Nyarla Day Of Vengeance

Nyarla Day Of Vengeance
Chapter 174 | Menuju Perang Akhir


__ADS_3

"Dia sudah pergi kan?"


Ripe melambaikan tangannya di depan muka Arachne untuk memastikan


Alam bawah sadar yang gelap seperti neraka inilah tempatku membentuk diriku yang baru.


Ini saat yang paling mendebarkan setelah pertarungan melawan Kraken. Ingatanku tentang masa lalu sudah terkikis. Tak apa apa selama aku masih bisa mengingat bagaimana penampilanku dulu.


Set.. sat.. sat..


"Buka matamu... kau sudah kembali..."


Samar samar aku dengar suara Arachne. Lalu aku membuka mataku, terlihat penglihatan nyarla di mata kananku telah menghilang.


Tanganku pun kembali di selimuti daging dan kulit. Aku bergegaas bangun lalu bercermin.


Rambut pirang, mata hitam, kulit putih, dan wajah babyface, aku kembali menjadi manusia. Aku senang bukan main.


"Terima kasih nona arachne..!!"


Saking senangnya aku sampai menggenggam tangan Arachne seperti orang yang menyatakan cinta.


"Sebagai gantinya aku ingin meminta satu hal darimu nanti ya." Pinta Arachne.


"Iya, iya, aku ingin memberitahukan kabar baik ini kepada kakekku dulu."


Di laboratorium, profesor Erick Graham sedang membuat cetak biru senjata baru untuk perang.


Tiba tiba Hendri datang dengan menendang pintu laboratorium.


"Kakek..!! Aku kembali jadi manusia..!! Aku bisa merasakan sentuhan di kulit lagi..!!" Ucapku dengan riang gembira, sembari menyeka air mata. Saking bahagianya aku sampai menangis.


Kakek terkejut melihat diriku yang jadi manusia lagi. Kakek mengecek kondisi badanku. Masih tidak percaya yang dia lihat saat ini adalah cucunya, kakek lanjut memeriksa badanku dengan peralatan medis.


Setelah selesai pemeriksaan medis akhirnya Kakek percaya aku telah kembali.


"Ini keajaiban... syukurlah kau jadi manusia lagi Hendri..."


"Lalu bagaimana dengan kekuatan nyarlamu..? Apa kekuatan itu sudah hilang..?"


Aku menumbuhkan pohon stroberi mini lengkap dengan buahnya di telunjukku, untuk menunjukkan kalau kekuatanku masih ada.


"Kakek tidak bisa berkata apa apa. Apa ini karena pengaruh sihir..?"


Akhirnya aku menceritakan bagaimana proses aku kembali jadi manusia. Kakek tidak terkejut kalau Arachne lah yang membantuku menggunakan kekuatan sihir. Tapi Kakek marah saat mendengar Arachne meminta imbalan atas bantuan yang dia berikan.


"Temui Arachne lagi, dan jika wanita laba-laba itu meminta sesuatu lagi, maka kau punya hak untuk menolaknya."


"Baik bos!!"


- Pov Narator -


Di rumah sakit, Sir Near yang mendengar kabar Assault Nyarla kembali jadi manusia memuntahkan obat yang baru dia konsumsi.


"Itu hebat. Aku ingin bertemu dengannya untuk mengucapkan selamat."


Sir Near memaksa untuk kelar rumah sakit disaat kondisinya belum pulih. Tidak ada yang bisa menghentikan pemimpin The Hunter itu.


Hendri Kembali menemui Arachne.


- Pov Hendri -

__ADS_1


"Terima kasih banyak nona Arachne. Anda boleh meminta satu hal apapun dari saya sekarang. Tapi selanjutnya saya tidak akan membalas budi lagi, apapun bantuan yang anda berikan."


"Satu hal itu cukup. Kalau begitu akan aku minta sekarang. Aku ingin bicara dari hati ke hati denganmu."


Cara bicara ini terdengar seperti Arachne namun disaat yang sama tidak terdengar seperti dia. Aku bukannya sok tahu, tapi aku cukup mahir membaca kepribadian orang dari cara bicaranya.


"Mari kita bicara." (Hendri)


"Ada satu orang lagi yang ingin ikut ngobrol. Tunggu sebentar, aku panggilkan dia."


