
kaito yang merupakan anggota black leaves merasa geli saat melihat himiko diserang oleh ratusan ular.
himiko masih bertahan meski tergigit disana sini, tubuhnya memiliki kekebalan terhadap racun yang luar biasa. bahkan racun racun kobra mengalir keluar dari bekas gigitan dengan sendirinya.
"ini sakit sekali! tidak.. aku harus bertahan!"
singkat cerita himiko berhasil membunuh semua ular dan anjing yang ada.
"kerja bagus iron maiden, sekarang kau boleh naik kesini"
kaito membuka jalan keluar yang sebelumnya menjatuhkan himiko ke bawah. tanpa basa basi himiko langsung melompat keluar dan menyerang kaito yang menjebaknya.
himiko dan kaito beradu tendangan.
"kau memang kuat himiko kireina. tapi kau bukan satu satunya manusia super disini" ucap kaito
"jadi kau adalah produk the white man?"
"hampir benar. the white man adalah proyek lama yang mendasari pelaksanaan proyek yang melibatkan aku"
kaito memberi kekuatan lebih pada kakinya dan mendorong himiko menjauh darinya.
"kenapa black leaves menyerang agen pemerintah jepang?" tanya himiko
"kenapa ya.. mungkin karena kau melindungi seseorang yang tidak kami ketahui" kaito bicara dengan centil
"aku tidak tahu apa maksudmu"
"aliansi jepang dan black leaves sudah sangat dalam, kedua pihak sudah mengungkapkan semua sumber daya yang ada. jadi tidak ada rahasia apapun yang disembunyikan"
himiko berusaha menyangkal tuduhan kaito. tapi ucapannya hanya dibalas dengan sebuah tawa dari kaito.
"kau ini terlalu polos atau terlalu bodoh?"
"mana mungkin jepang dan black leaves mengungkapkan semua rahasia mereka. terlebih lagi kelompok pembunuh yang dipimpin oleh orang bernama isshin itu tidak tercatat dimanapun di negara ini"
"dia seperti hantu, ada tetapi juga tidak ada. sama seperti pakar teknologi yang kau jaga dengan bertaruh nyawa"
"....."
"nah sekarang katakan pada kami dimana pakar teknologi itu kalian sembunyikan"
pasukan bersenjata lengkap tiba tiba mengepung tempat itu, mereka adalah pasukan dari black leaves. himiko merasakan tangannya menjadi sangat berat seakan dua bola besi besar digantung di tangannya.
"ahh.. " himiko jatuh ke tanah
"bagaimana rasanya? itu adalah borgol gravitasi kami yang baru. bentuknya kami buat seperti gelang supaya kau tidak menyadarinya"
"kuberi satu kesempatan lagi. dimana dia kalian sembunyikan?"
kokang senjata dari para tentara terdengar oleh himiko. dia mencoba tetap tenang meski berada ditengah keadaan yang sangat mengintimidasi.
__ADS_1
dorr!
kaito menembak kaki kiri himiko.
kaito menembak himiko menggunakan senjata yang sama yang dia gunakan saat menembak pencuri satu minggu yang lalu.
"itu pasti menyakitkan, soalnya kau sampai menangis seperti itu"
dorr!
dorr!
kaito menembak himiko lagi di kaki kanan dan pundak kiri.
untungnya salah satu tentara menghentikan kaito yang mulai menggila. sekali lagi, kaito menanyakan dimana keberadaan pakar teknologi yang dicarinya dan kali ini pistol berpeluru kaca mengarah ke mata himiko.
"ayolah nona cantik. keselamatanmu akan terjamin jika kau bekerja sama dengan kami"
"lepaskan rambutku, black leaves sialan!"
"jika aku memang harus bekerja sama, maka aku akan memilih the hunter"
darah kaito mendidih saat mendengar nama the hunter.
