Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 92 : Si pengintai (part 2)


__ADS_3

09 Juli 2064, pukul 13.50, kota niigata jepang.


kota yang terletak di utara jepang ini dikelilingi oleh air. sungai shinano dan agano yang merupakan sungai terbesar di jepang mengalir di jantung kota niigata sebelum akhirnya menuju laut jepang.


"kota ini terkenal dengan sake dan berasnya yang enak serta sebagai kota untuk tempat bermain ski pada saat musim salju."


"bla.. bla.. bla.. blaa... "


"iya, iya, sudah hentikan! ini jadi terasa seperti tur pariwisata.. "


seperti yang sudah direncanakan personel terpilih dari regu penyerang berpencar ke titik yang sudah ditentukan. hingga saat ini jalan masuk ke fasilitas bawah tanah itu belum ditemukan, jadi tidak ada pilihan lain selain mengirimkan semua personel untuk mencarinya langsung.


di titik c saat ini, diatas sebuah konstruksi hendri, elena dan li shifeng seorang hunter dari taiwan sedang mengintai jalanan.


"harusnya kita hanya bertiga disini. tapi kenapa dia juga ikut?"


ripe ikut bersama mereka. si hunter belalang sembah yang tidak bisa diatur ini memaksa ikut dengan alasan bahwa dirinya tidak melalukan apapun selama di kastil kitsune sebelumnya.


ripe tidak diikut sertakan dalam operasi pencarian ini karena dia disuruh oleh atasan menyimpan tenaganya untuk menghadapi isshin.


"tidak masalah kalau aku ikut. lagipula isshin bukanlah apa-apa bagiku, aku yakin bisa mengalahkannya meski kondisiku tidak prima." ucap ripe dengan yakin


sir near yakin bisa menemukan fasilitas itu kali ini. sir near memerintahkan para hunter untuk mengawasi pergerakan tentara pemerintah yang tersisa sebelum bergerak.


"telusuri semua koordinat ini. itu adalah titik-titik yang tidak terjangkau oleh flying bee. fasilitas itu pasti ada di suatu tempat disana. kalau pun tidak ada kita akan mencarinya ke tempat lain di seluruh jepang." begitulah perintah sir near sebelum operasi dimulai


"sir near orangnya ambisius sekali.. " gumam hendri


di jalanan di bawahnya, ada 9 tentara yang berpatroli. salah satu koordinat yang dituju ada di sana.


"tim C disini. kami akan turun." li shifeng melapor pada tim lainnya


"kita atasi mereka dengan hati-hati. tidak perlu sampai membunuh, kalian paham?"


"aku mengerti." jawab hendri dan elena


"terserah." jawab ripe


li shifeng turun lebih dulu dia mengendap endap melewati tentara, dia berhasil sampai ke titik koordinat tanpa ketahuan. selanjutnya hendri, mustahil baginya mengendap endap dengan tubuh seperti itu jadi hendri bekerjasama dengan ripe untuk melumpuhkan para tentara.


dalam sekejap 9 tentara pingsan diserang oleh sesuatu yang tidak terlihat.


"seperti ini lebih mudah." kata ripe


hendri dan ripe mengumpulkan para tentara yang pingsan lalu membungkus mereka dengan dahan pohon yang rapi hingga membentuk kotak besar dengan ventilasi.


"baik, mari kita lanjutkan." ucap hendri


"kemampuanmu sangat berguna hunter graham." puji elena


.....


"jadi disini koordinatnya?"


"ya, stasion kereta bawah tanah ini sudah lama tidak digunakan. flying bee tidak bisa masuk terlalu dalam karena sinyal yang terganggu. jika disini fasilitasnya tidak ada masih ada 3 tempat lagi yang harus kita periksa. jadi sebaiknya kita bergegas."


"kalau mau cepat biar aku saja!" ripe mengajukan diri untuk memeriksa tempat itu, dia sudah mengambil ancang ancang untuk berlari tapi li shifeng menolaknya karena dia ingin memeriksanya sendiri.


"kalau begitu kita pergi bersama."


"memang begitu seharusnya."

__ADS_1


"tidak, maksudku hanya kita berdua. graham dan astrea tunggulah disini!"


ripe merangkul tangan li shifeng lalu berlari secepat mungkin.


bwooosh!!


elena hampir melayang karena hembusan angin kencang yang tiba tiba muncul.


"wahh.. hebat! udara sampai seperti itu saat dia berlari bayangkan sekuat apa pukulannya di kecepatan itu?" ucap elena sambil terkagum-kagum.


"kau harus membiasakan diri dengannya. dia terkadang terlalu bersemangat, jangan sampai kau terluka jika berada di dekatnya." hendri menasihati elena


di sisi li shifeng dan ripe...


"tunggu!!! kalau secepat ini aku tidak bisa memeriksa sekitar!!" teriak hunter li yang mau muntah mengikuti ripe


"percayalah padaku!! kita akan jelajahi setiap pelosok tempat ini dalam hitungan menit. hahahaa... "


"!!"


"komandan spiral! ada seseorang yang bergerak seperti hantu!!" ucap salah satu anggota tim pengintai


tanpa melihat pun spiral sudah tahu itu siapa.


"biarkan saja.. " ucap spiral dengan santai


3 menit kemudian..


