danau itu luar biasa panas. seperti sebuah telur yang dimasak di dalam panci berisi air mendidih, bayi yang baru berusia 6 bulan itu mulai menggeliat kesakitan di atas rakit.


di saat si bayi menangis dan tangisannya semakin kencang terdengar, rakit yang membawa sang bayi tiba tiba saja tenggelam dan menjatuhkan si bayi yang malang ke sungai mendidih.


pemandangan yang mengerikan itu disaksikan dengan mata berbinar oleh para penduduk desa.


sang bayi pun tenggelam, suara tangisannya tidak terdengar lagi. air danau tempat sang bayi tenggelam berubah menjadi merah menandakan... kalian pasti tahu kelanjutannya.


setelah si bayi jatuh ke danau dan air danau berubah warna menjadi merah, warga desa menunggu rakit yang membawa si bayi naik kembali ke permukaan danau.


rakit yang tadi tenggelam dengan sendirinya pun naik ke permukaan danau dengan sendirinya pula. rupanya rakit yang dipakai untuk upacara penumbalan itu bukanlah rakit biasa melainkan benda pusaka yang dipercaya melupakan pemberian dewa dewi pribumi mereka. upacara penumbalan pun berakhir sampai disitu.


upacara mengerikan itu dipercaya oleh suku pedalaman itu bisa mencegah terjadinya erupsi gunung berapi, dengan memberikan salah satu dari 2 anak kembar yang lahir ke dunia kepada dewa dewi pribumi yang bersemayam di dasar gunung berapi.


mayat si bayi yang terus tenggelam ke dasar danau ditangkap oleh sebuah tangan besar berwarna hitam yang muncul dari kedalaman danau. apakah itu adalah tangan dewa dewi pribumi yang dipercaya oleh suku pedalaman? bukan. itu adalah tangan dari sesosok monster purba. tidak ada yang namanya dewa dewi di dunia ini.


beberapa waktu berlalu, gunung berapi tempat si bayi ditenggelamkan pun mengalami erupsi hebat dan meratakan semua yang ada di dekatnya, termasuk permukiman orang orang biadab yang telah melakukan upacara penumbalan.


setelah erupsi besar itu. suku pedalaman itu pun perlahan lahan meninggalkan kepercayaan terhadap dewa dewi pribumi mereka. suku itu melakukan perjalanan untuk mencari tempat tinggal baru. dalam perjalanan saat mereka akan meninggalkan desa yang telah habis terbakar, penduduk suku melihat si tumbal bayi terakhir tengah terbungkus rapi oleh selimut sama di atas sebuah keranjang rotan.


bayi yang seharusnya sudah mati itu secara ajaib masih hidup dan tengah tertidur nyaman di bawah sebuah pohon.


kepala suku mendekat untuk melihat bayi itu, ternyata benar dia adalah tumbal bayi terakhir. tetua adat suku lalu mendekati kepala desa dan meyakinkannya kalau musibah yang menimpa mereka disebabkan oleh bayi ini yang tidak diterima oleh dewa dewi pribumi.


"bayi inilah penyebab dewa dewi pribumi menghukum kita! kita harus membunuh bayi ini untuk menghapuskan semua kemalangan yang akan menimpa kita ke depannya."


para penduduk suku yang sudah termakan kebohongan dari para petinggi desa pun menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh tetua adat. mereka berbondong bondong mendatangi sang bayi namun ibu kandung dari si bayi tiba tiba datang menyelamatkan bayinya.


"jangan sentuh anakku! bukankah dia sudah pernah kalian korbankan! kenapa kalian masih ingin membunuhnya!?" teriak sang ibu. dia langsung menggendong anak pertamanya, dia sangat menyesal telah menjual anaknya, harusnya waktu itu dia kabur saja dari desa bersama kedua anaknya.


"serahkan bayimu, ullrena! atau kami akan merebutnya!"

__ADS_1


sang ibu langsung mengambil langkah seribu. melihat para penduduk suku mengejarnya, sang ibu pun masuk ke dalam hutan yang dikeramatkan. di tengah pengejaran oleh penduduk suku, si ibu hampir terjatuh berkali kali karena menginjak ranting ranting pohon yang sangat besar. hingga sang ibu berhasil menemukan sebuah gundukan tanah dengan celah sempit di bawahnya.


kedua bayi itu diletakkan di dalam celah tanah demi menyembunyikan mereka dari para penduduk desa. mulut kedua bayi itu diikat menggunakan daun kering agar suara tangis mereka tidak terdengar. sang ibu memberikan ciuman terakhir untuk kedua putranya lalu pergi untuk mengalihkan perhatian para penduduk desa, membawa mereka menjauh agar kedua anaknya bisa hidup.


sang ibu pun dibunuh dengan ditembaki anak panah. sang kakak yang mengetahui ibunya pergi meninggalkannya pun mulai menangis, daun kering yang mengikat mulutnya ternyata terlalu rapuh sehingga tidak bisa menahan suara tangis dari sang kakak. gara gara itu para penduduk desa yang masih berada di tempat itu berhasil menemukan kedua bayi sang ibu.


"kami menemukan bayinya tetua!!"