"the hunter tidak ada bedanya dengan kami! mereka juga membunuh dan merusak untuk mencapai tujuan mereka!"
himiko membalas ucapan kaito lagi "tapi mereka dibentuk oleh dendam dan kemarahan yang dalam kepada kalian. sementara kalian dibentuk oleh ketidakpuasan terhadap dunia dan isinya"
kata kata himiko barusan didasarkan pada kenyataan yang terjadi di jepang dan kaito adalah salah satu orang yang terkena doktrin skala besar itu.
kaito yang merupakan penggemar berat black leaves jelas tidak terima dengan ucapan himiko. kaito tidak peduli lagi dengan misinya membawa himiko hidup hidup, dia bahkan mengancam akan membunuh para tentara yang menghalanginya membunuh himiko.
"kata katamu itu tidak akan sampai ke arlong"
himiko tersenyum saat kaito akan menembaknya, karena itu berarti black leaves tidak menyandera orang terdekat yang bisa membuatnya buka mulut.
dorr!
peluru ditembakkan, kaito pun tewas dengan peluru yang bersarang di kepalanya. serangan yang tidak terduga itu menyelamatkan nyawa himiko.
"dari arah jam 6!" para tentara menembaki ruangan asal datangnya tembakan
namun serangan yang tidak terduga lainnya datang. dinding beton di belakang mereka tiba tiba roboh dan menimpa 5 orang tentara. saat dinding pembatas ruang lain roboh terlihat turret yang sudah siap menghabisi tentara black leaves.
ruangan yang tertutup membuat tentara black leaves tidak bisa lari. rentetan tembakan menghujani mereka untungnya himiko yang tertarik borgol gravitasi tidak terkena satupun tembakan.
beberapa pasukan black leaves berhasil berlindung dengan perisai yang mereka bawa dan menghancurkan turret yang ada.
"ada 7 ayam yang bertahan" ucap seseorang dengan alat komunikasi
"dimengerti!"
__ADS_1
angin kencang bertiup dari belakang tentara black leaves dan saat salah satu dari mereka berbalik tubuh ke 7 tentara itu pun terbelah dua di tempat yang sama.
dalam sekejap tempat itu dipenuhi genangan darah dimana mana. himiko yang berada dimana tidak tahu siapa yang datang menolongnya.
seseorang menghampiri himiko, dia menyuruh himiko mengulurkan tangannya.
"sebelum itu beritahu aku siapa kalian! apa kalian dari pemerintahan?"
"bukan. ulurkan tanganmu agar borgol itu bisa aku potong"
himiko sempat ragu tapi dia tidak punya pilihan, akhirnya himiko mengulurkan tangannya.
traaang!
traaang!
dengan 2 tebasan borgol yang membelenggu tangan himiko hancur.
"salam kenal nona kireina. aku hunter ripe utusan dari the hunter"
ripe si nyarla belalang muncul dihadapan himiko.
"kau dari the hunter?"
"jangan lupakan aku ripe. aku hunter north, sedang bertemu denganmu nona himiko kireina"
himiko mengabaikan north, pandangannya tertumpuk pada ripe yang memiliki lengan berbentuk belati.
"apa kau nyarla?" tanya himiko
"benar. mari kita pergi dari sini. kami mendapat perintah dari atasan untuk menyelamatkan seorang pakar teknologi terkemuka yang namanya tidak diketahui oleh black leaves"
"baiklah, aku akan mempercayai kalian karena telah menyelamatkanku"
himiko bersama dengan north dan ripe pun pergi ke suatu tempat di dekat sebuah sungai. disana mereka berhenti di sebuah bar yang cukup kumuh untuk standar osaka.
ripe memberikan segelas teh untuk himiko.
"aku yakin kau belum cukup umur untuk minum alkohol nona kireina" ucap ripe
"aku tidak mau minum apapun dari tempat seperti ini"
ucapan kasar himiko terdengar oleh bartender sekaligus pemilik bar. kritikan itu jelas membuat si pemilik bar marah untungnya sebelum keributan terjadi north mengalihkan kekesalan si pemilik bar dengan memborong 3 tong bir.
"aku suka menyimpan minuman dingin di dalam kulkas" ucap north pada pemilik bar
tindakan north sukses meredakan kemarahan si pemilik bar sehingga ripe bisa memulai obrolannya dengan himiko.
pertemuan himiko dengan ripe dan north adalah pembuka untuk pertempuran yang akan terjadi di negeri matahari terbit ini.
....................
__ADS_1