Arachne menutup matanya selama beberapa detik lalu saat membuka matanya kembali pupil mata sebelah kirinya berubah warna menjadi putih susu.


"Siapa ini? Inikah wajah manusia Assault Nyarla baru?" (Arachne)


"Kau imut banget...!!"


"Arachne... kau kesurupan...??" (Hendri)


"Aku Red Witch. Terkadang kami memang berbagi raga seperti ini." (Arachne)


Melihat makhluk mengerikan di depanku aku pun langsung mengancam akan membunuh inangnya Arachne jika dia berusaha menyerangku.


"Jangan macam macam Penyihir Merah!Sekarang aku bisa melawanmu!"


"Aku tahu kau mendapat energi sihir Assault Nyarla sebelumnya. Tapi apakah kau tidak penasaran darimana energi sihir Assault Nyarla berasal?"


Kalau dipikir pikir ini adalah informasi penting mengingat aku sendiri tidak tahu sumber kekuatan ini.


"Aku akan mendengarkan ceritamu, tapi tolong jangan lakukan apapun yang dapat merusak tempat ini."


Red Witch di dalam tubuh Arachne menyetujui syaratku. Dia pun menceritakan asal muasal sihir yang dimiliki Assault Nyarla Lee Yin.


Jujur saja aku tidak menyangka akan berhadapan langsung dengan seorang pembawa bencana. Mau tidak mau aku harus bersiap menghadapinya karena orang ini adalah musuh kami.


"Aku melakukan itu supaya aku menemukan cara untuk lepas dari kendali sang monster kuno. Aku tidak menyangka dia akan berubah menjadi pohon dan... jadi sangat lemah kalau dibandingkan denganku."


"Sebentar, kalau Lee Yin adalah eksperimenmu yang gagal, kenapa kau tidak mencobanya ke orang lain?" Tanyaku.


"Aku tidak bisa merobek kulit terluar tunas sihir itu lagi. Setelah mengubah Lee Yin menjadi monster aku meninggalkannya dan tidak lama kemudian Black Leaves datang. Lalu aku menanamkan ingatan palsu ke Arlong agar dia mengira dirinya lah yang telah mengubah Lee Yin menjadi Nyarla pohon. Setelah itu Lee Yin terpojok oleh pasukan amerika dan berubah menjadi pohon besar. 3 Tahun kemudian kau bangun dengan tubuh yang telah bercampur dengan DNA Lee Yin dan tunas sihir."


"Disaat aku mendengar kabar kemunculan Assault Nyarla kedua aku bergegas pergi untuk melihat langsung. Itu saat kau berada di kapal pengangkut barang bersama Jacob Ripe."


"Jadi kau adalah badai besar itu? The Hunter mengira itu adalah monster Underwave."


"Hebat kan, aku bisa berubah menjadi badai besar dan membelokkan kendali kapal kapal. Akulah juga yang membuat Dokter Mei membantu kalian dengan memanipulasi pikirannya. Hal itu aku lakukan untuk melindungi subyek eksperimenku yang berharga."


Red Witch mengacungkan jarinya padaku. Ada hal yang mengganjal di benakku.


"Kenapa aku berharga?"


"Aku suka kata katamu yang simpel."


"Karena kau terus bangkit dari kematian dan jadi lebih kuat. Kau pasti mengira kalau kau punya daya hidup yang kuat sehingga kau bisa terus menerus selamat dari keadaan kritis."


"Saat kau tenggelam di laut karena ulah icarus, saat perutmu dibelah oleh violet, saat tubuhmu dibelah 2 oleh Arlong, saat kau dikunyah oleh Kraken. Sebenarnya kau sudah mati di momen momen itu tapi kau terus menerus bangkit kembali. Aku tahu karena aku selalu mengawasimu."


Penyihir ini... apakah dia mengikutiku sejak awal? dia tahu mendetail hal hal buruk yang aku alami. Terlebih lagi dia yang membuat dokter mei mengirimkan pesan kepada kami. Komandan Spiral juga pernah bilang kalau situasi dokter mei itu sangat janggal.


Tidak mungkin dokter mei bisa bersembunyi di negara yang dikuasai oleh Black Leaves dan 2 pembawa bencana sekaligus.


"Lalu kau mau apa setelah mematai matai dan menyelamatku dan The Hunter?"