"si hantu itu sudah berkeliling ke setiap inci dari stasiun bawah tanah itu komandan."


"hubungi jacob ripe! suruh dia mencari dengan teliti jangan sampai melewatkan apapun!"


"baik.. "


"mereka sudah selesai? cepat sekali." gumam hendri


bwoooossh...


elena terlempar oleh hembusan angin, beruntung hendri dengan cepat menangkapnya sehingga elena tidak terluka sebelum bertempur.


"hunter ripe, kau harus berhati hati. hampir saja elena celaka." li shifeng memarahi ripe


"maaf, maaf. apa kau terluka elena?"


"tidak. aku baik baik saja."


"kalau begitu kita lanjut ke tempat selanjutnya!"


tim hendri mencari dengan semangat. semua yang menghalangi jalan mereka disingkirkan dengan mudah. namun tanpa mereka sadari seseorang sedang mengawasi mereka.


sementara di tim B yang dipimpin oleh otavio duta berhasil menemukan lorong yang diduga adalah jalan rahasia ke fasilitas itu.


"aku akan menemukan alat pembaca pikiran itu dan menunjukkan kepada orang orang bahwa aku adalah prajurit terbaik." pikir otavio duta


"lihat saja north! kau hanyalah bocah brengsek yang beruntung memiliki kemampuan, kau sama sekali tidak menghargai seniormu."


"gara gara kau aku jadi dipandang buruk oleh atasan! gara gara kau citra baik aku jadi tercemar! gara gara kau juga cintaku jadi ditolak oleh elena astrea!!"


"akan aku buat semua bocah kurang ajar yang ada di the hunter menyadari posisi mereka! termasuk kau hendri graham!!"


otavio duta bersama dengan wakilnya sofia velika nekat masuk ke dalam tempat itu berdua saja.

__ADS_1


"hunter otavio, bukankah kita harus menunggu perintah dulu?"


"perintah apa? bukankah perintahnya adalah mengirim beberapa hunter terbaik untuk masuk dan merebut alat pembaca pikiran itu? kalau kau takut tunggu saja disini!" hunter otavio marah dan meninggalkan hunter sofia


tempat yang ditelusuri oleh otavio duta adalah sebuah lorong saluran pembuangan yang besar. kalau di film aksi lokasi itu memang lebih sering digunakan sebagai tempat persembunyian ketimbang lokasi lainnya.


hunter otavio memasuki cabang lorong yang lebih sempit yang mengarahkannya ke lorong lain yang berbeda dari saluran pembuangan. lorong yang lain ini sedikit lebih sempit daru lorong pembuangan tapi lorong itu kering. hunter sofia mengikuti otavio, hanya ada satu jalan di lorong itu.


akhirnya mereka berdua sampai ke ujung lorong yang terdapat sebuah pintu besi.


"pasti di dalam sini! ayo kita ledakkan!" otavio sangat bersemangat


"tunggu! aku rasa ini tidak terkunci.. "


ternyata pintu besi itu terbuka tanpa pikir panjang otavio dan sofia masuk ke dalamnya.


"kita menemukan fasilitasnya!"


"sayang sinyal kita terganggu, padahal kita memakai jaringan satelit khusus." ucap sofia


"tidak apa apa, kita akan mencari dan pergi dengan cepat." otavio meyakinkan sofia


mereka masuk ke dalam fasilitas yang serba putih itu. tempat itu lebih mirip laboratorium dengan berbagai peralatan eksperimen disana.


"seluas apa tempat ini? ayo kita berpencar supaya cepat!"


"hei!!" seseorang meneriaki mereka dari atas


saat menengok terlihat seorang pria berpakaian tentara jepang yang lengkap dengan sepasang katana di pinggangnya.


"kalian mencari ini?" orang itu mengangkat sebuah box berwarna hitam dengan satu tangannya


"apa itu? dan siapa kau?"


"ini alat yang kalian cari. berkat kalian aku bisa menemukannya."


"sialan, kau membuntuti kami!"


"selama ini posisi alat ini selalu berpindah. aku terkejut kalian bisa menemukannya. apa aku bisa bertemu dengan pemimpin kalian?"


"benarkah alat kecil itu alat pembaca pikiran?" tanya sofia


"bukan. benda ini adalah cetakan atau blueprint dari alat itu."


"!!"


"lalu dimana alat itu?! kau sebenarnya menemukan alat itu atau tidak?" otavio mulai kehilangan kesabarannya


"aku menemukannya, tapi alat itu dihancurkan oleh para ilmuwan disini beberapa menit yang lalu. tabung yang aku duduki ini adalah alat pembaca pikiran itu." si pria menunjuk tabung horizontal besar di bawah kakinya


ternyata alat pembaca pikiran itu sangat besar, tidak mungkin benda itu bisa diangkat hanya dengan tenaga manusia. mereka perlu alat berat.


"alat pembaca pikirannya sudah hancur, yang tersisa hanya blueprint ini."


"sekarang kita harus bagaimana hunter otavio?" tanya sofia


kraaakkk!!


hunter otavio mengeluarkan senjatanya yang bisa menembakkan laser dari sakunya dan menembakkannya ke si pria misterius.


"serahkan blueprint itu.. " ancamnya

__ADS_1


"the hunter memang menakutkan... hihihihihihi.... "


..........


__ADS_2