"bagus! segera bunuh bayi itu, sementara yang satunya tinggalkan saja di hutan."


"bagaimana kalau kita kubur hidup hidup saja?"


"terserahlah, cepat kita lakukan!"


saat sang bayi akan ditimbun oleh tanah tiba tiba saja suatu entitas gelap melintas diantara para penduduk suku.


hutan keramat ini memang ditinggali oleh sesosok iblis yang konon dapat menyesatkan pikiran manusia yang mendekati hutan keramat ini.


para penduduk desa baru menyadari kalau mereka telah memasuki hutan keramat saat entitas gelap menyerang mereka. itu artinya pikiran mereka telah disesatkan oleh iblis saat mereka mengejar ibu dan kedua bayinya ke hutan ini.


"aakkkkhhhh!!!!!"


salah satu orang yang akan menguburkan si bayi tiba tiba mati tertusuk ribuan duri kecil yang tumbuh di dalam darahnya. duri duri itu menusuk daging dan tulang hingga membuatnya terlihat seperti kaktus.


entitas gelap muncul di belakang pria lainnya lalu memutar kepalanya 180 derajat. kemudian disusul dengan kematian kepala desa dan istrinya yang menjadi manusia kaktus. satu persatu penduduk desa mati dengan cara yang mengerikan, namun diantara mereka ada satu orang yang berhasil lolos pembantaian itu, yaitu si tetua adat.


"iblis... iblis..."


"ada iblis..."


karena panik histeris si tetua adat tidak melihat kalau ada sesuatu di depannya. si tetua adat pun jatuh ke lubang jebakan yang dibuat untuk menangkap beruang. si dasar lubang itu si tetua adat mati tertusuk kayu runcing tepat di lehernya.


setelah semua penduduk suku biadab itu tewas kedua bayi yang kini sebatang kara itu pun diasuh oleh entitas gelap penghuni hutan. menggunakan tubuh sang ibu yang sudah mati, entitas gelap itu menjadi pengasuh dari kedua bayi itu.


di pergantian hari menjadi malam, sang entitas gelap memeluk kedua bayi menggunakan tubuh dari ibu kedua bayi.


.....


-di tempat tatara, permukaan sektor 6-


"jadi inikah kekuatan sihirmu yang sebenarnya? membuat gempa?"


tatara menyaksikan tanah terbelah disusul dengan terangkatnya penjara sektor ke permukaan tanah. tatara yang congkak lalu merasakan energi sihir yang besar di sekitarnya. dia merasakan energi sihir itu merayap di kakinya, dan membuat sel sel darahnya menumbuhkan duri duri besi yang amat tajam yang mencabik kedua kaki tatara.

__ADS_1


"aakkhhh!! sialan!! apa ini!!"


tatara bergegas berubah menjadi elang untuk menghindari daratan. sosok arknight pun muncul di hadapannya dengan kekuatan sihir penuh. dia dapat terbang dan matanya menjadi berwarna hijau penuh tanpa pupil mata.


"kau tidak akan bisa menang dariku tatara!"


"kau sudah membunuh adikku. akan aku balaskan kematiannya bagaimana pun caranya!"


"apa? jadi si wizard itu adikmu? haha, kakak dan adik sama menyedihkannya! adiknya ketakutan saat ditusuk dari belakang dan kakaknya melarikan diri saat melawan kekuatan adiknya!"


lidah tatara terpelintir saat dia melontarkan hinaan itu.


saat itu tatara sadar kalau arknight saat ini benar benar berbeda dari yang sebelumnya.


"setelah menghabisimu aku akan menghabisi para hunter itu. untuk sekarang akan aku biarkan black leaves yang melawan mereka." ucap arknight sembari memelintir ke 6 tangan tatara.


satu gerakan jari arknight saja sudah cukup untuk mengendalikan zat besi yang ada di dalam tubuh tatara dan memanfaatkannya untuk menghancurkan tubuh tatara.


"begitukah?" ucap tatara.


di hadapan makhluk super ini tatara sama sekali tidak gentar.


"kalau begitu biar aku tanya satu hal sweet brother."


"bagaimana caramu membunuh makhluk yang abadi?!"


tatara menghancurkan tubuhnya sendiri guna melepaskan diri dari sihir arknight.


"kali ini tidak akan terjadi lagi tatara."


arknight menangkap semua potongan tubuh tatara mulai yang terbesar sampai yang terkecil.


namun arknight tidak cukup cepat, tatara berhasil hidup kembali dengan memanfaatkan sedikit potongan kakinya yang tersisa.


"kau sangat hebat tatara. diantara semua pembawa bencana pun tidak ada yang punya sihir regenerasi sehebat itu. kau benar benar karya luar biasa dari ilmu pengetahuan." arknight memberikan penghormatannya untuk tatara.


sementara tatara yang tubuhnya sudah hancur beberapa kali tidak baik baik saja.


"bagus. bagaimana caraku mengalahkan makhluk sekuat ini?"


tatara melihat drone milik the hunter. inilah saatnya untuk the hunter bekerja sama demi mengalahkan musuh yang kuat, seperti pertempuran sebelum sebelumnya.


.....

__ADS_1


__ADS_2