__ADS_1


"Kau ingin memusnahkan Black Leaves kan. Nah, kalau aku ingin memusnahkan para pembawa bencana. Bagaimana kalau kita bekerja sama. Kau adalah pengguna sihir yang tidak terikat dengan monster kuno."


"Aku bersedia berpihak pada The Hunter asalkan kau mau menyerahkan ragamu padaku sama seperti Arachne."


"Kenapa kau ingin tubuhku. Apakah akan terjadi sesuatu pada tubuh aslimu jika monster kuno dibunuh?"


"Entahlah, aku hanya melakukannya untuk berjaga jaga. Lagipula tanpa bimbinganku kau tidak akan bisa menggunakan sihirmu selain untuk menyerang."


Aku tertawa mendengar pernyataan sombong Red Witch. Dia kura aku hanya bisa memanfaatkan sihir untuk menyerang padahal baru beberapa jam yang lalu aku memanfaatkan sihir untuk meningkatkan hasil panen.


"Maaf Red Witch. Tapi aku tidak ingin belajar ataupun dilatih oleh siapapun. Lagipula saat ini pun aku sudah menguasai sihir dengan cukup baik. Aku bisa mengubah ukuran buah dan sayuran di ladang, bahkan bisa menyembunyikan keberadaan seseorang."


"Menyembunyikan keberadaan seseorang?"


Aku mengeluarkan Ripe yang kusembunyikan dengan ekorku. Dengan sihir sekarang aku bisa berkamuflase, baik setengah badan maupun setengah badan.


Awalnya aku meminta Ripe untuk merekam pembicaraanku dengan Arachne, namun tidak disangka malah Red Witch lah yang muncul.


"Kau tidak tahu kan. Itu artinya sihir persembunyianku berhasil."


Arachne Red Witch tersenyum lalu berkata.


"Baguslah, kalau aku tidak perlu mengajarimu. Jadi kalian menerima tawaranku atau tidak?"


Sir Near bicara di telepon.


[Tawaran terdengar manis. Tapi Hendri Graham tidak akan pergi sendiri. Dia akan membawa beberapa hunter agar kami bisa melacak keberadaannya.]


"Tidak masalah. Tapi hunter yang kau kirimkan besar kemungkinan akan terbunuh." Kata Red Witch.


[Kami bisa mengatasi hal itu, dan juga kami tidak akan bergerak sekarang. Karena sebentar lagi kami akan menyelesaikan teknologi baru yang akan kami gunakan untuk menggempur markas besar Black Leaves sekali lagi.]


"Berapa lama?"


[3 Minggu. Itu maksimalnya.]


"Baiklah Sir Near, akan kutunggu. Saat waktunya tiba kuharap pasukanmu sudah siap. Dan juga aku peringatkan, para pembawa bencana lainnya sudah mengetahui pengkhianatanku. Jadi sebaiknya kalian jaga Hendri Graham, kalau dia mati hubungan kerja sama kita berakhir."


"Aku sudah menuliskan informasi terperinci tentang ke 10 pembawa bencana di buku ini."


Aku menyambut buku itu dengan tangan gemetaran. Red Witch lanjut bicara.


"Alasan mengapa 10 Pembawa Bencana tidak bergerak sejak dulu karena kami menikmati peperangan yang kalian lakukan bersama Black Leaves." Kata Red Witch sambil merapikan rambutnya.


Kami yang mendengar pernyataan itu menjadi sangat yakin kalau Red Witch itu memang jahat.


"Tapi sekarang kekuatan pasukan Hunter mulai mengimbangi kekuatan Disaster Readers, ditambah aku memihak kalian, tidak lama lagi ketujuh pembawa bencana yang tersisa akan datang untuk menghancurkan kita semua."


"Lalu bagaimana denganmu?" Tanyaku pada Red Witch.


"Apa kau akan tetap tinggal di jepang? bukankah lebih baik kalau kau tinggal disini supaya kami bisa menolongmu jika kau dikeroyok banyak musuh." Sambungku.


"Wahh, itu ide yang bagus. Baiklah, aku akan pindah kesini setelah menyelesaikan urusanku di jepang."


Red Witch tampak senang lalu pergi dari raga Arachne.


...


Chapter Selanjutnya : Krisis Black Leaves


....................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................


__ADS_2